[Buku Traveling] : Born To Travel

BORN TO TRAVEL

Judul buku : Born To Travel (Petualangan Menjelajah Lima Benua di Dunia)
Penulis     : Indra P. Nugraha, Taufan Gio, Hendra Fu, Fahmi Anhar, Risa Bluesaphier, Agusmia Putri Haerani, Arif Rahman, Immanuel Sembiring, Meninao, Linda Bungasalu, Irene Tridiani, Haryadi Yansyah.
Penerbit         : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : Juni 2017
Jumlah Halaman : 272 Halaman

I travel because life is short and the world is huge.
-Stephanie B-

Deskripsi tentang buku ini:
“Traveling adalah gak segala bangsa, maka perjalanan menyusuri isi dunia harus di lanjutkan!”
Born to Travel adalah karya bersama yang ditorehkan oleh sejumlah pejalan yang sepakat beranggapan bahwa ruang sempit bernama “dunia kerja” tidak berhak membatasi hasrat untuk menjelajah setiap sudut kolong langit. Born to Travel akan mengajak pembaca mengunjungi sebelas negara melalui sebelas perjalanan yang luar biasa. Sapalah patung-patung raksasa Moai di Pulau Paskah. Bayangkan ketegangan saat terombang-ambing di kegelapan perairan Raja Ampat yang bergejolak akibat hujan deras. Resapi perbedaan dua paras India yang bersolek dengan caranya masing-masing. Jangan lewatkan pengalaman betapa Continue reading

Advertisements

Buku Serial BUMI By Tere Liye

Buku serial bumi baru sempat saya baca di pertengahan tahun 2017, saya baca bukunya maraton, mulai dari buku pertama sampai buku keempat.

Dalam buku Serial Bumi, 3 tokoh utama: Raib, Seli, Ali.  Selain mereka, menurut saya karakter tokoh- tokoh di buku seri bumi ini nama-namanya  sangat unik , seperti Mala-tara-tana II (Ketua konsil matahari), Panglima Tog, Hana-tara-hata, av, Ilo, dan yang pasti cerita nya seru, tentang petualangan yang tidak biasa. Lembar demi lembarnya pengen segera selesai membaca tiap bukunya , pengen tahu ending-nya tapi ujungnya setelah membaca buku ini jadi tidak sabar menunggu buku berikutnya 😅😆
Saya suka sekali membaca buku seri Bumi karya Tere Liye ini, saya seakan diajak berpetualang mengunjungi klan bulan, klan matahari, klan bintang bersama
Continue reading

[National Best Seller book]: 99 Cahaya di Langit Eropa

One of my favourite book

Judul buku : 99 Cahaya di Langit Eropa (Perjalanan Menapaki Jejak Islam di Eropa)
Penulis : Hanum Salsabila Rais dan Rangga Almahendra
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : cetakan kedua belas, Mei 2013

Deskripsi tentang buku ini:
Aku mengucek-ucek mata. Lukisan Bunda Maria dan Bayi Yesus itu terlihat biasa saja. Jika sedikit lagi saja hidungku menyentuh permukaan lukisan, alarm di Museum Louvre akan berdering-dering. Aku menyerah. Aku tidak bisa menemukan apa yang aneh pada lukisan itu. “Percaya atau tidak, pinggiran hijab Bunda Maria itu bertahtakan kalimat tauhid Laa Ilaaha Illallah, Hanum,” ungkap Marion akhirnya. *** Apa yang Anda bayangkan jika mendengar –Eropa–? Eiffel? Colosseum? San Siro? Atau Tembok Berlin? Bagi saya, Eropa adalah sejuta misteri tentang sebuah peradaban yang sangat luhur, peradaban keyakinan saya, Islam. Buku ini bercerita tentang perjalanan sebuah –pencarian–. Pencarian 99 cahaya kesempurnaan yang pernah dipancarkan Islam di benua ini. Dalam perjalanan itu saya bertemu dengan orang-orang yang mengajari saya, apa itu Islam rahmatan lil alamin. Perjalanan yang mempertemukan saya dengan para pahlawan Islam pada masa lalu. Perjalanan yang merengkuh dan mendamaikan kalbu dan keberadaan diri saya. Pada akhirnya, di buku ini Anda akan menemukan bahwa Eropa tak sekadar Eiffel atau Colosseum. Lebih, sungguh lebih daripada itu. *****
Komentar Tokoh

