Liburan di Jepang (Part 1): Mengunjungi Osaka dan Menikmati The Wizarding World of Harry Potter di Universal Studios Japan

Traveling, it leaves you speechless, then turns you into a storyteller.” –IBNU BATUTAH

Secara personal, Jepang merupakan negara favorit saya, sebab seluruh hiburan semasa kecil berasal dari negara ini. Film-film kartun seperti Sailormoon, Magic Girls, Wedding Peach, Ninja Hattori, Doraemon, Dragon  Ball, Captain Tsubasa, hingga karakter superhero lewat robot-robot seperti  Sekai Ninja Sen Jiraiya, Satria Baja Hitam, Jiban, Ultraman, Winspector juga Power Ranger sempat menghiasi tontonan masa kecil saya. Bahkan artikel pertama yang saya gunting dari Majalah Bobo pemberian Om saya yang di tempel di buku diary pemberian Mamah saya adalah tentang negara Jepang. Sebuah perjalanan panjang yang manis untuk dikenang, ketika menyadari bahwa ternyata saya sudah lama mengagumi negara ini.

Jika kita makan makanan sehat itu cenderung mahal, tapi dampaknya tubuh kita sehat. Jika makan makanan yang cepat saji itu cenderung tidak mahal, maka di kemudian hari kita juga akan merasakan dampaknya tubuh kurang sehat jika dikonsumsi terus menerus. Dalam hal traveling pun, ada negara-negara yang memang mahal biaya hidupnya, tapi itu akan sepadan dengan pengalaman yang akan didapatkan. Jepang memang terkenal mahal di kalangan traveler, tapi sebenarnya sesuai dengan experience yang di dapat.

Misal sarana transfortasi dan akses yang mudah, lingkungan yang bersih. Negaranya aman. Tidak  akan menemukan  sampah berserakan. Tertib. Suasana yang menyenangkan. Disiplin, contoh kecil di mobil selama road trip driver-nya tidak menyediakan tempat sampah, jadi saya selalu sedia plastik di tas untuk kumpulin sampah nanti pas di hotel ada tempat sampah, baru saya buang. Yang lebih keren lagi menurut saya, punya toilet yang rata-rata bersih, entah itu di area tempat pom bensin, tempat-tempat wisata, restoran, dll. Rupanya, kesan 9 tahun lalu saat pertama kali mengunjungi Jepang, yang nempel terus dibenak saya saat itu untuk pertama kali ya saya melihat dan merasakan toilet duduk yang canggih, nyaman ada juga yang terasa hangat. Toilet itu baru hal kecil yang berkesan buat saya. Banyak hal lainnya mengapa Jepang menjadi salah satu negara favorit  yang tidak akan bosan dikunjungi. Bagi saya ….. Japan is always surprise me! 💕

Saya baru dua kali ke Jepang, tapi rasanya saya pengen cepet-cepet kembali ke Jepang, sungguh semenyenangkan itu berada di Jepang. Dulu pertama kali ke Jepang di tahun 2011 sama teman-teman. Dan di dekade baru tahun 2020 ini alhamdulillah saya berkesempatan diajak liburan sama Om dan Tante sekeluarga selama 10 hari dari tanggal 6 – 16 januari 2020. Sebagai pembaca buku, terkait apa yang saya alami, seringkali saya flashback tentang buku yang pernah saya baca. Ternyata di bulan januari  2019, saya baca buku Winter in Tokyo (buku favorit dari tetralogi empat musim karya Ilana Tan), dan sebulan kemudian di bulan Februari 2019, saya baca artikel tentang Hokkaido di blognya Mba Novri yang memang tinggal di Jepang. Waktu itu cuma bilang dalam hati “ya Allah, pengen ngerasain salju di Hokkaido.” Referensi saya tentang Hokkaido memang sedikit. Dan surprisingly, alhamdulillah traveling kali ini saya juga berkesempatan menikmati lembutnya salju di Hokkaido. Ngerasain winter di Tokyo meski saat saya di sana belum ada saljunya kayak di buku yang saya baca. Dan sebagai pembaca buku Harry Potter series, bukankah impian banget untuk bisa mengunjungi The Wizarding World of Harry Potter yang ada di Universal Studios Japan? Jadi apa sih kaitannya buku dengan jalan-jalan saya kali ini? Intinya, hal yang bermula dari sekedar membaca, alhamdulillah membawa saya menikmati pengalaman yang  menyenangkan lewat traveling dan liburan di Jepang kali ini bersama keluarganya Om.
Jadi ke mana saja saya dan keluarga selama di Jepang? Kami road trip ke beberapa kota seperti Wakayama, Nara, hingga nyebrang pulau yang ada di bagian utara Jepang yaitu Hokkaido. Senang sekali, perjalanan kali ini membawa saya mengeksplor Jepang, menikmati wisata alam, wisata budaya, mengunjungi kota-kota kecil, kota-kota besar seperti Osaka dan kota metropolitannya, Tokyo. Dan apa yang saya rasakan setelah menikmati perjalanan tersebut? Rasanya susah moved on dari sensasi lembutnya  salju di Hokkaido. Masih sangat bahagia saat ke desa Hogsmeade dan ke Kastil Hogwarts, impian para Potterhead banget! Pokoknya, trip ke Jepang ini sangat  mengesankan 💕 Perjalanan road trip di Jepang, akan saya tuliskan dalam beberapa part, biar kamu bacanya gak ngos-ngosan 😁 karena tulisan tentang Jepang akan saya tulis panjang sekali *sepanjang jalan kenangan 😂*, bonusnya kamu bisa lihat foto-foto perjalanan saya 😅

