[Review Buku] 24 Purnama Di Negeri Ginseng Karya Rischan Mafrur

Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.  Demikian peribahasa yang pas bagi kita yang punya untuk mimpi kuliah di luar negeri. Setiap negera mempunyai budaya dan karakteristik yang berbeda. Maka, kita juga harus menghargai  dan menghormatinya.  Beradaptasilah dengan budaya mereka, tapi jangan sampai menghilangkan ke-Indonesia-an kita.  (halaman 74)

Judul Buku 24 PURNAMA DI NEGERI GINSENG
Penulis Rischan Mafrur
Penerbit Safina
Tahun Terbit Cetakan I, Januari 2018
 Jumlah Halaman 196 halaman; 20.5 cm
ISBN 978-602-5453-16-8

Sinopsis:

Ketika semua persiapan untuk berangkat ke luar negeri sudah lengkap, lalu bagaimana jika menjelang hari H, dokumen-dokumen yang paling dibutuhkan hilang?  Apa yang harus dilakukan dalam situasi seperti itu?  Apalagi, mengurus ulang dokumen butuh waktu yang tidak sebentar, bahkan tidak mudah.

Itulah hari yang kacau bagi Rischan Mafrur, yang nyaris gagal meraih beasiswa kuliah S2 di Chonnam National University, salah satu kampus bergengsi di Korea Selatan, gara-gara tasnya hilang selepas mengurus visa di Jakarta dalam perjalanan pulang ke Yogyakarta.

Bagaimana Rischan, si anak petani kampung itu akhirnya bisa mengurus kembali dokumen tersebut dalam jangka waktu singkat? Apa yang membuat dia begitu yakin dengan ucapan “kalau rezeki tak akan ke mana”? Lalu, bagaimana dia dapat bertahan saat terkena cacar api ketika di Korea?   Suka-duka, interaksinya dengan profesor kampus yang penuh disiplin, tentang menjadi minoritas, tips mendapat beasiswa, juga kisah cintanya tersaji apik dalam 24 Purnama di Negeri Ginseng ini. Selamat bermimpi, selamat menemukan yang kau cari!

Siapa yang tidak kenal dengan negera ginseng, yang dikenal dunia lewat K-Pop dan drama korea-nya, tapi dalam buku ini penulis tidak menceritakan dua hal tersebut, karena bukan penikmat hal-hal yang melambungkan negara ini.  Buku ini berisi kumpulan cerita Rischan, yang selepas lulus S1 dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, selang beberapa waktu kemudian berkat perjuangannya yang gigih, mendapatkan beasiswa di salah satu universitas terbaik, yaitu Chonnam National University di kota Gwangju , Korea Selatan.  Pertama kali dalam hidupnya ke luar negeri,langsung dapat beasiswa pula, apa yang terjadi dalam perjalanan pertamanya tersebut?  silahkan baca sendiri.

Perjalanan ke Korea adalah perjalanan pertama saya ke luar negeri, perjalanan pertama saya menggunakan pesawat terbang, dan pertama kali saya melihat bandara. (halaman 52)

Baca: MANTAPPU JIWA karya Jerome Polin, kisah penerima beasiswa S1 di Jepang

Penulisnya lugas menceritakan pengalaman tanpa merasa harus ditutupi, karena ia hanya ingin berbagi mengenai pengalamannya tersebut.  Namun, dalam hal lain seperti saat ia berwisata ke tempat-tempat terkenal yang ada di Korea Selatan, ia tidak menuliskannya secera detail, karena ia ingin pembacanya banyak mencari tahu misalnya lewat searching di Google.  Yang jelas, buat para pencari beasiswa S2 di luar negeri, buku ini bisa menjadi referensi, khususnya bagi mereka yang ingin dan sedang mencari beasiswa kuliah di Korea Selatan.  Menurut saya, buku ini inspiratif dan juga informatif, kemudian cukup unik dan berbeda dari buku dengan tema yang sama, dalam buku ini tulisannya berwarna biru dan orange. Lulus S2 pada bulan Agustus 2015, sebelum pulang ke Indonesia sempat jalan-jalan ke beberapa negara di Asia Tenggara.  Saat ini, penulis sedang melanjutkan study S3-nya di University of Queensland, Australia, dengan beasiswa dari LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan.

