[Review Buku] : KOMET Karya Tere Liye

Judul Buku : KOMET

Penulis : Tere Liye

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Jumlah Halaman : 384 hlm; 20 cm

Tahun Terbit : 2018

Sinopsis:

Setelah “musuh besar” kami lolos, dunia paralel dalam situasi genting. Hanya soal waktu, pertempuran besar akan terjadi. Bagaimana jika ribuan petarung yang bisa menghilang, mengeluarkan petir, termasuk teknologi maju lainnya muncul di permukaan Bumi? Tidak ada yang bisa membayangkan kekacauan yang akan terjadi. Situasi menjadi lebih rumit lagi saat Ali, pada detik terakhir, melompat ke portal menuju Klan Komet. Kami bertiga tersesat di klan asing untuk mencari pusaka paling hebat di dunia paralel. 

Buku ini berkisah tentang petualangan tiga sahabat. Raib bisa menghilang. Seli bisa mengeluarkan petir. Dan Ali bisa melakukan apa saja. Buku ini juga berkisah tentang persahabatan yang mengharukan, pengorbanan yang tulus, keberanian, dan selalu berbuat baik. Karena sejatinya, itulah kekuatan terbesar di dunia paralel.

Buku kelima dari serial “BUMI”

Ini dia buku yang sudah ditunggu kehadirannya selama satu tahun oleh para pembaca setia serial bumi.  Lanjutan dari SERIAL BUMI, buku kelimanya berjudul: KOMET.

Waktu pertengahan bulan Mei, baca promo pre-order buku terbaru Tere Liye, lanjutan dari buku serial Bumi, di ig @tereliye_quote, beneran membuat gemes pengen cepat baca buku barunya! 😄 Buka pre-ordernya pas tanggal 16 – 27 Mei 2018. Oh iya,pertimbangan saya beli lewat @akalpa karena free gantungan kunci. 

Sedikit flashback dengan ke-empat buku sebelumnya dengan tiga karakter utama sahabat sejati dengan  petualangannya yang sangat seru, dalam novel ber-genre science and fantasy. 

  1. Klan BUMI.  Awal sebuah kisah petualangan tiga sahabat sejati.
  2. Klan BULAN. Mereka semakin tangguh melewati banyak rintangan. 
  3. Klan MATAHARI. Petualangan mereka semakin jauh.  Pengorbanan!  Persahabatan!
  4. Klan BINTANG.  Sekali mereka diuji. Teknik bertarung berkembang!

Ini dia ketiga tokoh utama karakter dan kekuatan dari serial bumi tersebut:

RAIB : Klan Bulan. Teknik menghilang. Pukulan berdentum. Teknik pengobatan.  Pemimpin rombongan 😎

SELI : Klan Matahari.  Teknik kinetik.  Pukulan petir.  Sahabat yang Setia.  Petarung Tahan Banting.

ALI :  Klan Bumi.  Genius.  Biang Kerok. Sumber masalah. Tak ada kata yang bisa mendeskipsikan Ali. 

Mereka bertiga bertualang melintasi dunia pararel. Mereka membawa kunci rahasia kekuatan terbesar petualang.  BUMI.BULAN. MATAHARI. BINTANG.  Lihat!  Lihat mereka melintasi berbagai portal.  Bahu membahu.  Dalam suka maupun duka.  Hingga tersingkap klan baru.  Petualangan mereka semakin seru.  Bertemu sekutu hebat:  CEROS dan BATOZAR.  Untuk mengalahkan musuh besar …  Si Tanpa Mahkota.  Apakah tiga sahabat ini berhasil?  Apakah misteri orang tua Raib terjawab? Siapa sebenarnya Ali?  Kenapa dia genius sekaligus sumber masalah? Apakah dunia pararel masih terbentang luas?Mari kita temukan jawabannya dalam buku komet! 🧐🤩

Nah jadi, Novel komet adalah buku kelima lanjutan petualangan Raib, Ali dan Seli. Sebelumnya ada buku pertama BUMI (2014).  Buku kedua BULAN (2015).  Buku ketiga MATAHARI  (2016).  Buku ke-empat BINTANG (2017).  Buku 4 1/2 (empat setengah) CEROS & BATOZAR (2018)

Raib, Seli, dan Ali di petualangan sebelumnya telah berhasil menggagalkan rencana Sekretaris Dewan Kota yang akan meruntuhkan pasak bumi untuk menghancurkan klan permukaan. Mereka memang berhasil, namun di waktu yang bersamaan, mereka telah melepaskan Si Tanpa Mahkota, ancaman terbesar bagi dunia paralel.

