Re-Read Buku-Buku Kesukaan

Salah satu strategi kalau semangat membaca mulai menurun, biasanya saya akan mengingat-ingat buku-buku kesukaan yang dengan senang hati ingin saya baca ulang. Tidak semua buku yang pernah saya baca, ingin saya baca ulang. Hanya buku-buku tertentu yang menurut saya meninggalkan kesan mendalam saat membacanya.  Jika buku non fiksi, kesan itu di dapat apabila membawa perubahan atau pun pengaruh positif dalam diri saya. Dan jika buku fiksi:  kalau suka  karakter-karakter dalam novelnya, ceritanya, keseruannya, atau bahkan meskipun sudah lama saya baca tapi masih mengingat detail cerita-tokoh-setting, biasanya membuat saya ingin membacanya lagi.

Berikut ini beberapa buku yang berhasil saya baca ulang: Continue reading “Re-Read Buku-Buku Kesukaan”

Review Buku SELENA [Unedited Version] Karya Tere Liye

“Dunia ini dekat sekali dengan kegelapan, Selena. Maka saat kegelapan menyelimutimu, pastikan kamu tetap mencari cahaya di sekitarmu. Dirimu sendiri adalah satu-satunya yang bisa dipercaya. Nurani. Cahaya kecil itu selalu ada di hatimu. Gunakan. Terangi jalanmu, temukan pilihan hidupmu. Maka semoga itu bisa membawamu menuju jalan yang lebih baik.” (halaman 376/406) –Pesan Gurunya, Bibi Gill pada Selena setelah menyelesaikan ujian mata kuliah Malam dan Misterinya pada tahun pertama di semester dua.

Kalian tidak akan percaya, ABTT punya hari khusus: 'Aku Cinta Perpustakaan,' itu bukan mata kuliah, tapi seluruh mahasiswa wajib mengikutinya. Aku termangu saat membaca informasi itu pertama kali dari kartu hologramku. Ini sungguhan? Aku suka perpustakaan, aku semangat mengikutinya. Masalahnya, kegiatan ini mewajibkan mahasiswa membuat essay atas buku-buku yang dibacanya. Kampus ini suka sekali memberikan tugas paperessay. Sedikit-sedikit mahasiswa disuruh menulis paper. Jangan-jangan kampus ini lebih terobsesi melahirkan seorang penulis dibanding petarung Klan Bulan. (halaman 155/406)

Jika dalam Continue reading “Review Buku SELENA [Unedited Version] Karya Tere Liye”

[Resensi Buku] SI ANAK BADAI Karya Tere Liye

KEBERANIAN “GENG SI ANAK BADAI”  MEMPERTAHANKAN

KAMPUNG HALAMANNYA

Penulis multitalenta Tere Liye, seolah tidak pernah kehabisan ide cerita, kini kembali hadir dengan buku barunya yang berjudul Si Anak Badai, yang sudah terbit Agustus 2019. Cepat sekali ya, pikir saya.  Hanya berselang delapan bulan setelah buku Si Anak Cahaya di bulan Desember 2018. Buku ini merupakan buku ke enam dari Serial Anak Nusantara.  Salah satu serial favorit saya.   Serial ini merupakan bacaan yang  target pembacanya untuk semua umur, baik anak-anak, remaja, maupun orang tua. Saya sangat senang dengan kehadiran Serial Anak Nusantara, seolah sedang bernostalgia dengan masa kecil, bahkan seperti sedang  diajak untuk menyelami kesederhanaan hidup khas anak-anak yang tetap ceria, juga bahagia, meski hidupnya sangat sederhana bahkan tidak mengenal gadget.  Cerita ini kemungkinan  ber-setting tahun 1990-an dimana belum tersentuh era digital dan perkembangan teknologi secanggih sekarang .  Serial ini bisa menjadi referensi bacaan keluarga masa kini. Buku keenam sangat berbeda dari lima buku sebelumnya.  Buku ini berdiri sendiri dan tidak ada kaitan dengan ke lima buku yang sudah  terbit duluan, yaitu: Si Anak PemberaniSi Anak SpesialSi Anak PintarSi Anak Kuat dan Si Anak Cahaya.  Tidak berkutat pada cerita keluarga Mamak Nurmas dan anak-anaknya (Eliana, Pukat, Burlian, Amelia) lagi, tetapi menceritakan keluarga lain dengan latar belakang baru di sebuah muara bernama Manowa.  Sehingga hal ini terlihat sangat bervariasi, sesuai dengan konsep serialnya yang bertemakan “Anak Nusantara.” Kelihatannya, serial ini akan jauh lebih berkembang banyak. Jika sebelumnya bertemakan serial Anak-Anak Mamak yang saya pikir akan bercerita tentang karakter-karakter di keluarga Mamak Nurmas, dengan adanya recover sejak Desember 2018 pada buku-buku sebelumnya, dan kehadiran Si Anak Badai dengan cerita baru, membuat saya sebagai pembaca semakin penasaran akan kelanjutan kisah serial Continue reading “[Resensi Buku] SI ANAK BADAI Karya Tere Liye”

Tentang Cap “Buku Best Seller”

Apakah kamu membeli buku berdasarkan cap best seller book? Seberapa penting cap best seller book saat kamu memutuskan untuk membeli buku?

Kalau saya, membeli buku tidak harus selalu ada cap best seller book.  Kecuali, untuk buku yang penulisnya belum pernah sama sekali saya baca karyanya,  maka cap best seller book cukup menarik perhatian saya dan kemudian akan mempertimbangkan, apakah saya penasaran membeli atau membacanya.  Tapi ini tidak selalu jadi alasan utama, hanya saja memang menjadi salah satu hal yang akan berpengaruh pada keputusan saya.  Kalau saya sudah pernah baca dan suka dengan penulisnya, tanpa perlu ada cap best seller, jika ada karya barunya, saya tetap mau membelinya.  Bahkan rela ikutan PO, kalau memang ngadain open PO sebelum bukunya launching.

