Mengunjungi Vatican, Negara Terkecil di Dunia!

Sedang antri menuju pintu masuk.

Sabtu, 29 Desember 2018:  Basillica St. Peter

Selesai sarapan pagi, pukul 09.00 kami sudah keluar dari hotel N.H. Collection.  Jarak dari hotel ke Vatican, hanya sepelemparan batu, cukup berjalan kaki sekitar kurang lebih sepuluh menit!  Voila, kami sudah berada di negara berbeda.  Tanpa perlu mengecek paspor atau pun mengurus proses imigrasi, ternyata mudah saja untuk sampai di negara berbeda, hanya jalan kaki.   Tibalah di tempat tujuan.

Negara Italia ini memang sangat unik.  Di dalam negara terdapat dua negara yang berbeda, yaitu Vatican yang berlokasi di Kota Roma, dan satu lagi negara San Marino.  Pada kunjungan pertama ke Italia ini, saya sempatkan untuk mengunjungi Vatican.

Vatican merupakan negara terkecil di dunia, luasnya hanya 0,44 km persegi dengan populasi penduduk 842 warga negara.  Bentuk negaranya adalah monarki dengan kepala negara Uskup Agung Roma yang merangkap sebagai pemimpin umat Katolik sedunia.   Vatican yang sepenuhnya     berada di dalam wilayah kota Roma, merupakan negara terkecil di dunia, dan sejak tahun 1929 Vatican sudah menjadi negara independen.

Saya jadi teringat salah satu teman baik, seorang penganut katolik taat, beberapa tahun lalu dia bercerita tentang perjalanannya ke beberapa negara Eropa serta tak lupa mengunjungi Vatican, tak disangka hari itu, empat tahun kemudian saya berada di tempat yang sama, meski waktu dan keyakinan kami berbeda.  Namun, bagi siapa pun yang senang traveling, jika ada kesempatan, kenapa tidak sekalian datang, bukan?  Mumpung lagi di Roma, jadi sekalian mampir, dan mumpung terbuka untuk umum, biar tahu isi dan sejarahnya serta untuk menambah pengetahuan.

Baca juga : Jalan-Jalan ke Italia (part 1) mengunjungi Milan

Meskipun dalam banyak kesempatan traveling saya pernah melihat gereja, katedral, dan basilica. Seperti perjalanan sebelumnya melihat Basilica Sagrada Familia di Barcelona, Chatedral Duomo di Milano, sayangnya tidak bisa masuk karena antrian terlalu panjang.  Terus terang saya agak kesulitan membedakan ketiga istilah tempat ibadah tersebut, sama apa berbeda.  Berkat penjelasan guide kami, maka kini tahu tentang perbedaan gereja, katedral, dan basilica.  Sekilas mungkin tampak sama.  Sama-sama tempat beribadah, namun ternyata berbeda.  Gereja merupakan tempat ibadah bagi Kristen Protestan, Katedral merupakan tempat ibadah bagi para Uskup Katolik, sedangkan Basilica pada dasarnya bukanlah rumah ibadah,  awalnya adalah bangunan Romawi yang menampilkan elemen arsitektur tertentu yang difungsikan secara bebas kepada umum.  Nah, dikesempatan kali ini, meskipun antrian tetap mengular, mumpung lagi ke Vatican, maka tak apalah mengantri, mumpung masih pagi juga.

Saat memasuki kawasan Vatican ada banyak orang berbahasa Inggris yang menawarkan jasa tour, berkali-kali kami menolak bujukan agar memakai jasa pemandu wisata, menurut guide kami Mr Reno, meskipun mereka menawarkan jasa guide, tidak akan jauh beda, dan bayarnya cukup mahal, jadi lebih baik kita jalan saja, tidak apa-apa antri sebentar.  Kami pun menuruti saran guide kami.  Untuk masuk gereja Vatican, tidak dipungut biaya, tapi kalau mau cepat masuk tanpa antri maka harus bayar ekstra.  Kami memilih antri saja, merasakan sensasi berada di kawasan Basilica.

Baca juga: Jalan-jalan di Italia (part 2)

Antriannya panjang dan beruntunglah tidak lama kemudian, sekitar setengah jam lebih, akhirnya bisa memasuki basilica yang megah dimana menjadi kediaman Paus.  Sebelum masuk para pengunjung harus melewati penjagaan ketat terutama tas dan badan melewati scanner.  Kalau bawa stroller, harus dititipkan dulu ke tempat penitipan khusus tidak boleh dibawa ke dalam.  Saat melewati scanner, jika body detector tidak mengeluarkan bunyi yang mencurigakan dan petugas merasa para pengunjung aman, maka kami baru diperbolehkan masuk ke dalam Basilica terbesar di dunia.

Apa yang membedakan gereja tersebut dengan gereja lain pada umumnya?  Yang membedakan salah satunya terdapat karya Michelangelo yang fenomenal yaitu “Sistine Chapel.”  Untuk masuk tempat ini harus bayar.  Kami tidak masuk ke sana.