Para Petinggi Klan Bulan, Matahari, dan Bintang pun berkumpul, ditambah Raib, Seli, dan Ali. Mereka bertemu di Klan Matahari, saat penutupan Festival Bunga Matahari. Sebentar lagi peserta akan menemukan dimana bunga matahari akan mekar pertama kali.

Sungguh tak disangka, ternyata disanalah Si Tanpa Mahkota muncul, di tengah-tengah festival, saat bunga matahari akan mekar pertama kali. Dia memanfaatkan momen itu untuk membuka portal ke klan Komet. Semua orang mencegah agar Si Tanpa Mahkota tidak mendekat ke bunga matahari tetapi mereka kalah kuat. Si Tanpa Mahkota berhasil membuka portal ke Klan Komet. Sebelum portal itu tertutup, Ali loncat memasuki portal, mengikuti Si Tanpa Mahkota, disusul kemudian Seli dan Raib.

Setelah sebelumnya baca Ceros dan Batozar, buku ke 4,5 dari Serial Bumi, dilanjutkan dengan Komet, ternyata saya menemukan sebuah fakta yang cukup mengejutkan.  Di akhir cerita Komet tertulis… “Perjuangan ini sama sekali belum berakhir. Dan harus menunggu lagi…”  Bersambung ke KOMET MINOR

Huwaaaaa gemes! Gak cukup ternyata baca dua buku langsung kalau ending-nya bikin penasaran begini 😆😆 

Sebenarnya yang paling membuat kesal bukan karena harus menunggu cerita selanjutnya, tapi karena Komet ini diakhiri dengan sebuah pengkhianatan. Kan sedih karena Raib, Ali, dan Seli, anak-anak yang jujur, polos dan tulus justru malah dikhianati 😂

Di buku komet ini ada karakter baru yang bernama Kay dan Nay, baca setiap lembarnya, bikin penasaran terutama karakter bernama Kay yang muncul cukup mengambil banyak porsi  dalam cerita ini. Saya suka kedua karakter ini.  Ada karakter baru Max, awalnya sih asik-asik aja, tapi akhirnya hmmmm (baca saja bukunya). Yang unik dari komet, ternyata ada 7 pulau yang ada di klan tersebut:

  1. Pulau hari senin
  2. Pulau hari selasa
  3. Pulau hari rabu
  4. Pulau hari Kamis
  5. Pulau hari jumat 
  6. Pulau hari sabtu
  7. Pulau hari minggu

Berbeda dari buku-buku sebelumnya yang selalu melibatkan kecanggihan dunia teknologi, nah dalam buku komet tidak ada, bahkan ILY pun si pesawat yang memiliki kekuatan SuperRaib (baca buku ceros dan batozar), dia tidak ikut dalam petualangan bersama Raib, Seli dan Ali. Kali ini petualangan mereka menuju Pulau dengan tumbuhan aneh berada. 

Ikutin terus kisah seru petualangan Raib, Seli dan Ali, dalam buku SERIAL BUMI

Kalau di buku Ceros dan Batazor cerita tentang Ali dan Raib disimpan di akhir (tentang saling memperhatikan), kalau di komet di awal-awal, saat Seli minta tolong Ali pinjam buku BUMI dari kota Tishri, bilang kalau Ra mau baca buku tersebut tapi malu langsung bilang padanya.  Kemudian Ali memperolehnya dari “kurir dunia pararel.”  Asli ini Seli isssseeeeeeeng banget ngerjain Ali sama Ra hahaha 🤣 tapi seru sih, persahabatan mereka itu menarik dan unik, sekalipun Raib dan Ali sering berantem, ada Seli yang selalu menengahi.  Dan….. petualangan di komet ini, benar-benar berbeda, tapi sebenarnya ini adalah bagian dari ujian dalam persahabatan mereka untuk bisa menggagalkan rencana si Tanpa Mahkota. Jempol untuk karakter utama favorit saya dalam serial bumi, yaitu si RAS (Raib, Ali dan Seli) 👍👍👍❤ Seperti biasa, buku Komet ini juga jalan ceritanya susah ditebak, keren lah Bang Tere Liye 👍

