[Review Buku]: Berjuta Rasanya Karya Tere Liye

Sinopsis:  Untuk kita, yang terlalu malu walau sekedar menyapanya, terlanjur bersemu merah, dada berdegup lebih kencang, keringat dingin di jemari, bahkan sebelum sungguhan berpapasan.  Untuk kita, yang merasa tidak cantik, tidak tampan, selalu merasa keliru mematut warna baju dan pilihan celana, jauh dari kemungkinan menggapai cita-cita perasaan.  Untuk kita, yang hanya berani menulis kata-kata dalam buku harian, memendam perasaan lewat puisi-puisi dan berharap esok lusa ia akan sempat membacanya.

Semoga pemahaman baik itu datang. Bahwa semua pengalaman cinta dan perasaan adalah spesial. Sama spesialnya dengan milik kita. Tidak peduli sesederhana apapun itu, sepanjang dibungkus dengan pemahaman-pemahaman yang baik.  Selamat membaca cerita-cerita yang berjuta rasanya.

“Kalian akan merasakan remuk seketika tepat di dada saat membaca buku ini.”

@Fatimah Ratna Wijayanthi, Karyawan.

”Cinta adalah sekumpulan paradoks yang membingungkan. Maka meskipun menyakitkan, cinta tetaplah membahagiakan. Bacaan yang tepat, bagi mereka yang ingin mengeja makna cinta, patah, dan hati.”

@Galih Hidayatullah, Mahasiswa.

”Saya bahkan sampai 5 kali membacanya tanpa bosan. Sebuah karya yang patut dinikmati lagi, lagi, dan lagi.”

@Sulistyowati, Ibu Rumah Tangga.

“Saya memang menyelesaikan membaca bukunya dalam waktu singkat. Tetapi setelah saya baca, membutuhkan waktu yang lama sekali merenungkan isi ceritanya.”

@Rian Mantasa SP, Mahasiswa. 

”Buku galau, yang mengobati galau.”

@Hanif Khoiriyah, Mahasiswi.

Menurut saya, jangan sampai lewatkan untuk membaca buku ini ❤️💙 Buku dengan gambar pohon, yang daun-daunnya berbentuk hati, terlihat sederhana sekali tetapi ternyata isi buku ini benar-benar luar biasa, dikemas dengan bahasa sederhana dan sangat akrab dengan keseharian kita. Dan ternyata buku ini laris manis di pasaran terbukti sejak di terbitkan di tahun 2012 ternyata menjadi best seller dan di tahun 2018 sudah di cetak hingga tiga pulu satu kali.  Bukan main, Bang Tere memang terbaik di 👍👍👍 Amazing! 😉

Baca juga: Resensi buku Komet Minor (terbit Maret 2019), Komet, serta Ceros dan Batozar karya Tere Liye

Judul Buku          :  Berjuta Rasanya
Penulis                 :  Tere Liye
Penerbit               :  Mahaka Publisihing
Tahun Terbit        : Cetakan I, Mei 2012.  Cetakan XXXI, Maret 2018
Jumlah Halaman: 205 Halaman

Buku ini berisi kumpulan cerita yang terdiri dari 15 judul diantaranya:

  1. Bila semua wanita canti
  2. Hiks, kupikir Kau Naksir 
  3. Cinta Zooplankton
  4. Cintanometer
  5. Harga sebuah pertemuan
  6. Kotak-kotak kehidupan Andre
  7. Mimpi-mimpi Laila – Majnun
  8. Kutukan Kecantikan Miss X
  9. Love Ver. 7.0 & Married Ver 9.0
  10. Kupu-kupu Monarch
  11. Joni dan Doni
  12. Kutukan Kecantikan Miss X-
  13. Lily dan tiga pria it
  14. Pandangan Pertama Zalaiva
  15. Antara Kau dan Aku

Hampir semuanya bertemakan cinta dan bersifat fiksi.

