Wiskul di Jogja

This slideshow requires JavaScript.

Di penghujung akhir tahun 2009, ada 3 long weekend, yaitu di minggu kedua, ketiga, dan keempat.  Wah bener-bener nikmat deh, khusunya bagi para pekerja kantoran, jelas saja  bisa merencakan banyak hal untuk bisa dihabiskan mereka bersama orang-orang yang mereka sayangi, salah satunya juga bisa dijadikan ajang untuk me-refresh otak dengan berlibur (entah itu berlibur di dalam kota maupun di luar kota, atau bahkan luar negeri).

Seperti halnya saya, saat long weekend di bulan Desember 2009  diajak jalan-jalan ke luar kota, tepatnya ke Jogja. Jelas saja aku senang banget karna udah lama gak pergi kesana, aku kangen sama suasana kota gudeg tersebut 😀

Saya berlibur disana selama empat hari, perjalanan kesana ditempuh menggunakan pesawat Garuda, dan hanya dalam jarak waktu 49 menit dari bandara Soekarno Hatta menuju bandara Adisucipto.  Sesampainya di Jogja, kita dijemput oleh sopir dari hotel, karena kebetulan kita menginap di hotel, kita nginap hanya 2 hari di hotel Melia Purosani Yogyakarta sebab untuk hari minggunya hotel tersebut penuh, jadi terpaksa kita nginep di hotel lain, dan malam terakhir kita nginep di Hyatt Regency Yogyakarta.   Jarak dari bandara Adisucipto ke hotel Melia tidak terlalu jauh (perjalanan kuramg dari 3o menit).Setelah sampai di hotel Melia dan masuk ke kamara terus kita sholat, dari situ kita pergi keluar hotel untuk cari makan siang, naaah dari situlah perjalanan wiskul (wisata kuliner) kita dimulai… Wah datang jauh-jauh ke Jogja salah satu niatnya memang mau wiskul, karena biasanya banyak makanan khas yang tidak  bisa ditemukan di Jakarta, dan hanya dengan mengunjungi kotanyalah kita bisa menikmati makanan khasnya, terkecuali ada memang yang udah membuka cabangnya di Jakarta, tapi tetep saja lebih seruan wiskul di tempat aslinya hehehe….

Wiskul pertama kita makan siang di Cak Koting (warung lesehan di jalan DR Sutomo depan Bioskop Mataram Yogyakarta, bukanya mulai jam 08.00-21.00), menurut refensi dari berbagai orang Jogja asli bahkan menurut sopir yang orang Jogja asli dan yang mengantar kita menuju tempat tersebut, katanya tempat makan tersebut terkenal karena menunya enak-enak.  Kita pun mencobanya, menu yang saya coba adalah goreng burung dara, tak salah kata orang, tempat ini punya menu makanan yang enak, perlu dicoba deh datang kesini, tempatnya berada di pitu keluar fly over.  Setelah kenyang, kita melanjutkan perjalanan ke Batik Rumah, dimana disini menjual batik yang Ok, ada batik tulis pokoknya macam-macamlah, dari situ kita ke  pasar Beringharjo, tepatnya kita mampir ke tempat yang menjual baju-baju batik serta pernak-pernik dari batik di Minorta Batik, wah di tempat ini seru buat memilih barang-barang atau bahkan oleh-oleh untuk sanak saudara, harganya juga gak mahal-mahal amat sih, standarlah, tapi pilihannya Ok punya.  Oh iya, untungnya jarak dari hotel Melia ke Malioboro dan pasar Beringharjo gak jauh, cuma naik becak  dan bayar Rp 10.000,- jadi bisa bolak-balik belanja deh hehehe. Setelah cape belanja, kita makan malam Mie, tapinya mau ke Mie Pak Rbo tapi penuh, akhirnya di cancel mencari tempat lain, dan pilihan pun akhirnya kita makan Mie Pak Pele di depan alun-alun deket keraton, saya pesen menu mie goreng kuning, makyus deh.   Uniknya cara memasak mie tersebut menggunakan tembikar, sehingga hampir sejam lebih kita menunggu pesanan tersebut sampai, selain prosesnya lama banyak juga orang yang antri memesan, tapi perjuangan menunggu sampai perut sudah perih terbayar juga dengan rasa yang ditawarkan menu di tempat tersebut.  Hari pertama setelah muter-muter daerah Malioboro, kita memutuskan untuk kembali ke hotel dan beristirahat, dan sore menjelang malam menemani adik-adik sepupu berenang di hotel.

