Perpustakaan Impian….

Sebagai penggemar dan pembaca buku yang dulu langganan jadi anggota perpustakaan saat masih SMP, SMA, dan kuliah, maka salah satu impian saya adalah memiliki perpustakaan pribadi dengan koleksi buku juga novel.  Aamiin. Setiap kali melihat buku dan perpustakaan yang di upload di beberapa akun Instagram, selain like, biasanya saya save, untuk ide tentang konsep perpustakaan impian saya.  Saat ini, masih belum punya, tapi impian tersebut tetap saya  sampaikan dalam doa, semoga impian tersebut bisa terwujud.  Aamiin.

Sementara ini, baru koleksi beberapa buku saja 😅 Jadi, seperti inilah perpustakaan impian saya.  Berikut ini rekomendasinya:

View this post on Instagram

What a dream

A post shared by ↟Books↡ (@live_in_the_library) on

Continue reading

Advertisements

[Review Buku] Ensiklopedia Junior : Kota di Dunia

Judul Buku : Ensiklopedia Junior : Kota di Dunia

Judul Asli : L’imagerie de la ville

Teks          : Philippe Simon – Marie – Laure Bouet

Pengalih Bahasa : Dian Kartini Lasman

Penerbit : PT Bhuana Ilmu Populer

Buku terbitan BIP (Kelompok Gramedia) ini terdiri dari 125 halaman.  Isinya tentang asal mula kota, kota-kota di dunia, dan menjelajah kota.  Dari halaman ke halaman, anak-anak akan mengenal kota melalui ilustrasi-illustrasi menarik yang disajikan, misalnya: mengapa kita pergi ke bank, kantor pos, walikota, di manakah kita bisa bersantai atau berolahraga, bagaimanakah listrik, air, dan telepon bisa sampai ke rumah kita… Anak-anak juga akan diajak berjalan-jalan ke kota-kota yang menakjubkan di dunia: dari Lhasa di Tibet ke Continue reading

Video Klip dengan konsep : BUKU

Saya cukup sering mendengar lagu ini di radio.  Tapi belum ada keinginan untuk melihat video dan membaca liriknya. Hingga akhirnya, kemarin tanggal 10 Oktober 2018, saya tertarik ingin tahu, seperti apa sih video klipnya? “Kok setiap mendengar lagu ini, membuat hati terenyuh, dan suara penyanyi-nya bagus banget!  Satu judul lagu ini ada 3 video (versi buku, versi penyanyi sendiri, dan versi penyanyi duet dengan Leona Lewis.  Setelah melihat ketiga video klipnya, saya menjatuhkan pilihan pada video yang di upload tanggal 23 November 2017.  Mulai hari ini dan seterusnya, saya akan suka dengan konsep video ini, dimana lirik lagunya ditulis lewat lembar demi lembar buku.  Keren dan saya suka 😍❤️ Sebagai pecinta buku, hal-hal yang berbau buku itu selalu menarik perhatian saya hehe. 

Selain video klip ini, apakah ada yang tahu lagi, video dengan konsep seperti ini? 

Konsepnya bagus, liriknya juga bagus, suara penyanyi-nya juga keren.  Mungkin suatu hari nanti lagu ini akan saya persembahkan untuk seseorang yang spesial 😃

Kalau kata wikipedia, sang penyanyi bernama Calum Scott ini adalah Continue reading

[Review Buku]: ASMARADANA Ketika Semesta Cinta Menyala Karya Rifaroa dan Parmantos

Judul Buku           : Asmaradana [Ketika Semesta Cinta Menyala]
Penulis                  : Rifaroa dan Parmatos
Tahun Terbit        : 2018
Jumlah Halaman :107 Halaman

Sinopsis:

“Temu telah terbayar lunas, asa belum genap terajut 

Masih jauh jalan kita menghadang

Ada aku, kamu, dan bahagia menanti di depan.”

A special day of us | 10-3-18

Saya pertama kali tahu tentang buku ini, saat membaca postingan dari salah satu blog yang saya follow.  Sudah lama tidak membaca tulisannya, pas malam-malam ada postingan baru, dan ternyata membawa kabar gembira bahwa kini sudah berumah tangga, Alhamdulillah.  Mumpung momennya pas, saya pun mengucapkan selamat (walaupun sudah telat, karena pemilik blog memang baru posting setelah beberapa bulan pernikahannya).  Singkat cerita, berkat komen itulah saya tahu tentang buku ini, dan saya dikasih gratis oleh penulisnya.  Ucapan dan komentar pertama yang membawa berkah: Alhamdulillah saya dikasih buku sama penulisnya langsung 😇😇 Melalui tulisan saya kali ini, saya ingin mengucapkan Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk paket kiriman bukunya Mas Parmantos dan Mba Rifaroa.  Saya senang dan suka membaca kisah perjalanan cintanya.  Semoga Allah SWT memberikan kelancaran, kemudahan, kebahagiaan dan kesuksesan dalam membangun dan menikmati perjalanan rumah tangganya.  Aamiin YRA.

