[Kisah Inspiratif]: Review Berjuang di Tanah Rantau

Sinopsis:

Merantau pergi meninggalkan kampung halaman merupakan sebuah pilihan. Ada keinginan yang membuncah antara memperbaiki kehidupan, mencari pengalaman baru, lari dari sesuatu, hingga mengenyam pendidikan yang lebih baik. Merantau berarti mencari rumah kedua. Meresapi berbagai yang asing menjadi lekat dan dekat. Beradaptasi kembali dan berjuang melawan tekanan; teman baru, suhu yang tidak sesuai, rasa rindu yang tak tertahankan, hingga paksaan untuk hidup mandiri. Kisah-kisah ini adalah cerita perjuangan di tanah rantau. Man Jadda Wajadda.

Sudah lama saya tidak membaca buku-nya A. Fuadi, terakhir baca, buku ketiga dari trilogi Negeri 5 Menara: Rantau 1 Muara. Membaca buku ini yang berasal pengalaman para penulisnya yang pergi merantau, sungguh memantik semangat untuk bisa segara merantau. Aamiin. Saya senang membaca buku-buku karya A. Fuadi yang isi pesannya tentang merantau. Meskipun masih beberapa buku karyanya lagi yang belum saya baca, hingga akhirnya saya memutuskan untuk membaca dulu buku berjudul berjuang di tanah rantau.

Kita adalah bagaimana kita menyusun masa lalu, menjalani Hari ini, dan bermimpi untuk masa depan. Tidak ada kesulitan yang mengandung kemudahan dan tidak ada kemudahan yang semuanya Indah. Hidup adalah keseimbangan, pada saat yang bersamaan kita bisa merasakan kegetiran dan kebahahagiaan sekaligus. Ketika orang lain mendongeng tentang indahnya negeri orang, betapa teraturnya kehidupan mereka, betapa kaya dan gemah ripah loh jinawi -nya mereka, jangan lupa untuk mengingat betapa kita beruntung menjadi orang Indonesia. Tuhan memerintahkan kita untuk mengembara, untuk menjelajah negeri yang jauh, hingga batas kemampuan kita. Setelah mendatangi beberapa negara lain, saya baru mengerti mengapa Tuhan memerintahkan kita untuk menjadi penjelajah. (Hal. 110-111).

Baca: reclaim your heart

Hidup di tanah rantau memang bukan perkara mudah. Beda provinsi, pulau, negara, apalagi benua. Keberanian keluar dari kampung halaman untuk hidup di negeri orang adalah sebuah faktor penting untuk maju. Merantau artinya berani meninggalkan kenyamanan rumah dan keluarga, untuk berjuang mencari sesuatu yang ‘belum pasti’ di sebuah tanah asing. Perjuangan untuk berani berhadapan dengan ‘ketidakpastian’ ini yang bisa mengasah jiwa dan raga seorang untuk lebih maju daripada yang tetap bergaul dengan ‘kepastian’ di kampung halaman.

Dalam buku ini ada cerita tentang para mahasiswa yang berjuang culture shock di negara lain, sampai kisah pilu para TKI yang mengadu nasib ke negeri seberang. Semuanya tulisan para penulisnya mempunyai warna tersendiri. Setiap cerita mengandung pesan positif yang dapat kita ambil.
Di setiap kesulitan, selalu akan berakhir dengan kemudahan. Di setiap jalan yang kita lalui, Allah selalu bersama kita.

Baca review Anak Rantau karya A. Fuadi

Judul Buku: BERJUANG DI TANAH RANTAU
A.Fuadi,Dkk (Penulis)
Penerbit : BENTANG PUSTAKA/mizan
Tahun : Juli 2013
Jumlah Halaman : 186 halaman

Ada banyak cerita dari para penulis dalam buku ini, diantaranya sebagai berikut:

