[Resensi Buku] KOMET MINOR, KOMET, serta CEROS dan BATOZAR Karya Tere Liye

Buat penggemar serial Bumi, kalau baca bukunya dari pertama sampai buku keempat (Bumi, Bulan, Matahari, Bintang), kita akan tahu bahwa buku tersebut berdiri sendiri, mau baca tak berurut pun tak masalah.  Lain halnya dengan buku keenam, Komet Minor. Maka alangkah lebih asik bila kita sudah membaca buku sebelumnya yaitu Ceros dan Batozar, serta Komet. Sebab, beberapa karakter di kedua buku tersebut akan muncul di Komet Minor.  Kalau kamu mau baca Komet Minor, pastikan kamu sudah baca buku Komet juga Ceros dan Batozar.   Berikut ini, saya akan menyajikan resensi ketiga buku Serial BUMI, karya Tere Liye.  Selamat menikmati. 🙂


Tulisan ini di edit pada tanggal 14 Juni 2019.  Alhamdulillah, sama sekali tidak menyangka, saya menjadi salah satu pemenang favorit dalam #LombaResensiTereLiye (periode 15 Maret – 30 April 2019).  Teringat selasa pagi tanggal 4 Juni, saat saya sedang dalam perjalanan mudik menuju kampung halaman, saya buka Instagram, dan ketika melihat postingan ini masyaallah senang sekali.  Rasanya tak percaya, namun setelah malamnya sekitar pukul 20.30 saya mendapat email dari redaksi Gramedia Pustaka Utama barulah saya semakin percaya, alhamdulillah ada nama saya.  Terima kasih kepada redaksi GPU, juga Bang Tere Liye. Ini adalah sebuah kebahagiaan dan juga salah satu kado terindah bulan ramadhan 2019.

View this post on Instagram

Sebelum hari ini berakhir, Mimin mau membagikan berita bahagia. Berikut pengumuman pemenang #LombaResensiTereLiye . Pemenang Utama diraih oleh AGI EKA, mendapatkan hadiah paket liburan gratis ke Jepang untuk 2 orang (wah asyiknya bisa ajak satu orang saudara/teman) . Pemenang Favorit diraih oleh Ai Latifah Kusmawati, Aprillia Fatmawati, Zahrotun Nisa, Nafa Ulmaushofia, dan Indah Nurbaeti. Masing-masing akan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp1.000.000 . Informasi lebih lanjut mengenai mekanisme klaim hadiah akan diinformasikan via e-mail. . Terima kasih banyak untuk teman-teman yang telah berpartisipasi dalam lomba ini. Buat yang belum jadi pemenang, tetap ikuti socmed GPU karena ada banyak lomba/kuis/sayembara/giveaway lainnya yang hadiahnya tak kalah menarik. . Sekali lagi, selamat ya semua! ✨✨✨ . #bukugpu #fiksigpu #TereLiye #SeriBumi

A post shared by Gramedia Pustaka Utama (@bukugpu) on



Judul Buku            : KOMET MINOR
Penulis                  : TERE LIYE, Co-Author : Dienna Yashinta
Tahun Terbit          : 11 Maret 2019 diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman    : 376 halaman, 20 cm
ISBN                       : 9786020623399
Rating                    : 5/5


SINOPSIS:     

Pertarungan melawan si Tanpa Mahkota akan berakhir di sini.  Siapa pun yang menang, semua berakhir di sini, di Klan Komet Minor, tempat aliansi Para Pemburu pernah dibentuk, dan pusaka hebat pernah diciptakan.

Dalam saga terakhir melawan si Tanpa Mahkota, aku, Seli dan Ali menemukan teman seperjalanan yang hebat.  Bersama-sama kami melewati berbagai rintangan, memahami banyak hal, berlatih teknik baru, dan bertarung bersama-sama.

Inilah kisah kami.  Tentang persahabatan sejati.  Tentang pengorbanan.  Tentang ambisi. Tentang memaafkan. Namaku Raib, dan aku bisa menghilang.

Komet Minor merupakan buku keenam dari Serial BUMI.  Buku yang paling saya tunggu di tahun 2019 ini, akhirnya terbit juga pada tanggal 11 Maret 2019.  Bab pertama buku ini merupakan kelanjutan kisah dari buku sebelumnya yaitu Komet, dimana ending-nya saat itu berupa penghianatan oleh Max kepada tiga remaja petarung yang berasal dari klan berbeda: Raib (Klan Bulan), Seli (Klan Matahari, dan Ali (Klan Bumi).  Dalam buku Komet Minor, saat tak ada lagi harapan bagi Ra, Seli dan Ali ketika di perahu mereka diikat dengan jaring perak.  Ali si genius, dengan caranya yang mengagumkan, berhasil menjatuhkan sesuatu dari sakunya, berupa sebuah cermin kecil yang terbuat dari berlian. Berkat alat itu, ada yang melakukan teleportasi lewat portal cermin. Maka munculah “BATOZAR – si pengintai.”   Pertemuan di perahu tersebut hanya sebentar, karena mereka tidak boleh terlambat, kemudian mereka berempat mendarat di Pulau Hari Minggu, dan HAP!  Ikan raksasa menelan mereka bersama Si Tanpa Mahkota.  Ikan tersebut merupakan portal untuk membuka mereka menuju Klan Komet Minor.

