[Resensi Buku] KOMET MINOR, KOMET, serta CEROS dan BATOZAR Karya Tere Liye

Buat penggemar serial Bumi, kalau baca bukunya dari pertama sampai buku keempat (Bumi, Bulan, Matahari, Bintang), kita akan tahu bahwa buku tersebut berdiri sendiri, mau baca tak berurut pun tak masalah.  Lain halnya dengan buku keenam, Komet Minor. Maka alangkah lebih asik bila kita sudah membaca buku sebelumnya yaitu Ceros dan Batozar, serta Komet. Sebab, beberapa karakter di kedua buku tersebut akan muncul di Komet Minor.  Kalau kamu mau baca Komet Minor, pastikan kamu sudah baca buku Komet juga Ceros dan Batozar.   Berikut ini, saya akan menyajikan resensi ketiga buku Serial BUMI, karya Tere Liye.  Selamat menikmati. 🙂



Judul Buku            : KOMET MINOR
Penulis                  : TERE LIYE, Co-Author : Dienna Yashinta
Tahun Terbit          : 11 Maret 2019 diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman    : 376 halaman, 20 cm
ISBN                       : 9786020623399
Rating                    : 5/5


SINOPSIS:     

Pertarungan melawan si Tanpa Mahkota akan berakhir di sini.  Siapa pun yang menang, semua berakhir di sini, di Klan Komet Minor, tempat aliansi Para Pemburu pernah dibentuk, dan pusaka hebat pernah diciptakan.

Dalam saga terakhir melawan si Tanpa Mahkota, aku, Seli dan Ali menemukan teman seperjalanan yang hebat.  Bersama-sama kami melewati berbagai rintangan, memahami banyak hal, berlatih teknik baru, dan bertarung bersama-sama.

Inilah kisah kami.  Tentang persahabatan sejati.  Tentang pengorbanan.  Tentang ambisi. Tentang memaafkan. Namaku Raib, dan aku bisa menghilang.

Komet Minor merupakan buku keenam dari Serial BUMI.  Buku yang paling saya tunggu di tahun 2019 ini, akhirnya terbit juga pada tanggal 11 Maret 2019.  Bab pertama buku ini merupakan kelanjutan kisah dari buku sebelumnya yaitu Komet, dimana ending-nya saat itu berupa penghianatan oleh Max kepada tiga remaja petarung yang berasal dari klan berbeda: Raib (Klan Bumi), Seli (Klan Matahari, dan Ali (Klan Bumi).  Dalam buku Komet Minor, saat tak ada lagi harapan bagi Ra, Seli dan Ali ketika di perahu mereka diikat dengan jaring perak.  Ali si genius, dengan caranya yang mengagumkan, berhasil menjatuhkan sesuatu dari sekunya, berupa sebuah cermin kecil yang terbuat dari berlian. Berkat alat itu, ada yang melakukan teleportasi lewat portal cermin. Maka munculah “BATOZAR – si pengintai.”   Pertemuan di perahu tersebut hanya sebentar, karena mereka tidak boleh terlambat, kemudian mereka berempat mendarat di Pulau Hari Minggu, dan HAP!  Ikan raksasa menelan mereka bersama Si Tanpa Mahkota.  Ikan tersebut merupakan portal untuk membuka mereka menuju Klan Komet Minor.

Itu barulah awal, maka bab-bab berikutnya menyajikan keseruan, kekocakan, ketegangan, bahkan kesedihan, hingga kebahagiaan.  Menurut saya, di buku ini banyak hal yang membuat saya tertawa dengan kehadiran Batozar yang meramaikan kisah dalam petualangan Raib, Seli, dan Ali.  Sang pengintai nomor satu di Klan Bulan ini punya selera humor yang baik, sehingga ketegangan demi ketegangan yang harus mereka lewati, membuat mereka bisa terus bertahan lama, meski pun kekalahan demi kekalahan datang silih berganti, tak sedikit pun membuat petualangan terasa membosankan, justru sebaliknya.

“Ini bukan salahmu.  Pangeran galau itu memang hebat.  Dia bukan tandingan kita.  Tapi kita telah bertahan dengan sangat baik.  Dalam pertarungan ini, itulah kata kuncinya, bertahan selama mungkin. Tidak masalah kita kalah satu-dua pertandingan, atau malah kalah berkali-kali, tapi pastikan kitalah yang tetap berdiri tegak di akhir semua kisah,”  (halaman 230).  “Jangan cemaskan banyak hal, Ali.” (halaman 230).  “Ingatlah selalu, akan ada selalu kabar baik setelah kabar buruk,” (halaman 231)

Kalau biasanya di setiap petualang dalam beberapa buku sebelumnya, kekompakan Raib, Seli dan Ali-lah yang membuat mereka mampu menyelesaikan setiap rintangan yang harus mereka hadapi.  Di Komet Minor justru berbeda, kehadiran Continue reading

Advertisements

[Review Buku] : KOMET MINOR Karya Tere Liye

Buku keenam serial Bumi 💕💕💕💕💕💕

Judul Buku          :  KOMET MINOR
Penulis                 : Tere Liye.
Co-Author           : Diena Yashinta
Penerbit               : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit        : Cetakan pertama, 11 Maret 2019

Jumlah Halaman  : 376 Halaman

Sinopsis:     

Pertarungan melawan si Tanpa Mahkota akan berakhir di sini.  Siapa pun yang menang, semua berakhir di sini, di Klan Komet Minor, tempat aliansi Para Pemburu pernah dibentuk, dan pusaka hebat pernah diciptakan.