HADIAH TERBAIK – oleh Ilham Maulana
Aku tersadar. Ketika Allah berkehendak, tidak ada yang dapat menghalangi. Dan, rencana Allah sajalah yang akan terjadi meskipun kadang terlihat tidak mungkin sejak awal. (Halaman 8)
Beasiswa ke Jerman ini sangat nyata sebagai salah satu hadiah terbaik yang Allah berikan kepadaku. Bukan saja proses wawancara yang sepertinya memang di set sedemikian rupa oleh Allah sehingga aku mampu melewatinya dengan sempurna, meskipun beberapa kejadian berikutnya juga terlihat seperti sebuah skenario Allah yang lagi-lagi seperti sebuah kebetulan. (halaman 9)
Aku sangat yakin, di balik semua kerumitan dan kesulitan yang aku alami ini, Allah akan memberikan sesuatu yang terbaik untukku. Keyakinan itu membuatku terus mencoba untuk memahami maksud Allah ini. (Halaman 12)
Empat bukan kemudian, aku sudah berada di Australia, negara yang sudah aku impikan. Namun, bukan sebagai mahasiswa, melainkan sebagai staf peneliti di The Australian National University, Canberra, untuk dua tahun ke depan (halaman 19).

MENGIKHLASKAN CITA-CITA UNTUK ORANG TERCINTA – oleh Elok Halimah
Tidak apa-apa aku gagal melanjutkan sekolah, mudah-mudahan nanti adik-adikku bisa sekolah tinggi. Sekarang aku berusaha menyemangati mereka untuk tekun belajar dan rajin berdoa. Biar aku dan orangtuaku yang bekerja keras untuk membantu masa depan mereka. Aku ikhlas, yang penting orangtua dan adik-adikku nanti bisa mapan. (halaman 23)
Akan tetapi, bagi Bapak, mimpi itu tidak pernah mati. Dia tetap rajin mempelajari sejarah, budaya, dan kehidupan di negeri-negeri jauh. Surat kabar dan majalah menjadi sumber utamanya. Setiap pukul sembilan malam dia duduk di depan TV untuk menonton “Dunia dalam berita.” Ketika itu TVRI merupakan satu-satunya statiun TV yang ada di tanah air. (Halaman 28)
“Bapak selalu percaya bahwa kerja keras dan doa yang tak pernah putus akan menjawab harapan kita. Mungkin tidak secara langsung untuk kita, bisa jadi melalui anugerah yang diberikan kepada orang-orang yang sangat kita cintai, keluarga kita. Impian Bapak tidak gagal, tapi pelan-pelan mulai terwujud melalui anak-anak Bapak, harta paling penting dan paling berharga bagi Bapak. Jika mereka bahagia, Bapak akan merasa lebih bahagia lagi,” lanjut Bapak sambil menatap mata saya dengan penuh kasih sayang. (Halaman 31).
“Mimpinya tidak pernah tercapai untuk dirinya sendiri, tetapi terwujud melalui anugerah untuk anak-anaknya, persis seperti yang dahulu ia mohonkan dalam doa-doa malamnya.” (Halaman 31).

PEREMPUAN YANG MENYERET BMW DI VICTORIA PARK – oleh Sri Lestari
Setiap kegelisahannya bermuara pada renungan-renungan yang dirangkumnya di sesobek kertas atau di belakang buku catatan belanja. Buku yang akan disembunyikannya serta-merta saat majikannya tiba-tiba mendekat atau melintas, takut kalau membuat sang majikan tidak suka. (halaman 39)
Kalau hidup ini adalah perjuangan keras, diajah pejuang keras itu. Dia adalah pejuang sekaligus pembelajar yang tangguh.” (Halaman 38)
Keinginan untuk maju selalu ada dalam kamus hidupku. (Halaman 41)

BERJUANG DI IBUKOTA TERDINGIN DI DUNIA – oleh Rinto Priambodo
Ternyata, berjalan di atas jalan yang tertutup es yang licin cukup melelahkan. Rasanya seperti menumpuk jarak dua kali lebih jauh. Setibanya di tempat tujuan, syal yang menutup hidung akan penuh dengan butiran es yang kadang juga menempel di tepi bulu mata. (halaman 51).

