[Buku Keempat Serial Bumi] : Review Bintang Karya Tere Liye

Sinopsis:  Kami bertiga teman baik. Remaja, murid kelas sebelas. Penampilan kami sama seperti murid SMA lainnya. Tapi kami menyimpan rahasia besar.
Namaku Raib, aku bisa menghilang. Seli, teman semejaku, bisa mengeluarkan petir dari telapak tangannya. Dan Ali, si biang kerok sekaligus si genius, bisa berubah menjadi beruang raksasa. Kami bertiga kemudian bertualang ke dunia paralel yang tidak diketahui banyak orang, yang disebut Klan Bumi, Klan Bulan, Klan Matahari, dan Klan Bintang. Kami bertemu tokoh-tokoh hebat. Penduduk klan lain.
Ini petualangan keempat kami. Setelah tiga kali berhasil menyelamatkan dunia paralel dari kehancuran besar, kami harus menyaksikan bahwa kamilah yang melepaskan “musuh besar” nya.
Ini ternyata bukan akhir petualangan, ini justru awal dari semuanya…
Buku keempat dari serial “BUMI”

Bintang merupakan novel keempat dari serial Bumi. Yang pasti akan menjadi salah satu novel yang ditunggu-tunggu oleh penggemar kisah Raib, Seli, dan Ali. Jika kamu lupa atau belum tahu, novel pertamanya adalah BUMI, novel keduanya BULAN, dan novel ketiganya MATAHARI.
Setelah perjalanan ke Klan Bintang yang diceritakan di novel Matahari berakhir dengan sebuah ancaman yang menggegerkan dari Sekretaris Dewan Kota Zaramaraz, maka Raib, Seli, dan Ali memutuskan segera kembali ke Klan Bulan untuk menyampaikan pesan peringatan tersebut kepada Pemimpin Klan Bulan dan Klan Matahari. Setelah pesan peringatan tersebut tersampaikan, ketiga remaja tersebut kembali pulang ke Klan Bumi.

Baca juga: Resensi buku Komet Minor, Komet, serta Ceros dan Batozar karya Tere Liye

Sesampainya kembali di Klan Bumi, mereka berusaha sewajar mungkin dalam menjalani kehidupannya di Klan Bumi. Beberapa hari kemudian, Miss Selena memanggil mereka bertiga dan menjelaskan keputusan yang disepakati oleh Klan Bulan dan Klan Matahari. Keputusannya berupa misi perjalanan menuju Klan Bintang untuk mengetahui titik-titik penting yang terkait dengan ancaman dari Sekretaris Dewan Kota Zaramaraz. Akhirnya, Raib, Seli, dan juga Ali akan kembali bertualang ke Klan Bintang dengan membawa misi yang bertujuan menyelamatkan kehidupan dunia paralel.
Bintang, nama sebuah Klan dunia paralel yang disebut juga Klan Titik Terjauh, klan paling hebat paling menakjubkan diantara ke empat klan lainnya. Mengikuti itu, para pembaca berasumsi bahwa seri Bumi akan berakhir dengan empat buku. Nah, membaca kalimat itu tentu kamu tau apa yang sebenarnya terjadi kan?

Baca: review buku SERIAL BUMI Karya Tere Liye

Serial Bumi bisa saja tidak berakhir di Bintang. Selain itu, kisah di Matahari yang tiba-tiba mengganti ancaman terhadap dunia paralel yang sudah konstan di tulis selama dua buku terakhir. Jadi yah, satu buku lagi jelas tidak akan cukup untuk menyelesaikan kisah petualang Ra.

“Jika *Tere Liye* terus menulis novel dari petualangan yang kita lakukan, itu berarti mereka tidak hanya cukup hingga empat buku—buku Bumi, Bulan, Matahari, dan Bintang. Bisa jadi ada buku kelima, buku keenam, dan seterusnya.” (kata Ali, hmmm)

Nah, daripada itu, mari kita lihat Bintang. Latarnya tidak mengambil waktu lama dari Matahari, hanya satu bulan saja. Setelah mendengar rencana Dewan Kota Zaramaraz, Ra, Ali dan Seli langsung menghubungi Av dan pimpinan Klan Matahari, mengabarkan berita penting tentang ancaman hancurnya ketiga klan permukaan. Dua minggu berlalu, selama itu dilakukan rapat diantara elit Klan Bulan dan Klan Matahari, lalu diputuskan bahwa rencana paling aman saat ini adalah menemukan, dan mengamankan pasak bumi yang kan dihancurkan Dewan Kota Zaramaraz.

