Menikmati Jepang di Musim Gugur

Gunung Fuji di musim gugur 2011

Jepang salah satu negara impian masa kecil saya.  Pergi kesana rasanya bagaikan mimpi kali yah?  dulu saya berfikir begitu, tetapi berkat impian itulah justru ternyata  bisa terwujud. Alhamdulillah Allah SWT memberi saya kesempatan pergi kesana.  Tepatnya tanggal 20 – 24 Oktober 2011, kantor mengadakan outing kesana. Wow it’s amazing!  Pas diumumkan bahwa kantor saya akan pergi kesana, saya happy, hati rasanya riang gembira, dan saya sangat bersyukur Allah SWT yang telah mewujudkan doa dan impian saya.

Perjalanan  kesana dibagi dalam 3 penerbangan, yaitu GIA , JAL, dan SQ.  Untuk yang penerbangan SQ, transit di Changi dan mendaratnya di Heneda.  Sementara GIA dan JAL tanpa transit dan langsung mendarat di Narita.  Perjalanan kesana ditempuh dalam waktu 7 jam.
Kamis malam 20 Oktober 2011, pukul 23.15 saya berangkat bersama teman kantor menggunakan pesawat GIA, dan alhamdulillah mendarat dengan selamat di Narita pukul 09.00 pagi waktu Jepang.  Setelah proses imigrasi selesai,  di bandara kami sudah ditunggu oleh Bus  yang akan membawa kami selama tour 3 hari disana. Saya  dapat Bus C, bersama dengan Tifa teman sekamar saya selama menginap di hotel, serta ada Dwi, Mba Ratna, Mas Teguh, Mas Syahril, Fitri, Mba Nofi (teman dari Mindshare Uli), selebihnya adalah rekan kantor satu perusahaan yaitu WPP.  Begitu menghirup udara pagi di cuaca yang saat itu cerah berawan, hmmmm rasanya saya harus benar-benar menikamti perjalanan dan liburan kali ini 🙂

Hari pertama

Jumat pagi, sekitar pukul 11.00 rombongan berjumlah 3 Bus (untuk kloter pertama, kloter keduanya yang naik SQ keberangkatannya diundur seminggu).  Bergerak menuju first destination yaitu Disney Sea! Yipppppiiie, seharian kita akan main disana. Disney Sea, hanya ada satu-satunya di dunia, tepatnya berada di Tokyo. Jarak dari bandara kesana ditempuh sekitar 1 jam.  Tour Guide kami menjelaskan bahwa di Desney Sea ada banyak permainan: Journey to the centre of the earth, indiana jones (belum ke Disney Sea, kalau gak nyobain permainan ini, begitu menurut penjelasan Pak Triana). Sayangnya, karena antriannya sangat panjang, tidak semua permainan dapat saya nikmati, sebab pukul 17.30 kami harus berkumpul di meeting point.  Saya hanya sempat menikmati 3 permainan yaitu journey to the centre of the earth (btw, nunggunya lama banget, tapi mainnya tidak sampai lima menit, menurut saya efeknya masih kalah sama kora-kora yang ada di Dufan, mainnya tidak sebanding dengan antriannya hehehee).  Karena merasakan lapar, akhirnya kami memutuskan untuk makan siang dulu menggunakan voucher, setiap orang diberi 1.500 ¥ untuk dihabiskan.  Setelah itu saya & teman-teman bermain ke tempatnya mermaid, dan yang tak kalah seru, saya merasakan sensasi di tempat indiana jones, asli seruuuu banget. Sayangnya, waktu sudah sore, saya pun menyempatkan mampir ke tempat beli oleh-oleh Disney.  Sekalian menghabiskan voucher.  Ahhh waktunya kurang, jadi tidak bisa menikmati semua permainan di Disney Sea.  Dari Disney Sea, rombongan pun bergerak menuju hotel, sebelumnya kita dinner dulu di Hanamasa.  Selesai makan, kemudian menuju Hotel Marroad Narita International, dan dibagikan kunci kamar.  Saya dan Tifa dapat kamar No. 869.

