Tetralogi 4 Musim (Four Seasons) Karya Ilana Tan

Meskipun buku ini sudah cukup lama, namun saya baru tertarik membaca setelah melihat cover-nya yang sekarang (bukan cover pertama).  Tahun lalu tetralogi ini sudah masuk dalam daftar bacaan yang ingin saya baca.  Namun baru di awal tahun 2019, akhirnya saya membaca karya Ilana Tan.  Empat buah novelnya yang dijuluki sebagai tetralogi four seasons atau tetralogi empat musim itu terdiri dari: Summer in Seoul (2006), Autumn in Paris (2007), Winter in Tokyo (2008), dan Spring in London (2010). 

Buku-buku tersebut tidak bersambung, hanya saja ada beberapa karakter muncul di buku lain.  Misalnya di buku Winter in Tokyo, Keiko punya Saudara kembar bernama Naomi, sementara Naomi merupakan karakter utama di buku Spring in London.  Atau misalnya Shandy di buku Summer in Seoul ternyata sepupuan dengan Tara Dupont di buku Autumn in Paris.  Mau mulai dari buku mana pun, atau membacanya tidak berurut dari buku kesatu sampai keempat, tidak masalah.  

Saya mulai membaca bukunya  yang berjudul  Autumn In Paris, tidak disangka buku ini karena ceritanya sangat sedih, sukses menciptakan butiran kristal jatuh membasahi wajah 😂 bukan cerita yang happy ending, tapi sad ending, hanya saja entah kenapa saya justru penasaran ingin membaca buku tetralogi ini.  Selesai membaca keempat bukunya, selain cover dan judulnya yang menarik hati saya untuk membacanya.  Saya suka dengan tetralogi empat musim ini.  Genre romance tapi sang penulis berhasil mengemasnya dengan menarik.  Berbeda dari novel romance ringan lainnya.  Dari judul saja sangat menarik.  Setting yang digunakan juga sangat berhubungan dengan judul membuat saya seakan merasakan suasana ketika berada di musim : summer, autumn, winter hingga spring.  Keempat novel ini setting-nya di empat negara berbeda, dan dua benua berbeda (Asia dan Eropa), dimana kesamaannya masing-masing negara tersebut (Korea Selatan, Perancis, Jepang dan Inggris), merupakan negara beriklim sub tropis yang memiliki empat musim dalam setahun. 

Ceritanya memang Continue reading “Tetralogi 4 Musim (Four Seasons) Karya Ilana Tan”

Advertisements

[Review Buku]: Summer In Seoul Karya Ilana Tan

Sinopsis:

Jung Tae-Woo—penyanyi muda terkenal Seoul yang muncul kembali setelah empat tahun menghindari dunia showbiz. ‘Aku hanya ingin memintamu berfoto denganku sebagai pacarku,’ kata Jung Tae-Woo pada gadis di hadapannya. Sandy alias Han Soon-Hee—gadis blasteran Indonesia-Korea yang sudah mengenali Jung Tae-Woo sejak awal, namun sedikit pun tidak terkesan. Sandy mengangkat wajahnya dan menatap laki-laki itu, lalu berkata, ‘Baiklah, asalkan wajahku tidak terlihat.  Awalnya Jung Tae-Woo tidak curiga kenapa Sandy langsung menerima tawarannya. Sementara Sandy hanya bisa berharap ia tidak akan menyesali keputusannya terlibat dengan Jung Tae-Woo. Hari-hari musim panas sebagai ‘kekasih’ Jung Tae-Woo dimulai. Perubahan rasa itu pun ada. Namun keduanya tidak menyadari keberadaan kisah empat tahun lalu sedang mengejar mereka.

Baca juga : Menikmati Musim Panas di Sydney

Ngomong-ngomong pas baca buku ini, entah kenapa karakter Sandy, Jung Tae Woo, Kang Young-Mi, dan Park Hyun-Shik, mengingatkan saya pada film Chicago Typewriter (walaupun temanya sangat berbeda) 😂😂.  Jung Tae Woo mengingatkan saya pada Han Se Ju, Shandy mengingatkan saya pada Jeon Seol, Kang Young -Mi mengingatkan saya pada sahabat Jeon Seol, dan Park Hyun-Shik mengingatkan saya sama Bosnya Han Se Ju, terus saya kebayang rumah Han Se Ju pas Sandy nginap di rumah Jung Tae Woo.  Hahaha 🤣 ampuuun nih!  Maklum pengetahuan saya akan korea mungkin hanya sebatas film favorit saya tersebut.  Secara keseluruhan, ide ceritanya menarik kok!  Tidak perlu seperti saya yang sepanjang membaca membayangkan drama.  Karena buku ini beda dengan drama. Yang pasti masih sekitar menguak masa lalu karakter utama,  hingga kedua tokoh utama setelah bisa menerima kisah masa lalu, berakhir dengan Continue reading “[Review Buku]: Summer In Seoul Karya Ilana Tan”