Di dalam kaca tersebut, terdapat patung Pieta karya Micelangelo

Menurut info dari guide kami, di dalam Basilica, terdapat karya masterpiece dari  Michelangelo, yaitu  patung Pieta yang sangat terkenal itu. Pieta merupakan subyek dalam seni rupa Kristen  yang menggambarkan Bunda Maria menggendong jenazah Yesus, yang paling sering dibuat dalam bentuk ukiran.  Subyek tersebut merupakan sebuah bentuk umum dari Penurunan Yesus dari kayu salib.   Patung ini tidak kalah populer dengan senyum manis Monalisa di Louvre Perancis.  Pieta, St. Peter, Rome (1499-1500) merupakan karya Michelangelo Buonarroti sejak periode RenaissancePieta ini ditempatkan pada ruang kecil dengan pembatas kaca sehingga bisa terlihat jelas dari luar. Saat ke Vatican dan mendengarkan penjelasan dari guide kami, barulah saya tahu bahwa Pieta ini memang tak kalah populer dari Monalisa smile, dimana karya-karya tersebut juga dihasilkan dari seniman besar di zamannya yang berasal dari negara yang sama yaitu Italia.  Michelangelo dan Leonardo Da Vinci hidup masih dalam periode yang sama, sehingga pantas saja, saat berkunjung ke Basilica St, Peter, para pengunjung rela antri di depan patung Pieta, sementara saya hanya menatap dari jarak beberapa meter saja, tidak merangsek ke depan, karena masih banyak pengunjung yang tujuannya datang ke Vatican untuk beribadah, sementara saya hanya ingin tahu sekaligus menambah pengetahuan dan pengalaman  bagaimana masuk ke Basilica yang terbuka untuk umum saat tidak ada acara perayaan besar.  Salah satu Basilica paling terkenal di dunia ini yaitu Santo Petrus di Vatican sebagian besar bangunannya dirancang oleh Michelangelo.

Baca juga: Jalan-jalan di Italia (part 3)

Selain itu, kami juga berkesempatan melihat pintu yang hanya dibuka dua puluh lima tahun sekali, begitulah info yang kami terima dari guide kami. Pintu suci basillica St. Petrus, Yubileum Luar Biasa Kerahiman atau dalam bahasa Inggris Extraordinary Jubilee of Mercy, tak jauh dari patung Pieta.

Di dalam gereja, boleh mengambil gambar tapi tidak boleh pakai flash.  Di dalam juga terlihat banyak yang sedang berdoa dan beribadah.  Kemudian juga  terdapat ruang-ruang untuk umat Katolik yang ingin beribadah tapi bagi pengunjung tidak boleh mengambil photo saat orang beribadah di dalam Basilica St. Peter di Vatican.

Keunikan lain yang bisa kita temui dari Vatican adalah penjaganya yang merupakan tentara bayaran Swiss dengan seragam yang unik berada di luar Basilica.  Di dalam Vatican juga terdapat beberapa tentara yang bertugas menjaga keamanan Vatican.  Hanya saja, di pagi yang sangat cerah itu, kami tidak melihat Pope atau Paus, padahal ingin juga melihat Paus secara langsung mumpung lagi di Vatican.  Beberapa hari sebelumnya di tanggal 25 Desember, di tempat yang sama pasti lebih ramai lagi karena umat Kristen merayakan natal.  Pada tanggal 29 Desember, saat kami berkunjung ke sana, meskipun ramai, tapi pasti tidak seramai pas natal.  Ingin juga melihat Paus secara langsung, nggak cuma hanya di TV, tapi penuhnya tak terbayangkan kalau harus datang pas perayaan keagamaan.

Entah kenapa, sejak memasuki kawasan Vatican dan Kota Roma, saya teringat buku Angel & Demonds karya Dan Brown, maklum saja setting dalam novel thiller tersebut cukup banyak mengambil di tempat-tempat Roma.  Bahkan saat mengitari Basilica, saya sempat memperhatikan lantai, ada sebuah bentuk bulat, terus seperti kaca gitu dan tembus ke lantai bawah, eh saya lihat ada beberapa orang di bawah.  Deg!  Saya tiba-tiba ingat buku yang pernah saya baca tersebut dan sudah di filmkan. Hahaha, ampun.

Baca juga: persiapan traveling di musim dingin

Ini dia, tentara yang saya maksud 😀

Buat yang suka wisata sejarah, saat ke Roma jangan lupa mampir ke sini, selain bisa melihat keindahan karya seniman besar Michelangelo, terus juga bisa melihat tentara bayaran Swiss yang terkenal itu dan ternyata kalau dilihat dari dekat, ehem kece!  Perjalanan kali ini, membawa saya bisa melihat langsung salah satu basilica terkenal di dunia.  Puas mengunjungi Basilica, kemudian kami pulang dari Vatican, kami naik taxi menuju Stadio Olympico.\

Happy Traveling!

With Love,

Advertisements

5 thoughts on “Mengunjungi Vatican, Negara Terkecil di Dunia!

  1. Antrian masuk lumayan panjang ya mbak Ai. Terpikat dengan kemegahan langit-langit yang penuh ukiran. Membaca ulasan basilika ini tak pernah bosan. Salam hangat

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s