Buku Serial Anak-Anak Mamak By Tere Liye

Menurut saya, selain buku tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata yang terdiri dari : Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryah K.  Kemudian ada trilogi negeri lima Menara karya A. Fuadi  yang terdiri dari : Negeri Lima Menara, Ranah Tiga Warna, dan Rantau 1 Muara. 

Maka selanjutnya , serial anak-anak Mamak karya Tere Liye ini jangan sampai terlewatkan.  Ketiga penulis besar tersebut memang serialnya secara konsep berbeda, hanya saja berang merahnya tentang anak-anak yang memiliki impian, dan mau melawan keterbatasan, karena siapa pun bisa memiliki impian tinggi, bisa mewujudkannya, tak peduli kita berasal dari mana serta kondisi ekonomi seperti apa.  Bahkan karakter dari setiap buku yang mereka ciptakan justru berasal dari ekonomi lemah, namun berkat impian besar, tekad yang kuat, usaha dan kerja keras, juga keyakinan bahwa mereka bisa memperbaiki keadaan, maka mereka bisa menjadi orang-orang hebat di bidangnya masing-masing.  Bagi siapa pun, buku-buku tersebut bisa membangun motivasi khususnya para anak-anak, atau para orang tua yang ingin menyemangati anak-anak.  Sebetulnya ada banyak bacaan anak-anak yang bagus, namun menurut saya buku-buku yang saya sebutkan di atas jangan sampai terlewatkan.  Nah, apa sajakah buku-buku serial anak-anak Mamak itu?  Ini Continue reading

Advertisements

[Novel: Serial Anak-Anak Mamak]: PUKAT Karya Tere Liye

Judul buku : PUKAT
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Republika
Tahun Terbit : cetakan pertama, February 2010.  Cetakan ke VII, Maret  2015
Halaman : vi + 344 halaman
Ukuran : 13,5 cm x 20,5 cm

Sinopsis:
“Mamak benci pada Pukat!”
“Oi, kau keliru, Pukat. Dengarkan Bapak, tidak ada seorang pun Mamak di atas muka bumi ini yang membenci anaknya sendiri, daging-dagingnya sendiri. Bukankah kau pandai mengkait-kaitkan banyak hal? Kau juga pandai mengartikan banyak hal. Nah, artikan sendiri makna darah-daging itu.”
Bapak benar. Aku mulai menyadarinya di antara demam panas dan gigil tubuh, betapa sabar dan lembut Mamak menyentuh dahiku, memastikan aku baik-baik saja. Mengurus kotoranku, muntahanku, tanpa meninggalkan kewajibannya yang lain sebagai seorang ibu. Itulah Mamakku. Entah sudah berapa juta butir nasi yang disiapkannya. Berapa ratus ribu gelas air minum yang dijerangnya. Bertumpuk-tumpuk piring sayur dan lauk yang boleh jadi sudah setinggi bukit. Penuh kasih-sayang, tanpa pernah berharap imbalan selain doa agar kami menjadi anak yang baik. Bagaimana mungkin aku menuduh Mamak benci kepadaku, tidak sayang lagi?

“Kembali Tere Liye meluncurkan buku yang menggetarkan.  Dengan bahasa yang enak dan mengalir indah.  Pukat mengajak kita untuk memahami nilai kejujuran, persahabatan, dan kreativitas, yang dikemas dalam sebuah kecerdasan spiritual yang jernih.  — Kak Seto, Pembina Komnas Anak

”Mimpi Pukat merupakan mimpi sebagian besar anak Indonesia.  Harta karun terbesar bangsa ini adalah anak-anak yang panta menyerah dalam mewujudkan mimpinya.” —Niam Masykuri, Editor in Chief Majalah Parents Guide

Membaca buku Pukat ini sangat mengharukan. Pada bab seberapa besar cinta Mamak, selalu saja ceritanya menyesakkan dada, namun memberikan makna tentang betapa besar dan luasnya kasih sayang Mamak terhadap anaknya 😂
Karakter -karakter Continue reading