[ Review Buku ] BULAN karya Tere Liye

Judul buku : BULAN
Penulis : Tere Liye
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2015. Cetakan ketujuh, April 2016
Jumlah Halaman : 400 Halaman

Sinopsis:
Namanya Seli, usianya 15 tahun, kelas sepuluh, dan dia salah satu teman baikku. Dia sama seperti remaja yang lain. Menyukai hal yang sama, mendengarkan lagu-lagu yang sama, pergi ke gerai fast food, menonton serial drama, film, dan hal-hal yang disukai remaja.
Tetapi ada sebuah rahasia kecil Seli dan aku yang tidak pernah diketahui siapa pun. Sesuatu yang kami simpan sendiri sejak kecil. Aku bisa menghilang dan Seli bisa mengeluarkan petir.
Dengan kekuatan itu, kami bertualang menuju tempat-tempat yang menakjubkan.

Buku kedua dari serial Bumi ini, tidak kalah seru dengan buku pertamanya.  Jika di BUMI, tokoh utamanya adalah Raib, di BULAN tokoh utamanya ditekankan pada Seli, tapi tetap menggunakan sudut pandang Raib. Meski begitu, cukup banyak juga porsi untuk Seli dan Ali. Ada tokoh satu lagi; Ily namanya. Jika di novel BUMI diceritakan petualangan ke klan Bulan, di novel BULAN kita akan diajak mengikuti petualangan para tokoh utamanya ke klan Matahari.

Baca juga: Resensi buku Komet Minor (Maret terbit 2019), Komet, serta Ceros dan Batozar karya Tere Liye

Para tokohnya akan mengikuti Festival Bunga Matahari dengan menghadirkan beberapa kontingen. Takjub banget sama penjabaran Tere Liye tentang Klan Matahari!

“Jika dipetik oleh orang yang penuh ambisi, bunga matahari itu memberikan kekuasaan, senjata. Jika dipetik oleh orang yang penuh rasa ingin tahu, bunga matahari memberi pengetahuan, teknologi dan ilmu baru.” (Halaman 366)
Dunia Klan Matahari adalah dunia dataran tinggi. Jika kota Klan Bumi tinggal di permukaan tanah, Klan Bulan di bawah tanah, kota Klan Matahari berada di antara awan-awan, mega-mega dan di lereng gunung-gunung megah. Di dunia ini memiliki hewan-hewan menakjubkan. Ada singa raksasa, jerapah bertanduk, lebah seukuran kepalan tangan. Dunia ini juga berteknologi paling maju di antara yang lain.
Ciri-ciri Klan Matahari dideskrpsikan jelas dalam buku ini. di halaman 73. Dijelaskan jika Klan Matahari merupakan klan paling maju dibandingkan Klan Bulan dan Klan Bumi. Mereka memiliki teknologi terdepan. Dipimpin Konsil yang berjumlah dua belas orang tetua. Di halaman 39, disebutkan jika di Klan Matahari ini, semua nama memiliki nama rima yang seirama, misalnya nama Hana-tara-hata, Saba-tara-taba, dan lainnya. Di halaman 232 dikatakan bahwa di Klan Matahari, justru warna normal itu adalah merah, ungu, pink dan sejenisnya. Sedangkan warna gelap masuk dalam definisi warna cerah, terang.
Kita juga akan mendapatkan seputaran fakta tentang Festival Bunga Matahari. Di halaman 69 disebutkan jika Festival Bunga Matahari adalah perlombaan paling penting di Klan Matahari. Sembilan kontingen dari sembilan fraksi seluruh negeri berlomba menemukan bunga matahari mekar, di tempat yang tidak diketahui. Kontingen mana pun yang lebih dulu menemukan bunga itu akan memenangi festival. Peserta lomba adalah anak muda terlatih, tangguh, dan menguasai kemampuan bertahan hidup terbaik, karena ada banyak rintangan untuk menemukan bunga itu. Di halaman 143 dijelaskan jika tujuan kompetisi itu mulai berubah, menjadi simbol kekuatan setiap fraksi. Siapa pun yang berhasil menemukannya, maka fraksinya berhak memimpin.
Poilitik, kekuasaan, merusak semangat kompetisi tersebut. Tahun demi tahun berlalu, kompetisi didesain semakin sulit dan berbahaya. Ada sembilan fraksi yang bertarung demi kekuasaan, mengirim empat anak muda paling kuat, paling berani. Festival Bunga Matahari ini sekilas memiliki makna semiotika, ada sindiran halus di dalamnya. Kompetisi yang diibaratkan seperti pemilihan umum yang masing-masing ingin mendapat jatah kursi dengan menghalalkan segala cara.

