[Review Buku] The Road To Persia | Menelusuri Keindahan Iran yang belum Terungkap Karya Afifah Ahmad

Judul Buku         : THE ROAD TO PERSIA | Menelusuri Keindahan Iran Yang Belum Terungkap
Penulis                : Afifah Ahmad
Penerbit              : Penerbit  Bunyan (PT. Bentang Pustaka)
Tahun Terbit       : Cetakan 1, Februari 2013
Jumlah Halaman : 222 halaman

Sinopsis:

Khasanah Persi sejak dulu begitu menggoda banyak pelancong dunia.  Misteri kemegahan Persepolis, romantisme taman-taman penyair, keagungan kubah keemasan, eksotisme bundaran Imam sang cermin dunia, hingga keunikan rumah gua di pedalaman Iran, di antara daya pikat negeri Persia yang dapat Anda nikmati di lembar-lembar buku ini.

Berbeda dengan buku-buku lainnya, The Road to Persia tidak hanya menampilkan situs-situs wisata biasa, namun mengajak Anda berselancar lebih jauh mereguk kekayaan sejarah, alam, dan budaya Persia.

Saya menemukan dan membeli buku ini saat datang Big Bad Wolf Jakarta 2019, di ICE BSD.  Mulai lembar pertama hingga halaman terakhir, saya seakan diajak penulisnya untuk melihat setiap sudut beberapa kota di Iran yang kaya akan unsur sejarah.  Terus terang, negara ini seringkali membuat saya tertarik untuk mengetahui lebih banyak.  Mungkin tidak semua traveler berani melancong ke negara ini, namun dengan membaca buku ini, ada banyak pengetahuan yang bisa di dapatkan dari penulis yang memang pernah tinggal di Iran, serta bepergian menuju destinasi wisata sejarah yang tidak banyak diketahui orang, seperti saya.

Baca juga: buku-buku yang sudah saya review

Dalam buku ini kita akan diajak penulis yang tinggal selama beberapa tahun di Iran, bersama suami dan satu orang anaknya, ke berbagai tempat yang mungkin masih belum banyak diketahui orang, seperti saya misalnya.   Masih ingat dengan Ibnu Sina atau Avici?  Penulis juga mengunjungi tempat peristirahatan terakhir sang tokoh yang sangat terkenal baik di dunia Timur maupun di Dunia Barat.  Lewat buku ini, saya serasa mengikuti perjalanan penulisnya ke beberapa kota di Iran seperti Kota Tabriz, Kota Rast, Kota Hamedan, Kota Tehran, Kota Qom, Kota Kashan, Kota Isfahan, Kota Yazd, juga Kota Shiraz.

Pengalaman penulis yang tertuang dalam kisah perjalanannya meliputi berbagai tempat bersejarah, ke Mausoleum penyair dan para ilmuwan, berwisata alam ke desa-desa menyusuri alam Persia, hingga perjalanan religinya, membuat saya semakin penasaran dengan negara yang satu ini dan rasanya ingin segera berangkat menuju Persia.

Baca juga: love traveling

Beberapa kutipan di dalam buku The Road To Persia yang saya suka:

  • Dahulu saya sering mengomentari rumah-rumah di Iran yang tidak terawat bagian luarnya. Ternyata, itulah salah satu karakteristik bangunan tradisional di Iran.  Konsentrasi desain terpusat pada ruangan dalam, seolah memberikan pesan agar manusia lebih mengutamakan inner beauty ketimbang penampilan luar.  Setiap bangunan klasik Kashan memiliki ciri khas tersendiri, tetapi secara umum mengembangkan pola arsitektur yang hampir mirip, yaitu perpaduan gaya Persia Lama dan Islam.  (halaman 60)
  • Puisi memang telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari masyarakat Persia. Bila bangsa Italia besar dengan opera, bangsa Iran tumbuh bersama syair.  Hampir setiap rumah di Iran menyimpan Divan Hafiz, salah satu buku puisi.  (halaman 75)
  • Konon, buku The Canon of Medicine karya Ibnu Sina hingga abad ke-16, buku ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin sebanyak dua puluh kali. Tradisi kepenulisan rupanya pernah memeriahkan perjalanan sejarah Islam.  Sayangnya, hari ini kita masih menyaksikan betapa banyak para cendikia dan ulama yang tidak terbiasa dengan tradisi menulis.  (halaman 89)
  • Anak Adam satu badan satu jiwa, tercipta dari asal yang sama. Bila satu anggota terluka, semua merasa terluka.  Kau yang tak sedih atas luka manusia, tak layak menyandang gelar manusia.  Penggalan bait dari salah satu puisi Saadi yang terkenal dan disematkan di gedung PBB sebagai lambang kasih sayang umat manusia.  (halaman 91).
  • Saadi dan penyair terkemuka lainnya, Hafiz, lahir dan dimakamkan di Kota Shiraz. Sehingga Shiraz seringkali dijuluki sebagai kota penyair, disamping Kota Persia Lama.  (halaman 92)
  • ….. Kekuatan penyair menampilkan budaya lokal membuat bahasa dan kebudayaan Persia tetap diperhitungkan sampai hari ini. Shahnameh mempengaruhi cara berpikir jutaan masyarakan Iran tentang bagaimana memosisikan bahasa dan budaya leluhur mereka.  (halaman 120)
  • ….. Saya selalu terkesan bila melihat pasangan rukun sampai tua. Tentu sudah begitu banyak melewati asam-garam bersama.  Mereka menyapa kami hangat dan menyilakan duduk.  Kadzimi, begitulah mereka mengenalkan nama keluarganya.  Bu Kadzimi memberikan permen dan kacang-kacangan kepada putra saya.  Ini memang cara khas orang Iran berbasa basi dengan yang baru mereka kenal.  (halaman 120)
  • …. Jika di belahan dunia musliml ainnya filsafat sudah tutup buku dengan mangkatnya Ibnu Rushd, Corbin justru menemukan sebuah gejolak baru di daratan Iran yang hanya terdengar samar-samar di belahan Eropa. Tidak seperti mereka yang berburu filsafat, kedatangan saya hanya untuk sedikit mereguk kekayaan khazanah Timur, terutama jejak para arif dan filsuf, sembari memunguti sisi-sisi kehidupan lain yang tak terjelaskan dalam berbagai buku atau pun catatan.  (halaman 124)
  • … Inilah yang membuat saya kagum. Infrastruktur jalan-jalan di Iran sangat baik hingga daerah-daerah pelosok, seperti yang juga saya saksikan sepanjang perjalanan dari Tibriz menuju Desa Kandovan.  (halaman 133)
  • Denyut nadi kehidupan desa adalah keindahan sebenarnya yang menghubungkn kita ke pusaran masa lalu. Konon, rumah dengan tipe gua seperti ini hanya ada tiga tempat di dunia, yaitu Amerika, Turki, dan Iran. Namun yang menjadi daya tarik tersendiri bagi Kandovan adalah sampai saat ini masih dihuni oleh warga setempat.  Maka, Kandovan ibarat sebuahmuseum antrologi yang hidup, ajaib, dan mengesankan.  (halaman 134)
  • Michele Loman, peneliti asal Jerman yang pernah datang langsung ke lokasi Gua Alisadr, menyebutkan bahwa Gua Alsadr disejajarkan dengan sepuluh gua air ternama di dunia karena kemudahannya untuk dilalui sampan. Di Iran, Alisadr tercatat sebagai gua air terpanjang.  (halaman 141)
  • Isfahan memang menawarkan keindahan dari berbagai sisi. Suhu udaranya tidak terlampau ekstrim, penduduknya ramah serta banyak terdapat karya seni, gedung-gedung bersejarah, dan taman-taman indah.  Bangsa Inggris menjulukinya dengan Oxford-nya Iran, sedang orang Italia menyebutnya sebagai Florence-nya Asia.  Bagaimanapun, Isfahan tetaplah Isfahan, kota di Asia yang memiliki perkawinan sejarah antara Persia Lama dan kejayaan Islam.  (halaman 165)

Kalau kamu suka sejarah dan ingin tahu banyak tentang Iran, membaca buku ini akan menambah pengetahuan tentang negara tersebut, recomended!

Happy reading!

-With Love-

Advertisements

8 thoughts on “[Review Buku] The Road To Persia | Menelusuri Keindahan Iran yang belum Terungkap Karya Afifah Ahmad

    • Betul Mbak Ysalma. Banyak orang yang tidak mengetahui sisi cantiknya negara Iran, dan buku ini hadir untuk memberitahu bahwa Iran tak kalah indah dengan negara lain, meskipun masih diembargo 😂

      Semoga menemukan dan menyempatkan untuk membaca buku ini, Mbak 😊

  1. menarik bukunya ya..saya senang baca2 ttg kisah negara yang tdk byk terpublish dgn imbang, iran selalu identik dgn sisi lainnya itu, padahal negara ini mewarisi kekayaan besar dalam ranah keilmuan dan budaya dlm masyarakat muslim , sprt serapan bahasa parsi, di turki jg byk yg menyerap dr persia.

    • Iya Mba, bukunya sangat menarik.

      Betul sekali Mba, kalau melihat sejarah, justru negara Iran ini sangat kaya baik dalam bidang keilmuan dan budaya.
      Pengetahuan yang baru bagi saya, kalau ternyata di Turki juga banyak menyerap dari Persia. Terima kasih infonya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s