[Review Buku] Happy Lucky Traveler Karya Tatty Elmir

Sinopsis:

‘KEHIDUPAN ADALAH PERJALANAN”

Sesungguhnya, dengan mengarungi kehidupan dan lika-likunya, seseorang sudah menjadi petualang.  Kadang, melancong menjenguk sisi yang berlainan, memetik pelajaran, meraup hikmah, dan ada saatnya pulang untuk merenung dan meresapi yang disaksikan.  Karena sesungguhnya manusia berubah.  Berubah sebagai pertanda tumbuh.

Di buku ini, penulis memaparkan aneka cerita yang tidak melulu menyoal pelesir fisik.  Ada potret yang menggugah batin, ada yang dipilah-pilah baik dan buruknya, penggalan masa muda, dan dialog dengan keluarga.  Seperti judulnya, kehidupan adalah perjalanan yang mengingatkan kita untuk bersyukur.

Buku ini adalah kumpulan catatan perjalanan yang menghangatkan perasaan, mengingatkan kita tentang tata cara menjadi manusia dengan mendahulukan hati dalam bergaul dengan sesama makhluk Tuhan.  Tak peduli sukunya, budayanya, bahkan agamanya.  Ya, bergaul dengan manusia semata-mata karena mereka adalah manusia.  Tak lebih dan tak kurang.  Buku yang pas untuk menemani perjalanan Anda.

Buku ini, isinya bukan tentang traveling yang membahas berbagai tujuan wisata.  Penulisnya yang sudah melanglang buana melakukan perjalanan baik di Indonesia maupun menjelajah dunia, memaknai perjalanannya dengan cara yang berbeda.  Membaca buku ini, seakan membuka mata dan pikiran saya, bahwa traveling bukan sekedar kita menjelajah berbagai tujuan wisata saja.  Namun juga membuka mata hati kita untuk lebih Continue reading “[Review Buku] Happy Lucky Traveler Karya Tatty Elmir”

Advertisements

Perjalanan dari Lucerne (Swiss) ke Milan (Italy): Melewati San Gottardo –  salah satu terowongan terpanjang di Eropa

Rabu, 26 Desember 2018:  LUCERNE – MILAN

Setelah menikmati eksotisnya negara Switzerland, alamnya, pegunungan, danau, hingga puncak Jungfraujoch.  Dengan berat langkah, karena masih betah.  Kami melanjutkan road trip kami.  Pukul 12.40, di tengah suhu dingin nol derajat, kami berangkat dari kota Lucerne menuju kota Milan. Jarak yang ditempuh 243 kilometer, bisa di tempuh sekitar 3,5 jam.

Mr Reno tetap setia menjadi guide sekaligus yang membawa mobil, mengurus dan menemani perjalanan kami. Kami berenam tentu saja duduk dan menikmati pesona di sepanjang jalan yang dilalui, sambil ngemil, mendengarkan musik.  Guide kami ternyata bawa banyak camilan juga dari Amsterdam dan kami disuruh untuk makan, dan kami juga bawa, sehingga kami pun sharing camilan.

Ini dia terowongan terpanjang kedua di Eropa

Baca Continue reading “Perjalanan dari Lucerne (Swiss) ke Milan (Italy): Melewati San Gottardo –  salah satu terowongan terpanjang di Eropa”

[Travel Book] : Journey To Andalusia

“Andalusia itu di Turki, ya?”

Tidak banyak generasi muda Muslim yang masih mengetahui jejak sejarah Andalusia. Sebenarnya, Andalusia adalah sejarah yang paripurna, negeri sejuta cahaya, tempat segala hal hebat berawal. Islam pernah menyinari negeri itu dengan ilmu pengetahuan, peradaban, dan kemanusiaan selama 800 tahun. Lebih dari 2/3 sejarah Islam ada di sana.

Kalkulus, algoritma, trigonometri, aljabar, adalah hasil pemikiran ilmuwan muslim bagi kemajuan peradaban. Tanpa penemuan-penemuan itu, tidak akan ada revolusi digital yang kita nikmati saat ini. Catatan perjalanan ini bukan sekadar menjelaskan bahwa Islam pernah berada di Andalusia, wilayah yang kini bernama Spanyol, Portugal, dan sebagian Prancis–bukan di Turki–tapi juga mengingatkan bahwa benderang itu bersumber dari Islam.

