[Review Buku]: Moga Bunda disayang Allah Karya Tere Liye

Judul Buku: Moga Bunda disayang Allah Karya
Penulis        : Tere Liye
Penerbit      : Republika Penerbit
Tahun Terbit: Cetakan I,  November 2006.   Cetakan XXVIII, Maret 2018
Jumlah Halaman: 306 halaman

Sinopsis:

“Gelap! Melati hanya melihat gelap. Hitam Kosong. Tak ada warna…. Senyap! Melati hanya mendengar senyap. Sepi. Sendiri. Tak ada nada….”

“Buku ini akan membuat Anda lebih mencintai Allah dan hamba-hamba-Nya. Jangan menjadi orang yang merugi karena tidak mendapatkan “ilmu” dari buku ini.”

(Ratih Sang, Penulis buku “Kerudung Praktis”)

“Dengan gaya bahasa yang unik dan sarat makna, novel ini kembali mengingatkan kita pada kunci meraih kebahagiaan, yaitu… ikhlas, sabar, dan syukur…”

(Cut Putri, Perekam Peristiwa Tsunami Aceh 2004)

Novel dengan genre anak-anak dan keluarga ❤️. Lagi-lagi buku ini bikin saya terharu membacanya 😂 sangat menyentuh dan siapkan tissue saja saking terhanyut dengan ceritanya.

Baca juga: Resensi buku Komet Minor (Maret terbit 2019), Komet, serta Ceros dan Batozar karya Tere Liye

Sebuah novel yang bercerita tentang seorang gadis kecil, usia 6 tahun, yang memiliki keterbatasan fisik sejak usia 3 tahun: buta, tuli, dan bisu. Tidak mengenal dunianya. Terputus komunikasi. Perjuangannya untuk belajar mengenal dunianya, Ayah, Bundanya dengan dibantu oleh seorang lelaki berhati malaikat, Karang namanya.

Berikut ini Kalimat – kalimat favorit saya dalam buku Moga Bunda disayang Allah: 

  1. Apakah hidup ini adil? Ya, hidup ini selalu adil. Kamilah yg terlalu bebal, terlalu bodoh untuk mengerti.” 
  2. “Perasaan yg terpendam juga bisa dibilang doa, kan?” 
  3. “Ya, hidup benar-benar paradoks…” 
  4. “20 tahun dari sekarang, kita akan lebih menyesal atas hal-hal yang tidak pernah kita lakukan, bukan atas hal-hal yang pernah kita lakukan meski itu sebuah kesalahan.” 
  5. “Ada yang utuh memiliki seluruh panca inderanya, tapi tak sekejap pun peduli dan bersyukur …” 
  6. “Kata bijak itu benar sekali, terlalu mencintai seseorang justru akan membunuhnya…”
  7. Tahukah Tuan hal yang paling menyedihkan di dunia ini? Bukan! Bukan seseorang yang cacat, memiliki keterbatasan fisik, bukan itu! Melainkan seseorang yang sehat, normal, sesempurna fisiknya, tapi justru memiliki keterbatasan akal pikiran. Bebal. Bodoh.” 
  8. “Kalian rindu tapi juga takut dengan kemungkinan sebuah pertemuan.” 
  9. “Tapi tahukah kalian, ada yang bisa membuat kalian bertingkah lebih kelakuan seorang ‘pemabuk’: berpikir. Proses berpikir yang hebat, apa yang kalian pikirkan tak kunjung menemukan kesimpulan.” 
  10. “Janji kehidupan yang lebih baik selalu tergenggam di tangan kanak-kanak.
  11. “Mengapa manusia bangga sekali dengan perbedaan. Kasta. Kemuliaan. Yang 1 lebih hebat, lebih dihargai, lebih segalanya, sementara yang lain tidak..” 
  12. Padahal bukankah semua pembeda itu hanya semu. Tidak hakiki. Ketika waktu menghabisi segalanya, bukankah seluruh manusia sama..”

Hal yang membuat saya selalu tertarik dengan buku-buku karya Tere Liye, salah satunya Tere Liye menyajikan buku dengan berbagai genre, dari puluhan buku yang sudah ditulisanya, berikut ini genre-genrenya:

  1. Genre Novel anak – anak dan keluarga : Hafalan Solat Delisa, Moga Bunda Disayang AllahBidadari-Bidadari Surga (recover jadi Dia adalah Kakakku), kemudian ada serial Anak-Anak Mamak  ada : ElianaBurlianPukat dan Amelia,
  2. Genre romance : Berjuta Rasanya, Sepotong Hati Yang BaruDaun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin,  sunset dan rosie,  aku kau dan sepucuk angpau merah,
  3. Genre fantasy : Ayahku Bukan PembohongHarga Sebuah PercayaSERIAL BUMI (Bumi, Bulan, Matahari, BintangCeros & Batozar serta buku kelima Komet).
  4. Genre ekonomi dan politiknegeri para bedebahnegeri di ujung tanduk.
  5. Genre action : pulang , pergi
  6. Genre sejarah : Rindu,
  7. Genre science and fiction bercampur romance, lingkungan hidup: Hujan 
  8. Kumpulan Quote : #About friends dan #About Love
  9. Kumpulan puisidikatakan atau tidak dikatakan, itu tetap cinta
  10. Genre Biografi tapi tidak pure lebih banyak unsur refleksi: Rembulan Tenggelam di Wajahmu
  11. Eksperimen berikutnya genre biografi (menceritakan kehidupan seseorang dari lahir sampai dengan meninggal): TENTANG KAMU 

Happy reading! 📚 📖😊

With Love, ❤️💙

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s