Itu barulah awal, maka bab-bab berikutnya menyajikan keseruan, kekocakan, ketegangan, bahkan kesedihan, hingga kebahagiaan.  Menurut saya, di buku ini banyak hal yang membuat saya tertawa dengan kehadiran Batozar yang meramaikan kisah dalam petualangan Raib, Seli, dan Ali.  Sang pengintai nomor satu di Klan Bulan ini punya selera humor yang baik, sehingga ketegangan demi ketegangan yang harus mereka lewati, membuat mereka bisa terus bertahan lama, meski pun kekalahan demi kekalahan datang silih berganti, tak sedikit pun membuat petualangan terasa membosankan, justru sebaliknya.

“Ini bukan salahmu.  Pangeran galau itu memang hebat.  Dia bukan tandingan kita.  Tapi kita telah bertahan dengan sangat baik.  Dalam pertarungan ini, itulah kata kuncinya, bertahan selama mungkin. Tidak masalah kita kalah satu-dua pertandingan, atau malah kalah berkali-kali, tapi pastikan kitalah yang tetap berdiri tegak di akhir semua kisah,”  (halaman 230).  “Jangan cemaskan banyak hal, Ali.” (halaman 230).  “Ingatlah selalu, akan ada selalu kabar baik setelah kabar buruk,” (halaman 231)

Kalau biasanya di setiap petualangan dalam beberapa buku sebelumnya, kekompakan Raib, Seli dan Ali-lah yang membuat mereka mampu menyelesaikan setiap rintangan yang harus mereka hadapi.  Di Komet Minor justru berbeda, kehadiran Continue reading

Advertisements

[Review Buku] : KOMET MINOR Karya Tere Liye

Buku keenam serial Bumi 💕💕💕💕💕💕

Judul Buku          :  KOMET MINOR
Penulis                 : Tere Liye.
Co-Author           : Diena Yashinta
Penerbit               : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit        : Cetakan pertama, 11 Maret 2019

Jumlah Halaman  : 376 Halaman

Sinopsis:     

Pertarungan melawan si Tanpa Mahkota akan berakhir di sini.  Siapa pun yang menang, semua berakhir di sini, di Klan Komet Minor, tempat aliansi Para Pemburu pernah dibentuk, dan pusaka hebat pernah diciptakan.

Dalam saga terakhir melawan si Tanpa Mahkota, aku, Seli dan Ali menemukan teman seperjalanan yang hebat.  Bersama-sama kami melewati berbagai rintangan, memahami banyak hal, berlatih tehnik baru, dan bertarung bersama-sama.

Inilah kisah kami.  Tentang persahabatan sejati.  Tentang pengorbanan.  Tentang ambisi. Tentang memaafkan. Namaku Raib, dan aku bisa menghilang.

Komet Minor merupakan buku keenam dari serial Bumi.  Buku yang sangat saya tunggu dan nantikan di tahun 2019 ini, akhirnya terbit juga pada tanggal 11 Maret 2019. Kali ini saya pun ikut pre-order lewat Mizanestrore .  Kalau baca sinposisnya sekilas, di awal kalimat dikatakan bahwa “Pertarungan melawan si Tanpa Mahkota akan berakhir di sini.  Dalam saga terakhir melawan si Tanpa Mahkota, aku, Seli dan Ali menemukan seperjalanan yang hebat.” Apakah ini menandakan bahwa serial bumi akan berakhir di buku keenam?  Mungkin kamu dan saya, pas baca kalimat tersebut, rasanya ingin bilang “Oh tidaaaaaaak!”  karena tak ingin kisah serial bumi berakhir.  Sekarang, setelah baca bukunya, saya sudah tahu jawaban atas Continue reading

[Review Buku] : SI ANAK PEMBERANI Karya Tere Liye

Judul Buku         : SI ANAK PEMBERANI
Penulis                : Tere Liye
Penerbit              : Republika Penerbit
Tahun Terbit      : Cetakan 1, Desember 2018
Jumlah Halaman : 420 halaman

Sinopsis:

“Aku, Eliana si anak pemberani, anak sulung Bapak dan Mamak yang akan menjadi pembela kebenaran dan keadilan. Berdiri paling gagah, paling depan.” Buku ini tentang Eliana, si anak pemberani yang membela tanah, sungai, hutan, dan lembah kampungnya. Saat kerakusan dunia datang, Eliana bersama teman karibnya bahu-membahu melakukan perlawanan. Dari puluhan buku Tere Liye, serial buku ini adalah mahkotanya.

