Terpikat Keindahan Alam Mount Cook National Park, New Zealand

view from Mount Cook Village

Hari keempat di New Zealand, pada bulan Desember 2016, saya dan keluarga melakukan perjalanan dari kota Queenstown menuju kota Christchurch dengan bus  Great Sights.  Pukul 07.30 bus berangkat dari The Rees hotel tempat kami menginap, dengan operator seorang driver yang merangkap jadi tour guide, beliau tak lagi muda, namun di usianya yang sudah senja mampu seharian menemani perjalanan kami, mantap sekali staminanya pak.

Sebelum perjalanan ,

Om berpesan pada saya dan keluarga “perjalanan hari ini akan disuguhi pemandangan yang sangat indah, kalau bisa jangan tidur.” Mendengar kalimat beliau saya langsung semangat!  Benar sekali, baru saja beberapa km kami meninggalkan kota Queenstown, mata saya langsung melek, wow tidak menyangka seindah itu. Untuk perjalanan kali itu saya sengaja tidak searching google, saya ingin tahu seberapa mengejutkannya pengalaman baru yang akan saya lalui hari itu. Padahal sebenarnya di bus tersedia free wifi yang super kencang, tapi karena terpesona memandang alam dari balik kaca,  maka saya tak ingin melewati moment tersebut, tidak update status di social media manapun. Kabar baiknya cuaca hari itu sangat cerah, setelah beberapa hari di kota Queenstown mengalami anomali cuaca dari dingin, turun hujan, turun salju, kemudian cerah, terus mendung padahal lagi musim panas, musim panas dengan sensasi rasa musim dingin. Alhamdulillah kami beruntung akan ikut tur dengan cuaca cerah dihari terakhir liburan di New Zealand.

Keindahan yang tersaji sepanjang perjalanan melihat rerumputan hijau, perbukitan yang megah, lahan pertanian yang tertata rapi, indah sekali. Beberapa jam kemudian, kami berhenti di Marino Country Cafe untuk istirahat selama kurang lebih setengah jam, free time nya bisa untuk belanja oleh-oleh khas New Zealand, saya perhatikan disana masih terhitung banyak rumah penduduk (sepanjang perjalanan jarang sekali melihat pemukiman padat penduduk, negeri ini penduduknya sedikit).  Setelah cukup istirahatnya kemudian bus pun melaju kembali, driver dan assistant-nya mengecek jumlah penumpang.  Bus yang kami tumpangi penuh dengan para turis dari berbagai negara. Dari Indonesia hanya saya dan keluarga, kebanyakan bule, ada beberapa turis Jepang, Korea, India.

Saya pun kembali menikmati perjalanan, driver-nya menjelaskan bahwa gunung yang tampak dari bus adalah Mount Cook, saya langsung takjub, tak menyangka akan melihat gunung, dengan puncaknya dibalut salju abadi, saya berdoa semoga bisa melewatinya, semoga  driver-nya  berhenti, ternyata setengah jam kemudian pak driver berhenti di spot keren dan mempersilahkan kami turun dari bus, dan foto-foto tentunya. Turun dari bus, jeng jreng ternyata spotnya pas banget bisa melihat pemandangan Mount Cook dari Lake Pukaki yang indah sekali, sebuah danau yang sangat bersih, berbalut perbukitan menawan dengan disuguhi keanggunan gunung tertinggi di New Zealand.