Baca: Hal-Hal Menarik dari Serial Bumi

Siapa yang akan melakukan misi berbahaya ini? tentu saja Raib, Seli dan Ali. Mereka sudah pernah berpetualang di Klan Bintang dan meski hanya remaja kelas sebelas, mereka telah membuktikan kemampuan mereka sebagai petarung terbaik Klannya masing-masing. Tapi kali ini mereka tidak sendirian, Miss Selena dan sepuluh petarung terbaik dari Klan Bulan dan Matahari akan menemani mereka menemukan pasak itu.  Hana bilang bahwa Raib lah yang akan menemukan pasak itu, dengan kemampuannya mendengarkan alam. Tapi Ra tetap saja pesimis. Ali bilang pasak bumi adalah aliran magma, dan istilah meruntuhkan pasak bumi adalah meledakkan sebuah aliran magma yang tersumbat. Dengan ratusan dapur magma di Bumi, bagaimana mereka bisa menemukan pasak bumi yang akan diruntuhkan Klan Bintang?

Namun, Ra sepertinya lupa bahwa ia punya sahabat super-genius yang selalu berpikir tiga langkah ke depan. Ali berhasil mengecilkan kemungkinan aliran magma yang mereka cari, menyisakan hanya enam saja. Tapi itu tetap bukan perjalanan yang mudah. Kesempatan mereka untuk mengecek pasak-pasak itu adalah dengan menyusuri lorong-lorong kuno Klan Bintang. Dan itu artinya mereka juga harus memasuki ruangan-ruangan tak berpenghuni yang berbahaya, belum Pasukan Bintang yang terus memperbarui teknologi mereka untuk menangkap Ra dkk kapan saja.  Petualang kedua Ra di Klan Bintang ini mengingatkan saya pada petualangnya di Klan Matahari di buku Bulan. Model ceritanya bisa dibilang punya stop-stop tertentu. Saya awalnya mengira, dengan model begini, pasti akan ketahuan bagaimana pasak itu akan ditemukan, tapi ternyata tidak juga. Aaahhh ceritanya susah ditebak nih 😆

Baca: review buku ANAK NUSANTARA Karya Tere Liye

Tugas Ra memeriksa pasak-pasak ini juga ternyata membuat perjalanan ke Klan Bintang ini berbeda dengan yang sebelumnya. Ruangan-ruangan lain Klan itu jadi lebih tereksplor dan tentu saja membuat ceritanya jadi tidak membosankan. Bukan hanya keunikkan masing-masing ruangan, tapi juga bagaimana pendapat serta hubungan masyarakat ruangan itu dengan Dewan Kota. Yang semakin mempertajam kesan bahwa Klan Bintang, dengan seluruh teknologi yang amat mutakhirnya, ternyata juga punya cacat.

 

Judul buku : BINTANG
Penulis : Tere Liye
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : Juni 2017
Jumlah Halaman : 392 Halaman

Berikut kalimat -kalimat favorit dalam buku Bintang:

  1. “Selalu mendengarkan alam sekitar, Raib.  Itu kemampuan yang selalu kamu miliki.  Biarkan alam sekitar memberitahukan apa yang harus kamu lakukan, Nak. (Halaman 25)
  2. “Akan ada yang memberikan petunjuk awal.  Jangan cemas Raib, jangan ragu-ragu.  Kamu memiliki teman terbaik.  Dengan kecerdasannya Ali akan   lampu setiap kali kalian bertemu lorong gelap.  Setiap kali bertemu dinding tebal dan rintangan yang kokoh, dengan kekuatannya Seli akan menjadi tombak tajam yang menembusnya.  Berangkatlah dengan yakin.”  (Halaman 25-26)
  3. Ada banyak sekali kekuatan besar di dunia pararel, salah satunya yang amat besar adalah kekuatan persahabatan.  Berangkatlah dengan yakin.  Alam sekitar akan membantu kalian.  (Halaman 27)
  4. Aku tahu, sudah sedikit sekali yang mau baca ensiklopedia.  Mereka Bahkan tidak suka membaca apapun lagi. (Halaman 40)
  5. “Dalam tim ini adalah tugasku berpikir dua-tiga langkah ke depan.” (Halaman 49)
  6. Tapi sesungguhnya, kalianlah petualang sekaligus petarung terbaik yang dimiliki dunia pararel.  Saat kalian saling mengisi, saling membantu, entah se jauh apa perjalanan yang bisa kalian lakukan.” (Halaman 53)
  7. “Kekuasaan yang terlalu lama cenderung membuat seseorang rusak. Itu bisa membuatmu mengkhianati teman-teman terbaik. Membuatmu melakukan hal-hal yang buruk, jauh dari kehormatan seorang petarung” (Halaman 103)
  8. Mereka mendidikku sejak dini untuk belajar mandiri — tahu apa yang diinginkan, dilakukan, dan beratanggung jawab atas tindakanku.” (Halaman 108)
  9. Aku juga kembali membalik halaman buku yang kupegang sejak tadi.  Buku dengan sampul lambang tiga klan : Klan Bulan, Klan Matahari dan Klan Bumi.  Aku baru saja membuka Halaman yang menulis….bahwa pada suatu ketika saat petarung terbaik tiga klan berhasil menyatukan kekuatan mereka bisa membentuk formasi yang sangat jarang dilihat ribuan tahun terakhir, yang disebut dengan Makhluk Cahaya.  Kombinasi tiga klan itu akan menghasilkan kekuatan tidak terbilang….. (halaman 136)
  10. Prinsip penting bagi seorang pengintai: Jika kita mengkhawatirkan setiap langkah yang dibuat, kita akhirnya tidak akan pernah berani melangkah.” (halaman 191)
  11. Zaad— Dia pernah bilang, dia cemas jika waktunya tiba, dia harus meninggalkan kami.  Dia tidak bisa menemukan orang-orang yang benar-benar mempercayai  buku-bukunya. Saat kalian datang, dia girang tak terkira.  (Halaman 225)
  12. Zaad mewariskan seluruh buku dikamarnya kepada kalian, Raib, Seli dan Ali. (Halaman 226)
  13. “Hidup ini petualangan, Seli, hingga kita mengembuskan napas terakhir. Setiap detiknya berharga, apalagi setiap harinya. Setiap tempat yang kita datangi, setiap orang yang kita temui, kita tidak pernah tau siapa dan apa yang akan terjadi berikutnya. Tapi kita bisa melewatinya dengan selalu tulus, berusaha menjadi orang baik. Lewati petualangan itu bersama sahabat, saling percaya, saling membantu. Saat itu terjadi, dunia paralel menjadi terlalu sempit. Masih banyak tempat lain yang bisa dikunjungi.  (halaman 284)
  14. “Tapi itulah masalah besar klan ini. Semua orang memutuskan tidak peduli, mengurus masalah masing-masing, dan berharap hidup bahagia. Semua orang membiarkan kejahatan merajalela, membiarkan sekelompok orang mengenakan topeng seolah baik, pahlawan, padahal sangat buruk” (halaman 275).
  15. Si biang kerok ini, aku tidak pernah bisa memahaminya.  Dia bisa menjadi teman yang sangat menyebalkan, tapi beberapa menit kemudian bisa berubah menjadi teman yang sangat bersimpati, tersenyum tulus dengan wajah yang amat bersahabat.  (Halaman 314)

  16. Berhentilah menyalahkan diri sendiri. Kita tidak akan sejauh ini tanpa kecerdasanmu. Jangan pernah menghukum diri sendiri hanya karena sebuah kesalahan. (Halaman 337)

  17. Tapi peduli amat dengan semua pendapat mereka.  Peduli amat dengan harapan-harapan mereka.  Kamu adalah kamu.  Jalani kehidupan seperti air yang mengalir.  Jadilah Raib yang dulu selalu riang.  Lupakan sejenak soal kekuatan dan komentar orang lain. “Berhenti membela dirimu dengan memikirkan pendapat orang lain.  (Halaman 337)

  18. “Aku hendak meminta maaf karena berkali-kali meremehkan kemampuanmu berbicara dengan alam, Ra.” “Jika kamu butuh sesuatu terkait dengan kemampuanmu itu, aku akan membantumu.  Sungguh.” (Halaman 339)

  19. “Ali benar, Ra. Lakukan sesuatu.  Aku selalu mempercayaimu.”  Seli menambahkan. (Halaman 339)

  20. “Formasi Makhluk Cahaya, Faar berseru. Hanya dengan itu kita bisa melubangi dinding keramik dengan aman.” “Jika petarung terbaik tiga klan berhasil menyatukan kekuatan, mereka bisa membentuk formasi yang jarang dilihat ribuan tahun terakhir, yang disebut dengan Makhluk Cahaya.” (Halaman 375)

Sementara itu untuk perkembangan Ra, Ali dan Seli juga semakin membaik. Terutama hubungan Ra dan Ali. Sebetulnya sejak awal saya tidak terlalu mengharapkan adanya unsur romance dalam cerita serial Bumi. Maksudnya, tentu ekspektasi saya lebih kepada unsur fantasi dan actionnya, interaksi Ali dan Ra juga biasa saja sejak awal meski Mama Ra dan Seli sering menggoda mereka. Tapi sepertinya memang harus diakui, salah satu adegan di Matahari memang bikin baper, dan di Bintang, saya yakin banyak pembaca yang bakal ngecie-cie-in Raib. 🤩🤩😍

Perihal Ali dengan kekuatannya juga mengalami lompatan di sini. Sesuatu yang tidak disangka-sangka itu disokong oleh kemisteriusan dan kehebatan Klan Bintang yang juga menjadi alibi untuk judul buku kelima seri ini. Oh, dan Miss Selena. Ikutnya kembali ia dalam petualangan memperkuat karakternya dan perlahan juga menguak masa lalunya (tidak benar-benar terungkap, tapi setidaknya pembaca bisa menebak-nebak).