Part 1: Perjalanan di Osaka

Part 2: Perjalanan di Hokkaido

Part 3: Perjalanan di Shirakawago

Part 4: Perjalanan di Matsumoto

Part 5 : Perjalanan di Tokyo

Ini tim yang membuat perjalanan saya mengesankan: keluarga. Lokasi: Ginza six, 14 januari 2020

Jungfaujoch top of Eurore, dan in Love With Switzerland

Senin, 6 Januari 2020: Kami berenam terdiri dari Om, Tante, tiga adik sepupu dan saya, berangkat liburan musim dingin ke Jepang dengan pesawat Singapore Airlines, pukul 20.20. Kami transit di Singapura dan berangkat lagi pukul 01.30 – 08.45. Kami mendarat di Kansai Airport.  Perbedaan waktu di Jepang lebih cepat dua jam dengan di Indonesia.

DAY 1, Selasa, 7 Januari 2020: Tiba di Osaka

Selesai proses imigrasi dan membawa koper-koper, kami bertemu guide yang menjemput kami di bandara. Guide yang akan menemani perjalanan kami selama sepuluh hari ke depan, namanya Pak Kardi, dari Indonesia yang sudah lebih dari 25 tahun tinggal di Jepang, dan tentu saja fasih berbahasa Jepang. Jika kunjungan pertama saya beberapa tahun lalu ditemani oleh guide perempuan asli orang Jepang yang bisa berbahasa Indonesia dengan fasih. Kini ternyata dengan guide orang Indonesia yang fasih berbahasa Jepang. Kalau ingin mengeksplor Jepang, memang penting sekali ditemani yang bisa berbahasa Jepang, atau kalau  bisa bahasa Jepang itu jauh lebih baik, atau kalau pun tidak dengan guide, kamu bisa mengurangi interaksi dengan penduduk lokal.

Setelah berkenalan, kemudian guide membawa kami ke mobil yang akan mengantarkan road trip kami di Osaka. Driver yang mengemudikan kendaraan  asli dari Osaka, praktis sepanjang perjalanan tentu saja guide kami yang tektokan tentang rute dengan pak driver. Setelah perkenalan singkat baik dengan guide dan driver, pagi itu kami memulai perjalanan dengan mengunjungi pasar ikan di Wakayama. Pukul 10.53 kami sudah sampai di tempat tujuan. Turun dari mobil, cuaca dingin langsung menyapu tubuh kami. Hari pertama di Jepang, kami disambut dengan suhu sekitar 11 derajat, musim dingin yang sangat dingin menembus tubuh kami yang sudah dibalut baju tebal khas musim dingin.

Kuroshi Ichiba Fish Market

Saya selalu senang jika bisa berwisata mengunjungi pasar, namun pasar yang saya kunjungi kali ini berbeda dengan pasar yang ada di dekat rumah. Di pasar yang berada di Wakayama ini ada banyak sekali menjual ikan-ikan segar dengan harga murah. Bayangkan saja, kalau ikan salmon yang biasa bisa dibeli di supermarket dekat rumah, ini bisa saya lihat di pasar, ikan tuna segar-segar, kepiting yang besar-besar, dan macam-macam ikan yang saya sendiri tidak hafal nama-namanya. Info dari guide, harga ikan yang dijual di pasar tersebut murah-murah (sebagai pecinta ikan, rasanya tuh pengen borong ikan segar,  sayangnya kan kalau liburan nggak mungkin juga borong ikan, gimana bawanya coba).

Tidak cuma ngiler lihat ikan-ikan, di sini juga ada banyak camilan dari ikan. Dan kalau datang ke pasar ini, ada pertunjukkan spesial yang jangan sampai lewat untuk ditonton.

Namanya Tuna Cutting Show. Jadwal pertunjukkannya pertama jam 11:00, berikutnya 12.30, dan 15.00. Kalau  datang ke tempat ini pastikan lihat jadwalnya, soalnya sayang banget kalau tidak lihat pertunjukkan yang gratis ini. Di tempat ini, untuk pertama kalinya saya melihat seni memotong ikan tuna dengan sangat lihai, dan yang motong ikannya ternyata babang kece, kirain Bapak-Bapak! 😀 Ok, kamu tidak usah fokus sama babangnya, fokus sama ikannya yang super gede, dipotong dengan lincah, rapi, gesit, takjub deh! Masnya yang motong ikan tuna, saat motong ikan juga sambil ngomong, mungkin memberitahu cara atau apalah, maklumlah saya nggak paham apa yang diomongin masnya, karena ngomongnya pakai bahasa Jepang. Tadinya mau nanya sama Bapak Guide apa maksud dari omongan babangnya, sayangnya jarak saya cukup jauh dari guide, plus ramai pengunjung yang nonton, ternyata saya salah satu penonton paling depan, haha.  Di sini saya baru sadar, kalau saja saya bisa bahasa Jepang, pasti bakalan seru nih ngerti apa yang masnya bilangin 😛 Ya sudahlah, walau belum bisa bahasa Jepang dan liburan kali ini bakalan ketemu dan berinteraksi dengan banyak warganya, kalau mau ngerti bisa nanya Bapak guide-nya! *menghibur diri, belum bisa baca tulisan dan paham bahasa Jepang*

