[Buku Ketiga Serial Bumi] : Review Matahari karya Tere Liye

Sinopsis:

Namanya Ali, 15 tahun, kelas X. Jika saja orangtuanya mengizinkan, seharusnya dia sudah duduk di tingkat akhir ilmu fisika program doktor di universitas ternama. Ali tidak menyukai sekolahnya, guru-gurunya, teman-teman sekelasnya. Semua membosankan baginya. Tapi sejak dia mengetahui ada yang aneh pada diriku dan Seli, teman sekelasnya, hidupnya yang membosankan berubah seru. Aku bisa menghilang, dan Seli bisa mengeluarkan petir. Ali sendiri punya rahasia kecil. Dia bisa berubah menjadi beruang raksasa. Kami bertiga kemudian bertualang ke tempat-tempat menakjubkan. Namanya Ali. Dia tahu sejak dulu dunia ini tidak sesederhana yang dilihat orang. Dan di atas segalanya, dia akhirnya tahu persahabatan adalah hal yang paling utama.

MATAHARI, merupakan buku ketiga dari serial Bumi. Kelanjutan dari buku pertama BUMI dan buku kedua BULAN.
Petualangan yang seru di novel bumi dan bulan akan berlanjut lagi. Lebih seru, fresh dan menegangkan pastinya. Dan tujuan dari petualangannya sederhana saja, hanya ingin berpetualang ke klan bintang. Tidak ada misi-misi tertentu seperti di novel bumi dan bulan. Dan ternyata, petualangan mereka akan membawa sebuah kejutan besar bagi mereka dan bagi seluruh klan nanti.
Berawal dari keingintahuan yang berlebih dari Ali tentang klan bintang. Jadi, pas di novel bulan kan diceritain tuh kalau Av memberi sesuatu kepada Ali, nah sesuatu itu ternyata tabung perak yang isinya adalah soft copy seluruh perpustakaan klan bulan. Tabung perak itu semacam hardisk berjuta-juta giga yang isinya bisa diproyeksikan dalam bentuk hologram 3 dimensi gitu. Nah dari situ, Ali membaca semua isinya dan belajar hingga akhirnya nanti menciptakan teknologi yang super keren dan merupakan gabungan teknologi klan bulan serta klan matahari. Ali si genius menciptakan sendiri Kapsul perak yang diberi nama ILY. “Aku memutuskan memberikan nama ILY karena itu adalah nama seseorang yang telah mengorbankan hidupnya demi kita semua. ILY, namanya, akan terus menemani kita bertualang” (Halaman 66).  Nanti  dari sini, dia baca sesuatu tentang klan bintang walau hanya sedikit buku yang membahas ini. Kemudian tercetuslah petualangan menuju klan bintang.
Dari sinopsis dapat disimpulkan bahwa isi novel ini akan berfokus ke Ali. Memang benar, meskipun sudut pandang yang dipakai malah Raib.
Di novel ini banyak fakta tentang Ali yang akan dibeberkan. Sementara Raib sama Seli sudah dapat bagian di novel Bumi dan Bulan. Kini giliran Ali yang urak-urakan tapi menyimpan kejeniusan yang bahkan Klan bintang berdecak kagum dengannya. Di novel ini Ali jadi jago maen basket dan jadi bintang di sekolahnya. Raib sampe sebel dan curiga kalau Ali memakai sesuatu alat curang. Entah kenapa si Raib sama Ali seperti tidak akur terus di novel serial bumi. 😁
Lanjut, di novel ini ada banyak tokoh baru yang muncul. Tokoh lama hanya selingan cerita dan tidak berperan apa-apa di novel ini. Tokoh barunya ada Faar, Kaar, Laar, Meer, Sang Hantu, Sang Penemu, dan Sekretaris Dewan Kota. Agak aneh tapi menurut saya cenderung unik memang nama-namanya, tapi ya memang sengaja agar kerasa feel klan bintangnya.

Baca juga: Resensi buku Komet Minor, Komet, serta Ceros dan Batozar karya Tere Liye

Ceritanya singkat aja ya jadi Ali, Seli, Raib ke Klan Bintang, ngelewatin banyak rintangan sebelum masuk gerbangnya terus masalah muncul pas sudah sampai di klan bintang. Gara-gara unsur politik juga di Dewan Kotanya sehingga petualangan makin menegangkan. Yang tadinya cuma pengen lihat-lihat eh disana malah muncul masalah. Masalahnya apa? Untuk detailnya, silahkan dibaca 😊
Baca novel serial bumi ini bikin nagih! Padahal saya bacanya maraton, pas sudah keluar Bintang, barulah baca buku mulai dari Bumi, Bulan, Matahari dan lanjut Bintang! Maklum baru sempet baca buku lagi! 😂 Kenapa bikin nagih? Yaaaa karena memang kereeeennnn…. Kamu kalau baca novel ini akan merasakan petualangannya. Dari mulai naik pesawat  ajaib yang diberi nama ILY.  Naik ke atas ke bawah. Trus dikejar-kejar kelelawar ganas. Sampe aksi pertarungan ala harry potter yang seru banget. Sampai gimana lelahnya bertarung, benar-benar seolah merasakannya lho. Ibarat pas baca tuh ikut ngos-ngosan heheh. Jadi wajar donk kalau sepertinya akan banyak yang terbius oleh serial bumi ini. Karena feel itu tuh cuma dirasain ketika membacanya.