Berikut ini kalimat-kalimat favorit saya dalam buku Berjuta Rasanya:

  1. “Tuhan, selama ini aku keliru, sungguh keliru tentang semua kecantikan ini. Malam ini, demi segala janji kebaikan yang masih tersisa, ajarkan aku untuk selalu memiliki hati yang cantik. Tidak peduli meski orang-orang tidak pernah sekalipun menyadari kecantikan hati tersebut” (halaman 26).
  2. Seseorang yang menyukaimu karena alasan fisik. Seseorang yang menyukaimu karena alasan materi, maka suatu hari ia juga akan pergi karena materi. Tetapi seseorang yang mencintaimu karena hati, maka ia tidak akan pernah pergi. Karena hati tidak mengajarkan tentang ukuran relatif lebih baik atau lebih buruk (halaman 26)
  3. “Suatu saat jika kau beruntung menemukan cinta sejatimu. Ketika kalian saling bertatap untuk pertama kalinya, waktu akan berhenti.”
  4. Ajarkan aku untuk selalu memiliki hati yang cantik. Tidak peduli meski orang-orang tidak pernah sekali pun menyadari kecantikan hati tersebut.”  (halaman 26)
  5. “Orang-orang yang jatuh cinta terkadang terbelenggu oleh ilusi yang diciptakan oleh hatinya sendiri. Ia tak kuasa lagi membedakan mana yang benar-benar nyata, mana yang hasil kreasi hatinya yang sedang memendam rindu. Kejadian-kejadian kecil, cukup sudah untuk membuatnya senang. Merasa seolah-olah itu kabar baik. Padahal, saat ia tahu kalau itu hanya bualan perasaannya, maka saat itulah hatinya akan hancur berkeping-keping. Patah hati! Menuduh seseorang itu mempermainkan dirinya. Lah, siapa yang mempermainkan siapa, coba?”  (halaman.28)
  6. “Dengan semua kenangan itu, bukan keputusan mudah untuk kembali. Seperti menoreh kembali luka yang sudah mengering. Menyakitkan.” (halaman 133)
  7. “Aku akan menjemput janji cintaku, tidak ada janji kehidupan yang lebih hebat dari itu, bukan?” (halaman 136)
  8. “Tentu saja tidak setiap hari janji kebahagiaan itu akan datang dalam kehidupan cinta. Ada kalanya masa getir tiba. Dan saat itu benar-benar terjadi, tiba waktunya untuk menunjukkan betapa besar cinta itu. Bukan sekadar omong-kosong.” (halaman 138)
  9. “Se-sejati apa pun cinta mereka, pastilah mengenal perpisahan.” (halaman 139)
  10. “Apakah cinta sejati itu? Apakah ia sebentuk perasaan yang tidak bisa dibagi lagi? Apakah ia sejenis kata akhir sebuah perasaan? Tidak akan bercabang? Tidak akan membelah diri lagi? Titik? Penghabisan? Bukankah lazim seseorang jatuh cinta lagi padahal sebelumnya sudah berjuta kali bilang ke pasangan-pasangan lamanya, ‘Ia adalah cinta sejatiku!’” (halaman 141)
  11. “Aku tidak ingin cintanya kembali karena dia merasa berhutang budi.” (halaman 145)
  12. “Dalam urusan cinta, mereka yang dibutakan oleh duniawi tidak akan pernah mengerti hakikat cinta sejati.” (halaman 146)
  13. “Apakah itu cinta kalau kau setiap saat bisa jatuh cinta lagi dengan gadis lain? Dengan pemuda lain? (halaman 148)
  14. “Percayalah, hal yang paling menyakitkan di dunia bukan saat kita lagi sedih banget tapi nggak ada satu pun teman untuk berbagi. Hal yang paling menyakitkan adalah saat kita lagi happy banget tapi justru nggak ada satu pun teman untuk membagi kebahagiaan tersebut. Tapi ada yang lebih celaka lagi, yaitu ketika kita justru senang banget pas lihat teman susah, dan sebaliknya terasa susah banget di hati pas lihat teman lagi senang.” (halaman 156)
  15. “Cinta itu seperti burung, ia akan membawamu terbang ke mana saja. Membuatmu bisa memandang seluruh isi dunia dengan suka cita, bahkan, terkadang kau merasa seluruh dunia ini hanya milikmu seorang.” (halaman 181)
  16. “Cinta itu menyenangkan seperti musik, tetapi cinta sejati akan membuatmu selalu tetap menari meskipun musiknya telah lama berhenti.” (halaman 182)
  17. “Cinta sejati seperti hantu. Semua orang membicarakannya, tetapi sedikit sekali yang benar-benar pernah melihatnya. (halaman 182)
  18. “Cinta sejati memang seperti air sungai, sejuk menyenangkan, dan terus mengalir. Mengalir terus ke hilir tidak pernah berhenti. Semakin lama semakin besar karena semakin lama semakin banyak anak sungai yang bertemu. Begitu juga cinta, semakin lama mengalir semakin besar batang perasaannya.” (halaman 183)
  19. Cinta sejati adalah perjalanan. Cinta sejati tak pernah memiliki tujuan. (Halaman 183)
  20. “Kau selalu bisa memberi tanpa sedikit pun memiliki perasaan cinta, tetapi kau takkan pernah bisa mencintai tanpa selalu memberi.” (halaman 183)
  21. “Cinta sejati datang begitu saja, tanpa satu alasan pun yang jelas.” (halaman 183)
  22. “Cinta sejati selalu datang pada saat yang tepat, waktu yang tepat, dan tempat yang tepat. Ia tidak pernah tersesat. Cinta sejati selalu datang pada orang-orang yang berharap berjumpa padanya dan tak pernah berputus asa.” (halaman 184)
  23. “Kelak saat kau dewasa, kau akan melihat banyak sekali orang-orang yang begitu saja jatuh cinta. Bagi mereka, cinta seperti memungut bebatuan di pinggir sungai. Banyak bertebaran. Bosan bisa dilemparkan jauh-jauh. Kurang, tinggal masukkan batu yang lain ke dalam kantong lainnya. Apakah perangai seperti itu disebut cinta? Tentu saja bagi mereka juga cinta. Tetapi ingatlah selalu, cinta sejati tak sesederhana bebatuan.” (Halaman .184)
  24. “Suatu saat jika kau beruntung menemukan cinta sejatimu. Ketika kalian saling bertatap untuk pertama kalinya, waktu akan berhenti. Seluruh semesta alam takzim menyampaikan salam. Ada cahaya keindahan yang menyemburat, menggetarkan jantung. Hanya orang-orang beruntung yang bisa melihat cahaya itu, apalagi berkesempatan bisa merasakannya.” (halaman 184)
  25. “Kalian sama sekali tidak memerlukan mata untuk memandang cinta sejatimu. Tidak memerlukan kelopak mata untuk mengenalinya. Ia selalu datang, tak pernah tersesat.” (Halaman .190)

