[Review Buku]: Bidadari-Bidadari Surga Karya Tere Liye

Sinopsis: Laisa, adalah sulung dari lima bersaudara.  Dia bersumpah akan memberikan kesempatan pada adik-adiknya untuk menjadi orang-orang  yang hebat.   Sumpah yang membuat terang benderang seluruh kisah ini.

Laisa, adalah sulung dari lima bersaudara.  Menyimpan seluruh pengorbanannya seorang diri hingga detik terakhir hidupnya.  Saat empat adik-adiknya pulang secepat mungkin ke Lembah Lahambay yang indah, menemui Kakak yang membutuhkan mereka untuk pertama kali sekaligus terakhir kali seumur hidupnya.

Novel ini tentang kasih sayang keluarga, tentang  pengorbanan seorang Kakak.  Kapan terakhir kali kita memeluk adik-adik kita dan berlinang air mata bilang, meski mereka menyebalkan kita sungguh sayang pada mereka.  Dan sebaliknya, kapan terakhir kali kita memeluk kakak-kakak kita, dan bilang, meski mereka cerewet, suka menyuruh-nyuruh, kita sungguh menghargai mereka.

Tere Liye berhasil menggambarkan kesuksesan yang dicapai dengan kerja keras, pengorbanan yang ikhlas dan rasa syukur pada Sang Pencipta.  Djoko Santoso, Prof.  Dr. Ir. M.sc,

Ciri khas Tere Liye, novel sederhana tapi menyentuh nilai-nilai kemanusiaan.  Mengharukan sekaligus melegakan.  M. Jusuf Wibisana, Chairman PricewaterhouseCooper Indonesia

Air mata saya menetes deras ketika mata dan angan saya tiba di halaman 62.  Saya ingin seperti Laisa… Ratih Sang, Top model era <90

Indah, realistis, filosofis.  Pesan kisah ini luar biasa.  Masterpiece yang elok! Dian IKS, Sophia Antipolis, Perancis

Novel yang manis dan ending yang memotivasi.  Vinsensia, Bangalore, India

Betapa novel ini mengajari kita untuk menepiskan sifat egosentris yang ternyata akan lebih mendatangkan kebahagiaan.  Isthi Puji Rahayu, Corso di Lingua, Italia

Sungguh nilai-nilai yang menginspirasi dan menyentuh dalam sebuah kisah hebat.  Tidak bisa berhenti hingga halaman terakhir.  Rahfiani Khairuzika, Melbourne, Australia

Kepedihan, penderitaan, suka cita, canda tawa, cinta dan pengorbanan, tumpah ruah di pondok bambu lembah lahambay rumah keluarga mamak Lainuri dan Laisa. Pengorbanan tulus tiada tara seorang Laisa. Setelah bapaknya meninggal dicabik-cabik harimau gunung Klendeng, mamak Lainuri lantas berjuang demi kelangsungan hidup anak-anaknya. Laisa memutuskan berhenti sekolah dan berjanji dalam hatinya untuk memperjuangkan pendidikan adik-adiknya hingga mereka sukses. Dalimunte, Profesor muda yang mengejutkan dunia science dengan penelitiannya “Pembuktian tak terbantahkan Bulan yang pernah terbelah”. Dan penelitiannya tentang badai elektromagnetik antar galaksi. Profesor yang berhasil menciptakan rangkaian kincir air saat umurnya beranjak 12 tahun, sebagai cikal bakal kemakmuran di lembah Lahambay. Ikanuri dan Wibisana, 2 orang teknisi dan pengusaha sparepart hingga menjual sasis ke Eropa bersaing dengan perusahaan China. Dua bocah yang hampir diterkam siluman gunung klendeng karena saking bebalnya mereka. Yashinta, si kecil manis yang berubah menjadi peneliti pada lembaga konservasi alam, menjelajah lebih dari 27 gunung di dunia. Ia mendaki, memanjat dan menyelam hingga pedalaman papua. Mungkin jika ia tak melihat berang-berang pagi itu bersama kak Laisa, ia tak akan sesukses itu, hingga kuliah S2 di Belanda.

Di novel ini, salah satu karakter favorit saya, tentu saja Kak Laisa 💙💙 Novel yang sangat mengharukan 😭😭😭 Sosok seorang kakak yang sangat luar biasa baik dan cantik harinya.  Bacaan yang sangat bagus dan menarik, apalagi ditulis oleh salah satu penulis hebat, Tere Liye.