Dalam saga terakhir melawan si Tanpa Mahkota, aku, Seli dan Ali menemukan teman seperjalanan yang hebat.  Bersama-sama kami melewati berbagai rintangan, memahami banyak hal, berlatih tehnik baru, dan bertarung bersama-sama.

Inilah kisah kami.  Tentang persahabatan sejati.  Tentang pengorbanan.  Tentang ambisi. Tentang memaafkan. Namaku Raib, dan aku bisa menghilang.

Komet Minor merupakan buku keenam dari serial Bumi.  Buku yang sangat saya tunggu dan nantikan di tahun 2019 ini, akhirnya terbit juga pada tanggal 11 Maret 2019. Kali ini saya pun ikut pre-order lewat Mizanestrore .  Kalau baca sinposisnya sekilas, di awal kalimat dikatakan bahwa “Pertarungan melawan si Tanpa Mahkota akan berakhir di sini.  Dalam saga terakhir melawan si Tanpa Mahkota, aku, Seli dan Ali menemukan seperjalanan yang hebat.” Apakah ini menandakan bahwa serial bumi akan berakhir di buku keenam?  Mungkin kamu dan saya, pas baca kalimat tersebut, rasanya ingin bilang “Oh tidaaaaaaak!”  karena tak ingin kisah serial bumi berakhir.  Sekarang, setelah baca bukunya, saya sudah tahu jawaban atas Continue reading

Tetralogi 4 Musim (Four Seasons) Karya Ilana Tan

💚🧡💙💛

Meskipun buku ini sudah cukup lama, namun saya baru tertarik membaca setelah melihat cover-nya yang sekarang (bukan cover pertama).  Tahun lalu tetralogi ini sudah masuk dalam daftar bacaan yang ingin saya baca.  Namun baru di awal tahun 2019, akhirnya saya membaca karya Ilana Tan.  Empat buah novelnya yang dijuluki sebagai tetralogi four seasons atau tetralogi empat musim itu terdiri dari: Summer in Seoul (2006), Autumn in Paris (2007), Winter in Tokyo (2008), dan Spring in London (2010). 

Buku-buku tersebut tidak bersambung, hanya saja ada beberapa karakter muncul di buku lain.  Misalnya di buku Winter in Tokyo, Keiko punya Saudara kembar bernama Naomi, sementara Naomi merupakan karakter utama di buku Spring in London.  Atau misalnya Shandy di buku Summer in Seoul ternyata sepupuan dengan Tara Dupont di buku Autumn in Paris.  Mau mulai dari buku mana pun, atau membacanya tidak berurut dari buku kesatu sampai keempat, tidak masalah.  

Saya mulai membaca bukunya  yang berjudul  Autumn In Paris, tidak disangka buku ini karena ceritanya sangat sedih, sukses menciptakan butiran kristal jatuh membasahi wajah 😂 bukan cerita yang happy ending, tapi sad ending, hanya saja entah kenapa saya justru penasaran ingin membaca buku tetralogi ini.  Selesai membaca keempat bukunya, selain cover dan judulnya yang menarik hati saya untuk membacanya.  Saya suka dengan tetralogi empat musim ini.  Genre romance tapi sang penulis berhasil mengemasnya dengan menarik.  Berbeda dari novel romance ringan lainnya.  Dari judul saja sangat menarik.  Setting yang digunakan juga sangat berhubungan dengan judul membuat saya seakan merasakan suasana ketika berada di musim : summer, autumn, winter hingga spring.  Keempat novel ini setting-nya di empat negara berbeda, dan dua benua berbeda (Asia dan Eropa), dimana kesamaannya masing-masing negara tersebut (Korea Selatan, Perancis, Jepang dan Inggris), merupakan negara beriklim sub tropis yang memiliki empat musim dalam setahun. 

Ceritanya memang Continue reading

Apakah Komet Minor akan jadi buku terakhir dari serial Bumi?

Apakah kamu termasuk salah satu penggemar serial Bumi karya Tere Liye? Apakah kamu sudah tahu kapan buku Komet Minor akan terbit?

Sekarang,  KOMET MINOR SUDAH TERBIT (11 Maret 2019).  Silahkan membaca REVIEW KOMET MINOR

Baca juga: Resensi buku Komet Minor (Maret terbit 2019), Komet, serta Ceros dan Batozar karya Tere Liye

Jika kamu penggemarnya dan kamu belum tahu infonya, semoga kamu tidak sedih dan tetap gembira  dengan kabar yang saya dapatkan dari akun ig @tereliye_quote lewat IGTV-nya.  Silahkan disimak 😊 Continue reading

10 Non Fiksi Favorit 2018

Setelah membahas beberapa fiksi favorit saya di tahun 2018.  Maka Continue reading