Menonton pertunjukkan memotong ikan tuna, bakalan mengundang decak kagum dan tepuk tangan dari penonton untuk babang kece yang motong ikan. Saya tidak tahu, apakah setiap pertunjukkan babang kece ini yang motong ikannya, atau orangnya ganti-ganti. Tapi kalau misalnya kamu ke sini, semoga ketemu babang kece yang ada di foto ini, ya 😀

Setelah pertunjukkan usai, maka kami menyisir setiap sudut pasar yang banyak menjual ikan. Tak lupa jajan ikan. Kami memesan scallop, ikan salmon yang entah dimasak apa dengan rasa unik, sama jajan semacam kerupuk wasabi. Habis jajan, di sana juga disediakan tempat duduk. Scallop-nya luar biasa enaaaak banget. Baru pertama kali makan scallop sebesar itu di cangkangnya.  Habis jajan, dan puas berada di sana, pukul 11.57 kami sudah keluar dari sana. Selanjutnya kami mencari tempat makan siang.

Kami makan siang di daerah Wakayama, di restoran Sushiro Wakayama-shinsei. Di tempat ini kita bisa pesan dan klik menu yang dipilih dan sudah tersedia di masing-masing meja, dan kalau pesanan yang kita pilih sudah jadi, tepat di meja kita aka nada suara musik yang menandakan bahwa pesanan kita sudah siap dimakan. Unik banget. Saya pesan menu ebi tempura yang ternyata pas datang, ada goreng ubinya.

Untuk pertama kalinya saya makan ubi yang digoreng dan saya suka, doyan, pakai ketagihan, jadilah saya memesan menu yang sama lagi. Di sana kita juga bisa menyeduh macha sendiri yang sudah tersedia di masing-masing meja plus ada air panasnya juga. Wah, seru. Kalau biasanya ke restoran itu akan dilayani petugasnya, ternyata di tempat ini mandiri, bikin minum sendiri, kalau mau air putih ambil sendiri, pesen menu sendiri dan datang sendiri (pakai alat), dan udahannya barulah kita memanggil petugas bilang mau bayar. Petugas akan menghitung tumpukan piring yang sudah tandas dan tadi kami pesan. Selesai makan, kami melanjutkan perjalanan dari kota Wakayama melewati jembatan dan memasuki wilayah Osaka, kemudian menuju kota Nara.

Liburan di Queenstown,  New Zealand dan terpikat keindahan alam Mount Cook National Park

Nara Park

Perjalanan menuju Nara Park ditempuh sekitar satu jam 45 menit dari restoran tempat kami makan siang dengan kendaraan roda empat yang kami sewa selama di sana. Melewati jalan tol dan menembus lebih dari tiga terowongan.  Nara Park terletak di kota Nara, di kaki Gunung Wakakusa, didirikan tahun 1300-an dan merupakan salah satu taman tertua di Jepang.

Tiba di taman ini, angin musim dingin langsung menemani perjalanan kami berjalan kaki di taman. Sepanjang jalan yang kami lewati terdapat banyak rusa. Ada sekitar 1200-an rusa yang dipelihara dan dibiarkan bebas berkeliaran. Guide kami mencontohkan kepada kami ketika mendekati seekor rusa kemudian membungkuk sambil mengatakan “konichiwa”, maka rusa akan merespon hal yang sama yaitu rusa pun akan membungkuk juga. “Wow rusa-nya sopan-sopan, ya!” pekik kami girang, setelah mencontoh dan melakukan hal yang sama, kemudian rusanya nurut. Tapi kalau terus-terusan lebih dari dua kali, kadang rusanya nggak merespon *lelah kali kalu berkali-kali* 😀

Rusa-rusa di sini juga sadar akan kehadiran wisatasan. Kadang ada juga yang agresif minta makan 😀 Kalah tidak punya makanan angkat kedua tangan  saja, itu menandakan bahwa kita memang tidak memiliki makanan untuk dikasih ke rusa. Rusa-rusa di Nara Park tidak boleh diganggu, mereka hewan yang dilindungi, tapi kita bisa memberi makan rusa. Ada crackers untuk rusa yang dijual di taman yang dapat dibeli untuk diberikan pada rusa-rusa tersebut. Sayangnya saat itu pas mau beli nggak ada yang jual. Jadilah beberapa rusa bahkan ada yang gigit tas saya, malah satu rusa ada yang gigit kerudung saya. Tapi saya tidak teriak, rusanya juga santai saja, untungnya kerudung saya nggak robek 😀 Kalau kamu suka main dengan binatang, kalau ke Nara sempetin main ke sini.

“Maaf rusa, ditasku gak ada makanan” 😀

Sebetulnya ada banyak tempat yang bisa dikunjungi di Nara Park, seperti Yoshikien Garden,  Isueien Garden, kami juga melewati Nara National Museum, tapi tidak masuk. Kami memilih mengunjungi Todaiji Temple, sebab kami tiba di Nara Park pukul 15.12, tidak mungkin mengeksplor semua tempat yang ada di Nara Park. Rute jalan kaki kami dari tempat masuk Nara Park jalan terus menyebrang jalan, melewati gerbang Nandaimon yang dibangun pada tahun 1919, terus melewati taman hingga sampai di Todaiji Temple. Rute pulangnya pun juga sama. Todaiji Temple, jam operasionalnya rata-rata pukul 08.00-17.00, untuk memasuki tempat ini harus beli tiket.