PESONA KERUDUNG HONGKONG – oleh Anna Ilham
Meski kami diolok, ibu melarang anak-anaknya membalas olokan tersebut. Menambah dosa saja, begitu pesan beliau. (Halaman 65)
Aku bersyukur, kadar Iman yang sedikit ini masih terjaga dengan jiwa rindu cahaya ilahi. (Halaman 69)
Hal lain yang patut kusyukuri semenjak menjadi BMI di Hong Kong adalah keberhasilanku menyekolahkan adik-adikku ke jenjang yang lebih tinggi dari pendidikanku. Aku empat bersaudara, adik pertamaku sekarang sudah berumah tangga. Adik keduaku kerja di sebuah apotek di Surabaya, sedangkan adik bungsuku masih sekolah di SMP kelas satu. (halaman 70)

DREAM BIG DREAMS – oleh Tessa Filzana Sari
Sometimes the dreams that come true are the dreams you never knew you had. It’s just good to be true.” 😊 (halaman 81)
Ini bukan semudah slogan ‘Back to School’ dan bertemu teman-teman sekolah setelah melewati liburan panjang. Saya masuk ke sekolah yang baru, di negara lain, dan bukan bertemu orang Indonesia, melainkan orang-orang Amerika. Kedua, akan lebih mudah masuk ke lingkungan baru selama bahasanya sama. Nah, untuk pertama kali dalam hidup, saya akan menggunakan bahasa Inggris secara penuh sehari-hari, di dalam dan di luar kelas. (halaman 87)

MELANGKAH HINGGA LELAH – oleh Tussie Ayu Riekasapti
Perekonomian Inggris kini didongkrak oleh kaum pendatang yang kebanyakan berasal dari Pakistan, India, dan Bangladesh. (Halaman 100)
Sungguh ini adalah ibadah puasa terpanjang dalam hidup saya. Kami memulai sahur pukul 2.30 dini hari, ketika orang lain tengah pulas tidur, kemudian dilanjutkan dengan shalat Subuh pada pukul 3.00 pagi. (halaman 102)

KEMBANG KEHIDUPAN DARI UMI – oleh Ummy Marzudhy
Majikan tak mau tahu seberapa banyak pekerjaanku. Yang dia tahu, semua pekerjaan beres dengan cepat. Aku sudah berusaha. Bahkan, aku hanya bisa duduk ketika makan siang, makan malam, dan ketika sudah jam tidur. Sarapan pun aku lakukan sambil lalu, sambil menangani pekerjaan yang tiada habisnya. (halaman 118)

BERBAKTI, HARGA MATI – oleh Awiek Libra
Senyum kebahagiaan karena mendapatkan majikan yang baik itu segera berubah menjadi duka yang berkepanjangan. Aku, yang kurang menguasai bahasa utama masyarakat Hong Kong, merasa kesulitan untuk menjalin komunikasi dengan majikan, utamanya sang nenek. (halaman 134)

BISKUIT ITALIA – oleh Isyana Fadhila
Sebagai mahasiswa yang ingin punya banyak teman, gue selalu berusaha membagi waktu agar tetap bisa jalan-jalan, tetapi nilai-nilai kuliah bagus. Tantangan lainnya, gue agak kesulitan menangkap penjelasan dosen dalam bahasa Italia. (halaman 149)

GYAKUTEN MARUI HOME RUN – oleh zmi Aufaah
Allah memang penulis skenario terhebat. Seandainya saja Dia mengizinkanku lulus di Nokodai atau Chibadai, tentu kegembiraan yang kurasakan tidak sebesar ini. Ada kemungkinan juga karena merasa cukup, membuatku malas belajar, aku tidak akan lulus Tokodai. (halaman 168)

ASA YANG TERPATRI – oleh Emma Vey
Aku berusaha mencari kesempatan agar bisa shalat karena perasaan hati ini selalu kosong dan gelisah. Akhirnya, aku menemukan waktu yang tepat, bangun pukul 02.00 dan menjalankan shalat Tahajud, Hajat, Taubat serta semua wird-wirid sebisaku. Aku menangis dan memohon pertolongan Allah agar tetap bisa bekerja mencari nafkah. (halaman 173)

Berikut kalimat favorit yang bertebaran dalam buku ini:

1. Ketika Allah berkehendak, tidak ada yang dapat menghalangi. Dan, rencana Allah sajalah yang akan terjadi meskipun kadang terlihat tidak mungkin sejak awal. (halaman . 8)

2. Jika kita betul-betul tulus ikhlas bekerja, berusaha, dan berdoa setiap hari, tidak ada mimpi yang tidak bisa terwujud. Tidak ada mimpi yang terlalu besar dan kandas sia-sia. (halaman 25)

3. Kerja keras dan doa yang tak pernah putus akan menjawab harapan kita. Mungkin tidak secara langsung untuk kita, bisa jadi melalui anugerah yang diberikan kepada orang-orang yang sangat kita cintai, keluarga kita. (halaman 31)

4. Kesuksesan itu dinilai dari seberapa berartinya proses memberikan dampak positif bagi seseorang. (halaman 42)

5. Saya tahu kompetisi di sini akan sangat berbeda. Jadi seorang “pendatang” tentu nya akan menguras energi. Kerja keras sudah pasti. Saya tentunyadi tidak ingin malu-maluin. Keberhasilan saya bukan cuma untuk diri sendiri, melainkan juga untuk keluarga dan negara. (Halaman 87)

6. Segala sesuatu diawali dengan mimpi. Namun, mimpi tanpa target, hanya akan berakhir di angan-angan. Niat dan usaha akan menyetir arah mimpi tersebut. (halaman 93)

7. “Orang pandai dan beradab tidak akan diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang. Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan. Berlelah-lelah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.” -Imam Syafi’i- (halaman 94).

8. Mengembara hingga kakimu letih untuk melangkah dan menjelajah hingga dompetmu terlalu tipis untuk mengeluarkan uang. Karena dalam perjalanan, kita akan menemukan keindahan Tuhan. Karena dalam perjalanan, kita akan mencintai kampung halamanmu lebih dari sebelumnya.(halaman 111)

9. Hidup adalah sebuah pemberian. Hidup adalah sebuah anugerah yang luar biasa dari Tuhan. (Halaman 113)

10. “Itu bukti kasih sayang Allah untukmu, kamu akan menemui hikmahnya setelah Kamu keluar dari situ. Percayalah, Anakku. Dia tak akan memberimu ujian diluar kemampuan pundakmu untuk memikul.” (Halaman 117)

11. Ketika para perantau pulau, tidak hanya setumpuk uang yang dibawa, tetapi juga sebuah pengalaman untuk ikut berkontribusi membangun bangsa. (halaman 122)

12. Hidup adalah taman yang indah jika kita menanaminya dengan kembang perjuangan. (halaman 129)

13. Buat apa punya mimpi kalau cuma menjadikannya sekedar mimpi, hanya indah ketika kita menutup mata, tetapi buyar ketika kita terbangun dari mimpi itu? Kalau punya mimpi, ya kejar dan berdoa! (halaman 144)

14. Manusia punya hak untuk bermimpi, tetapi dia punya kewajiban untuk mengejar mimpi-mimpinya itu. (Halaman 146)

15. Kehidupan itu seperti roda yang berputar. (halaman 156)

16. Dalam ujian kamu tidak pernah tahu apa yang terjadi. Itu bukan berarti kamu tidak mampu. (halaman 162)

17. Daripada kamu memikirkan kemungkinan akan lulus, memang lebih baik kamu ujian di tempat yang kamu inginkan (Halaman 163).

18. Aku harus berusaha keras belajar. Itu jawabannya. Aku akan berusaha keras, terus belajar dan berdoa, lalu memasrahkan hasilnya kepada Allah. (Halaman 166)

19. Allah memang penulis skenario terhebat. (Halaman 168)

Buat Kamu yang mau pergi merantau, atau sedang mempersiapkan diri untuk merantau, buku ini pas untuk dibaca apalagi kisahnya berasal dari para penulis yang pernah merantau, benar-benar Inspiratif.

Happy reading! 📖😊
With Love
, ❤

Advertisements

5 thoughts on “[Kisah Inspiratif]: Review Berjuang di Tanah Rantau

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s