[Review Buku]: Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata

“Biar kau tahu Ikal, orang-orang seperti kita tak punya apa-apa, kecuali semangat dan mimpi-mimpi, dan kita akan bertempur habis-habisan demi mimpi itu!”  … Tanpa mimpi orang-orang seperti kita akan mati.  –Arai pada Ikal (halaman 143) 

Sebetulnya saya sudah baca buku ini beberapa tahun lalu, hasil pinjaman hehe.  Namun ketika ngabuburead di Kinokuniya, pas lihat buku ini, langsung muncul ide, kayaknya saya harus koleksi buku ini.  Maka buku ini akhirnya saya miliki, kemudian saya  baca ulang, dan surprisingly saya seperti baru baca bukunya lagi!  Begitulah, kalau saya suka dengan bukunya, saya rela baca ulang, mengalahkan antrian daftar buku yang belum saya baca!  Nah, bagi yang sudah membaca buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, maka bisa melanjutkan dengan membaca buku kedua dari tetralogi Laskar Pelangi, yang berjudul Sang Pemimpi.  Apakah kamu suka dan sudah baca semua tetralogi Laskar Pelangi? Kalau belum silahkan tuntaskan, kalau sudah mari bernostalgia bersama saya. Dalam buku ini, berkisah tentang tiga remaja yang dililit kemiskinan namun memiliki impian untuk melanjutkan sekolah.  Meskipun mereka harus jauh dari keularga dan tinggal bersama satu kos di Pulau Belitong.  Pada pukul dua pagi mereka sudah bangun dan bekerja.  ketiga remaja SMA Bukan Main bermimpi untuk melanjutkan sekolah hingga ke Perancis menjelajah Eropa hingga ke Afrika. Para pemimpi itu adalah Ikal, Arai dan Jimbron.  Ikal dan kedua temannya, Arai dan Jimbron adalah tiga remaja yang begitu nakalnya sehingga mereka sangat dibenci oleh Pak Mustar, tokoh antagonis dalam buku ini, yaitu seorang Wakil Kepala SMA Bukan Main itu sendiri. Namun beda halnya dengan sang Kepala Sekolah, Pak Balia adalah cermin guru teladan. Pak Belia-lah yang telah memberikan mimpi-mimpi kepada murid-muridnya terutama kepada Ikal, Arai dan Jimbron. “ Jelajahi kemegahan Eropa sampai ke Afrika yang eksotis.  Temukan berliannya budaya sampai ke Perancis.  Langkahkan kakimu di atas altar suci almamater terhebat tiada tara: Sorbonne. Ikuti jejak-jejak Satre, Louis Pasteur, Montesquieu, Voltaire. Di sanalah orang belajar science, sastra, dan seni hingga merubah Continue reading “[Review Buku]: Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata”

Advertisements

[Review Buku] Orang-Orang Biasa Karya Andrea Hirata

“Ordinary Pepople, destined to be the second international bestseller for Indonesian author, Andrea Hirata, after his first one that surprised the world’s reader, The Rainbow Troops. –Jill Simmons, New York

Sinopsis:

Belantik—sebuah kota yang penduduknya lupa berbuat jahat.

Aini adalah anak seorang miskin yang hidup dalam kebodohan.  Dalam perpaduan dua hal terkutuk itulah —kemiskinan dan kebodohan, siapa sangka ada sesuatu yang terjadi dalam hidupnya, sebuah peristiwa yang menjadi titik tolak perubahan Aini.

Di sisi lain kota Belantik, ada seorang Polisi yang begitu tertekan lantaran sudah cukup lama dia hanya berdiam diri di ruang kerjanya.  Bukan karena dia malas, namun karena tingkat kriminalitas di kota itu sangat rendah, bahkan begitu rendah sebab berada di angka nol.  Hingga suatu hari, ada tiga kejahatan serius di kota tersebut.  Apa yang sebenarnya terjadi dengan Aini?  Dan bagaimana bisa tiba-tiba ada tiga kejahatan serius di kota tersebut?

Buku Orang-Orang Biasa ini adalah novel ke-10 yang diterbitkan Andrea Hirata bersama Penerbit Bentang Pustaka.  Andrea Hirata menulis novel ini karena Continue reading “[Review Buku] Orang-Orang Biasa Karya Andrea Hirata”

[Review Buku] : Faith and the City karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra

Sinopsis:

 

Setelah malam penganugerahan Hero of the Year untuk Phillipus Brown, semua wartawan menginginkan wawancara eksklusif dengan Phillipus Brown dan Azima Hussein beserta kedua anak gadis mereka, Sarah Hussein dan Layla Brown. Pasangan penyatu jembatan yang terpisah, Hanum dan Rangga, tak pelak ikut menikmati media frenzy. Bagi Hanum, New York City masih ingin menahannya. Tidak bagi Ranggatugas belajar dan riset telah menunggunya di Wina.

Out of the blue, Cooper dari Global New York TV (GNTV) hadir dalam hidup mereka. Ia menawarkan kesempatan yang mustahil ditolak Hanum: menjadi produser acara GNTV yang meliput dunia Islam dan Amerika.