Kata yang bisa mendeskripsikan Bintang: Kocak apalagi si Ali, seru, entah mengapa saya merasa Bintang cukup fresh. Karena agak berbeda dari ‘kebiasaan’nya Bang Tere Liye. Di novel Bintang, Bang Tere Liye nih banyak banget menyelipkan jokes-jokes, mulai dari yang garing banget sampai yang benaran lucu. Jokesnya juga related banget sama ‘zaman now’. Kelihatan banget Bang Tere Liye mencoba untuk menyusupkan gaya ‘zaman now’ yang lagi hits banget itu. Tapi tidak terlalu memaksakan kok, porsinya cukup pas.
Meskipun banyak hal-hal lucunya, Bang Tere Liye tetap bisa menjaga suasana tegang dan mencekamnya. Jadi imbang gitu suasananya. Dan seperti biasa, ada pesan hidup yang diselipkan sama Tere Liye di novel Bintang ini. Walaupun novel ini bergenre fantasi, Bang Tere Liye tetap menjaga konsistensinya untuk menyelipkan nilai-nilai kehidupan yang bisa diambil hikmahnya oleh pembacanya. Kereeeeen 👍👏

Baca: About Life (2019) karya Tere Liye

Pokoknya saya sangat enjoy ketika membaca novel Bintang ini, sama sekali tidak terselip rasa bosan, seru dan menegangkan!
Rasanya, buku Bintang ini benar-benar berhubungan dengan Matahari. Berbeda dengan Bumi dan Bulan yang terasa berdiri sendiri-sendiri. Dan dengan akhir yang bikin jantungan ini, jelas buku kelimanya, Komet juga tak akan mengambil latar waktu jauh-jauh dari Bintang. Sayang kita harus menunggu setahun lagi 😂😆
Secara keseluruhan saya suka sama novel Bintang 🌟 Untuk sementara, karena bukunya baru keluar empat, saya belum bisa memutuskan mana yang paling favorit. So far, ke empatnya saya suka,cerita dunia petualangan Ra, Seli, dan Ali. Ketiga tokoh ini merupakan favorit saya dari buku serial bumi ❤💚💙🤩🌟

Hal yang membuat saya selalu tertarik dengan buku-buku karya Tere Liye, salah satunya Tere Liye menyajikan buku dengan berbagai genre, dari puluhan buku yang sudah ditulisanya, berikut ini genre-genrenya:

  1. Genre Novel anak – anak dan keluarga : Hafalan Solat Delisa, Moga Bunda Disayang AllahBidadari-Bidadari Surga (recover jadi Dia adalah Kakakku), kemudian ada serial Anak-Anak Mamak  ada : ElianaBurlianPukat dan Amelia,
  2. Genre romance : Berjuta Rasanya, Sepotong Hati Yang BaruDaun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin,  sunset dan rosie,  aku kau dan sepucuk angpau merah,
  3. Genre fantasy : Ayahku Bukan PembohongHarga Sebuah PercayaSERIAL BUMI (Bumi, Bulan, Matahari, BintangCeros & Batozar serta buku kelima Komet).
  4. Genre ekonomi dan politiknegeri para bedebahnegeri di ujung tanduk.
  5. Genre action : pulang , pergi
  6. Genre sejarah : Rindu,
  7. Genre science and fiction bercampur romance, lingkungan hidup: Hujan 
  8. Kumpulan Quote : #About friends dan #About Love
  9. Kumpulan puisidikatakan atau tidak dikatakan, itu tetap cinta
  10. Genre Biografi tapi tidak pure lebih banyak unsur refleksi: Rembulan Tenggelam di Wajahmu
  11. Eksperimen berikutnya genre biografi (menceritakan kehidupan seseorang dari lahir sampai dengan meninggal): TENTANG KAMU 

Happy reading! 📖😊
With Love 💗

Advertisements

One thought on “[Buku Keempat Serial Bumi] : Review Bintang Karya Tere Liye

  1. Pingback: Novel Komet Karya Tere Liye - Gakiu Novel

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s