Hari kedua, setelah breakfast di hotel, kemudian kita prepare mau pergi ke rumah saudara di Magelang, setelah mengunjungi keluarga disana, terus kita melanjutkan perjalanan ke Candi borobudur, karena adikku penasaran banget pengen kesana, saya  tidak terlalu penasaran karena sudah kali yang tiga pergi ke Candi Borobudur, tapi berhubung kalau ke Parangtritis menurut sopir cuacanya kurang bagus saat itu , dan juga airnya kurang bersih, ya akhirnya aku ikut aja ke Candi borobudur.  Sesampainya disana, cuacanya mendung (tadinya kita sempat mengurungkan niat untuk pergi ke atas Candi Borobudur), namun berhubung adikku merengek dan tampak terlihat sedih, akhirnya kita muter Candi Borobudur menaiki kereta yang disediakan disana, gawatnya sesampainya di depan Candi Borobudur justru hujan lebat. Namun akhirnya saya dan tante menaiiki Candi Borobudur walaupun hujan sangat lebat.  Sayang  jika dilewatkan begitu saja, paling tidak  kan bisa foto-foto dululah disana hehehehe. Wah munuju pucak candi penuh perjuangan banget, selain jalanannya licin ternyata juga dipadati pengunjung yang berduyun-duyun pergi kesana karena memang bertepatan dengan liburan anak-anak sekolah, jadi tempat-tempat wisata dimanapun terlihat penuh, termasuk disana.  Walaupun udah berkali-kali kesana, tetap ada rasa puas yang menyelimuti hati, sebab di atas candi saya bisa melihat view yang ok banget.  Setelah puas bermain disana, kita pun kembali ke Jogja.  Oh iya, candi borobudur tepatnya berada di kabupaten Magelang provinsi Jawa Tengah.  Sampai Jogja sudah malam, sebelum ke hotel Melia, kita makan malam di Tambak Segaran Solo (wah tempat makan ini maknyus banget deh menunya, saya  pilih menu sate buntelan daging sama tongseng, asli menggoyang lidah, pokoknya enaaak menurutku, kalau ke Jogja lagi mesti mampir ke tempat makan ini lagi ah ahahaiiiii). Amin

Hari ke tiga setelah breakfast di hotel, saya menemani Tante ke Malioboro beli oleh-oleh, dari hotel kesana cukup naik becak saja karena jarak hotel menuju tempat yang kita tuju jaraknya tidak  jauh, kita kembali ke Mirota batik (rencanya hari kedua kita mau kesini lagi, tapi berhubung tokonya tutup karena tanggal mereah, jadi hari ketiga kita baru bisa kesana lagi).  Puas belanja, kembali ke hotel dan siap-siap check out dari hotel Melia ganti hotel.

Setelah check out, kita cari makan siang, rencananya  pengen ke Kali Urang, tapi  hujan turun  lebat, akhirnya di cancel, kita mampir makan siang di Moro Lejar.  Wah di tempat makan sini, suasananya asik banget, sedikit mengobati kekecewaan karena gak jadi ke Kali Urang, di tempat makan sini benar-benar menyuguhkan suasana alam pedesaan  yang tak bias di temukan di setiap tempat makan. Setelah kenyang makan, kita ke hotel berikutnya, yaitu di Hyatt, dan dikarenakan cuacanya yang lagi gak bersahabat, maka malem minggu tidak bisa kemana-mana, kita dinner di hotel, menunya  menggoyang lidah deh :D).  Liburan kali ini Jogja padet pengunjung euy, hotel penuh, tempat wisata penuh, tempat belanja penuh, hadoooh jadi musti kudu sabar saja, jangan kan tempat wisatanya, bandara aja padat penumpang, penuh betul, sudah kayak mau mudik lebaran saja hehe ckckckck banyak yang long weekend di luar kota.