Buku ini merupakan buku keempat dari serial anak nusantararecover dari buku berjudul Elianaserial anak-anak Mamak. Secara cover, yang sekarang lebih fresh walaupun secara cerita tetap sama, saya sangat suka cover yang ini. Tapi uniknya, meskipun saya membaca cerita yang sama, namun dengan judul berbeda, tidak sedikit pun menyisakan kebosanan saat membaca buku ini. Tetap seru dan membuat terharu. Saya rasa, buku ini bisa dinikmati oleh semua umur: anak-anak, remaja, dewasa juga orang tua. Buku ini juga sangat penting dibaca anak-anak zaman sekarang, kita diajak bernostalgia di jaman tahun 1970-1980. Dimana kehidupan masih sangat sederhana namun membahagiakan, meskipun teknologi belum semaju sekarang. Buat anak-anak zaman sekarang, lewat serial Anak Nusantara akan tahu tentang bagaimana indahnya anak-anak kala itu. 👍👍❤️❤️

Baca juga: Resensi buku Komet Minor, Komet, serta Ceros dan Batozar karya Tere Liye

Yang membedakan buku ini dengan buku Eliana: di buku Eliana diceritakan tentang kisah Continue reading

[Review Buku] : SI ANAK PINTAR Karya Tere Liye

Judul Buku          : SI ANAK PINTAR
Penulis                : Tere Liye
Penerbit              : Republika Penerbit
Tahun Terbit        : Cetakan 1, Desember 2018
Jumlah Halaman: 345 halaman

Sinopsis:

“Kau bukan Pukat si anak yang pintar… kau lebih dari itu, kau Pukat si anak yang genius.”

Buku ini tentang Pukat, si anak paling pintar dalam keluarga. Masa kecilnya dipenuhi petualangan seru dan kejadian kocak—serta jangan lupakan pertengkaran dengan kakak dan adik-adiknya. Tapi apakah dia mampu menjawab teka-teki hebat itu, apakah harta karun paling berharga di kampung mereka?  Dari puluhan buku Tere Liye, serial buku ini adalah mahkotanya.

Buku ini merupakan buku ketiga dari serial anak nusantararecover dari buku berjudul Pukatserial anak-anak Mamak. Secara cover, yang sekarang lebih fresh walaupun secara cerita tetap sama. Tapi uniknya, meskipun saya membaca cerita yang sama, namun dengan judul berbeda, tidak sedikit pun menyisakan kebosanan saat membaca buku ini. Tetap seru dan membuat terharu. Saya rasa, buku ini bisa dinikmati oleh semua umur: anak-anak, remaja, dewasa juga orang tua. Buku ini juga sangat penting dibaca anak-anak jaman sekarang, kita diajak bernostalgia di jaman tahun 1970-1980. Dimana kehidupan masih sangat sederhana namun membahagiakan, meskipun teknologi belum semaju sekarang. Buat anak-anak jaman sekarang, lewat serial Anak Nusantara akan tahu tentang bagaimana indahnya anak-anak kala itu. 👍👍❤️❤️

Baca juga: Resensi buku Komet Minor (Maret terbit 2019), Komet, serta Ceros dan Batozar karya Tere Liye

Pukat, anak kedua dari Mamak dan Bapak. Kakaknya Amelia dan Burlian, adiknya Eliana.  Buku yang terdiri dari 25 bab ini, seakan mengajak saya berpetualang bersama Pukat dengan segala keunikan, kepintaran hingga kenakalan khas anak-anak, yang hidup di kampung dan saat itu belum masuk listrik, dimana saat malam masih mengandalkan penerangan dari petromak dan lampu canting.

Cerita diawali dengan perjalanan Pukat bersama Bapak dan Burlian naik Kereta Api ke kota. Menyibak misteri terowongan, hingga Continue reading

[Review Buku] SI ANAK KUAT Karya Tere Liye

📚📖❤️📚📖💙👍👍

Judul Buku          : SI ANAK KUAT
Penulis                 : Tere Liye
Penerbit               : Republika Penerbit
Tahun Terbit         : Cetakan 1, Desember 2018
Jumlah Halaman  :  397 halaman

Sinopsis: 

“Kau anak paling kuat di keluarga ini, Amel. Itu benar sekali. Bukan kuat secara fisik, tapi kuat dari dalam. Kau adalah anak yang paling teguh hatinya, paling kokoh dengan pemahaman baik.”

Buku ini tentang Amelia, kisah anak yang memiliki mimpi-mimpi hebat untuk kampung tercintanya. Dari puluhan buku Tere Liye, serial buku ini adalah mahkotanya.

