Jajan Buku

Sebagai pembaca buku, satu hal yang tak bisa dihindari tentu saja mau beli buku.  Kalau bisa, pengennya beli semua buku kesukaan, dan sekalian bikin perpustakaan pribadi.  Sayangnya, saya belum bisa sampai di tahap itu.  Belum bisa membeli semua buku yang saya inginkan, dan masih sering meminjam buku.  Maka, punya hubungan baik dengan sesama pembaca buku atau pengoleksi buku, menjadi berkah tersendiri, sebab saya bisa meminjamnya. 😀

Lantas yang bisa saya lakukan, salah satunya membeli buku yang benar-benar mau saya baca dan koleksi, agar Continue reading “Jajan Buku”

Advertisements

Re-Read Buku-Buku Kesukaan

Salah satu strategi kalau semangat membaca mulai menurun, biasanya saya akan mengingat-ingat buku-buku kesukaan yang dengan senang hati ingin saya baca ulang. Tidak semua buku yang pernah saya baca, ingin saya baca ulang. Hanya buku-buku tertentu yang menurut saya meninggalkan kesan mendalam saat membacanya.  Jika buku non fiksi, kesan itu di dapat apabila membawa perubahan atau pun pengaruh positif dalam diri saya. Dan jika buku fiksi:  kalau suka  karakter-karakter dalam novelnya, ceritanya, keseruannya, atau bahkan meskipun sudah lama saya baca tapi masih mengingat detail cerita-tokoh-setting, biasanya membuat saya ingin membacanya lagi.

Berikut ini beberapa buku yang berhasil saya baca ulang: Continue reading “Re-Read Buku-Buku Kesukaan”

Main ke Gramedia SMS (Summarecon Mall Serpong)

Top Ten di Gramedia SMS pada awal bulan September 2019 (ini sifatnya sementara, jadi setiap minggu mungkin posisinya bisa berubah tergantung pembelian bukunya)

Saya cukup sering main ke Gramedia SMS, walaupun seringnya bukan berarti tiap bulan. Dalam tahun 2019, seingat saya sudah dua kali mengunjungi tempat ini. Koleksi buku di toko buku ini cukup lengkap. Tempatnya cukup luas, jadi tidak perlu waktu lama untuk menyisir buku-buku yang tertata rapi di rak-rak buku yang sudah disusun berdasarkan kategori.

Bila datang ke toko buku, saya Continue reading “Main ke Gramedia SMS (Summarecon Mall Serpong)”

[Book Review] EARTH By Tere Liye

Author Tere Liye
Publisher Gramedia Pustaka Utama
Published First published in Indonesia, in 2019. Second print: July 2019
Page 368 pages; 20 cm
ISBN 9786020627519
Translation by Gill Westaway

My Name is Raib. I’m 15 years old, a tenth-grader. I have two cats: Whitey and Blacky. My parents are nice. My teachers are great. My friends are kind and solid.

I’m an ordinary girl just like you, and I like most teenagers do, except for one thing. There’s something that I kept myself ever since i was a kid. Something amazing. My Name is Raib, and I can dissapear.

 

This is the first book from the series “EARTH.” The original bookpublished in 2013 by Gramedia Pustaka Utama under the tittle “BUMI.” First published in Indonesia, in 2019 by Gramedia Pustaka Utama. I was excited that one of my favorite series finally translate in english, hopefully Continue reading “[Book Review] EARTH By Tere Liye”

Review Buku SELENA [Unedited Version] Karya Tere Liye

“Dunia ini dekat sekali dengan kegelapan, Selena. Maka saat kegelapan menyelimutimu, pastikan kamu tetap mencari cahaya di sekitarmu. Dirimu sendiri adalah satu-satunya yang bisa dipercaya. Nurani. Cahaya kecil itu selalu ada di hatimu. Gunakan. Terangi jalanmu, temukan pilihan hidupmu. Maka semoga itu bisa membawamu menuju jalan yang lebih baik.” (halaman 376/406) –Pesan Gurunya, Bibi Gill pada Selena setelah menyelesaikan ujian mata kuliah Malam dan Misterinya pada tahun pertama di semester dua.

Kalian tidak akan percaya, ABTT punya hari khusus: 'Aku Cinta Perpustakaan,' itu bukan mata kuliah, tapi seluruh mahasiswa wajib mengikutinya. Aku termangu saat membaca informasi itu pertama kali dari kartu hologramku. Ini sungguhan? Aku suka perpustakaan, aku semangat mengikutinya. Masalahnya, kegiatan ini mewajibkan mahasiswa membuat essay atas buku-buku yang dibacanya. Kampus ini suka sekali memberikan tugas paperessay. Sedikit-sedikit mahasiswa disuruh menulis paper. Jangan-jangan kampus ini lebih terobsesi melahirkan seorang penulis dibanding petarung Klan Bulan. (halaman 155/406)

Jika dalam Continue reading “Review Buku SELENA [Unedited Version] Karya Tere Liye”

[Resensi Buku] SI ANAK BADAI Karya Tere Liye

KEBERANIAN “GENG SI ANAK BADAI”  MEMPERTAHANKAN

KAMPUNG HALAMANNYA

Penulis multitalenta Tere Liye, seolah tidak pernah kehabisan ide cerita, kini kembali hadir dengan buku barunya yang berjudul Si Anak Badai, yang sudah terbit Agustus 2019. Cepat sekali ya, pikir saya.  Hanya berselang delapan bulan setelah buku Si Anak Cahaya di bulan Desember 2018. Buku ini merupakan buku ke enam dari Serial Anak Nusantara.  Salah satu serial favorit saya.   Serial ini merupakan bacaan yang  target pembacanya untuk semua umur, baik anak-anak, remaja, maupun orang tua. Saya sangat senang dengan kehadiran Serial Anak Nusantara, seolah sedang bernostalgia dengan masa kecil, bahkan seperti sedang  diajak untuk menyelami kesederhanaan hidup khas anak-anak yang tetap ceria, juga bahagia, meski hidupnya sangat sederhana bahkan tidak mengenal gadget.  Serial ini bisa menjadi referensi bacaan keluarga masa kini. Buku keenam sangat berbeda dari lima buku sebelumnya.  Buku ini berdiri sendiri dan tidak ada kaitan dengan ke lima buku yang sudah  terbit duluan, yaitu: Si Anak PemberaniSi Anak SpesialSi Anak PintarSi Anak Kuat dan Si Anak Cahaya.  Tidak berkutat pada cerita keluarga Mamak Nurmas dan anak-anaknya (Eliana, Pukat, Burlian, Amelia) lagi, tetapi menceritakan keluarga lain dengan latar belakang baru di sebuah muara bernama Manowa.  Sehingga hal ini terlihat sangat bervariasi, sesuai dengan konsep serialnya yang bertemakan “Anak Nusantara.” Kelihatannya, serial ini akan jauh lebih berkembang banyak. Jika sebelumnya bertemakan serial Anak-Anak Mamak yang saya pikir akan bercerita tentang karakter-karakter di keluarga Mamak Nurmas, dengan adanya recover sejak Desember 2018 pada buku-buku sebelumnya, dan kehadiran Si Anak Badai dengan cerita baru, membuat saya sebagai pembaca semakin penasaran akan kelanjutan kisah serial Continue reading “[Resensi Buku] SI ANAK BADAI Karya Tere Liye”