Tapi saya tetap enjoy kok ^___^

Hari terakhir, jam 7 pagi  saya sudah  sarapan di hotel, karena rencananya mau nemenin Tante beli oleh-oleh.  Selesai sarapan, saya berdua Tante naik taksi pergi ke daerah Wijilan dimana disinilah saya beli makanan kesukaan, yaitu gudeg Yu Djum.  Walaupun saya orang Sunda, tapi lidahnyasuka masakan Jawa juga, salah satunya gudeg menjadi makanan kesukaanku, tapi gudeg yang dibeli di Yu Djumlah yang jadi favoritku, entah kenapa kalau beli di tempat lain walaupun gudeg juga rasanya beda, saya lebih suka gudeg Yu Djum diantara yang lain.  Sampai di Wijilan sekitar jam setengah sembilan, terlambat sedikit aja, gudegnya sudah mau habis ckckckckck laris manis euy, pas saya beli saja harus berdesak-desakan dengan pembeli lain saking larisnya di tempat ini.  Katanya, Yu Djumnya sendiri sudah meninggal, dan usahanya  tersebut kini dilanjutkan oleh anak-anaknya.  Selesai beli gudeg, kembali ke hotel, sesampainya disana ternyata adik-adik lagi renang.  Siangnya setelah sholat, kita check out dari hotel menuju bandara, rencananya pewasat kita jam 16.00.  Sebelum sampai bandara, kita pun beli oleh-oleh di pusat oleh-oleh khas Jogja. Kita beli bakpia patuk 75 yang menjadi makanan khas Jogja, sebetulnya ada bakpia patuk, 25, 75,145, tapi aku sendiri lebih suka bakpia patuk yang 75, satu lagi yang gak boleh lupa beli, yaitu lanting, salah satu makanan kesukaanku juga hehehee….

Puas belanja, puas berwisata kuliner, kita pun kembali ke Jakarta, karena cuacanya buruk dan terjadi hujan badai, pesawatnya delay, sampai rumah malam.

Terima kasih Om dan Tante, sudah mengajak saya berlibur di Jogja.  Alhamdulillaah 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Wiskul di Jogja

  1. kebetulan banget ortuku asli jogja nih, hmm perlu kutambahin nih jelajah wisata kulinernya, soto pak marto di taman sari tuh menurutku paling enak seantero jogja, tapi di pak marto hanya menyediakan soto sapi aja, so kalo gak suka daging sapi bisa coba di soto ayam pak slamet daerah gamping, kelebihannya bisa makan dg suasana kampung gitu, ato yang cukup terkenal soto kadipiro, tapi yang ada disebelah pom bensin kadipironya karena itulah pendirinya, ada juga soto kudus di daerah maguwo yang kayaknya kalo semangkok aja kurang, ..trus kalo suka bakso coba deh bakso pak narto dijamin ketagihan ..hahay..murah meriah en enak ..suka masakan barat rasa indo ? bisa coba burger tempe ato burger2 yang biasa di burger monalisa di depan kampus pertanian ugm, tapi jualnya cuman di malam hari, .ato kalo suka kongkow ga jelas di malam hari ? bisa coba angkringan lek man di sebelah stasiun tugu pintu masuk utara, bisa coba resep andalannya yaitu kopi jos, kopi item yang ada arangnya, pait sih tp kalo mang suka kopi pasti ketagihan, plus makan cemilannya, kayak sate usus, gorengan bakwan ato tahu isi, ato makan nasi kucing (nasi porsi sedikit dikasih ikan asin kecil pake sambel, ato orek tempe, ada juga angkringan yang versi modern namanya raminten di daerah kotabaru, tp menurutku kurang orisinal aja, oh ya yogya juga sangat terkenal dengan ayam gorengnya, bisa nyoba juga di ayam goreng mbok sabar di deket radio retjo buntung daerah gondomanan, wah pastinya ga ragu buat nambah2, masih ada lagi ayam goreng mbok berek itu juga enak. sebenernya masih banyak lagi kuliner di yogya tp kayaknya ga mungkin ku tulis semua, ntar panjang banget
    so kalo ke yogya jangan ragu nyoba makanan di emperan pinggir jalan, rasanya gak kalah ma hotel berbintang dan kujamin pasti ketagihan buat mampir lagi. ..c u in yogya next time

    • oke, ini namanya wajib dicoba deh pas wiskul kesana lagi
      Aaaaaaaaahhhhhhhhh Mba Dew, bikin aku ngiler deh ngebayanginnya 😥
      But, thank you so much for your info Mba 🙂
      I wanna come back to Jogja…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s