Nah, lain lagi ceritanya kalau ternyata buku baru terbit yang saya baca ternyata beberapa bulan kemudian jadi best seller book, terus sampai cetak ulang beberapa kali atau hingga belasan bahkan puluhan kali, sebagai pembaca rasanya Continue reading “Tentang Cap “Buku Best Seller””

[Review Buku]: Dia Adalah Kakakku Karya Tere Liye

Judul buku : DIA ADALAH KAKAKKU
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Republika Penerbit
Tahun Terbit : cetakan I, Oktober  2018.  Cetakan IV, Agustus 2019
Halaman : 398 halaman
ISBN         : 978-602-5734-37-3

Sinopsis:

“Buat apa kamu memikirkan apa yang dipikirkan orang lain?  Buat apa kamu mencemaskan apa yang akan dinilai orang lain?  Kekhawatiran dan kecemasan sejatinya mungkin tidak pernah ada.”

Tentang seorang kakak yang mengorbankan apa pun agar adik-adiknya bisa sekolah.  Tentang rasa sabar dan penerimaan.  Tentang keluarga yang penuh perjuangan.

Dulu, sekarang, hingga kapan pun, dia adalah kakakku.

 

Dia Adalah Kakakku, merupakan buku recover dari Bidadari-Bidadari Surga. Buku  ini, tentang  kisah Kak Laisa.   Kakak yang sangat mencintai keempat adiknya: Dalimunte, Ikanuri, Wibisana, dan si bungsu Yashinta.  Mereka tinggal di sebuah lembah yang sangat indah, lembah Lahambay.  Kak Laisa rela mengorbankan apa pun, agar adik-adiknya bisa sekolah, termasuk mengorbankan impiannya.  Ia berhenti sekolah karena saat itu Mamak tidak sanggup membeli baju sekolah untuk adiknya, Dali.  Sejak saat itu Kak Laisa membantu Mamak  mengurus ladang, bekerja keras mengumpulkan uang untuk menyekolahkan adik-adiknya.  Sejak Babak meninggal di terkam penguasa Gunung Kendeng, Kak Laisa menunaikan janji yang selalu dipegangnya erat-erat.

Buku ini sangat menyentuh sekali, apalagi hubungan Kakak-adik yang terjalin sangat indah.  Saya suka hubungan kakak adik Laisa – Yashinta – Dalimunte, dimana sebagai adik, Yashinta dan Dalimunte sangat nurut dan mencintai Kakaknya.  Lain halnya dengan Ikanuri dan Wibisana, saudara yang nyaris kembar kelakuannya, padahal mereka bukan anak kembar, sebab Continue reading “[Review Buku]: Dia Adalah Kakakku Karya Tere Liye”

[Review Buku]: Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata

“Biar kau tahu Ikal, orang-orang seperti kita tak punya apa-apa, kecuali semangat dan mimpi-mimpi, dan kita akan bertempur habis-habisan demi mimpi itu!”  … Tanpa mimpi orang-orang seperti kita akan mati.  –Arai pada Ikal (halaman 143) 

Continue reading “[Review Buku]: Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata”

[Review Buku] ANAK RANTAU Karya A. Fuadi

Judul Buku    : ANAK RANTAU
Penulis           : A. Fuadi
Penerbit         : PT. Falcon Interactive
Tahun Terbit :  Cetakan pertama, Mei 2019
Halaman        : 370 halaman

“Novel ini paket lengkap spesial.  Ada cerita tentang keluarga yang mengharukan, persahabatan, lingkungan hidup, bahkan juga tentang penjelasan pemberontakan besar di masa lalu lewat sudut pandang yang berbeda.  Bacalah.  Kalian akan merasakan petualangan seru.” —Tere Liye, penulis

“Anak Rantau mengajak kita menjenguk ulang makna keluarga, persahabatan, akar budaya.  Bak hidangan Minang yang gurih dan bikin menagih, karya A. Fuadi ini elok dibaca dan renyah dinikmati.”  —Dee Lestari, penulis

“Lebih berwarna dari Negeri 5 Menara.  Melalui karya terbarunya ini, Fuadi menunjukkan sebuah upaya untuk terus memperluas batas kemampuan dan imajinasinya sebagai seorang pencerita.” —Okky Madasari, penulis

Buku yang saya baca ini merupakan cover terbaru dari buku Anak Rantau yang terbit tahun 2017.  Buku ini mendapat penghargaan sebagai Fiksi Terbaik Islamic Book Award 2019.  Berbeda dari buku trilogi Negeri 5 Menara yang sudah saya baca.  Kalau buku-buku sebelumnya karya Ahmad Fuadi ini seakan diajak melalang buana ke berbagai tempat, namun lewat buku ini saya seakan diajak pulang ke kampung halaman setelah merantau di Ibukota, bagaimana menyesuaikan diri dengan kehidupan di kampung dengan adat dan budaya Minang, kisah tentang persahabatan juga hubungan keluarga yang mengharukan, dan dikemas dengan apik.

Dalam buku ini,  mengisahkan karakter utamanya Hepi, pemilik nama lengkap Donwori bihepi yang dipaksa pulang oleh ayahnya ke Tanjung Duren di Sumatera Barat, ia dititipkan kepada Continue reading “[Review Buku] ANAK RANTAU Karya A. Fuadi”