Laisa, sulung dari lima bersaudara, telah tiba di usianya yang teramat matang. Namun entah mengapa, calon pasangan hidup tak kunjung tampak batang hidungnya. Padahal ia adalah seorang perempuan yang hebat, mampu membangun usaha kebun strawberry hingga memakmurkan desanya.

Baca juga: Resensi buku Komet Minor, Komet, serta Ceros dan Batozar karya Tere Liye

Dimulai dari seorang pria yang mundur teratur ketika melihat parasnya, atau seorang suami yang berkehendak menjadikannya istri kedua – tapi ternyata takdir berkata lain. Dan usianya makin senja. Dan, lagi, ia menyimpan masalah kesehatan yang tak pernah ia ceritakan ke orang lain kecuali ibunya. 

Dalimunte, Ikanuri, Wibisana, dan Yashinta – keempat adiknya, disekolahkannya tinggi-tinggi. Ia merasa cukup dengan usahanya, meski demikian, siapa lagi kalau bukan ia yang mengajarkan semangat belajar kepada mereka…

Ini dia yang bikin saya merinding. Suatu waktu di masa lampau, ia menjadi pembela dan pelindung nomer satu adik-adiknya, bahkan ia berani bertaruh nyawa ketika kedua adiknya yang nakal, Ikanuri dan Wibisana, berhadapan dengan harimau. Padahal, hatinya baru saja tersakiti karena mereka berdua mengetahui sebuah hal yang dirahasiakan oleh ibunya sejak lama.

Judul Buku          : Bidadari-Bidadari Surga
Penulis                 : Tere Liye
Penerbit               : Republika Penerbit
Tahun Terbit       : 2008. Cetakan XXV, February 2017
Jumlah Halaman: 375 Halaman

Baca: review About Life (2019) karya Tere Liye

Kalimat-kalimat favorit saya, dalam buku bidadari-bidadari surga:

  1. Wahai, wanita-wanita yang hingga usia tiga puluh, empat puluh, atau lebih dari itu, tapi belum juga menikah (mungkin karena keterbatasan fisik, kesempatan, atau tidak pernah ‘terpilih’ di dunia yang amat keterlaluan mencintai materi dan tampilan wajah). Yakinlah, wanita-wanita salehah yang sendiri, namun tetap mengisi hidupnya dengan indah, berbagi, berbuat baik, dan bersyukur. Kelak di hari akhir sungguh akan menjadi bidadari-bidadari surga. Dan kabar baik itu pastilah benar, bidadari surga parasnya cantik luar biasa.
  2. “Jika kita ibaratkan, maka peradaban manusia persis seperti roda. terus berputar. Naik-turun. Mengikuti siklusnya.”

Hal yang membuat saya selalu tertarik dengan buku-buku karya Tere Liye, salah satunya Tere Liye menyajikan buku dengan berbagai genre, dari puluhan buku yang sudah ditulisanya, berikut ini genre-genrenya:

  1. Genre Novel anak – anak dan keluarga : Hafalan Solat Delisa, Moga Bunda Disayang AllahBidadari-Bidadari Surga (recover jadi Dia adalah Kakakku), kemudian ada serial Anak-Anak Mamak  ada : ElianaBurlianPukat dan Amelia,
  2. Genre romance : Berjuta Rasanya, Sepotong Hati Yang BaruDaun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin,  sunset dan rosie,  aku kau dan sepucuk angpau merah,
  3. Genre fantasy : Ayahku Bukan PembohongHarga Sebuah PercayaSERIAL BUMI (Bumi, Bulan, Matahari, BintangCeros & Batozar serta buku kelima Komet).
  4. Genre ekonomi dan politiknegeri para bedebahnegeri di ujung tanduk.
  5. Genre action : pulang , pergi
  6. Genre sejarah : Rindu,
  7. Genre science and fiction bercampur romance, lingkungan hidup: Hujan 
  8. Kumpulan Quote : #About friends dan #About Love
  9. Kumpulan puisidikatakan atau tidak dikatakan, itu tetap cinta
  10. Genre Biografi tapi tidak pure lebih banyak unsur refleksi: Rembulan Tenggelam di Wajahmu
  11. Eksperimen berikutnya genre biografi (menceritakan kehidupan seseorang dari lahir sampai dengan meninggal): TENTANG KAMU 

Happy reading! 📖😊

With Love, ❤️

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s