Hari Kedua
Morniing call jam setengah tujuh, kemudian breakfast jam setengah 8, dan bersiap menuju Asakusa Temple. Pagi itu cuaca sedang tidak bersahabat.  Hujan jatuh perlahan membasahi Tokyo.  Asakusa Temple merupakan next destination dari rangkain tour selama di Jepang.  Di Asakusa, selain bisa melihat bangunan yang eksotis di tengah bangunana beton yang mengelilinginya.  Namun terpelihara dengan sangat baik. Disana pun kita bisa membeli oleh-oleh.  Mulai dari makanan, pernak-pernik, tempelan kulkas, tas, bakiak.  Para penjualnya ramah-ramah.  Satu hal yang unik menurut cerita dari Ibu Merian (salah satu tour guide-nya) para penjual di Jepang itu akan menawarkan barang-barang mereka dengan ramahnya, mereka ingin membuat pembeli merasa nyaman, tapi kalau kita tidak beli pun mereka ga akan marah. Menurut mereka pembeli adalah raja, mereka yakin kalau pun calon pembelinya tidak membeli barangnya, namun jika kita  bersikap ramah, suatu hari calon pembelinya akan mampir lagi. Sepertinya mereka menerapkan contoh konsep pemasaran yang baik, dimana service menjadi sesuatu yang akan mereka berikan pada calon konsumennya.  Satu hal yang pasti dan berbeda dengan negara saya, disana tidak bisa nawar, sudah harga pas, jangan harap bisa ngelobi buat di-diskon hehehee. Kalau saya perhatikan, barang-barang yang dijual di Asakusa masih relatif bisa dibeli, yaa kalaupun di rupiahkan tetep saja yah mahaaal. Sebelum pergi kesana pun, saya searching misalnya  harga gantungan, tempelan kulkas, dan harganya antara yang di internet dengan aslinya sama persis.  Misalnya saya liat dan di Asakusa utk tempelan kulkas harganya sekitar 350 ¥ berhubung masih beberapa tempat yang akan dikunjungi, jadi saya tidak membeli banyak item disana.  Puas di Asakusa, kami pun pergi ke daerah Ginza untuk makan siang.  Ginza merupakan tempat elit untuk shopping.  Katanya sih cuma orang kaya bangeet yang mampu belanja disana :p rombongan hanya melewati daerah elit di Ginza, kemudian melewati pula Imperial Palace.  Tidak turun, karna saat itu hujan deras.  Melewati Imperial Palace terlihat anggun.  Disekitarnya ditumbuhi bonsai-bonsai yang cantik, dan melewati danau yang terdapat ikan mas koinya besar-besar tapi katanya tidak boleh diambil.  Dari sana, kami pun menuju ke Harajuku, salah satu tempat terkenal di Jepang.  Disana kita bisa melihat anak muda Jepang dengan dandanan unik-unik khas Jepang.  Disana pun kita bisa berbelanja.  Bila ingin belanja oleh-oleh untuk keluarga, rekan kerja, atau teman-teman, maka berbelanja di Daiso akan sangat menyenangkan, karna harganya terjangkau dompet.  Berbelanja di Tokyo, tentu akan lain rasanya dengan di negara sendiri.  Buat saya harga disana walaupun terjangkau oleh dompet, tapi tetep mahal kalau di rupiahkan.  Untungnya melihat harga disana saya gak kaget, karena sebelum berangkat kesana, saya sudah membekali diri dengan searching di google mencari tahu apa dan bagaimana selama nanti berada disana.  Secara tak sengaja saya menemukan informasi bahwa ternyata Tokyo merupakan salah satu kota di dunia dengan biaya paling mahal.  Makanya dari awal saya menginjakkan kaki disana, tentu saya tidak akan merasa kaget, dan tak perlu membandingkan harga disana dengan di negara asal saya (urusan biaya hidup mahal, no comment deh, mungkin karena saya sangat beruntung, sebab selama disana, kantor  saya sudah menanggung biaya, thank you so much my office, I don’t have to be desperate thingking about how to be survive as long as I’ve been there).  Well, sejak pertama saya menginjakkan kaki di Tokyo, saya penasaran ingin tahu apa hebatnya Tokyo hingga dinobatkan sebagai salah satu kota dengan biaya paling mahal di dunia. Dan jawabannya saya pun menemukannya.  Tokyo itu kotanya bersih, rapi, tertib, ga ada polusi, nyaman suasananya, tata kotanya sangat cantik.  Satu hal yang unik menurut tour guide saya, bangunan di Jepang setinggi apapun bangunanannya, antara satu bangunan dengan bangunan yang lainnya tidak menempel, pasti selalu ada jarak.  Setelah saya perhatikan, ternyata benar sekali.  Selelah apapun perjalanan tour, saya berusaha untuk tidak memejamkan mata, karena ingin memperhatikan detail tentang Tokyo.  Rela kurang tidur, yang penting saya menikmati perjalanannya. Entahlah, suasana Tokyo membuat saya jatuh hati, terkagum-kagum dibuatnya.  Oh iya, di Harajuku juga dijual barang-barang branded, saya pun tidak sengaja sempat mampir ke salah satu store yaitu Kamo yang menjual lengkap pernak-pernik yang berkaitan dengan sepak bola, misalnya pernak-pernik MU, FCB, dan banyak lagi. Berhubung waktu yang diberikan gak banyak, jadi gak semua spot di Harajuku bisa dijelajah, sebab rombongan harus segera berangkat menuju Shibuya.  Pernah mendengar Hachiko? Patung yang sangat terkenal di daerah ini.  Kalau ke Tokyo, mampirlah kesini, sebab ini salah satu spot yang oke untuk berfoto ria (wah Indonesia sekali saya hehehee), tentunya bukan hanya sekedar berfoto, tapi juga melihat patung simbol kesetiaan Hachiko pada sang tuannya yang sangat terkenal ini.  Di Shibuya ini juga bisa menyaksikan orang tabrakan dengan orang (saking banyaknya orang berjalan lalu lalang, berjalan cepat, kalau menurut saya saking banyaknya orang di tempat ini, udah kayak semut deh, mungkin karena daerah ini menjadi salah satu tempat gaulnya orang-orang Tokyo.  Kalau mau berbelanja, ada salah satu tempat terkenal yaitu Shibuya 109.  Saya hanya lewat saja, gak mampir ke dalamnya, sebab waktu yang diberikan disana hanya sebentar.  Hari pun semakin larut malam, kami kemudian makan di restaurant chinese food, kemudian pergi ke hotel.

