[Review Buku] Hidup Damai Tanpa Berpikir Berlebihan karya Tsuneko Nakamura dan Hiromi Okuda

Buah kehidupan tidak bisa didapatkan dalam waktu singkat. Tiap-tiap orang memiliki hal yang seharusnya dihargai dalam setiap momen hidupnya. (halaman 138) Continue reading “[Review Buku] Hidup Damai Tanpa Berpikir Berlebihan karya Tsuneko Nakamura dan Hiromi Okuda”

[Review Buku] Bising Karya Kurniawan Gunadi

Kita pasti bisa melewatinya meski proses yang akan kita tempuh nanti tidaklah mudah. Paling tidak, kita percaya kepada diri sendiri. Tunjukkan bahwa kita layak memenangkan semua kebisingan ini. tunjukkan bahwa apa yang mereka katakan tentang kita, tidaklah berarti apa-apa. (halaman 143-144)

Continue reading “[Review Buku] Bising Karya Kurniawan Gunadi”

Buku Serial Aksi Karya Tere Liye

Setelah sukses dengan Serial Bumi yang hingga tahun 2020 masih on going dan sudah memasuki buku yang ke sembilan. Menyusul Serial Anak-Anak Mamak yang sejak Desember 2018 berubah nama serialnya karena meskipun buku-bukunya bagus, secara penjualan tidak sepopuler serial bumi. Tapi menurut saja, sejak retitle dan recover kemudian nama serialnya berubah menjadi Serial Anak Nusantara, sepertinya jadi jauh lebih populer. Berdasarkan Continue reading “Buku Serial Aksi Karya Tere Liye”

[Review Buku] 5 CM Aku, Kamu, Samudera, dan Bintang-Bintang Karya Donny Dhirgantoro

SEBUAH SEKUEL DARI 5CM

“Buku selalu membawamu ke tempat-tempat yang tidak pernah kamu kunjungi sebelumnya, ke perasaan yang tidak pernah kamu rasakan sebelumnya, ke pembelajaran yang belum pernah kamu pelajari sebelumnya.” (halaman 266)

Cinta tanpa syarat, cinta tanpa balas, cinta dengan segala keindahannya yang tak terbatas, cinta tanah ini kepadamu.
Continue reading “[Review Buku] 5 CM Aku, Kamu, Samudera, dan Bintang-Bintang Karya Donny Dhirgantoro”

[Review Buku] KATA Karya Rintik Sedu

Semua dimulai dari satu kata. Satu kata menjadi satu kalimat. Satu kalimat menjadi satu paragraph. Satu paragraph menjadi satu halaman. Satu halaman menjadi satu bab. Satu bab menjadi satu buku. Dan satu buku menjadi satu suara. Mereka harus saling membaca dan saling mendengar. Mereka harus saling menerima dan saling melepaskan. Mereka membutuhkan sesuatu yang berunsur, mereka butuh sebuah kata, mereka butuh kata-kata untuk menjadi peta dan membebaskan keduanya dari jalur perjalanan yang salah. Mereka harus bicara. Mereka harus berani mengutarakan. Mereka harus mengeluarkan teriakan yang sudah tak bisa lagi diredam di dalam perasaan. Namun, kekecewaan membuat mereka terjebak di ruang gelap yang kehilangan cahayanya dan jalan keluar. (halaman 345) Continue reading “[Review Buku] KATA Karya Rintik Sedu”