Baca: review buku Haram Keliling Dunia Karya Nur Febri Wardi

Hal menarik lainnya, terdapat info tentang masjid-masjid yang ada di Korea, juga tentang cerita bagaimana Rischan bertemu dengan jodohnya, wah seru dan salut.  Silahkan baca bukunya 🙂

Baca: Muslim traveler Korea Selatan

Berikut ini kutipan-kutipan favorit dalam buku 24 Purnama di Ngeri Ginseng:

  1. Bagi saya, belajar itu bisa di mana pun dan kapan pun. Seseorang yang dikampusnya sibuk berorganisasi, aktif di kegiatan sosial, ikut penelitian dengan dosen, dan kegiatan positif lainnya biasanya malah lebih bagus dari sisi akademis ketimbang yang hanya sibuk belajar dan kuliah.  (halaman 22)
  2. “Tulislah mimpi-mimpimu itu.”  Sebab mimpi adalah bahan bakar kita untuk bergerak (halaman 24)
  3. Saya memang sengaja memadatkan aktivitas, dan ternyata saya bisa melakukannya tanpa mengurangi waktu saya bersama keluarga, dan teman-teman kuliah.  Saya melakukan itu semua sebagai persiapan sejak dini demi terwujudnya mimpi saya, yaitu melanjutkan kuliah ke luar negeri.  (halaman 26)
  4. Sejak SMA, ketika ada persoalan yang membuat saya bingung, saya selalu bertanya kepada ibu saya.  Jalan yang ibu saya ridhai itulah yang saya tapaki.  (halaman 49)
  5. Satu hal yang harus menjadi perhatian bagi mereka yang mau kuliah ke Korea adalah waktu.  (halaman 73)
  6. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.  Demikian peribahasa yang pas bagi kita yang punya untuk mimpi kuliah di luar negeri. Setiap negera mempunyai budaya dan karakteristik yang berbeda. Maka, kita juga harus menghargai  dan menghormatinya.  Beradaptasilah dengan budaya mereka, tapi jangan sampai menghilangkan ke-Indonesia-an kita.  (halaman 74)
  7. Lakukanlah kebaikan, walaupun itu kecil, karena kita atak pernah tahu kebaikan apa yang mengantarkan kita ke surga-Nya.  (halaman 102)
  8. Jangan kamu salahkan kesulitan, karena hanya dengannya nanti kamu mengerti apa makna perjuangan dan sebuah kemenangan. (halaman 119)
  9. Menikah itu bukan persoalan cepat atau terlambat. Menikah itu sudah ditentukan oleh Tuhan kapan waktu yang paling tepat. (halaman 176)
  10. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain. –HR Ahmad dan Al-Thabrani (halaman 190)

Note: buku ini saya beli di BBW Jakarta 2019

Happy reading! 📚 📖😊

With Love, ❤️💙

11 thoughts on “[Review Buku] 24 Purnama Di Negeri Ginseng Karya Rischan Mafrur

    1. Nah, keren banget kan? Rezeki penulisnya luar biasa bagus, ikut seneng baca kisahnya 😊 salut
      Ayo yang ngejar S2 Luar Negeri pada semangat, biar saya yang menyemangati Kak Ra aja 😎🥳🥳

      Like

      1. Hahaha 🤣
        Engga atuh Kak.
        Saya mah jadi cheerleader invisible aja 😎😎
        Orang ga perlu tau saya, toh saya bukan siapa-siapa 😛

        Aamiin Aamiin sekalian aja dapat beasiswa DL & LN 😇

        Liked by 1 person

      2. Ga usah teriak-teriak Kak.
        Nanti orang lain bingun dan keberisikan 😅
        Lagian namanya juga cheerleader invisible ya ga keliatan juga, tak usahlah teriak, keep calm Kak 😎😜

        Liked by 1 person

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s