Izinkan saya menulis review buku yang singkat tapi memikat ini, bikin baper bacanya, sayangnya bukunya kurang tebal, tapi kalau tebal nanti saya semakin baper! 😂😝

Asmaradana (bahasa Jawa: Api Cinta) adalah tembang macapat yang cukup populer.  Menurut saya, buku ini bagus  dan tulisannya manis, puitis, desain untuk covernya simple tapi keren. Perpaduan warna yang bagus.  Buku ini dibagi jadi 3 bagian.  Bagian satu itu sub judulnya kita, di bagian ini keduanya menjelaskan bagaimana pertemuan mereka, mulai dari tertarik lewat tulisan, definisi kamu dan keajaiban kopi.  Nah bagian kedua subjudulnya Cinta. Bagian ini semakin membuat penasaran untuk meneruskan ke halaman berikutnya. Penulis menjabarkan kisah mereka selanjutnya, pertemuan dengan orangtua, pernikahan dan keduanya yang harus berpisah sementara karena jarak.  Dan bagian terakhir dari buku ini adalah tentang cita-cita keduaya dalam mengarungi kehidupan rumah tangga.  Buku ini juga disisipkan nasehat pernikahan pada pernikahan penulis dan penulis juga membubuhi makna dari visi sebuah pernikahan. Dan semua dikemas indah berdasarkan perjalanan cinta keduanya.

Berikut ini bagian-bagian favorit saya dari buku ini: 

  1. Dua elemen berjalan sendiri sendiri dituntun semesta untuk saling menemukan, hingga nanti mencapai waktu untuk berikatan. Tangan Tuhan ada dimana mana, karenanya lebih dari mampu untuk mendekatkan kita. (Halaman 2)
  2. Pecinta aksara, pada akhirnya akan jatuh cinta kepada peracik aksara.  Pecinta aksara dimabukkan oleh barisan kata-kata, juga penulisnya.  Bila bukan dari tulisanmu, darimana lagi kurajut bayang-bayang tentang sosokmu.  Bila bukan dari sulaman aksaramu, darimana lagi kususun teka teki puzzle kehidupanmu? Serupa reseptor adenosin yang kerap lapar akan kafein, keingintahuanku mebukit seiring aku yang tersesat dalam rimba labirin pikiranmu.  Dan aku tidak ingin keluar dari situ.  Barangkali aku bisa menemukanmu di sana.  (halaman 11) – Rifaroa 
  3. Keyakinanku bukan hanya berdasar pada perasaan.  Laki-laki dengan logikanya yang punya banyak alasan untuk melangkah ke pernikahan.   Bagi seorang perempuan, untuk menumbuhkn keyakinan butuh satu hal yang tak boleh alpa: kenyamanan.  Bukan tentang jaminan materi yang melimpah ruah, akan tetapi tentang bagaimana laki-lakinya dapat menjadi sosok yang paling kokoh sebagai tempat baginya untuk bersandar dan meluruhkan keluh kesah.  Keyakinan perempuan bertumbuh seiring Continue reading

[Review Buku]: Muhammad, Lelaki Penggenggam Hujan Karya Tasaro GK

Judul Buku          : Muhammad, Lelaki Penggenggam Hujan
Penulis                : Tasaro GK
Penerbit              : Bentang Pustaka
Tahun Terbit        : Edisi II Catalan Pertama, Februari 2015.  Cetakan Kesepuluh, Maret 2018
Jumlah Halaman: 632 Halaman 

“Tasaro bagai memimpin tur spiritual ke pelosok Persia dan Arab di abad VII.”  —A. Fuadi, penulis Negeri 5 Menara

Sinopsis :

Kashva pergi dari Suriah, meninggalkan Khosrou, sang penguasa Persia tempatnya mengabdikan hidup demi menemukan lelaki itu: Muhammad. Al-Amin yang kelahirannya akan membawa rahmat bagi semesta alam, pembela kaum papa, penguasa yang adil kepada rakyatnya.

