Apakah Komet Minor akan jadi buku terakhir dari serial Bumi?

Apakah kamu termasuk salah satu penggemar serial Bumi karya Tere Liye? Apakah kamu sudah tahu kapan buku Komet Minor akan terbit?  

Jika kamu penggemarnya dan kamu belum tahu infonya, semoga kamu tidak sedih dan tetap gembira  dengan kabar yang saya dapatkan dari akun ig @tereliye_quote lewat IGTV-nya.  Silahkan disimak 😊

  • Semua bermula saat kami kelas X SMA….. Saat tiang listrik di belakang sekolah kami roboh.

  • Hari itu …. Aku tahu Seli bisa mengeluarkan petir.  Dan Seli tahu aku bisa menghilangkan benda di sekitarku.  Ali?  Dia tahu segalanya. 

  • Kami bertiga masuk ke dalam dunia pararel yang menakjubkan.  Klan Bulan. 

  • Kami bertemu petarung-petarung hebat dunia pararel.  Hewan-hewan menakjubkan.  Bentang alam tiada terbayangkan. 

  • Mengikuti kompetisi paling terkenal Klan Matahari.  Petualangan terus berlanjut.

  • Masuk ke perut Bumi, melintasi lorong-lorong kuno.  Untuk mencegah runtuhnya pasak Bumi.

  • Hingga justeru kami sendiri yang membebaskan musuh besar Si Tanpa Mahkota

  • Klan Bumi.  Klan Bulan. Klan Matahari.  Klan Bintang, terancam kekacauan.  Si Tanpa Mahkota bersiap menguasai semuanya. 

  • Tapi akan selalu ada orang -orang yang tolong menolong.  Setia kawan.  Bersedia mengorbankan dirinya demi hal yang lebih besar. 

  • Akan selalu ada sekutu dan kekuatan hebat yang membantu niat mulia.

  • Namaku Raib, dan aku bisa menghilang.  Seli sahabat terbaikku, dia bisa mengeluarkan petir.  Ali, dia bisa apa saja. 

  • Kali ini semua harus berakhir. Di Klan Komet Minor. Siapapun yang memenangkan pertarungan.  Semua harus berakhir. 

  • Apakah Si Tanpa Mahkota berhasil menguasai dunia pararel?

  • Apakah misteri orang-tuaku akan terjawab?

  • Siapa Ali sebenarnya?  Apakah dia keturunan Klan Aldebaran, atau lebih hebat lagi, dia blasteran seluruh dunia pararel.

  • Lihat.  Lihatlah Seli yang semakin tangguh.  Apapun yang tak bisa membunuhnya, hanya menbuatnya semakin kuat.

  • Batozar.  Dia adalah “Master B” bagi kami.  Dibalik seluruh kesedihan di wajahnya, dia pengintar terhebat yang pernah ada. 

  • “Kekuatan paling hebat di dunia pararel bukanlah pukulan berdentum, bukan petir, bukan semua itu. Melainkan kebaikan hati.” Bibi Nay

  • “Ketahuilah, setiap kali sebuah cahaya bersinar sangat terang, maka bayangan yang dibuatnya sangat gelap.  Sebaliknya, saat sesuatu sangat gelap, maka dibutuhkan cahaya terang untuk melewatinya.  Keseimbangan.” Kakek Kay. 

  • Komet Minor.  Buku terakhir melawan Si Tanpa Mahkota. Semua berakhir di sini. 

  • SEGERA!!

  • Maret 2018

  • Tere Liye 

Continue reading

Advertisements

[Review Buku] : Rentang Waktu  karya Farah Via Rahmawati

 

Judul Buku          : Rentang Waktu 
Penulis                 : Farah Via Rahmawati  (penggagas @baitsemusim)
Penerbit               : Wahyu Qalbu
Tahun Terbit        : Cetakan ke-1, November 2018
Jumlah Halaman: 216 Halaman 

Sinopsis:     

Jarak tak melulu soal bentangan kilometer atas terpisahnya daratan dan lautan. Bisa jadi ia adalah rentang waktu bertemunya kau dan aku untuk menjadi kita yang sah di mata Tuhan.”