Hal yang membuat saya selalu tertarik dengan buku-buku karya Tere Liye, salah satunya Tere Liye menyajikan buku dengan berbagai genre, dari puluhan buku yang sudah ditulisanya, berikut ini genre-genrenya:

  1. Genre Novel anak – anak dan keluarga : Hafalan Solat Delisa, Moga Bunda Disayang AllahBidadari-Bidadari Surga (recover jadi Dia adalah Kakakku), kemudian ada serial Anak-Anak Mamak  ada : ElianaBurlianPukat dan Amelia,
  2. Genre romance : Berjuta Rasanya, Sepotong Hati Yang BaruDaun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin,  sunset dan rosie,  aku kau dan sepucuk angpau merah,
  3. Genre fantasy : Ayahku Bukan PembohongHarga Sebuah PercayaSERIAL BUMI (Bumi, Bulan, Matahari, BintangCeros & Batozar serta buku kelima Komet).
  4. Genre ekonomi dan politiknegeri para bedebahnegeri di ujung tanduk.
  5. Genre action : pulang , pergi
  6. Genre sejarah : Rindu,
  7. Genre science and fiction bercampur romance, lingkungan hidup: Hujan 
  8. Kumpulan Quote : #About friends dan #About Love
  9. Kumpulan puisidikatakan atau tidak dikatakan, itu tetap cinta
  10. Genre Biografi tapi tidak pure lebih banyak unsur refleksi: Rembulan Tenggelam di Wajahmu
  11. Eksperimen berikutnya genre biografi (menceritakan kehidupan seseorang dari lahir sampai dengan meninggal): TENTANG KAMU 

Happy reading!📖😊

With Love, ❤️

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s