Novel perjalanan ini menunjukkan bahwa kebudayaan dan teknologi selalu berjalan berdampingan, saling mengisi, menentukan masa depan suatu peradaban.”
– B.J Habibie (Presiden Republik Indonesia yang ke-3)

“Karya seni yang luar biasa, yang digarap dengan halus dan cantik sehingga dialog-dialognya terkesan alami sekalipun penuh falsafah. Begitu banyak nilai di dalamnya, baik itu perdamaian
– Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden Republik Indonesia yang ke-6).

Novelnya wajib dibaca masyarakat kita yang majemuk. Film dan bukunya membuka wawasan tentang islam, toleransi, dan perdamaian.
– Jusuf Kalla (Wakil presiden Republik Indonesia)

“Buku ini berhasil memaparkan secara menarik betapa pertautan Islam di Eropa sudah berlangsung sangat lama dan menyentuh berbagai bidang peradaban. Cara menyampaikannya sangat jelas, ringan, runut, dan lancar mengalir. Selamat!” –M. Amien Rais (Ayahanda Penulis)

“Pengalaman Hanum sebagai jurnalis membuat novel perjalanan sekaligus sejarah ini mengalir lincah dan indah. Kehidupannya di luar negeri dan interaksinya dengan realitas sekulerisme membuatnya mampu bertutur dan berpikir –out of the box– tanpa mengurangi esensi Islam sebagai rahmatan lil alamin.” –Najwa Shihab (Jurnalis dan Host Program Mata Najwa, Metro TV)

“Karya ini penuh nuansa dan gemuruh perjalanan sejarah peradaban Islam Eropa, baik pada masa silam yang jauh maupun pada masa sekarang, ketika Islam dan Muslim berhadapan dengan realitas kian sulit di Eropa.” –Azyumardi Azra (Guru Besar Sejarah, Direktur Sekolah Pascasarjana UIN, Jakarta)

“Hanum mampu merangkai kepingan mosaik tentang kebesaran Islam di Eropa beberapa abad lalu. Lebih jauh lagi, melihat nilai-nilai Islam dalam kehidupan Eropa. Islam dan Eropa sering ditempatkan dalam stigma –berhadapan–, sudah saatnya ditempatkan dalam kerangka stigma–saling menguatkan–” –Anies Baswedan (Rektor Universitas Paramadina dan Ketua Indonesia Mengajar)

Tokoh dalam novel: Hanum, Rangga, Fatma Pasha, Asye, Selim, Baran, Latife, Oznur, Imam Hasyim, Marion Latimer, Ezra, Sergio, Stephen, Gomez.

Setelah membaca buku ini :
Ini salah satu novel favorit saya. Berulangkali baca juga tidak bosan. Novel ini membuka mata saya bahwa traveling tidak sebatas jalan-jalan, tapi juga sekaligus belajar tentang sejarah. Baca buku ini jadi membayangkan bisa tinggal diluar negeri nemenin suami (Aamiin ya Allah 🙏😂). Bisa jalan-jalan sekaligus menapaki jejak islam di benua Eropa. Berkat buku ini saya baru tahu tentang fakta sejarah, kalau ternyata bunga tulip dan capucino, asli nya dari Turki, dan croisant dari Australia.  Ternyata Woflgang Amadeus Mozart, banyak menulis lagu Rondo Alla Turca, terinspirasi kedisiplinan para militer Janissari Tutki jaman dulu (halaman 363). Baru tahu kalau the city of light itu berapa di kota Cordoba (halaman 271: selamat datang di Ibukota dan ibu sejarah peradaban ilmu pengetahuan dan keharmonisan antar umat beragama). Alhasil setelah baca buku ini pengen banget Continue reading