Apakah kamu anak bungsu? Kalau kamu anak bungsu, silahkan baca buku ini, siapa tahu ada hal yang sama-sama kamu alami seperti Amel.  Contoh kecil: merasa tidak disayang keluarga. Atau Kakak-Kakak kamu menyebalkan, padahal sebenarnya tidak!  Saya bukan anak bungsu, tapi membaca buku ini seolah belajar bagaimana  memahami anak bungsu.   Saya rasa, buku ini bisa dinikmati oleh semua umur:  anak-anak,  remaja, dewasa juga orang tua 📖👍💙

Buku ini merupakan buku pertama dari serial anak nusantararecover dari buku berjudul Amelia.  Secara cover,  yang sekarang lebih fresh walaupun secara cerita tetap sama.  Tapi uniknya, meskipun saya membaca cerita yang sama, namun dengan judul berbeda, tidak sedikit pun menyisakan kebosanan saat membaca buku ini.  Seru, terharu, terhibur sekaligus dapat Continue reading

Apakah Komet Minor akan jadi buku terakhir dari serial Bumi?

Apakah kamu termasuk salah satu penggemar serial Bumi karya Tere Liye? Apakah kamu sudah tahu kapan buku Komet Minor akan terbit?

Sekarang,  KOMET MINOR SUDAH TERBIT (11 Maret 2019).  Silahkan membaca REVIEW KOMET MINOR

Baca juga: Resensi buku Komet Minor (Maret terbit 2019), Komet, serta Ceros dan Batozar karya Tere Liye

Jika kamu penggemarnya dan kamu belum tahu infonya, semoga kamu tidak sedih dan tetap gembira  dengan kabar yang saya dapatkan dari akun ig @tereliye_quote lewat IGTV-nya.  Silahkan disimak 😊 Continue reading

[Review Buku] : SI ANAK CAHAYA Karya Tere Liye

 

From top of Europe: I’m love with Switzerland ❤️❤️ & Si Anak Cahaya 💚💚

Judul Buku          :  Si Anak Cahaya
Penulis                 : Tere Liye
Co-Author           : Sarippudin
Penerbit               : Republika Penerbit
Tahun Terbit        : Desember 2018

Jumlah Halaman : 417 halaman    

Sinopsis

“Nama kau Nurmas, itu nama yang indah sekali. Nur itu cahaya, mas atau emas itu logam mulia yang berharga. Aku harap, suatu saat cahaya dan kemuliaan kau akan menyatu, berkilauan.”  Buku ini tentang Nurmas, si anak cahaya yang memiliki petualangan masa kecil yang penuh keceriaan dan menakjubkan. Apa yang sebenarnya dilakukan oleh Nurmas hingga penduduk seluruh kampung selalu mengingat kejadian yang membuatnya resmi dipanggil si anak cahaya?  Dari puluhan buku Tere Liye, serial buku ini adalah mahkotan

Buku ini merupakan buku kelima dari serial anak nusantara dan merupakan salah satu buku yang saya tunggu di tahun 2018.  Info yang saya dapatkan, buku ini akan terbit di bulan Oktober, ternyata baru bisa terbit di bulan Desember.  Saya pun ikut pre-order, dan alhamdulillah sampai ke tangan saya, tepatnya tanggal 18 Desember 2018, dua hari menjelang keberangkatan traveling ke tiga negara di benua Eropa.  Maka saya memutuskan buku ini untuk menemani perjalanan saya, mewakili koleksi buku-buku saya. Mungkin ini buku koleksi saya yang paling beruntung dibawa traveling, saya tidak ambil foto di setiap sudut destinasi wisata yang saya kunjungi, karena takut akan mengundang perhatian para turis, eh kok si bookworm bukannya baca buku, malah traveling? 😪😪 Biar makin spesial, maka saya memilih foto buku ini dengan background puncak Jungfrau di Swiss.  Sebuah negara yang telah saya impikan sejak SD, dan alhamdulillah akhirnya terwujud, beruntungnya saya pun bisa mengunjungi salah satu masterpiece dari destinasi wisata yang rekomended banget! Buku ini pun selalu saya bawa ke mana pun, karena setia berada di tas, sepertinya enggan  pergi atau membuat pemiliknya lupa untuk menyimpannya di hotel saat traveling! 😀

Baca juga: Resensi buku Komet Minor, Komet, serta Ceros dan Batozar karya Tere Liye

Sebagai penggemar serial Anak-Anak Mamak, saya sangat mengharapkan buku yang ceritanya khusus membahas tentang Mamak.  Alhamdulillah Bang Tere mengeluarkan karya ini, Si Anak Cahaya.  Buku ini seperti menjawab rasa penasaran saya tentang sosok Mamak.  Bagaiman Continue reading