Berikut ini bagian-bagian favorit saya dalam buku komet:

  1. “Kamu harus membantu Ali belajar, Ra.  Anak-anak sekarang, seperti si Ali itu, tidak memiliki kegigihan belajar sama  tingginya dibanding anak-anak Zaman dulu.”  (Halaman 7)
  2. Sebenarnya aku tidak tahan ingin memberitahu Papa bahwa Ali itu supergenius, bahwa pelajaran di SMA sangat membosankan bagi otak pintar Ali karena dia telah menguasainya sejak SD.  (Halaman 7)
  3. Meski fiksi, buku ini memasukkan banyak pengetahuan yang nyata. Tentang keberadaan pohon coco de mer, misalnya. Spesies langka dari tumbuhan kelapa, tumbuh di Kepulauan Seychelles, Laut India.  Tinggi pohonnya bisa mencapai 25-34 meter, dengan buah raksasa seberat 15-30 kilogram.  Inilah buah dengan biji terbesar di seluruh bumi.”  Tapi bukan itu yang membuatnya special, melainkan fakta bahwa tumbuhan ini membutuhkan 80 tahun sekali untuk berbuah dan 7 tahun berikutnya untuk proses mematangkan buah tersebut.  Itu berarti 87 tahun atau hampir satu abad, barulah pohon ini menghasilkan buah yang matang.” (Halaman 15) Fakta tentang pohon itu berbuah (hampir) satu abad sekali rasanya tidak masuk akal, namun ternyata pohon itu sungguhlah ada. Banyak hal-hal yang tak kita mengerti, tapi pasti ada penjelasan ilmiahnya.
  4. “Kamu pasti melarangku jika aku memberitahumu, Ra.  Jadi lebih baik kulakukan saja tanpa bilang-bilang.  Nanti kamu juga tahu sendiri.”  (Halaman 23)
  5. “Kamu benar, aku memang membuka portal antarklan.  Aku mempelajari teknologi klan bintang dan menemukan Fakta bahwa portal kecil antarklan bisa dibuat tanpa membahayakan dunia pararel.”  (Halaman 26).
  6. “Aku sudah bilang portal ini tidak membahayakan dunia pararel.  Hanya aku yang bisa mengaktifkannya, dan portal ini hanya untuk mengirim benda-benda kecil seperti dokumen, buku, atau novel. (Halaman 27)
  7. “Setelah membacanya berhari-hari, memeriksa semua buku, aku akhirnya tahu apa sebenarnya komet.  Itu adalah nama klan, salah satu dunia pararel yang amat unik misterius.  Klan itu tidak stabil seperti klan bumi, bulan, atau matahari.  Klan itu selalu bergerak, melintas, persis seperti komet yang melintas.  Karena sifatnya itu, susah sekali mengetahui di mana posisi pastinya.  Tetapi menurut salah satu buku, portal menuju Klan Komet ada di Klan Matahari.”  (Halaman 28-29).
  8. Untuk urusan pekerjaan rumah, tak ada yang bisa mengalahkan kegesitan Mama. (Halaman 35)
  9. “Anak itu, sudah rapi, sopan, baik, ternyata keluaraganya kaya raya.  Anak yang langka.” (Halaman 36)
  10. “Ali, terima kasih banyak telah memecahkan misteri itu.  Sekarang kita tahu komet adalah sebuah klan.  Sebuah dunia pararel.”  (Halaman 51)
  11. Semua fenomena di dunia pararel bisa dijelaskan lewat pengetahuan dan teknologi. (Halaman 82)
  12. Dia seolah lupa bahwa Seli memang selalu mencemaskan orang lain dibanding dirinya sendiri. Itu sudah sifat Seli.  Entah itu sebuah kekuatan atau kelemahan.  (Halaman 83)
  13. “Kita tidak akan pernah mencuri, Ali!  Bahkan kalaupun itu hanya sebutir Apel. Aku memilih mati kelaparan dari pada mencuri.” (Halaman. 86)
  14. Dulu Hana pernah bilang, “Ada banyak sekali kekuatan di dunia pararel.  Tapi ketahuilah, salah satu yang paling hebat adalah perbuatan baik.  Sekarang aku ingat kalimat bijak itu.  Dalam petualangan kali ini ternyata itulah satu-satunya kekuatan yang bisa digunakan untuk menemukan Pulau dengan tumbuhan aneh itu.  Bukan dengan teknik pukulan berdentum, bukan pula dengan sambaran petir, melainkan kebaikan hati.  Itulah petunjuk terbaiknya. (Halaman 87)
  15. Kami sebenarnya tidak mencari Pulau itu untuk kepentingan apapun. Kami hanya barusaha mencegah perang besar di dunia pararel.  (Halaman 96)
  16. Kalian jujur meski naif dan rapuh.  Kalian juga memiliki persahabatan yang baik.  (Halaman 100)
  17. Ini jenis petualangan yang benar-benar berbeda.  (Halaman 100)