Day 3
Morning callnya lebih pagi lagi jam 05.30, sebab tournya akan ke Gunung Fuji.  Jarak dari hotel ke Gunung Fuji memakan waktu 3 jam.  Huaaaaaa seneng bangeeet bisa ke salah satu Gunung tertinggi di Jepang ini. Dari Gunung Fuji, kita menuju Gotemba premium outlet (tempat untuk belanja barang-barang branded, tapi saya tidak terlalu tertarik karena barang-barang branded-nya pun bisa dimana aja, termasuk di Mall-mall besar yang ada diJakarta, saya hanya tertarik untuk membeli barang yang made in Japan hehehe.  Malamnya makan malam dengan menghadap view Tokyo Tower dan Rainbow bridge, wow romantis abiiiiiiiissss hehehehe. Dan keesokan harinya, saya pun kembali ke Jakarta menggunakan pesawat GIA, dari Narita pesawat jam 11.15 dan mendarat sekitar pukul 17.00 lewat waktu Indonesia.  Btw, untuk pertama kalinya saya merasakan service Air Bus dari Garuda, dimana poses imigrasi dilakukan di atas pesawat (wow two thumbs up for Garuda), jadi pas sampai di Bandara Cengkareng kita langsung ambil barang-barang deh tanpa perlu ngurus imigrasi lagi, ahh sangat menyenangkan.  Liburannya sangat menyenangkan, singkat tapi berkesan.  Alhamdulillah  ^___^

tanaman yang indah di Asakusa Temple

sudut Tokyo 😉

keramain di Shibuya

sudut perkantoran

Tokyo Tower di malam hari (diliat dari Bus, karena gak kesini)

