Liburan Di Swiss : In Love With Switzerland (Part 1)


“Life holds special magic for those dare to dream.” –Anonim

Jika perjalanan ke New Zealand,mengingatkan saya pada film The Lord of The Rings, maka Perjalanan ke Swiss ini, mengingatkan saya pada bungkus cokelat Toblerone.  Coklat berbentuk segitiga dan gunung yang berbeda di sisinya.  Gunung tersebut disebut Matterhorn, terletak di Zermatt. Toblerone ini diciptakan di kota Bern. Saya teringat, ketika masih SD, saya diberi coklat toblerone oleh Om saya.  Meneliti dari bungkusnya, coklat mewah bagi saya saat itu, ternyata berasal dari Swiss.  Sejak itulah saya bermimpi suatu hari nanti ingin ke Swiss.  Belasan tahun kemudian, impian itu menjadi kenyataan.  Alhamdulillah.  Uniknya, saya lebih dulu bermimpi tentang Swiss dibandingkan New Zealand.  Nyatanya, saya lebih dulu ke New Zealand, baru dua tahun kemudian mengunjungi Swiss.  Kedua negara ini, memiliki bentangan alam yang sangat spektakuler. Terlalu indah.  Sepotong surga di New Zealand yang telah saya lihat, kini bertambah dengan sepotong surga di Switzerland.  Apakah saya bermimpi?  Tentu tidak, saya hanya beruntung mengunjungi negara yang sudah lama saya impikan.

“You have to dream, before your dreams can come true.”  A.P.J. Abdul Kalam

Sumber gambar: Instagram visitswitzerland

Minggu, 23 Desember 2018: BARCELONA – ZURICH – LUCERNE

Dalam perjalanan ke Eropa pada musim dingin 2018 dari Barcelona menuju Zurich dengan Swiss Air, ditempuh sekitar kurang lebih dua jam.  Ketika pesawat melewati wilayah bagian Prancis, dilihat dari atas bentangan alamnya sangat indah sekali, kemudian memasuki wilayah Swiss semakin indah karena bisa mengintip megahnya pegunungan Alpen yang diselimuti salju dari balik kaca pesawat.  Pukul 16.35 saat pesawat menyentuh bandara udara International Zurich atau Continue reading “Liburan Di Swiss : In Love With Switzerland (Part 1)”

Advertisements