10 Fiksi Favorit 2018

Kenapa buku-buku ini jadi favorit?  Selain ceritanya menarik, buku-buku tersebut membuat saya susah move on.  Artinya, ketika saya selesai membaca, kemudian lanjut dengan buku lain, saya masih Continue reading

Advertisements

10 Artikel Tulisan Teratas

Tahun 2018 ini, lagi-lagi saya tercengang lihat pengunjung blog.  Baru kali ini artikel saya sampai dikunjungi belasan ribu untuk satu artikel  😱😱😱.  Buku-Buku karya Tere Liye mendominasi postingan teratas blog saya.  Kini saya baru tahu, penulis Tere Liye ini karyanya banyak dicari oleh para penikmat buku.  Saya pribadi, tidak hanya mereview buku karya penulis Tere Liye, banyak buku karya penulis lain yang saya review.  Tapi nyatanya review buku karya Tere Liye-lah yang menjuarai pengunjung blog ini.    Sebetulnya, sebagai penikmat buku, terkadang ingin berbagi info dan mungkin saling meminjamkan koleksi buku kepada para penikmat buku.  Sayangnya saya bukan perpustakaan yang bisa kapan saja dipinjam bukunya.  Lewat media blog ini, meskipun saya tidak bisa meminjamkan langsung buku aslinya milik saya, saya hanya ingin berbagi info dan berbagi pengalaman ketika saya membaca buku hingga saya mereview.  Review yang saya tulis, bukan Continue reading

Buku – Buku Incaran Di Bulan Desember 2018

Sebetulnya, kalau saya perhatikan lewat Instagram (saya follow beberapa penerbit dan penulis buku).  Setiap bulan itu, ada saja penerbit yang menerbitkan buku.  Kalau ngikutin keinginan, maunya sih beli semua buku-buku baru tersebut dari para penerbit 😀

Sayangnya, kalau budget untuk beli buku terbatas, jadi harus berpikir keras, kira-kira buku mana yang harus saya dahulukan.  Terkadang, saya tidak selalu membeli buku baru, karena memang masih banyak buku yang sudah terbit lebih dulu (baik beberapa bulan yang lalu, maupun beberapa tahun yang lalu) yang belum bisa saya beli 😂 

Dan saya paling senang kalau ada buku baru terbit, bisa pesan PreOrder, dengan keuntungan dapat tanda tangan penulis, sama diskon.  Bersyukur banget kalau kedua hal itu bisa didapatkan hanya dengan ikutan PO.  Malah enaknya ikutan PO, kadang bukunya belum tentu tersebar di semua toko buku seluruh Indonesia (biasanya hanya beda beberapa hari saja antara ikutan PO dengan kita beli biasa di toko buku maupun di tobuk online).  Biasanya, ada satu atau dua buku yang saya incar untuk ikutan PO.  Nah, di bulan Desember 2018 ini, buku incaran saya yang mengadakan PO lebih dari dua, dan ini akan berpengaruh pada pengeluaran uang jajan untuk beli buku 😃

Baca juga:  Review Buku Surat dari Kematian

Berikut ini buku-buku incaran saya yang terbit bulan Desember 2018.

  1. Berhenti Di Kamu. Seneng dapat tanda tangan penulisnya, dapat bonus 5 lagu ost buku ini, sama dapat diskon 15%).  Saya bahagia. Bukunya sudah sampai, sudah dibaca, sudah di review.  Silahkan baca review #berhentidikamu

    Horeeee dapat ttd penulisnya! 😊

  2. Dilarang Bercanda dengan Kenangan.  (Kalau ikutan PO, dapat tanda tangan penulisnya, free goodie bag, diskon buku 20%).  Saya ikutan PO, sayangnya belum rezeki karena salah satu tobuk online langganan saya ini tidak memberikan benefit ttd penulis dan goodie bag, hanya diskon.  Taunya pas udah sampai, tau gitu gak Po di tobuk tersebut 😂🙈🙈🙈.  Nantikan reviewnya ya.  Kalau lihat dari judulnya, bikin penasaran, hehe 😜  

Continue reading

[Review Buku]: A Portrait Of New Zealand

Judul Buku          :  A Portrait of NEW ZEALAND 🇳🇿
Penulis                 :  Warren Jacob, Text by Jill Worrall
Jumlah Halaman: 192 Halaman 

“A Portrait of New Zealand is not only one of our favourite scenic books — It is a best seller with over 230.000 copies sold since first publication”

A land in which nature’s creative forces are still awesomely at work, New Zealand can truthfully be described as one of the world’s last unspoilt countries.  Presented in this stunning collection of photographs and descriptive text is the sheer spectacle of the North Island’s active volcanoes and thermal regions, of its idyllic beaches and glorious bush.  Here too is displayed the scenic grandeur of the South Island, including the lofty Southern Alps, and the wild appeal of Rakiura / Stewart Island.

A Portrait of New Zealand is one of the country’s longest-standing and best-selling scenic books, and the images in this edition have been newly reproduced to portray Warren Jacobs photographs as faithfully an accurately as possible.  The text has been fully updated and revised, and together the words and images pay a magnificent tribute to the majesty of New Zealand’s breathtaking natural beauty. 

Buku ini salah Continue reading

Menariknya Buku, Rak Buku, Studio Menulis dan Kisah Seorang Penulis dalam CHICAGO TYPEWRITER

Untuk mengenang drama favorit saya, maka saya buatkan video-nya 🙂

Kutipan – kutipan dalam CHICAGO TYPEWRITER yang saya suka

Berhubungan dengan BUKU:

Aku hanya memilih sebuah buku di rak dan membacanya.  Lalu kutaruh kembali di rak.  Aku sudah bukan orang yang dulu lagi.  –Andre Gide

Saat membaca, kamu selalu bersama teman terbaikmu.  –Sydney Smith-

Seperti bagaimana satu pohon menjadi satu buku. Membaca bisa mengubah hidupmu.

Bacalah buku.  Bacalah buku

Berhubungan dengan MENULIS

“Konon, pena lebih kuat dari pedang.  Ini merangkap sebagai senjata dan jelas sangat berguna untuk mengubah dunia ini.”

Itu sangat hebat Hwi Young (obrolan Hwi Young dan Shin Yul saat mereka berdua sedang jalan-jalan dan melihat mesin tik chicago.

“Karena suara tembakannya mirip suara mesin tik, julukannya adalah “Mesin Tik Chicago”.  Pulpen lebih kuat daripada pisau. Kamu harus menulis sesuatu yang bagus.  Jangan menulis dengan tujuan mendapatkan ketenaran dan wanita.  Tulislah sesuatu yang menakjubkan.” “Novel itu, aku berharap kamu menyeleaikanya.  Tidak penting kapan kamu selesai”

“Aku memegang pistol, kamu memegang pena.  Gunakan belatimu sesekali seperti ini untuk para sahabatmu.  Jika semua orang melakukan pekerjaannya dengan baik.  Bukankah negara kita akan dibebaskan?”

(Setting tahun 1930, Kata-kata Ryu Su Hyeon kepada Soe Hwi Young)

“Aku lebih memilih kehilangan tulisanku.  Daripada mengambil tulisan orang lain.” Han Se Ju

“Meski kita kehilangan negara kita, tidak ada seorang pun yang     bisa merebut kata-kataku. “Jika aku tidak bisa menulis, aku tidak akan berbeda dari hantu.” Saat  Joseon merdeka, aku akan menulis apapun yang ku mau dengan semangat.”  (Han Se Ju, di episode 5)

“Aku harus menulis.  Untuk mengubah keadaan Continue reading