Baca: review buku ANAK NUSANTARA Karya Tere Liye

Sebetulnya, setelah membaca novel ini ada yang mengganjal. Pertama, yang tokoh utama tetap raib. Dalam artian “aku” disini adalah Raib. Saya kita Ali, tapi ternyata tetap Raib. Kedua, ini novel matahari tapi kenapa latarnya malah klan bintang? Kemarin juga gitu.. novel bulan malah latarnya klan matahari. Novel Bumi latarnya malah klan bulan. Nanti novel bintang juga latarnya malah di klan bumi. Aneh kan? Tapi kalau dianalisis lagi sih setiap novel itu akan menampilkan sisi wah dari klan itu. Di bumi, si Ali yang dari klan bumi nampilin sisi WAH-nya. Di bulan, Raib gak nyangka dengan sisi WAH-nya. Nah, ntar si Seli yang dari klan matahari juga akan mengeluarkan sisi WAH-nya di novel ini. Sampe segitunya ya penulisnya menyelipkan “sesuatu” di novelnya. Amazing! Mantap banget 👏

Baca: About Life (2019) karya Tere Liye

Judul buku : MATAHARI
Penulis : Tere Liye
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : Cetakan ketiga, Agustus 2017
Jumlah Halaman : 400 Halaman

Berikut kalimat – kalimat favorit dari buku ini:

  1. “Tidak pernah ada penduduk Klan Bulan yang pernah bertarung di Klan Matahari sehebat Ily.” halaman  23
  2. Dunia paralel itu seperti lapangan luas yang di dalamnya ada lapangan voli, basket, sepak bola, serta bulu tangkis secara simultan. Keempat klan ada di atas lapangan yang sama, empat pertandingan berlangsung serentak, tanpa pemain saling ganggu, karena mereka dipisahkan oleh keberadaan fisik yang berbeda.” halaman 69
  3. “Ini titik di mana kami tidak bisa lagi mundur atau mengubah rencana. Hanya bisa fokus terus maju.” halaman 284
  4. “Berapa usia planet bumi? Miliaran tahun. Apakah manusia benar-benar menguasai bumi? Tidak juga. Alam yang lebih menguasai bumi.” halaman 180
  5. “Gempa skala kecil hingga sedang yang terjadi berkali-kali, itu jaug lebih baik daripada satu gempa mematikan yang menghabisi semuanya.”  halaman 181
  6. “Sudah menjadi pola hidup, simbol keseimbangan, keteraturan.” Halaman  194
  7. “Jangan cemaskan sesuatu yang belum terjadi, Nak. Kita selalu bisa mengubah jalan cerita dengan ketulusan.” halaman 389
  8. “Jika kehidupan menjadi sangat mudah dengan pengetahuan, lantas di mana seninya?” halaman 256
  9. Si biang kerok ini, dalam situasi tertentu, bisa membuat suasana tegang menjadi lebih santai.” halaman 287
    Hei, aku yang lebih dulu menyuruh kalian menyerah. Kalian tidak bisa menyuruh orang yang meminta kalian menyerah untuk menyerah. Enak saja.” halaman 375
  10. “Setiap kali mereka habis bertempur dan pertempuran itu tidak mampu membuat mereka kalah, maka akan pulih dengan kekuatan berlipat-lipat.” Halaman  376
  11. “Akan selalu ada jalan keluar sepanjang kita terus berpikir positif…” Halaman  338
  12. “Kamu baik-baik saja, Ra? Kamu tidak terluka?” halaman 336
  13. “Kenapa bentukku seperti buku? Karena itu simbol pengetahuan dan keabadian. Sesuatu akan bertahan lebih lama saat diwariskan lewat buku, dituliskan.” halaman 357.
  14. Seorang petarung Klan Bulan lahir dari proses panjang.  Latihan-latihan keras, terus mencoba batasan keluatan miliknya lagi, lagi dan lagi.  Keyakinan yang teguh, yang bahkan lebih kuat dibanding kekuatan itu sendiri, akan membawa jauh sekali.  Dilengkapi dengan ketulusan dan kebaikan hati, kau akan menghiasi halaman-halaman selanjutnya Buku Kehidupan. (halaman 358)
  15. Buku Kehidupan hanya menyimpan kebijaksanaan petualangan, Putri Raib.  Pelajarilah catatan-catatan lama, kisah para petarung terbaik Klan Bulan, mungkin disana kau bisa mencari tahu jalan keluarnya.  Ada banyak sekali jawaban dari tempat-tempat yang hilang.  Kau akan memperoleh semua jawaban.  Masa lalu, hari ini, juga masa depan (Halaman 359).
  16. “Pelajarilah catatan-catatan lama, kisah para petarung terbaik Klan Bulan, mungkin dari sana kau akan tahu jalan keluarnya.” halaman 359 (Kutipan ini seperti amanat bahwa kita harus belajar dari pengalaman terdahulu.)