Tokyo Tower

mari berbelanja di Harjuku ;)

mari berbelanja di Harajuku 😉

with my lovely friends

Tokyo Tower

ramainyaaa

ketika kami berada di Gunung Fuji

@ Asuka Temple

yipiiiiiiieeeeeeee

Asakusa Temple

sudut perkotaan Tokyo

Be Magical!

@ Hotel Marroad with all my friends (Bus C)

seru-seruan hehehe

diperjalanan menuju Mount Fuji

@ Narita Airport

pemandangan Imperial Palace tampak dari Bus

bersama Bos 😀

@ asakusa temple

@ Shibuya

ahhhhhhhhhh bonsai-bonsan menawan di sekitar Imperial Palace

having fun 😉

dan gerimis pun mulai menyelimuti

with Dwi @Asakusa Temple

@ Station Harajuku

di sebuah perhentian, menuju Gunung Fuji

Disney Sea

lagi mau nonton pertunjukan mermaid yang jingle-nya berjudul “under the sea” ehh tetep narsis yak 😉

tetep narsis pas antri Indiana Jones 😀

@ Disney Sea

hmmm bersiap pulang, setelah hampir seharian berada di Disney Sea

be magical @ Disney Sea 😉

sepeda yang tertata rapi

with Hachiko 🙂

menikmati keramaian di Shibuya

rest area menuju gunung fuji

berfoto saat malam terakhir di Tokyo, yeah dengan view Rainbow Bridge. Alhamdulillah, akhirnya bisa berfoto dengan view RB, it’s romantic 🙂

@ Narita

pada tegang, lagi menikmati sensasi bermain di Indiana Jones haha

@ Disney Sea

welcome to the journey of the centre of the earth

hanya melewati saja, salah satu permainan ekstrim di Jepang, masuk Guiness book record pula!

ngebayangin serunya naik permainan ini nih haha :p

daun di musim gugur mulai memerah, cantik!

Gunung Fuji

hutan yang sangat menawan di musim gugur 2011

remember this moment

welcome to Narita

let’s have a breakfast

@ ginza

@ asakusa

harga coklat ini sekitar 1196 yen

coklat shiroi koibito yang beli di Akihabara

washabi yang dikeringkan, Harganya kalau satu 1000 yen, tapi kalau beli 3 1000 yen juga, jadi mau pilih mana nih? 😀

map kalau mau belanja di gotemba premium outlet

coklat green tea yummy, harganya sekitar 200 yen 🙂

pesanan si adik, mau pop mie katanya, tapi nemunya cuma ini, rasanya enak loch! Per satuan harganya 200 yen lebih (lupa 200 yen berapanya)

koin 5 yen, katanya ini koin keberuntungan hehehe

Kit Kat Green Tea (salah satu coklat favorit yang adanya cuma di Jepang dan belinya di bandara). Satu dus isi 10 kotak harganya 1.600 yen) ada 3 jenis rasa, yaitu: green tea, green tea sakura, sama strawberry

mari beli coklat Shiroi Koibito

habis dari Harajuku

Hotel Marroad International Narita

Oh iya, sekedar info tambahan, untuk persiapan pada saat pergi ke Jepan

1.  Yang pasti harus punya visa Jepang heheh

2.  Persiapkan segala sesuatunya sebelum keberangkat, yang paling penting tahu disana sedang musim apa, biar bisa prepare costume apa yang bisa digunakan.  Kebetulan pas saya kesana lagi musim gugur, jadi saya bawa baju-baju hangat itu cukup membuatku nyaman selama berada disana