Entah jauh atau dekat rentang waktu yang membentang antara kita dalam rangka saling menemukan, upayaku untuk memelukmu lewat doa-doa masih kuperjuangkan.  Walau kadang diri ini sesekali merasa tak sabaran ingin segera bersua.

Mungkin lebih tepatnya [enasaran bagaimana rupamu yang selama ini disembunyikan Tuhan sebagai kejutan:  bagaimana bentuk senyummu, bagaimana caramu berjalan, bagaiamana caramu memandangku nanti.  Pernahkah kau merasa, dadamu penuh sesak dengan debar tak keruan dan tak mampu kau terjemahkan apa artinya?  Mungkinkah saat ini kau juga merasakannya? Entah kau berada di belahan bumi mana, ketika kau memohonkan untuk segera dipertemukan denganmu.  Saat itu kita yang tengah memandang langit yang sama, sama-sama menengadahkan tangan kemudian merayu Sang Mahacinta agar sudi kiranya mempertemukan dua insan untuk dipersatukan dalam ikatan halal.

Mengawali awal tahun 2019 dengan membaca buku yang dilihat dari cover-nya saja seperti sedang mewakili perasaan saya 😀 Tenang saja, setelah review buku ini saya juga akan mereview buku traveling, dan tentu saja buku fiksi yang saat ini sedang saya baca.  Masih ada stok buku-buku bagus yang akan saya review, salah satunya serial anak Nusantara.  Maka sebelum lupa mereview buku bagus ini, mari kita lihat apa yang menarik dari buku Reantan Waktu.  Buku ini bagian dari buku yang saya incar di akhir tahun 2018.  Alhamdulillah kesampaian baca, dan dapat tanda tangan pula dari penulisnya.  Penulis yang biasa disapa Farah atau Kak Bee ini tinggal di Balikpapan, dan ini merupakan buku perdananya.  Pertama kali lihat cover bukunya di Instagram, saya langsung suka dan ingin baca.  Ternyata setelah sampai ke tangan, buku ini sangat menarik.  Buat kamu yang butuh motivasi (seperti saya), atau sedang galau, sedih, atau sedang memantaskan hati untuk seseorang yang diridhai-Nya, buku ini akan menemani kamu.

Saya suka covernya, isinya, dan bacanya juga bikin semangat, ada beberapa kartun kece, kemudian kutipan-kutipan bagus, dan beberapa halaman buku yang di dominasi warna ungu, tidak akan membuatmu bosan membaca buku tentang motivasi islam.  Tidak terkesan menggurui tapi lebih terasa menamani dan membuat saya Continue reading

[Review Buku] : SI ANAK CAHAYA Karya Tere Liye

 

From top of Europe: I’m love with Switzerland ❤️❤️ & Si Anak Cahaya 💚💚

Judul Buku          :  Si Anak Cahaya
Penulis                 : Tere Liye
Co-Author           : Sarippudin
Penerbit               : Republika Penerbit
Tahun Terbit        : Desember 2018

Jumlah Halaman : 417 halaman    

Sinopsis

“Nama kau Nurmas, itu nama yang indah sekali. Nur itu cahaya, mas atau emas itu logam mulia yang berharga. Aku harap, suatu saat cahaya dan kemuliaan kau akan menyatu, berkilauan.”  Buku ini tentang Nurmas, si anak cahaya yang memiliki petualangan masa kecil yang penuh keceriaan dan menakjubkan. Apa yang sebenarnya dilakukan oleh Nurmas hingga penduduk seluruh kampung selalu mengingat kejadian yang membuatnya resmi dipanggil si anak cahaya?  Dari puluhan buku Tere Liye, serial buku ini adalah mahkotanya.

