Haruskah larut dalam penyesalan, ketika aku melakukan kesalahan?

Dalam hidup ini, terkadang kita akan mengalami apa yang namanya penyesalan, banyak orang yang hidup dalam bayang-bayang masa lalu dan menyesalkan apa yang telah diperbuatnya di masa lalu, serta larut dalam penyesalan berkepanjangan, karena mungkin pada saat mereka memutuskan sesuatu tanpa berfikir panjang dulu mengenai dampak apa yang akan terjadi ketika mengambil sebuah keputusan, mereka hanya mengikuti ego sesaat, dan ketika keputusan yang mereka ambil salah maka salah satu efeknya bisa merasakan penyesalan yang berkepanjangan bahkan penyesalan seumur hidup.  Kalau aku sendiri, jika aku memikirkan penyesalan apa yang pernah aku alami sehinggga membuatku sulit menatap masa depan karena keputusanku yang salah. Alhamdulillah, sampai saat ini aku belum pernah mengalami dan ngerasain menyesal seumur hidup karena sebuah keputusan bodohku.

Biasanya, ketika aku mengambil keputusan, aku akan mengikuti kata hatiku dan mimikirkan mengenai dampak positif dan dampak negatif ketika aku membuat keputusan, sehingga setelah keputusan telah diambil, maka aku akan berusaha untuk bertanggung jawab atas pilihan yang telah kuputuskan, sehingga aku udah siap dengan segala konsekuensi yang harus aku tanggung   (apapun yang terjadi, ku harus menghadapinya).

Menurutku, aku jauh lebih merasa enjoy menjalani hidup ketika aku memutuskan sesuatu sesuai dengan kata hatiku, dan bila aku tidak mengikuti kata hatiku, maka aku sudah tahu bahwa pada akhirnya aku akan menyesal dan merasa bersalah pada diriku sendiri.  Orang lain boleh memberi masukan atau bahkan nasehat, tapi keputusan akhir jelas ada di tanganku, karena aku sendirilah yang menetukan pilihan daalam hidupku 🙂 dan ketika aku telah memutuskan sesuatu, maka ketika sesuatu berjalan tidak sesuai dengan harapan dan keinginan serta diluar dugaanku, cara terbaik menyikapinya adalah tetap bersikap realistis tanpa harus menyalahkan orang lain dan mncari siapa yang salah, sebab aku sendirilah yang harus bertanggung jawab atas hidupku bukan orang lain.

Jika ditanya penyesalan apa yang membuat hidupku tersiksa, alhamdulillah aku tidak mengalaminya.  Jika pun ada, hanyalah penyesalan sesaat akibat kesalahan yang pernah kulakukan.  Sebagai manusia, aku memang tidak sempurna dan pernah melakukan kesalahan.  Namun bagiku, kesalahan bukanlah akhir dari segalanya, ataupun merasa putus asa karena melakukan kesalahan.  Sejujurnya, aku bersyukur karena pernah melakukan kesalahan, lho kok gitu yah???! Aku melihat dan mengamati banyak orang jadi putus asa karena melakukan kesalahan, atau bahkan menyalahkan orang lain dan mencari siapa yang salah tanpa mau memperbaiki kesalahan yang mereka lakukan.  Menurutku, hal yang terpenting ketika aku melakukan kesalahan, pertama-tama aku mengakui kesalahanku, kemudian memperbaiki kesalahanku, dan yakinlah bahwa aku bisa mengatasinya dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama kelak di kemudian hari..  Kalaupun aku bilang “ngerasa bersyukur karena pernah melakukan kesalahan,”  sebab menurut hemat berfikirku, justru dari kesalahankulah, aku jadi belajar bagaimana harus menyikapi hidup dan yang pasti aku akan belajar bertanggung jawab atas kesalahan yang aku lakukan dengan cara memperbaikinya.

Sebetulnya, hal yang paling sulit dilakukan banyak orang ketika berbuat kesalahan adalah mengakui kesalahan, sebab mereka lebih mementingkan ego ketimbang memikirkan bagaimana keadaan setelah membuat kesalahan.  Menurutku, mengakui kesalahan adalan salah satu cara terbaik untuk memperbaiki kesalahan itu sendiri dan tak perlu ada penyesalan yang berkepanjangan tanpa melakukan sesuatu atau berusaha memperbaikinya, yang paling penting kan: mengakuinya, menyesal atas kesalahan yang diperbuat kemudian memperbaikinya.  Nah, dengan cara seperti inilah, aku belajar untuk tidak larut dalam penyesalan ketka aku membuat kesalahan.  Memang sih, butuh sifat berjiwa besar untuk mengakui kesalahan, ketika aku bersalah, tapi aku yakin… kesalahan akan membuatku melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang berbeda dan memperbaikinya adalah langkah besar yang kan membuatku belajar bersikap dewasa dalam memandang dan memaknai arti hidup ini, karena yang namanya hidup dan sebagai makhluk sosial, tidak mungkin jika aku tidak melakukan kesalahan.

Kesalahan adalah bagian dari pembelajaran hidup yang harus kulalui ketika melalui proses yang namanya kehidupan.  Aku sadar, jika kau ingin menjadi pribadi yang lebih baik, maka aku harus menyibukkan diri dengan introspeksi diri agar aku bisa memperbaiki kesalahan yang ku perbuat, tak usahlah menyibukkan diri dalam hal menghakimi dan mengkritik orang lain, karena kusadari sebagai manusia aku masih jauh dari kesempurnaan, namun dari ketidaksempurnaan itulah aku belajar tentang kesempurnaan, agar menjadi rambu-rambu untuk diriku, sebagi pengingat bahwa sebagai manusia aku tak pernah berhenti belajar tentang bagaimana menyikapi hidup yang dinamis ini, dan saat ini aku masih harus banyak belajar sebab umurku semakin berkurang, sementara dosaku tipa hari bertambah.

Bagiku, lebih baik pernah melakukan kesalahan dan memperbaikinya, daripada tidak pernah melakukan kesalahan, asal jangan melakukan kesalahan yang sama terus menerus  tanpa berusaha memperbaikinya, sebab itu salah satu tanda orang yang tidak mau belajar dari kesalahan yang pernah dilakukannya, dan yang terpenting buat hidupku adalah aku akan selalu mengikuti kata hatiku ketika aku membuat keputusan, agar aku tidak menyesal seumur hidupku karena kepusan yang salah.

Dan jika pun ada pertanyaan, haruskah aku larut dalam penyesalan ketika aku melakukan kesalahan?  Jawabannya tentu saja TIDAK, sebab aku akan memperbaiiki kesalahanku, dan aku yakin bisa belajar dari kesalahanku 🙂

Ketika kita sekolah sampai dibangku kuliah, maka kita akan diberikan pelajaran dulu kemudian diberikan ujian.  Namun realitas kehidupan, yang aku tahu kita akan diberikan ujian dulu baru bisa  mengambil hikmah dan pelajaran apabila kita mau memikirkannya.  Jadi, menurutku bila kita melakukan kesalahan maka cepat-cepat menyesali, meminta maaf dan memperbaikinya merupakan bentuk tindakan nyata daripada hanya sibuk  menyesalinya tanpa ada tindakan. 

Advertisements

2 thoughts on “Haruskah larut dalam penyesalan, ketika aku melakukan kesalahan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s