[Review Buku]: Yusuf – Zulaikha karya Abidah El Khalieqy

Judul Buku          : Yusuf- Zulaikha
Penulis                 : Abidah El Khalieqy
Penerbit               : PT. Falcon
Tahun Terbit         : Cetakan pertama, Desember 2018
Jumlah Halaman  : 412 Halaman 

Sinopsis: 

Zulaikha sedang bahagia. Tapi karena pria lain yang bukan suaminya. Dia berusaha menamai rasa ini dengan “persahabatan yang nyaman”. Meski hatinya tahu, ini cinta yang baru.  Yusuf sudah berusaha, sekuat tenaga menolak pesona Zulaikha. Dia tahu perasaannya ini salah. Namun, seberapa jauh dia bisa mencegah hatinya?  Ini tentang cinta yang terlambat. Kisah yang terulang dan bangkit dari masa lalu nun jauh di negeri padang pasir. Ini tentang dua insan yang harus rela saling melepas atas nama cinta kepada Sang Pencipta. 

Beberapa komentar di buku, dari yang sudah lebih dulu membaca buku ini:

“Romansa Yusuf-Zulaikha modern diolah bercita rasa milineal.” –A. Fuadi, penulis.

“Konsistensi dan kesetiaan Abidah untuk mengolah unsur-unsur referensial yang besumber dari khasanah Islam, telah melahirkan karya-karya fenomenal di tengah dinamika sastra Indonesia modern.  Seperti juga dalam novel ini, kisah legendaris Yusuf-Zulaikha hidup kembali melalui tokoh dan peristiwa-peristiwa kekinian yang layak dibaca siapa saja, bik akademi maupun oramg biasa.” –Suminto A. Sayuti, Guru Besar Ilmu Sastra Indonesia Universitas Negeri Yogyakarta

“Kisah cinta yang mebawa pembacanya tenggelam pada keindahan Nil dan Boshporus, sembari menikmati kenangan dari silam dan kecantikan masa kini.  Mumtaz!” –Fadhil Yani Ainusyamsi, Profesor Sastra Arab UIN Bandung, Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Cinta

“Seperti wangi kopi, novel ini menghadirkan aroma masa lalu di atas meja hari ini.  Cangkirnya penuh puisi, bikin demam cinta tiada henti.”  —Ahmadun Yoshi Herfanda, Penyair, pemerhati sastra Indonesia kontemporer

“Kalau jodoh memang akhirnya akan bersatu.  Dan kisah Yusuf & Zulaikha era modern ini telah membuktikannya.  Latar Turki memperindah Continue reading

Advertisements

[Review Buku] : Surat Dari Kematian Karya Adham T. Fusama

Judul Buku          :  Surat Dari Kematian
Penulis                 : Adham T. Fusama
Penerbit               : Falcon Publishing
Tahun Terbit        : November 2018
Jumlah Halaman:  388 halaman

Sinopsis: 

UGM punya banyak lokasi angker. Ada jembatan Perawan yang ditunggui hantu Mbak Rohana. Kampus FEB dihuni Mbak Yayuk, mahasiswi yang jadi hantu gentayangan karena skripsinya tidak kelar-kelar. Ada juga larangan menyanyikan lagu “Gugur Bunga” di bundaran FT malam-malam kalau tidak mau mendengar suara misterius atau dihampiri sosok mengerikan. Dan masih banyak tempat lainnya…. Semua tempat itu diliput oleh channel YouTube Kinan & Zein Lit AF (Liputan Alam Fana).

Target Kinan dan Zein selanjutnya adalah Gama Plaza, gedung terbengkalai yang semakin lama semakin angker. Dua tahun lalu seseorang bunuh diri di lantai empat. Konon ia mati akibat stres kebanyakan tugas kuliah. Kinan sangat bersemangat untuk menginvestigasi lokasi tersebut. Dia ingin membuktikan keberadaan hantu di sana! Apalagi banyak kejadian-kejadian ganjil terkait gedung itu.

Gama Plaza tidak hanya menyeramkan, tetapi juga menyimpan petaka. Saat seorang mahasiswa FEB hilang setelah menerima surat dari orang yang telah mati bunuh diri tersebut, Kinan dan Zein sadar bahwa mereka bukan sedang menghadapi “kisah hantu” belaka. Mereka telah membangkitkan arwah penuh dendam. Akibatnya, mereka harus menerima konsekuensi yang membahayakan jiwa banyak orang….

“One of the best horror novels I’ve ever read! Jangan ngaku pecinta horor kalau belum baca Surat dari Kematian!”  | Afitri Septina (septinawijaya), pembaca & penulis Wattpad 

“Latar cerita dan hantu di novel ini nyata! Itulah yang membuat cerita ini magis banget! Siap-siap, deh, dibikin merinding dan merasa diawasi! Berani baca?” | Fisilver, pembaca Wattpad

Ini merupakan buku genre horror pertama Continue reading