Apakah Cordoba masih berpendar cahaya? Seperti apa Mezquita? Semolek apa istana Alhambra? Semua jawabannya ada di dalam catatan ini.

Buku ini merupakan buku pertama dari seri Jelajah Tiga Daulah:
1. Journey To Andalusia
2. Journey to the Greatest Ottoman
3. Journey to Abbasiyah
Membaca buku ini, buat saya ingin Continue reading “[Travel Book] : Journey To Andalusia”

[Travel Book]: Garis Batas Perjalanan di Negeri-Negeri Asia Tengah

Petualangan Agustinus Wibowo di Buku ini seakan mengajak kita untuk masuk dan melihat sendiri tempat-tempat yang selama ini tersembunyi di peta dunia. – Andy Noya

Negara apa di seberang sungai sana?
“Penduduk desa Afghan setiap hari memandang ke “”luar negeri”” yang hanya selebar sungai jauhnya. Memandangi mobil-mobil melintas, tanpa pernah menikmati rasanya duduk dalam mobil. Mereka memandangi rumah-rumah cantik bak vila, sementara tinggal di dalam ruangan kumuh remang-remang yang terbuat dari batu dan lempung. Mereka memandangi gadis-gadis bercelana jins tertawa riang, sementara kaum perempuan mereka sendiri buta huruf dan tak bebas bepergian.

Negeri seberang begitu indah, namun hanya fantasi.  Fantasi tiga dimensi yang menemani mimpi-mimpi mereka.  Fantasi orang-orang yang hidup di garis batas.

Fantasi yang sama membawa Agustinus Wibowo bertualang ke negeri-negeri Continue reading “[Travel Book]: Garis Batas Perjalanan di Negeri-Negeri Asia Tengah”

[Review Buku] MIRACLES OF HARAM Karya Nur Febriani Wardi, Boim Lebon, dkk

Assalamualaikum Wr. Wb.
Halo teman-teman. Teman-teman punya impian atau berencana pergi haji atau umrah? Melakukan perjalanan haji atau umrah pada saat masih muda tentu saja menyenangkan. Buku ini berbagi pengalaman unik dan menarik, tentang anak muda berhaji dan umrah. 😊👍

“Karena pergi haji dan umrah perlu banyak persiapan, banyak-banyaklah belajar dari pengalaman orang lain.  Ini lah pentingnya buku Miracles of Haram yang bercerita tentang pengalaman nyata seputar haji dan umrah.”

– Ustad Wijayanto 

Haji adalah WAJIB, berarti HARUS benar-benar di usahakan, tidak pandang umur. Insya Allah semua MAMPU. Insya Allah”
-Irfan Hakim

“Banyak keajaiban yang terungkap di buku ini. Buku yang sangat kayak dibaca orang yang ingin dan sudah ke Tanah Suci.”
-Denny Cagur

“Dahsyat isi buku ini. Wajib bingitsss dibeli dan dibaca. Jadi pengen umrah lagi…”
Rico Ceper

Deskripsi tentang Continue reading “[Review Buku] MIRACLES OF HARAM Karya Nur Febriani Wardi, Boim Lebon, dkk”

[Buku Traveling] : Born To Travel

I travel because life is short and the world is huge.
-Stephanie B-

Deskripsi tentang buku ini:
“Traveling adalah gak segala bangsa, maka perjalanan menyusuri isi dunia harus di lanjutkan!”
Born to Travel adalah karya bersama yang ditorehkan oleh sejumlah pejalan yang sepakat beranggapan bahwa ruang sempit bernama “dunia kerja” tidak berhak membatasi hasrat untuk menjelajah setiap sudut kolong langit. Born to Travel akan mengajak pembaca mengunjungi sebelas negara melalui sebelas perjalanan yang luar biasa. Sapalah patung-patung raksasa Moai di Pulau Paskah. Bayangkan ketegangan saat terombang-ambing di kegelapan perairan Raja Ampat yang bergejolak akibat hujan deras. Resapi perbedaan dua paras India yang bersolek dengan caranya masing-masing. Jangan lewatkan pengalaman betapa Continue reading “[Buku Traveling] : Born To Travel”