Buku: TENTANG KAMU BY TERE LIYE


One my fav book from Tere Liye 👍👍👍

“Tentang Kamu”

Terima kasih untuk kesempatan mengenalmu, itu adalah salah satu anugerah terbesar dalam hidupku. Cinta memang tidak perlu ditemukan, cintalah yang akan menemukan kita.

Terima kasih, nasehat  tapi aku akan tersenyum karena sesuatu itu pernah terjadi.  Lama itu benar sekali, aku tidak akan menangis karena sesuatu itu telah berakhir,

 Masa lalu . Rasa sakit. Masa depan. Mimpi-mimpi. Semua akan berlalu, seperti sungai yang mengalir. Maka biarlah hidupku mengalir seperti sungai kehidupan.

Dari sekitar 29 buku yang sudah ditulis oleh Tere Liye, Tentang Kamu merupakan salah buku favorit saya, Buku setebal 524 halaman ini lembar-demi lembarnya penuh kejutan, kok bisa ya Tere Liye kepikiran buat nulis dengan latar tempat ini dalam novel tersebut, and it’s truly exist ! Sampai saya harus googling satu-satu tempatnya yang ternyata keren.
Seperti Pulau Bungin, Sumbawa (NTB) – yang merupakan pulau terpadat di dunia. Belgrave Square, Rute 16 Cricklewood – Victoria, Quay D’orsay.
Yang pasti isi buku ini saya seperti diajak berpetualang oleh tokoh Zaman Zulkarnaen (pengacara dari Thompson and Co) yang menulisuri jejak kehidupan Ibu Sri Ningsih, (dengan setting tahun 1940 – 2016) mulai dari pulau bungi di Sumbawa, Surakarta (Jawa Tengah), Jakarta, London, berakhir di Paris. Juga perjalanan seorang Sri Ningsih keliling dunia & surat wasiyat.
Buku yang keren, inpiratif, sangat menyentuh, dan tokoh utama dibalik kesederhanaannya menyimpan kecerdasan (benar – benar brilliant) dan keindahan perilaku serta sosok luar biasa mengagumkan dan penuh tauladan. ❤️❤️❤️❤️

Bagian kalimat favorit dari buku ini : 

“Aku menunggu begitu lama untuk jatuh cinta, Sri.  Hingga seorang gadis Indonesia  bernama Sri Ningsih tiba di London.  Aku juga menunggu selain lama untuk bertemu dengannya di bus kota London rute 16.  Itu suratan takdir yang menakjubkan.”

“Sungguh terima kasih untuk kesempatan mengenalmu, Sri. Itu adalah salah satu anugerah terbesar dalam hidupku.  Cinta memang tidak perlu ditemukan, cintalah yang akan menemukan kita.” (Halaman 408)

“Sri terima kasih telah menjadi bagian hidupku, melahirkan bayi-bayi kita, sungguh terima kasih.  Mencintaimu telah memberikanku keberanian, dan dicintai olehmu begitu dalam telah memberikanku kekuatan.  Terima kasih.” Hakan tersenyum. “Kembalilah bahagia, Sri.  Menjadi gadis yang bersahaja dan baik hati seperti saat pertama kali kita bertemu.  Lanjutkan kisah hidupmu, kamu akan memiliki petualangan hidup berikutnya yang lebih panjang.  Penuhi mimpi-mimpi lamamu, melihat dunia.  (Halaman 409)

Salah satu dari empat pertanyaan Eric adalah “Apa harta yang akan dibawa mati saat kita meninggal?”  Zaman menjawab pendek, “Tidak ada, Sir. Selain apa yang kita belanjakan untuk kebaikan.”  Sisanya akan ditinggalkan, bahkan diperebutkan.”  Eric menatap terpesona, “Kamu sungguh-sungguh dengan jawaban itu?”  Zaman mengangguk.  (Halaman 430)

Juz kelima tentang memeluk rasa sakit.

2000… 

Ibu, Bapak, bagaimana agar kita bisa berdamai dengan begitu banyak kejadian menyakitkan ?  Bagaimana jika semua hal menyesakkan itu ibarat hujan deras di tengah lapangan, kita harus melewati lapangan menuju tempat berteduh di seberang, dan setiap tetes air hujan laksana setiap hal menyakitkan dalam hidup?  Bagaimana agar Sri bisa tiba di tempat tujuan tanpa terkena satu tetes airnya?  Sri sekarang tahu jawabannya.  Yaitu justru dengan lompatlah ke tengah hujan, biarkan seluruh tubuh kuyup .  Menarilah bersama setiap tetesnya, tarian penerimaan, jangan pernah dilawan, karena sia-sia saja, kita pasti basah.  Disini, di kota dengan Menara Eiffel yang Indah dipandang mata, Sungai Seine mengalir elok.  Disini, di jantung peradaban budaya dunia, terima kasih telah mengajariku tentang hakikat kehidupan.  Sri akan memeluk semua rasa sakit.  Dulu, sekarang, esok lusa, hingga kita bertemu lagi.  Sri Ningsih (halaman 457)

Selamat membaca 😊 

With Love,


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s