[Review Buku] : SI ANAK PINTAR Karya Tere Liye

Sinopsis:

“Kau bukan Pukat si anak yang pintar… kau lebih dari itu, kau Pukat si anak yang genius.”

Buku ini tentang Pukat, si anak paling pintar dalam keluarga. Masa kecilnya dipenuhi petualangan seru dan kejadian kocak—serta jangan lupakan pertengkaran dengan kakak dan adik-adiknya. Tapi apakah dia mampu menjawab teka-teki hebat itu, apakah harta karun paling berharga di kampung mereka?  Dari puluhan buku Tere Liye, serial buku ini adalah mahkotanya.

Buku ini merupakan buku ketiga dari serial anak nusantararecover dari buku berjudul Pukatserial anak-anak Mamak. Secara cover, yang sekarang lebih fresh walaupun secara cerita tetap sama. Tapi uniknya, meskipun saya membaca cerita yang sama, namun dengan judul berbeda, tidak sedikit pun menyisakan kebosanan saat membaca buku ini. Tetap seru dan membuat terharu. Saya rasa, buku ini bisa dinikmati oleh semua umur: anak-anak, remaja, dewasa juga orang tua. Buku ini juga sangat penting dibaca anak-anak jaman sekarang, kita diajak bernostalgia di jaman tahun 1970-1980. Dimana kehidupan masih sangat sederhana namun membahagiakan, meskipun teknologi belum semaju sekarang. Buat anak-anak jaman sekarang, lewat serial Anak Nusantara akan tahu tentang bagaimana indahnya anak-anak kala itu. 👍👍❤️❤️

Baca juga: Resensi buku Komet Minor (Maret terbit 2019), Komet, serta Ceros dan Batozar karya Tere Liye

Pukat, anak kedua dari Mamak dan Bapak. Kakaknya Amelia dan Burlian, adiknya Eliana.  Buku yang terdiri dari 25 bab ini, seakan mengajak saya berpetualang bersama Pukat dengan segala keunikan, kepintaran hingga kenakalan khas anak-anak, yang hidup di kampung dan saat itu belum masuk listrik, dimana saat malam masih mengandalkan penerangan dari petromak dan lampu canting.

Cerita diawali dengan perjalanan Pukat bersama Bapak dan Burlian naik Kereta Api ke kota. Menyibak misteri terowongan, hingga Continue reading “[Review Buku] : SI ANAK PINTAR Karya Tere Liye”

Advertisements