Buku ini, merupakan salah satu buku yang saya tunggu di tahun 2018.  Info yang saya dapatkan, buku ini akan terbit di bulan Oktober, ternyata baru bisa terbit di bulan Desember.  Saya pun ikut pre-order, dan alhamdulillah sampai ke tangan saya, tepatnya tanggal 18 Desember 2018, dua hari menjelang keberangkatan traveling ke tiga negara di benua Eropa.  Maka saya memutuskan buku ini untuk menemani perjalanan saya, mewakili koleksi buku-buku saya. Mungkin ini buku koleksi saya yang paling beruntung dibawa traveling, saya tidak ambil foto di setiap sudut destinasi wisata yang saya kunjungi, karena takut akan mengundang perhatian para turis, eh kok si bookworm bukannya baca buku, malah traveling? 😪😪 Biar makin spesial, maka saya memilih foto buku ini dengan background puncak Jungfrau di Swiss.  Sebuah negara yang telah saya impikan sejak SD, dan alhamdulillah akhirnya terwujud, beruntungnya saya pun bisa mengunjungi salah satu masterpiece dari destinasi wisata yang rekomended banget! Buku ini pun selalu saya bawa ke mana pun, karena setia berada di tas, sepertinya enggan  pergi atau membuat pemiliknya lupa untuk menyimpannya di hotel saat traveling! 😀

Sebagai penggemar serial Anak-Anak Mamak, saya sangat mengharapkan buku yang ceritanya khusus membahas tentang Mamak.  Alhamdulillah Bang Tere mengeluarkan karya ini, Si Anak Cahaya.  Buku ini seperti menjawab rasa penasaran saya tentang sosok Mamak.  Bagaiman Continue reading

Dear Diary, Kamu Tak Kan Terlupakan 📘

Meskipun jaman sudah berubah, teknologi samakin canggih.  Ada satu hal yang tak pernah berubah dari saya, yaitu menulis di buku catatan atau diary.  Meskipun tidak serajin dulu.  Beberapa tahun terakhir memang tidak sering, tapi masih melakukannya.

Sejak jaman SD sampai kuliah, saya punya buku Diary 📔. Saya suka menempel gambar-gambar tempat impian  yang ingin saya kunjungi.  Alhamdulillah, banyak yang sudah berhasil terwujud, dan masih ada yang belum terwujud. Dulu kadang suka cerita-cerita lewat diary tentang aktivitas keseharian saya.  Saat saya buka-buka lagi, kadang senyum-senyum sendiri, kadang sedih dan kadang merasa konyol.  Menulis diary itu buat saya seperti therapy untuk mengekpresikan diri yang dituang dalam tulisan, karena saya bukan seorang pencerita yang baik dan bisa menceritakan semua yang ada dipikiran saya kepada orang-orang terdekat, maka menulis di diary 📒bisa belajar memahami apa yang saya mau, dan belajar memahami diri sendiri.  Setelah semua proses berlalu, biasanya diary 📘yang isinya tentang aktivitas keseharian, hingga pengeluaran per bulan yang saya tuliskan, things to do every week (ini bermanfaat banget menulis daftar yang harus dikerjakan setiap minggu, untuk meminimalisir lupa mengerjakan tugas yang harus dikerjakan), setelah semua berlalu maka biasanya saya sobek-sobek bagian yang tidak perlu, kemudian saya hancurkan, karena  orang lain tidak perlu tahu dan tidak perlu baca.  Dua tahun terakhir ini, saya hanya menuliskan di note smartphone saja untuk hal-hal yang ingin saya kerjakan, juga sekalian mengurangi jumlah penggunaan kertas, hehe.  Kalau di Diary  📔 biasanya hanya menulis impian-impian,sama catatan perjalanan traveling, atau draft buat tulisan.

Saya punya diary 📗kesayangan yang di foto ini(2014), umurnya sudah 4 tahun. Sudah diajak ke berbagai tempat traveling. Diary ini pemberian dari  Om saya, saat beliau ke Inggris 🇬🇧.   Diary 📗 ini menjadi salah satu benda berharga.  Menjadi bagian dari kenangan indah yang pernah saya lalui, dan menjadi penyemangat saya merangkai impian-impian.  Masih ada dua note yang belum terisi penuh, yang satu (yang ada di foto ini), satu lagi isinya tentang draft tulisan.  Sisanya, note saya yang sudah terisi penuh, setelah dicek Insha Allah aman, tidak ada tulisan aneh-aneh, sudah tersimpan baik dan sudah saya packing! 