  18. Petualangan ini, meskipun kami sedang berada di dunia antah berantah, tetapi dengan selalu tetap bertiga, bersama sahabat terbaik, selalu saja ada momen-momen lucu.  (Halaman 108)
  19. “Kamu selalu bisa menjelaskan banyak hal, Ali.” “Yeah, Tuan Muda Ali memang tahu segalanya.  Dia supergenius, Seli.”
  20. Tapi sepertinya ada yang bekerja misterius di klan ini.  Kebaikan-kebaikan misalnya, itu memicu banyak hal.  Dan Seli melakukan kebaikan kecil malam ini.  Seli diam-diam memberikan seluruh jatah makanannya kepadaku dan Ali agar kami terus kuat menggerakkan perahu.  Seli ingin sekali membantu. (Halaman 120)
  21. Seli menatap lautan lengang dengan senang hati.  Sedikitpun tidak ada perasaan terbebani, dia tulus melakukannya.  Demi sahabat sejati.  (Halaman 121)
  22. Tapi kita lupa, justru hidup ini datang dari hal-hal kecil. (Halaman 161)
  23. Tapi pemungutan Suara adalah pemungutan suara.  Kami sepakat, apa pun hasinya, kami bertiga akan komitmen memberikan dukungan.  (Halaman162)
  24. “Meski sering bertengkar, polos, dan masih muda, kalian kompak dan peduli di pada orang lain.  Keputusan kalian bertarung menghadapi kawanan burung hitam menunjukkan banyak hal. Lebih-lebih kamu Seli. (Halaman 227)
  25. Ketahuilah, dalam hidup ini, kadang kita melakukan sembilan puluh sembilan kebaikan, lantas tidak sengaja melakukan keburukan tersebut., lupa betapa banyak yang telah kita lakukan.”  (Halaman 271)
  26. “Pulau itu adalah pintu menuju dunia lain. Dunia yang disebut Komet Minor.  Tidak pernah ada yang bisa menemukan Pulau itu, Nak.” (Halaman 287)
  27. “Luar biasa.  Akhirnya tim kita punya pemikir berikutnya.  Itu analisis yang baik sekali, Nona Tangan Penyembuh.”  “Terima kasih atas pujiannya, Tuan Tambut Beratakan.”  (Halaman 296)
  28. Tapi penampilan memang tidak selalu berkolerasi dengan kemampuan. (Halaman 328)
  29. Aku bisa tamat SMA saja mungkin akan menjadi keajaiban dunia kedelapan. (Halaman 335)
  30. Tapi daripada terombang-ambing menunggu keajaiban, lebih baik kami berusaha. (Halaman 347)
  31. Petualangan ini, jika ada yang tak kan menyerah hingga napas terakhir, maka itu adalah Seli.  Dia selalu ada untukku. (Halaman 348)
  32. “Aku tidak selalu sepintar itu.  Aku juga tidak selalu tahu solusi masalah kita, Ra.  (Halaman 352)
  33. Petualangan ini, Pulau dengan tumbuhan aneh itu, aku tidak tahu lagi apakah itu berharga untuk diperjuangkan.  Karena di atas segalanya, persahabatanku dengan Seli dan Ali jauh lebih penting.  Memastikan mereka baik-baik saja jauh lebih penting dibandingkan memastikan dunia pararel selamat dari bencana si Tanpa Mahkota. (Halaman 353)
  34. Melewati ujian kejujuran, dengan menolak mencuri makanan di perahu.  Melewati ujian kepedulian, dengan membantu Cindanita mencari bonekanya.  Ujian kesabaran dengan mendengarkan celoteh sepanjang malam.  Ujian kecerdasan dengan mengalahkan kawanan burung hitam.  Ujian ketulusan dengan menolong perompak yang kesakitan.  Ujian ketangguhan dengan terus mengayuh bilah papan menuju Pulau ini.  (Halaman 360)
  35. “Jernih bagai kristal.  Tak ada satu pun ambisi dan keinginan buruk di hati mereka.” (Halaman 364)
  36. Kalian memiliki hati uang jernih bagai kristal.  Tidak ada ambisi, tidak ada keinginan buruk, dan tidak ada niat jahat.  Hanya orang-orang dengan hati itulah yang bisa memahami hakikat pusaka dunia pararel.” (Halaman 365)
  37. “Di dunia ini ada banyak hal yang kita lihat tapi seperti tidak terlihat.  Ada banyak yang kita kenal, tapi tidak seperti yang kita kenal.  Aku bisa saja membantu kalian menyingkap rahasia, topeng, kebohongan di ruangan ini misalnya, tapi membiarkan kalian memahaminya secara langsung akan lebih bijak.  Aku juga bisa saja menghentikan banyak kerusakan di dunia sekarang juga,tapi membiarkan kalian belajar, tumbuh dengan hati yang jernih, akan membawa lebih banyak kebaikan bagi dunia pararel. Berangkatlah!” Halaman 365)