Saat Nara menjadi ibukota Jepang tahun 710-784 (yang disebut sebagai periode Nara), kuil yang pertama dibangun pada tahun 728 ini  memiliki kekuasaan yang sangat besar karena menjadi pusat dari 6 aliran sekolah Buddha yang ada pada masa tersebut. Bangunannya masih terlihat sangat kokoh sekali. Saat saya berada di sana, beruntung tak terlalu banyak pengunjung, sehingga punya cukup waktu untuk melihat bangunan juga patung besar yang berdiri dengan sangat kokoh. Salah satu daya tarik utama dari kuil ini tentu saja adanya patung perunggu Buddha Gautama setinggi 50 kaki yang berada dalam posisi duduk. Patung ini ditempatkan di hall utama, yaitu Daibutsuden, yang diakui sebagai bangunan kayu terbesar di dunia. Kuil Todaiji ini diakui sebagai “Historical Monuments of Ancient Nara” oleh UNESCO World Heritage Site.

Total waktu kami untuk mengekesplor Nara Park lebih dari dua jam jalan santai sambil sesekali berhenti melihat rusa. Selesai eksplor Nara Park dan kembali ke tempat kami dijemput mobil, pukul 17.30, dan sempurna gelap telah membungkus kota dan berganti terang dengan cahaya lampu. Sore itu kami benar-benar kedinginan, pas masuk mobil langsung terasa hangat.

Makan Ramen Halal di restoran  Ayam-Ya

Dari Nara Park, kami ingin makan ramen dan guide kami merekomendasikan restoran yang menjual ramen halal. Nama restorannya Ayam-Ya. Saya pesan menu Tori Ramen. Menurut info dari guide kami, pemilik restoran ini istrinya orang Indonesia dan suaminya orang Jepang. Pas kami tiba di sana belum buka, kami tunggu beberapa menit kemudian petugasnya baru membuka restoran tersebut, ternyata jam buka restorannya pukul 18.00, kalau siang jam 11.30 (penting banget untuk memperhatikan jam buka tutup restoran, agar tidak menyesal pas datang sudah buka, silahkan cek update-nya di Google Maps).

Ramennya enaaaaak sekali! Slurp, slurp, yummy! Satu mangkuk ramen pesanan saya tandas tak bersisa satu tetes pun, saking enak dan lapar, sebuah perpaduan yang sangat pas: dingin + lapar + makanan berkuah panas + rasanya enak = perut bahagia! 😀

Tori ramen-nya mantaaap!

Kami berada di restoran ini dari jam 17:56-19:02. Berhubung tidak semua ramen halal, kalau kamu ke Osaka dan pengen cobain salah satu ramen halal, silahkan bisa datang ke restoran yang beralamat di Nipponshihigashi, Nawiwa Ward, Osaka. Perut sudah kenyang, kami langsung ke hotel yang ditempuh satu jam perjalanan dan menginap di Hotel Dai-Ichi Osaka.

Paginya saya sudah bangun jam 04.30, padahal baru bisa tidur jam 12 malam, setelah terbangun tidak bisa tidur lagi ternyata belum waktunya salat subuh. Saat di sana musim dingin, subuh ternyata jam 05.29 dan matahari terbit sekitar jam 7 pagi. Habis salat subuh berjamaah, yang lain tidur lagi sementara saya melek karena perut sudah mulai lapar, ini aneh banget perut saya paling cepat beradaptasi di tempat baru, kalau sudah pagi itu tetep bawaannya lapar, untungnya ada camilan, terus nyeduh green tea, hitung-hitung buat ganjel perut. Mau sarapan di restoran yang ada di hotel habis subuh kan belum buka 😀 Diantara kami berenam, saya memang paling cepat lapar kalau pagi >.<  Mau di negara yang perbedaan waktunya mundur atau maju, pada intinya kalau sudah pagi waktu setempat habis salat subuh, perut saya sudah kruyuk kruyuk *hadeuh*

Selesai sarapan, kami mampir ke familymart buat beli camilan, beli onigiri dan mochi buat bekal. Di hotel juga kalau mau di lobi tinggal masuk ke Starbucks. Hotel yang kami tempati memang sangat strategis, dekat kemana-mana.

Dari hotel kami berangkat pukul 9 pagi setelah sarapan ekstra cepat cuma lima belas menit karena sudah mau tutup. Lesson learned, menginap hari pertama di hotel Jepang ternyata mesti memperhatikan jadwal jam buka dan jam tutup sarapan. Lupa kalau ini lagi di Jepang, kirain itu buka sampai jam 10.00, pas dicek kartu breakfast ternyata mulainya jam 06.45-08.45 (kalau sudah waktunya tutup, mereka akan tutup), nice.