Dalam tur keliling sehari penuh dari Queenstown ke Christchurch, ternyata melalui perjalanan ke kaki gunung tertinggi Selandia Baru, Aoraki / Mount Cook (3,724 meter).  Wow bagian South Island ini pemandangannya magic sekali.  Selesai berfoto, bus pun melaju dan keindahan alamnya semakin mempesona, memanjakan mata saya.  Semakin bus melaju, rasanya kok saya semakin dapat melihat jelas Mount Cook, saya ingin sekali turun dari bus, tapi takut ditinggal haha, karena jalannya mulus dan sepi, tidak banyak kendaraan, tak ada polusi, udara bersih, kan saya jadi betah.  Alhamdulillah akhirnya setelah jam makan siang kami istirahat, diberikan waktu sekitar satu jam, kami berhenti di Mount Cook Village.  Dikarenakan fokus utama saya dan keluarga saat itu mencari restoran karena sudah lapar, tapi ternyata kok penuh, akhirnya dapat tempat dipojok.  Setelah selesai memesan, sambil menunggu pesanan, saya mulai memperhatikan sekitar, ternyata view yang saya dapatkan Mount Cook dari jarak cukup dekat.  Tidak menyangka, senang, bahagia, terharu, benar-benar hari yang menakjubkan. Kami makan siang pizza rasa keju dan pizza yang ada ikan salmon dengan view Mount Cook (hati saya riang sekali, takjub merasakan suasana yang begitu indah, pemadangan indah nan sejuk memanjakan mata).  Selesai makan kami keluar menikmati dinginnya udara namun terasa bersih.  Dekat dengan tempat kami makan, di bawahnya satu lantai ada museum Sir Edmund  Hillary dan dibelakang saya ada tulisan welcome to Sir Edmund Hillary Alphine Centre (bagi para pendaki gunung, pastilah kenal dengan sosok beliau yang tersohor dan melegenda, orang pertama yang mencapai puncak Everest, gunung tertinggi di dunia).  Sayangnya karena waktu yang terbatas dan harus segera ikut rombongan tur di bus, dengan berat hati meninggalkan tempat  tersebut, bus pun melaju namun keindahan yang tampak dari balik kaca, semakin indah dan eksotis dipandang mata.

Sore hari, perjalanan melewati  Danau Tekapo yang sangat cantik, dibalut perbukitan hijau dan pegunungan salju,  kita  bisa melihat church of the good shepherd   dengan latar belakang danau, gletser biru yang menawan, dengan view Mount Cook, landscape yang sungguh spektakuler, membuat saya semakin terpikat dengan keindahan alam taman nasional Mount Cook.

Kami berhenti sebentar, dan melanjutkan perjalanan melalui beraneka ragam lahan pertanian yang hijau,  bertebaran sabana luas tempat ribuan domba dan sapi merumput.  Hari sudah malam walaupun tampak siang karena kalau musim panas sekitar jam 9 malam, baru mulai gelap. Pokoknya perjalanan hari itu saya diajak untuk meng-explore the real New Zealand, sungguh pengalaman yang berkesan menikmati setiap kejutan yang didapatkan hari itu. Akhirnya kami tiba di tempat ramai, disana kami berhenti untuk istirahat, dan bagi yang ingin, bisa membeli souvenir khas New Zealand yang keren-keren tapi mahal, maka saya lebih senang jajan ice cream khas negeri tersebut, lupa namanya tapi enaaaak sekali, sebuah penutup yang indah untuk melengkapi traveling saya selama satu hari tur dengan bus meng-eksplore sebuah negera yang sangat terkenal setelah film The Lord Of The Ring, ketika hari sudah gelap, sampailah kami di kota Christchurch. Beberapa penumpang masih dalam bus, saya dan keluarga berhenti tepat di hotel tempat kami akan menginap beberapa jam saja, sekitar jam 4 pagi kami ke bandara International Christchurch untuk melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.

Hari yang sangat menyenangkan, wisata alam yang mengenyangkan mata dan hati, karena pemandangan  yang saya dapatkan, membuat saya tercengang setiap saat selama perjalanan menikmati setiap sudut cantik yang tersaji, alhamdulillah itu merupakan sebuah pengalaman yang sangat menakjubkan untuk saya.

—————————————————————————————————————————————–

NOTE: Tulisan ini pernah diikut sertakan pada lomba Klasika Kompas dengan tema “Travel more, explore more.”  Pemenangnya diumumkan tanggal 9 September 2017, namun saya tidak menang hehehe… dari pada didiamkan, mendingan tulisan ini saya posting saja 🙂

karena banyak nya foto-foto, jadi saya buatkan dalam bentuk video (silahkan ditonton dan subscribe  ya, terima kasih  😊🙏)

 

With Love,

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s