Jangan lupa membaca novel serial bumi lainnya : BUMI, BULAN, MATAHARI, BINTANG, CEROS DAN BATOZAR serta novel-novel pelengkap dari petualangan di dunia paralel yang akan menyusul terbit.  Dan saya pun menantikan KOMET MINOR…… ditunggu komet minor-nya Bang Tere Liye. 

Baca juga review buku-buku Tere Liye berikut ini:

  1. Genre Novel anak – anak dan keluarga : serial Anak-Anak Mamak  ada: ElianaBurlianPukat dan Amelia
  2. Genre romance:  aku kau dan sepucuk angpau merah
  3. Genre fantasy : Harga Sebuah PercayaSERIAL BUMI (Bumi, Bulan, Matahari, BintangCeros & Batozar serta buku kelima Komet).
  4. Genre ekonomi dan politik: negeri para bedebahnegeri di ujung tanduk.
  5. Genre action : pulang , pergi
  6. Genre sejarah : Rindu,
  7. Genre science and fiction bercampur romance, lingkungan hidup: Hujan 
  8. Kumpulan Quote : #About friends dan #About Love
  9. Kumpulan puisi: dikatakan atau tidak dikatakan tetap cinta
  10. Eksperimen berikutnya genre biografi (menceritakan kehidupan seseorang dari lahir sampai dengan meninggal): TENTANG KAMU

Happy reading!😊📚

With Love, ❤

Advertisements

2 thoughts on “[Review Buku] : KOMET Karya Tere Liye

  1. Aku sih sewaktu membaca buku in udah tahu bakalan ada lanjutannya lagi (bukan buku terakhir)
    . Jadi agak giimana gitu mbaca endingnya, gak terlalu gregetan wkwk. Tapi tetep aja, nggantung sambil terikar jaring itu ya gak enak buat pikiranku. Ngomong-ngomong, typo di sini itu parah, agak mengganggu, terutama episodenya itu, salah banyak.

    Serinya masih berlanjut di Komet Minor, di mana sumber kekuatan klan Komet berasal. Kemunkinan juga sih, bakalan ending gantung lagi, soalnya serial masih banyak. Belum misteri orang tua raib, masa lalu si tanpa mahkota, dsb. Ada lagi klan Aldebaran, tempat si kembar berasal. Masih banyak serial yang menunggu Dan kemungkinan lama tamatnya.

    • Iya nih kayaknya masih banyak buku selanjutnya… kemungkinan lama tamatnya ya…. 😅😅
      benar masih banyak yg belum di bahas. Kalau masalah ending setiap bukunya susah ditebak, gantung, plus bikin penasaran terus, tapi diantara ke enam buku, menurut saya ending di komet paling nyesek karena berakhir dengan pengkhiatan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s