Ini adalah secuplik dunia media yang gelap, dunia rating dan share yang manis sekaligus menjebak. New York yang elegan, namun mengintai soliditas Hanum dan Rangga. New York yang romantis, mengembuskan mantra magis, namun melahirkan kenyataan ironis.

Akankah Hanum mampu mengelak pesona Cooper dan New York City? Mampukah Rangga mempertahankan cinta sejatinya dari

impian yang membelitnya?

 Atau jangan-janganimpian yang menjadi kenyataan tetaplah ilusi, jika melupakan iman dan keyakinan?

Buku ini rasanya cukup berbeda dari dua buku pendahulu tulisan pasangan Hanum dan Rangga. Dua buku sebelumnya yaitu 99 Cahaya Continue reading “[Review Buku] : Faith and the City karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra”

[Review Buku] Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah Karya Tere Liye

Sinopsis:

Ada tujuh miliar penduduk bumi saat ini. Jika separuh saja dari mereka pernah jatuh cinta, maka setidaknya akan ada satu miliar lebih cerita cinta. Akan ada setidaknya 5 kali dalam setiap detik, 300 kali dalam semenit, 18.000 kali dalam setiap jam, dan nyaris setengah juta sehari-semalam, seseorang entah di belahan dunia mana, berbinar, harap-harap cemas, gemetar, malu-malu menyatakan perasaanya.
Apakah Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah ini sama spesialnya dengan miliaran cerita cinta lain? Sama istimewanya dengan kisah cinta kita? Ah, kita tidak memerlukan sinopsis untuk memulai membaca cerita ini. Juga tidak memerlukan komentar dari orang-orang terkenal. Cukup dari teman, kerabat, tetangga sebelah rumah. Nah, setelah tiba di halaman terakhir, sampaikan, sampaikan ke mana-mana seberapa spesial kisah cinta ini. Ceritakan kepada mereka.

Kalau Andrea Hirata dengan Laskar Pelangi-nya beraroma budaya Melayu dan mengeksplorasi Pulau Belitong. Kemudia A. Fuadi dengan Negeri Lima Menara-nya yang Minang banget dengan budaya merantaunya yang khas. Maka Tere Liye dengan Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah-nya dengan kehidupan di sungai Kapuas (Sungai Kapuas atau sungai batang Lawai (Laue) merupakan sungai yang berada di provinsi Kalimantan Barat. Sungai ini merupakan sungai terpanjang di Indonesia dengan panjang total 1.143 km.). Budaya Dayak, Melayu dan Cina peranakan, dengan alur ceritanya sederhana dan kisah kehidupan sehari-hari, maka aroma Pontianak-lah yang membuat buku ini memiliki nilai plus. Setting tempatnya sangat menarik, baru pertama kali saya membaca buku dengan setting kota Pontianak.

Novel ini menceritakan Kisah Continue reading “[Review Buku] Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah Karya Tere Liye”

[Review Buku] : Harga Sebuah Percaya Karya Tere Liye

Sinopsis :

“Pecinta sejati tidak akan pernah menyerah sebelum kematian itu sendiri datang menjemputnya.”  Percayalah pada kalimat bijak itu.
Hanya itu yang perlu dilakukan.
Sisanya, biarlah waktu yang menyelesaikan bagiannya.
Maka, kau akan mendapatkan hadiah terindah atas cinta sejatimu.  Percayalah!

Ini adalah kisah tentang Jim, dari Kisah Sang Penandai, yang terpilih untuk mengguratkan cerita tentang berdamai dengan masa lalu. Ia harus menyelesaikan pahit-getir perjalanannya, apa pun harganya! Karena sungguh kita membutuhkan dongeng ini.

Membaca buku ini sangat seru, berasa dikejar- kejar mengikuti sang tokoh utamanya, Jim. Kisah ini diawali dengan cara yang tidak biasa. Cerita akan diawali dengan kata perpisahan.

Jim, yang sejak kecil amat percaya bahwa setiap kehidupan ditakdirkan memiliki Continue reading “[Review Buku] : Harga Sebuah Percaya Karya Tere Liye”

[Novel Sejarah]: Review Buku RINDU Karya Tere Liye

Sinopsis :

Apalah arti memiliki?
Ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami.

Apalah arti kehilangan?
Ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan, dan sebaliknya, kehilangan banyak pula saat menemukan.

Apalah arti cinta?
Ketika kami menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah? Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati atas sesuatu yang seharusnya suci dan tidak menuntut apapun?

Wahai, bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan? Dan tidak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu? Hingga rindu dan melupkan jaraknya setipis benang saja.”

Novel ini tentang masa lalu yang memilukan. Tentang kebencian kepada seseorang yang seharusnya disayangi. Tentang kehilangan kekasih hati. Tentang cinta sejati. Tentang kemunafikan. Lima kisah dalam sebuah perjalanan panjang kerinduan.

Novel ini ber-setting tahun 1938, zaman Continue reading “[Novel Sejarah]: Review Buku RINDU Karya Tere Liye”