Ending di novel Bumi kekalahan Tamus karena Ali berubah jadi beruang. Kalau di Matahari kekalahan Dewan Kota karena daya pikir yang logis.
Yang unik dari novel ini: Kalau Klan Bulan menyukai bangunan dengan tiang-tiang tinggi, Klan Matahari menyukai bangunan kotak. Kalau Klan Bintang menyukai bentuk simetris. Sampai-sampai nama pun simetris. Contohnya Faarazaraaf, Kota Zaramaraz, Laarataraal, dll.

Karya-karya Tere Liye selalu memiliki pesan yang membangun karakter pembaca. Hal tersebut juga ada di buku Matahari. Buku Kehidupan yang kalian tahu, ternyata ada alasan kenapa dibuat seperti itu.
Buku kematian dan kehidupan seperti “buku” amal kita yang dimiliki malaikat Raqib-Atid. Buku Kehidupan akan dihiasi ketulusan dan kebaikan hati. Sedangkan Buku Kematian akan dihiasi oleh ambisi, dengki, niat jahat sang pemilik.
Secara keseluruhan, saya suka dengan serial bumi, dan menunggu kelanjutan ceritanya! Novel ini bisa dibaca semua orang kok. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa.
Membaca serial bumi ini sejujurnya mengingatkan saya dengan Harry Potter, walaupun ini bukan Harry Potter, dan sangat berbeda. HP itu lebih ke magic atau sihir, sementara Serial Bumi lebih ke teknologi mutakhir, yang terdapat di novel ini rasanya seperti real walaupun ini hanya fantasy, tapi pada kenyataannya dunia teknologi saat ini sudah sangat canggih. Jadi, serial bumi menurut saya keren banget! 😊👍  Dan silahkan baca bukunya, dijamin kamu akan merasakan yang saya rasakan. Masukan dari saya, kalau yang belum baca novel bumi sama bulan, lebih asik baca dulu novel bulan dan bumi.  Hidup ini memang penuh petualangan dan dari petualangan di novel ini kita akan belajar dan menikmatinya.

Hal yang membuat saya selalu tertarik dengan buku-buku karya Tere Liye, salah satunya Tere Liye menyajikan buku dengan berbagai genre, dari puluhan buku yang sudah ditulisanya, berikut ini genre-genrenya:

  1. Genre Novel anak – anak dan keluarga : Hafalan Solat Delisa, Moga Bunda Disayang AllahBidadari-Bidadari Surga (recover jadi Dia adalah Kakakku), kemudian ada serial Anak-Anak Mamak  ada : ElianaBurlianPukat dan Amelia,
  2. Genre romance : Berjuta Rasanya, Sepotong Hati Yang BaruDaun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin,  sunset dan rosie,  aku kau dan sepucuk angpau merah,
  3. Genre fantasy : Ayahku Bukan PembohongHarga Sebuah PercayaSERIAL BUMI (Bumi, Bulan, Matahari, BintangCeros & Batozar serta buku kelima Komet).
  4. Genre ekonomi dan politiknegeri para bedebahnegeri di ujung tanduk.
  5. Genre action : pulang , pergi
  6. Genre sejarah : Rindu,
  7. Genre science and fiction bercampur romance, lingkungan hidup: Hujan 
  8. Kumpulan Quote : #About friends dan #About Love
  9. Kumpulan puisidikatakan atau tidak dikatakan, itu tetap cinta
  10. Genre Biografi tapi tidak pure lebih banyak unsur refleksi: Rembulan Tenggelam di Wajahmu
  11. Eksperimen berikutnya genre biografi (menceritakan kehidupan seseorang dari lahir sampai dengan meninggal): TENTANG KAMU 

Happy reading! 📖😊
With Love ❤

 

Advertisements

One thought on “[Buku Ketiga Serial Bumi] : Review Matahari karya Tere Liye

  1. Pingback: Novel Komet Karya Tere Liye - Gakiu Novel

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s