Jalan-jalan di Italia part 1, part 2, part 3 dan part 4

DAY 2, Rabu 8 Januari 2020

UNIVERSAL STUDIOS JAPAN

Dari hotel ke USJ, sekitar 20 menit dengan kendaraan, dianterin driver, kemudian turun, dan jalan kaki beberapa ratus meter menuju gerbang masuk. Guide kami menemani hingga tiket sudah di tangan dan kami sudah aman masuk ke taman bermain ini, setelah itu melepas kami seharian ini USJ. Kalau ke USJ, lebih baik menghabiskan waktu seharian di sana, kalau mau sih dari jam buka sampai jam tutup. Karena kalau cuma setengah hari saja, sayang banget, selain tiketnya yang cukup mahal, ada banyak atraksi permainan seru yang mesti dicoba.

welcome to Universal Studios Japan

Cuaca hari itu alhamdulillah sangat cerah, meski anginnya kencang dan terasa dingin sekali. Beruntung saat kami ke sana, pengunjungnya tidak padat banget karena liburan anak sekolah telah usai. Jadilah pas sampai USJ, ternyata kami ketemu banyak anak sekolah di Jepang yang sedang berwisata ke USJ juga, wah senangnya saya bisa ketemu anak-anak sekolah yang memakai seragam khas Jepang.

Untuk main dan naik banyak wahana di USJ biar tidak terlalu padat , pilihlah pas bukan weekend dan cek juga tanggal libur di Jepang dan pastikan juga bukan tanggal merah.

Setelah masuk dan berjalan mulai dari area Hollywood, perhatikan di sisi kiri atau kanan, ada tempat yang khusus menyimpan brosur peta studio guide-nya USJ. Perhatikan lagi saat mengambil, karena ada dua pilihan bahasa yaitu dalam bahasa Jepang dan juga bahasa Inggris. Kalau guide map sudah ditangan, amanlah. Penting untuk diperhatikan saat masuk theme park (taman bermain) itu salah satunya  mau main apa dulu, di mana tempatnya, dekat apa, nah silahkan deh lihat di peta. Ini tips agar  bisa menghemat waktu sebab jarak dari satu permainan ke permaianan lain bisa saja jauh atau dekat, apalagi setiap area punya banyak atraksi, belum lagi harus antri dari satu permainan ke permainan lain.

peta yang akan mengarahkanmu ke wahana-wahana yang kamu inginkan

Setelah perlengkapan siap (baca: masing-masing bawa peta guide studio dalam bahasa Inggris), kami bertiga dilepas main, sementara Om dan Tante menemani sepupu yang paling kecil dan baru berusia 6 tahun.

Taman bermain Universal Studia Jepang yang ada di Osaka ini dibuka pada tahun 2001, dan merupakan universal studios yang pertamakali yang dibuka diluar Negara Amerika Serikat. Terdiri dari 9 area, dan banyak atraksi yang bisa dinikmati:

  1. Hollywood : Universal Spectacles Night Parade, Hollywood Dream, dll
  2. New York :
  3. Minion Park
  4. San Fransisco
  5. Jurastic Park
  6. Water World
  7. Amity Village
  8. The Wizarding World of Harry Potter
  9. Universal Wonderland

Mari kita mulai permainannya…..

The Wizarding World of Harry Potter*****

Kami bertiga sepakat untuk langsung menuju The Wizarding World of Harry Potter. Memasuki area itu kita seolah dibawa ke hutan terlarang, terus ketemu sama mobil yang pernah dikendarai sama Harry Potter, nah habis itu kita akan memasuki desa Hogsmeade, bertemu kereta legendaris yang ada di film Harry Potter yaitu Hogwarts Express. Di tempat ini saya seakan diajak berpetualang ke dunia Harry Potter. Setelah memasuki desa Hogsmeade, saya dan kedua adik sepupu langsung menuju Kastil Hogwarts.

Hai Potterhead, masih ingahkah mobil ini? 😀
Ayo kita ke Hogwarts naik kereta Hogwarts Express! 😀
welcome to Hogsmeade Village
Am I Dreaming?
Cuacanya cerah banget, dan Kastil Hogwarts terlihat indah

Buku-buku yang saya baca di tahun 2019

Happy face 🙂

Sebelum terhipnotis dengan sekeliling Hogsmeade village, kami langsung menuju Harry Potter and the forbidden journey 4K3D. Kami tidak perlu antri yang lama, sebelum memasuki wahana kami harus menyimpan tas bawaan kami di loker. Nah petugasnya banyak yang ngasih tahu tapi pakai bahasa Jepang, saya dan adik saya bingung, terus ada seorang wanita yang memahami bahasa Jepang dan menangkap kebingungan saya, terus dia bilang “petugasnya nyuruh agar tas dan barang bawaan harus disimpen di loker.” Kalau masuk kawasannya ini dan kamu Potterhead, mesti cobain naik atraksi ini dan menjadi bagian dari pemain Quiddict berpetualang bersama Harry Potter di ride attraction Harry Potter and Forbidden Journey. Saat itu waktu untuk mengantri sampai giliran kami naik wahananya kurang dari 30 menit, sebentar (karena masih pagi ke sananya). Pengalaman naik wahananya seru banget. Mengingatkan saya saat naik wahana Transformer di Universal Studia Singapore, tentunya sebagai Potterhead, bagi saya lebih seru yang ini.