Setelah mengenal dunia blog, maka saya belajar menulis di blog, tapi tetap menulis di Diary 📗 juga.  Menulis  di blog dan Diary adalah salah satu cara mengekalkan kenangan lewat tulisan.  Kalau saya lupa, saya bisa buka-buka dan baca-baca lagi misalnya catatan perjalanan yang pernah saya lalui, buku yang saya baca, bahkan hingga hal random lainnya yang ingin saya tuliskan.  Pada intinya, tulisan tersebut akan menjadi reminder tentang perjalanan yang pernah saya lalui, dan tak lupa bersyukur, dan tidak melupakan, bahwa Diary tak kan terlupakan dan selalu tetap di hati ❤️ 

With Love, ❤️

[Review Buku] : Dilarang Bercanda Dengan Kenangan Karya Akmal Nasery Basral

Judul Buku          : Dilarang Bercanda Dengan Kenangan
Penulis                 : Akmal Nasery Basral
Penerbit               : Republika Penerbit
Tahun Terbit        : Cetakan I, November 2018
Jumlah Halaman: 468 halaman

Sinopsis

Johansyah Ibrahim, seorang pemuda Indonesia yang sedang belajar ilmu PR (Public Relations) di University of Leeds, Inggris, tak pernah menyangka keputusannya untuk datang ke London melihat prosesi pemakaman Putri  Diana Spencer bersama beberapa teman kampusnya, akan menjadi titik balik dalam kisah cinta dan mengubah jalan hidupnya selamanya.

Di tengah murung musim gugur yang mengurung kota, Jo mengalami beragam peristiwa yang bersentuhan dengan bermacam jenis hati wanita, selama sepekan yang riuh oleh liputan media dan ziarah jutaan manusia. Ketika prosesi pemakaman usai, Jo harus menetapkan pilihan siapa wanita yang akan bertakhta dalam singgasana cintanya. Dia tak bisa bermain hati karena setiap pesona romansa memancarkan elegi dan tragedinya sendiri.

Saya sangat tertarik sekali dengan judul buku ini Continue reading

82 Buku Yang Dibaca Tahun 2018

Sejak nonton Chicago Typewriter di akhir tahun 2017, semangat membaca saya tahun ini alhamdulillah membaik daripada tahun-tahun sebelumnya. Drakor yang bercerita tentang persahabatan tiga pemuda aktivis perjuangan Korea di masa pendudukan Jepang. Kemudian, sang tokoh utama bereinkarnasi di era modern sebagai penulis terkenal yang mengalami writer’s block. Selama dia stres, sang penulis bertemu dengan hardcore fansnya dan ghost writer misterius yang selalu bertekat membantunya menyelesaikan penulisan novelnya.  Ini merupakan film pertama yang saya tonton, bertemakan tentang penulis, yang ternyata kalau penulis di luar negeri itu, kalau karyanya terkenal, mereka bak seorang artis, seperti Han Se Ju dalam drakor tersebut.  Masih jarang sekali film yang mengangkat tema tentang penulis, dan saya beruntung gak sengaja menemukan drakor ini saat pindah-pindah channel di TV kabel.  Saya memang awam dalam dunia drakor.  Tapi setidaknya, ada 1 drakor yang saya sangat sukai 😁

Baca juga: kisah tentang penulis dalam Chicago Typewriter

Semangat menulis saya tahun ini juga lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.  Alhamdulillah menyelesaikan sebuah fiksi.  Satu lagi, tahun 2018 ini alhamdulillah jadi cukup rajin posting di rumah blog saya, biar hangat, tidak kedinginan 😄  Saya berterimakasih kepada Chicago Typewriter team, yang sudah membangkitkan semangat saya lewat suguhan ceritanya yang anti mainstream, dan menyadarkan saya bahwa membaca dan menulis adalah hal yang sangat senangi dan tidak bisa digantikan oleh apapun 😊  Setelah nonton drakor tersebut, semangat membaca dan menulis saya membaik.

Sebenarnya tidak ada target total buku yang harus saya baca tahun ini.  Saya mengorbankan waktu luang dan mengurangi waktu tidur, juga  mengurangi aktivitas medsos, yang aktif hanya Instagram, jarang chat, paling hanya  balas chat WA. Atau pun kirim chat kalau sedang perlu, dan saya benar-benar pengen ngobrol.   Pokoknya diet chat, delete beberapa aplikasi misal twitter, line. Paling main di blog, kadang-kadang bw (blog walking). Maklum Continue reading