3. Berhubung makanan disana taste-nya beda dengan di Indonesia, buat yang gak suka makanan Jepang, dan lebih suka makanan yang Indonesia banget, jadi buat persiapan bisa bawa abon, kering kentang, indomie, snack-snack, yah pokoknya makanan kesukaan kitalah. hehehe

4.  Don’t forget bring your camera to take picture, banyak spot menarik untuk foto-foto hehehe

5.  Oh iya, pastikan pada saat ke Jepang jenis handphone apapun yang dibawa harus 3G, kalau gak 3G dijamin gak kan bisa berkomunikasi selama disana.  Btw, selama saya disana, gak satu pun terlihat orang Jepang asli pakai Blackberry, ternyata disana lebih happening I Phone ketimbang Blackberry.  Nah, buat yang punya Blackberry pastikan ada 3G-nya yah, untuk provider Indonesia XL ternyata lebih fleksibel digunakan selama disana.

6.  Di Jepang itu listriknya 100 volt, bentuk colokannya harus tipe A (colokan gepeng).

Selamat berjalan-jalan di Jepang, Enjoy Japan as long as you’ve been there 😉

 

With Love,

Advertisements

8 thoughts on “Menikmati Jepang di Musim Gugur

  1. nice trip.. kapan kesana lagi 🙂
    ngomong2 soal Asakusa jadi inget pengalaman yang membuat kesel selama beberapa hari waktu itu..
    ceritanya; saat di Osaka amang beli sebuah digital camera yg diperuntukan khusus untuk Nihhon jin–warga Jepang– (semua instruksinya hanya dalam huruf kanji dan gak ada pilihan bahasa lainnya), siang itu sepulang dari Asakusa, dalam bis menuju Ikebukuro Prince hotel tempat menginap selama di Tokyo,amang menseleksi foto2 yg telah diambil di Asakusa dan ingin menghapus beberapa yang kurang bagus, nah di kamera itu ada dua buah gambar tong sampah, sebelumnya amang selalu menggunakan salah satu gambar tong sampah itu saat men-delete foto, tapi siang itu jadi penasaran dan iseng2 menggunakan tong sampah yg satunya. ternyata kemudian bukan hanya foto yg ingin dibuang yang hilang, tapi semua foto yang ada dimemori terhapus semua…., maka dokumentasi perjalanan 7 hari pertama di Jepangpun hilanglah sudah padahal didalamnya adalah foto2 perjalanan mulai dari kunjungan ke banyak tempat di Osaka, perjalanan dengan Sinkansen Osaka- Nagoya-Tokyo, juga foto2 hari pertama di Tokyo. meskipun waktu itu ada kesempatan balik lagi ke kota2 yg disebut namun foto sebelumnya tetap tdk tergantikan…..

    • Terima kasih 🙂
      Semoga bisa jalan-jalan kesana lagi dalam waktu dekat 🙂
      Waaah, sayang banget yah Om, datanya jadi hilang… 😦
      Terinspirasi Om, yang jalan-jalan kesana, gak nyangka impian saya ternyata bisa terwujud.
      Alhamdulillah, bener-bener perjalanan singkat yang sangat memberi kesan berarti dalam hidup saya 🙂

    • Selain di airport ga tau ada dimana lagi 😦
      Saya waktu itu kebetulan hanya menemukan di airportnya saja 🙂

  2. Sy oktober ini juga mw ke jepang pertama kali juga..diliat dr pic nya kyknya musim gugurnya dingin bgt ya….oh ya pas ke kuil2 ada larangan g ya

    • Halo sis, terima kasih sudah berkunjung ke blog saya.
      Iya betul dingin banget 😁
      Mohon maaf saya lupa sis ada larangan atau tidaknya ketika mengunjungi kuil.
      Selamat berlibur ya sis, semoga berjalan menyenangkan dan happy 😊😊😊 Aamiin YRA 🙏

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s