Jadi pengen sekolah di Hogwarts nih! 😀

Jangan lupa Potterhead, kalau mau beli syal, seragam sekolah anak Hogwarts, bisa kamu dapatkan juga di toko suvenir setelah kamu keluar menikmati atraksi. Atau di toko-toko yang ada di kawasan Hogsmeade sekalian beli tongkat Olivanders, terus bisa kamu praktekan di salah satu spot yang khusus buat  cobain magic-nya di sana (buat seru-seruan biar seru, silahkan kamu keluarkan kata seperti: alohomora!) 😀

Habis main di sini, kami cari tempat lain lagi. Kami menuju wahana Jurastic Park, pengen naik rollercoaster-nya USJ. Hari itu dingin banget, padahal nggak sampai minus, tapi karena angin kencang sehingga beberapa permainan seperti The Flying Dinosours, Jurastic Park Ride ditutup untuk sementara. Padahal saya pengen banget ngerasain naik rollercoaster di sini, sayangnya ditutup karena cuaca yang kurang bersahabat dan demi keamanan serta keselamatan para pengunjungnya. Kami kemudian lanjut main ke Minion Park

pengen naik wahana ini, tapi lagi tutup

Minion Park : Despicable Me Minion Maythem****

Di area ini ada dua atraksi dan kami pilih salah satu saja. Sebelum naik wahana ride attraction Despicable Me Minion Maythem, kami melewati taman minion yang cukup besar. Melihat para minion ini asli gemes banget! Saat ngantri masuk wahananya, kami disuguhi gambar-gambar dan video-video kocak si Papoy, walau antriannya cukup panjang jadi tidak berasa. Wahana ini merupakan wahana 4K3D, seperti wahana Harry Potter yang saya naiki sebelumnya. Wahana ini akan membuat kita merasa dilempar ke sana ke sini. Cukup seru, apalagi kalau kamu suka Minion, kamu bisa coba wahana ini.

New York: The Amazing Adventure of Spiderman ****

Di area ini tentu saja kami mencoba naik wahana The Amazing Adventure of Spiderman The Ride 4K3D. Wahana Spiderman ini menurut saya mirip dengan wahana Transformers di Universal Studioa Singapore, tapi tidak sebagus Harry Potter. Kalau dulu saat ke USS saya sangat suka wahana Transformers, maka kini setelah ke USJ, saya lebih suka wahana Harry Potter. Di wahana Spiderman ini, saat itu antriannya tidak panjang, kurang lebih 30 menit kami sudah menikmati permainannya. Sebenarnya wahananya bagus, namun karena saya sudah naik duluan wahana Harry Potter, jadi ya tetap paling suka wahana Harry Potter. Urutan naik wahana itu sebetulnya tergantung selera saja 🙂

Habis naik tiga wahana berturut-turut, kami bertiga kumpul lagi dengan Om, Tante, dan adik sepupu yang paling kecil. Sebelum bermain, Om dan Tante sudah berpesan pada kami, kalau sudah lapar bilang saja. Kami makan siang di Snoopy’s Blockout Café di area Universal Wonderland, pilih menu beef burger.

Selesai makan, karena Tante pengen ke The Wizarding World of Harry Potter, kami ke sana lagi. Saya dan kedua adik sepupu tentu saja bersemangat. Saya kalau main seharian di wahana ini bakalan betah, ketauan banget ya fans Harry Potter, haha! Saat memasuki wahana juga masih dengan sensasi super happy. Terus kami jajan butterbear yang non alkohol (kalau yang ukuran besar, gelasnya bisa dibawa pulang).

Enjoy butterbear non alcohol. Dekat butterbear ini, kamu bisa samperin tempat untuk mencoba tongkat yang kamu beli sambil mengucapkan salah satu magic world di Harry Potter.

Masuk ke tempat souvenir, habis itu naik wahana yang sama lagi, yaitu Harry Potter and Forbidden Journey. Akhirnya pas sudah menjelang sunset dibukalah ride attraction Flight of Hiffogriff (take flight through Hagrid’s garden abroad the back of Hiffogriff). Diantara 9 area yang ada di Universal Studio Japan, hanya satu area yang membuat saya nyangkut lama, yaitu di The Wizarding World of Harry Potter. Sampai bulan purnama muncul, kami anteng di desa Hogsmeade! Habis itu keluar dan jalan kaki, di depan sebelum pintu keluar, kami masuk dulu ke Universal Studio buat lihat souvenir. Banyak pernak-pernik kece.

Masih ingat dengan topi ini, kan? Kamu mau masuk asrama mana, nih? 😀
Pas lihat ke atas bangunan yang kayak jembatan, saya jadi teringat scene di The Deathly Hallows Part 2, pas Harry mematahkan dan melempar tongkat saktinya! disaksikan oleh Harmione dan Ron. Ya ampun jadi pengen nonton lagi film-film Harry Potter sama re-read buku-buku Harry Potter habis datang ke Hogwarts ini 😀
senangnya bisa naik wahana ini yang baru buka menjelang sunset
makin malam makin rame

Baca juga: persiapan traveling musim dingin

Note: di USJ ini saya lebih banyak menghabiskan waktu di area The Wizarding World of Harry Potter, jadi kebanyakan ambil foto di sini. Kalau kamu penggemar Harry Potter, bakalan betah deh di sini. Buat bukan penggemar HP, tenang saja karena masih banyak wahana menarik di USJ.

silahkan mampir…

Habis dari USJ, sudah kecapean, jadi makan malamnya beli take away di Mc D, terus makan malam di kamar hotel. Saya pilih pesan Shrimp Burger, enak banget!