Beberapa kalimat -kalimat favorit dalam buku ini:

1. “Kamu tidak membutuhkan kekuatan besar, atau senjata-senjata terbaik untuk menemukan bunga matahari yang pertama mekar. Kamu cukup memiliki keberanian, kehormatan, ketulusan, dan yang paling penting, mendengarkan alam liar tersebut.” (Halaman 147)

2. “Mementingkan kompetensi ini penting, tapi tidak berarti harus menggunakan semua cara.” (halaman 199)

3. “Semakin banyak kamu mendapatkannya, justru semakin kamu tidak bisa melihatnya.” (Halaman 205)

4. Sungguh ada banyak hal di dunia ini yang bisa jadi kita susah payah menggapainya, memaksa ingin memilikinya, ternyata kuncinya dekat sekali: cukup dilepaskan, maka dia datang sendiri. Ada banyak masalah di dunia ini yang bisa jadi kita mati-matian menyelesaikannya, susah sekali jalan keluarnya, ternyata cukup diselesaikan dengan ketulusan, dan jalan keluar atas masalah itu hadir seketika. (halaman . 209)

Di buku ini, kita akan menemukan banyak sekali tokoh yang seliwar-seliwer. Paling suka tentunya Aw, pustakawan di Perpustakaan Klan Bulan. Dari semua novel Tere Liye, serial ini salah satu yang paling keren, sebab novel ini ber-genre fantasy. Bukan ala-ala Harry Potter. Bukan, sangat jauh berbeda dari itu. Tapi tidak kalah seru, dan semangat terus mengikuti serial bumi ini.
Happy reading! 😊
With Love

Hal yang membuat saya selalu tertarik dengan buku-buku karya Tere Liye, salah satunya Tere Liye menyajikan buku dengan berbagai genre, dari puluhan buku yang sudah ditulisanya, berikut ini genre-genrenya:

  1. Genre Novel anak – anak dan keluarga : Hafalan Solat Delisa, Moga Bunda Disayang AllahBidadari-Bidadari Surga (recover jadi Dia adalah Kakakku), kemudian ada serial Anak-Anak Mamak  ada : ElianaBurlianPukat dan Amelia,
  2. Genre romance : Berjuta Rasanya, Sepotong Hati Yang BaruDaun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin,  sunset dan rosie,  aku kau dan sepucuk angpau merah,
  3. Genre fantasy : Ayahku Bukan PembohongHarga Sebuah PercayaSERIAL BUMI (Bumi, Bulan, Matahari, BintangCeros & Batozar serta buku kelima Komet).
  4. Genre ekonomi dan politiknegeri para bedebahnegeri di ujung tanduk.
  5. Genre action : pulang , pergi
  6. Genre sejarah : Rindu,
  7. Genre science and fiction bercampur romance, lingkungan hidup: Hujan 
  8. Kumpulan Quote : #About friends dan #About Love
  9. Kumpulan puisidikatakan atau tidak dikatakan, itu tetap cinta
  10. Genre Biografi tapi tidak pure lebih banyak unsur refleksi: Rembulan Tenggelam di Wajahmu
  11. Eksperimen berikutnya genre biografi (menceritakan kehidupan seseorang dari lahir sampai dengan meninggal): TENTANG KAMU 
Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s