Kehidupan Kashva Continue reading

Masuk dalam kategori “Mythic”

View this post on Instagram

🤣🤣🤣🤣

A post shared by FAN BASE TERE LIYE (@tereliye_quote) on

Saat melihat foto yang di upload Istagram @tereliye_quote saya langsung berhitung, berapa buku yang sudah saya baca? Ternyata Alhamdulillah sudah lebih dari 30 buku, dan masuk dalam katagori “Mythic” 😝😝😝

Seiring berjalannya waktu, tak terasa buku-buku tersebut telah menemani perjalanan hidup saya.  Berikut saya sajikan daftar buku-buku yang sudah saya baca:

membaca dan mengoleksi buku-buku Tere Liye

Continue reading

[Review Buku Travel Writing ]: Titik Nol karya Agustinus Wibowo

Judul Buku           : TITIK NOL
Penulis                  : Agustinus Wibowo
Penerbit                : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit        : 18 Februari 2013.  Cetakan kedelapan, Oktober 2017
Jumlah Halaman : 552 Halaman

Sinopsis:

Perjalananku bukan perjalananmu

Perjalananku adalah perjalananmu

TITIK NOL “Makna Sebuah Perjalanan”

Jauh. Mengapa setiap orang terobsesi oleh kata itu? Marco Polo melintasi perjalanan panjang dari Venesia hingga negeri Mongol. Para pengelana lautan mengarungi samudra luas. Para pendaki menyabung nyawa menaklukkan puncak.

Juga terpukau pesona kata “jauh”, si musafir menceburkan diri dalam sebuah perjalanan akbar keliling dunia. Menyelundup ke tanah terlarang di Himalaya, mendiami Kashmir yang misterius, hingga menjadi saksi kemelut perang dan pembantaian. Dimulai dari sebuah mimpi, ini adalah perjuangan untuk mencari sebuah makna.

Hingga akhirnya setelah mengelana begitu jauh, si musafir pulang, bersujud di samping ranjang ibunya. Dan justru dari ibunya yang tidak pernah ke mana-mana itulah, dia menemukan satu demi satu makna perjalanan yang selama ini terabaikan.

“Agustinus telah menarik cakrawala yang jauh pada penulisan perjalanan (travel writing) di Indonesia. Penulisan yang dalam, pengalaman yang luar biasa, membuat tulisan ini seperti buku kehidupan. Titik Nol merupakan cara bertutur yang benar-benar baru dalam travel writing di negeri ini.”  –Qaris Tajudin, editor Tempo dan penulis novel.

Catatan perjalanannya tidak banyak menekankan pada petualangan pribadi atau beragam keberhasilan yang dicapainya, melainkan berisi orang-orang yang ditemuinya sepanjang perjalanannya. Tulisan-tulisannya lebih memberi penghormatan pada kenangan-kenangan tentang mereka yang telah menyentuh, memperkaya, mencerahkan hidupnya. Merekalah yang menjadi alasan kenapa Agustinus bisa lolos dari zona perang tanpa terluka sedikit pun, melewati wilayah-wilayah sulit dengan mudah, dan melakukan perjalanan panjang dengan dana amat terbatas.  Nilai perjalanan tidak terletak pada jarak yang ditempuh seseorang, bukan tentang seberapa jauhnya perjalanan, tapi lebih tentang seberapa dalamnya seseorang bisa terkoneksi dengan orang-orang yang membentuk kenyataan di tanah kehidupan. —Lam Li 

Saya suka dengan cover buku Titik Nol. Biru cerah dengan anak melompat dari pohon. Bebas. Berani. Nekat.  Buku travel writing yang ditulis dari sisi seorang jurnalis ini begitu runut, seakan tak pernah kehabisan kata untuk mengisahkan perjalanannya yang tertuang dalam 552 halaman.  Dalam buku ini dibuka dengan tulisan dari sahabatnya Lam Li berjudul memberi arti pada perjalanan.  Kemudian dilanjutkan dengan penantian, safarnama, senandung pengembara, surga Himalaya, kitab tanpa aksara, mengejar batas cakrawala, dalam nama Tuhan, di balik selimut debu, pulang, dan akhir sebuah jalan.   Mengisahkan perjalanan di berbagai negara dari sudut pandang berbeda, yang selama ini tidak banyak diangkat ke media .  Tanpa membaca buku -buku Agustinus : Selimut Debu, Garis Batas dan Titik Nol, saya tidak akan pernah tahu tentang keadaan yang sebenarnya negara-negara Asia Tengah, Asia Timur dan Asia Selatan, negara-negara yang dikunjungi penulisnya.  Buku travel writing yang menyuguhkan hal berbeda, pengalaman berbeda, sudut pandang yang berbeda, bahkan pemaknaan yang berbeda tentang arti sebuah perjalanan.  Tak hanya lewat tulisan, foto-foto yang disajikan dalam buku, seakan berbicara tentang orang-orang, keadaan bahkan suasana yang Continue reading