Mobil yang menemani selama di Osaka dan Wakayama hingga Nara

Keesokan harinya, kami meninggalkan Osaka. Setelah sarapan di hotel, pukul 07.30 kami sudah check out dari hotel dan menuju bandara untuk mengunjungi pulau Hokkaido yang ada di bagian Utara negara Jepang. Sesampainya di bandara Kansai Airport, kami berterima kasih kepada pak driver di Osaka yang sudah mengantar jemput kami. Di perjalanan berikutnya, kami dengan guide yang sama dan driver berbeda. Ini dia mobil yang menemani kami selama di Osaka, Nara juga Wakayama.

Apakah kamu Potterhead (sebutan untuk fans Harry Potter) juga?

Berikut ini beberapa Tips & Trik traveling ke Jepang

  1. Pastikan paspor kamu masih berlaku. Mengurus Visa Jepang. Bisa mengurus sendiri atau pun bisa lewat travel agen. Kalau paspor kamu sudah e-pasport kamu tidak mengurus paspor hanya daftarkan saja nomor paspormu. Sementara jika belum e-pasport maka harus mengurus visa-nya.
  2. Tentukan berapa hari kamu berada di Jepang, tentukan kota yang akan kamu tuju. Alat transfortasi apa yang akan kamu gunakan selama di sana. Perjalanan Matsumoto (Nagano) – Tokyo bisa ditempuh kurang lebih 3 jam dengan kendaraan roda empat. Namun kalau ingin menyebarang ke Pulau Hokkaido dan main ke Sapporo, bisa ditempuh dengan pesawat atau Shinkansen. Saat kami ke Hokkaido dari Osaka memilih dengan direct flight, dari Kansai Airport ke Chitose Airport
  3. Untuk kostum yang dibawa sebelum berangkat, pastikan sedang musim apa, sebab ini berkaitan dengan kostum yang akan kamu gunakan. Jepang memiliki 4 musim. Saat saya ke sini sedang musim dingin, sehingga persiapannya kurang lebih sama dengan persiapan saat liburan di negara musim dingin juga, silahkan baca di sini.
  4. Selalu cek kondisi cuaca lewat aplikasi Weather.
  5. Untuk referensi, silahkan kamu juga bisa baca tentang hal yang tidak boleh dilakukan di Jepang klik ini dan ini. Sebab setiap negara tentu memiliki budaya dan kebiasaan yang berbeda, maka pastikan saat kita berada di negara lain, kita minimal cari tahu apa yang tidak boleh dilakukan di negara tersebut. Sebab apa yang menjadi kebiasaan di negara kita, tentu saja berbeda dengan negara lain. Seperti kata pepatah, “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.”
  6. Untuk bahasa, kalau kamu tidak ditemani dengan guide, triknya mengurangi interaksi dengan penduduk lokal. Kalau sudah mentok bisa tanya ke tourist office misalnya yang ada di stasiun kereta, di mana mereka bisa bahasa Inggris
  7. Untuk menu makanan, biasanya restoran yang sudah modern biasa ada menu dalam bahasa Inggris. Tapi untuk kedai kecil, kita bayar via mesin sambil tunjuk gambar. Nah untuk makanan halal memang perlu riset. Kebetulan selama di Jepang, guide kami yang akan memastikan kami menemukan restoran dengan menu halal. Sebelum membeli makanan, biasanya guide kami akan menanyakan ke penjualnya. Kalau kamu ingin jalan sendiri tanpa guide, tetap bisa kok. Yang penting harus tekun nyarinya. Atau kamu juga bisa baca blog-nya Mbak Novri yang tinggal di Jepang untuk beberapa referensi halal food di Jepang.
  8. Kalau data Wifi kamu on terus sepanjang jalan-jalan, cara mudahnya bisa pakai aplikasi Google Translate jika kamu pergi sendiri. Sebenarnya zaman sekarang traveling itu bisa sendiri, dengan keluarga atau teman-teman,. Bisa dengan guide atau bisa juga private tour atau ngurus sendiri seperti para solo traveler. Semua bisa disesuaikan dengan pilihanmu.
  9. Untuk budget traveling, itu kembali ke masing-masing. Dalam tulisan ini saya tidak membahas budget, harga bisa berubah sewaktu-waktu, dan untuk estimasi budget setiap orang punya budget traveling yang tidak sama.
  10. Kamu juga bisa cek Google Maps untuk mengecek dan mencari lokasi wisata yang kamu tuju.
  11. Sesuaikan juga dengan musim di Jepang. Kalau super peak season sekitar bulan April saat bunga sakura mulai mekar, saat di mana hotel lagi mahal-mahalnya.
  12. Pastikan jangan sembarangan membuang sampah. Di Jepang tidak akan terlihat ada sampah yang berserakan. Penduduknya sadar kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan. Selama road trip di Jepang saya selalu menyediakan plastik di tas, karena di dalam kendaraan tidak disediakan tempat sampah. Kalau sudah tiba di hotel, saya akan memisahkan sampahnya. Sebab di sana, sampah pun dipisahkan berdasarkan materialnya, sampah yang bisa di daur ulang  dan tidak bisa di daur ulang.
  13. Selama 10 hari di Jepang, saya menggunakan paket data Wifi dari JavaMifi, meskipun road trip ke berbagai kota di Jepang, internetan lancar dan stabil. Untuk detailnya, silahkan kamu klik JavaMifi.
  14. Colokan listrik di Jepang berbeda dengan di Indonesia, biar lebih praktis lebih baik bawa universal travel adapter.
Lokasi: Goryokaku Tower, Hakodate di Hokkaido

Selamat merencanakan liburan di Jepang! 🙂

Thank you, Japan! You made good memories and I left my heart in Japan. 

With Love,

Ai

Ai ga areba nani mo hitsuyō arimasen. Shikashi, moshi anata ga sore o motte inakereba, anata ga motte iru mono wa sore ni kachi ga naideshou

愛があれば何も必要ありません。しかし、もしあなたがそれを持っていなければ、あなたが持っているものはそれに価値がないでしょう

Kalau kau memiliki cinta, kau tak akan memerlukan apapun. Tapi kalau kau tidak memilikinya, apapun yang kau punyai tak akan terasa berharga– kata-kata mutiara  Jepang.

Happy traveling! 🙂

Apakah kamu suka traveling?

Baca juga:

With Love,

40 thoughts on “Liburan di Jepang (Part 1): Mengunjungi Osaka dan Menikmati The Wizarding World of Harry Potter di Universal Studios Japan

  1. Pingback: Liburan di Jepang (Part 1): Mengunjungi Osaka dan Menikmati The Wizarding World of Harry Potter di Universal Studios Japan — It’s not a destination, It’s a Journey – Baseetvibes

      1. Back Pikir

        Aminnn, siapasih yang tidak ingin berkunjung kenegara lain pasti menemukan hal yang gk pernah dibayangkan rasanya sangat amazing.
        #kapannihkejepang

        Liked by 1 person

      1. Hore, ketemu Potterhead juga 🤩🤩🤩
        Tenang saja Mbak, Mbak bisa kapan saja datang ke USJ, kalau saya mah sekalian ke Jepang 😅
        Aamiin Aamiin Aamiin. Yg suka Harry Potter bakalan seneng kalau masuk The Wizarding World of HP. (seperti saya misalnya, foto di sana happy face semua 😆)
        Saya pengen balik lagi ke USJ, rasanya tuh pengen borong pernak pernik Harry Potter 😂

        Mbak Novri, mohon info buku-buku karya penulis Jepang saat ini yang rekomen dibaca, buat referensi bacaan kalau sudah di translate dari bahasa Jepang oleh penerbit tanah air. Terima kasih 🙏

        Liked by 1 person

      2. Novriana

        Hehe iya niii kebayang pasti seru banget ya di sanaaa…
        Semoga kapan2 mbak juga bisa ke sana, pas cuaca cerah supaya bisa dapet langit biru, aamiin.. 😁

        Huwaaa, mbak jarang baca buku karya penulis Jepang ni, Ai. Di sini bacanya tetap banyakan buku bahasa Inggris atau buku Indonesia yang dibeli klo pas mudik 😅
        Tapi nanti klo ada rekomendasi, mbak kabar2in deh ya 🙂

        Liked by 1 person

      3. Aamiin, Aamiin Mbak 🤲

        Siap, Mbak. Yang penting tetap baca buku. Salut mbak, pas mudik masih beli buku bahasa Indonesia 🤗

        Baik, Mbak. Terima kasih 😊🤗

        Liked by 1 person

      4. Baca novel memang asik , Mbak. Novel-novel Indonesia juga bagus-bagus. Mbak sudah baca novel-novel karya Tere Liye?
        Alhamdulillah masih nyempetin main ke Gramedia 🤩🤩🤩 saya kalau main ke Tobuk suka kalap 😅

        Liked by 1 person

      5. Novriana

        Novel2 Tere Liye kayaknya mbak terakhir baca udah 3 taun lalu 😅
        Bagus2 ya, mbak suka gaya bahasanya (dulu nge-follow blog masnya juga waktu zaman masih Multiply 😂)

        Ai suka baca banget ya kayaknya, kereh deh!

        Liked by 1 person

      6. Alhamdulillah kalau Mbak juga baca karyanya Bang TL🤩🤩
        Udah cukup lama, ya. Kalau rumahnya deket, saya mau banget pinjemin novel-novel Bang TL yang belum Mbak baca 😁

        Masha Allah, Mbak sudah lama dan tau karya beliau ya. Saya waktu itu blm main Multiply 😂 Saya baru follow Ig-nya sekitar awal taun 2019 di @tereliyewriter

        Hehe, iya. Saya suka karya-karya beliau yang sederhana namun membumi.
        Terima kasih, Mbak ❤️🌹

        Liked by 1 person

    1. Harajuku nanti saya bahas di tulisan part 4, Kak Ra. Pas kunjungan ke Tokyo.

      Sayangnya, saya tidak pakai kostum Harajuku 😆 *gak kepikiran karna aku kan bukan anak gaul yg suka ikutan trend* 😜 takutnya Kak Ra shock lihat pakai kostum Harajuku 😝

      Like

      1. Terima kasih, Kak Ra. ❤️

        Hahaha, ngejreng dong ya pakai kostum seperti pelangi 😎😅
        Nanti kalau Kak Ra ke Jepang dan mampir ke Harajuku jangan lupa pakai kostumnya, ya 😁

        Like

    1. Saya waktu itu bulan januari tanggal 8. Ramai, tetap antri, tapi gak parah.

      Kalau antriannya yg parah dan biasanya penuh itu pas libur panjang, akhir tahun dan tahun baru. Kalau mau ke USJ, pastikan bukan waktu-waktu tsb, agar bisa menikmati banyak permainan dan gak terlalu penuh Kak.

      Sama-sama, Kak

      Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s