[Review Buku] Buku Latihan Soal Mantappu Jiwa Karya Jerome Polin

Pada awalnya, kita membuat mimpi.  Tapi setelah itu, mimpi yang akan “membuat” kita.  Mimpi tidak dapat diwujudkan dengan instan, melainkan dengan air mata, doa, keringat, konsistensi, determinasi, dan kerja keras.  (halaman 99)

Penulis           : Jerome Polin Sijabat
Penerbit         : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : Cetakan keempat,  Agustus 2019
Halaman        : 224 halaman
ISBN                : 9786020632421

Sinopsis:

“Jadi ini buku soal latihan Matematika ya, Jer?”

Bukan!

Kata orang, selama masih hidup, manusia akan terus menghadapi masalah demi masalah.  Dan itulah yang kuceritakan dalam buku ini, yaitu bagaimana aku menghadapi setiap persoalan  di dalam hidupku.  Di mulai dari aku yang lahir dekat dengan hari meletusnya kerusuhan di tahun 1998, bagaimana keluargaku berusaha menyekolahkanku dengan kondisi ekonomi yang terbatas, sampai pada akhirnya aku berhasil mendapatkan beasiswa S1 di Jepang.

Manusia tidak akan pernah lepas dari masalah kehidupan, betul.  Tapi buku ini tidak hanya berisi cerita sedih dan keluhan ini-itu.  Ini adalah catatan perjuanganku sebagai Jerome Polin Sijabat, sebagai pelajar Indonesia di Jepang yang iseng memulai petualangan di YouTube lewat channel Nihonggo Mantappu.

Yuk, naik roller coaster di kehidupanku yang penuh dengan kalkukasi matematika.

It may not gonna be super fun, but I promise it would worth the ride.

Minasan, let’s go, MANTAPPU JIWA!

Baca: review buku AHED TAMIMI dan review buku I AM MALALA  

Mungkin, ini merupakan buku yang sedang hits di bulan September.  Baru rilis tanggal 19 Agustus 2019, saya kebagian bukunya yang sudah cetakan keempat, saat saya beli tanggal 2 September di Gramedia SMS (Summarecon Mall Serpong).  Wadidau!  Baiklah, adik-adik, para remaja sekalian yang mau baca buku ringan tapi bisa memantik semangat belajar, saya rekomendasikan buku ini.  Saya memang bukan remaja seperti adik-adik, tapi saya suka baca buku ini.  Hanya dalam hitungan jam, langsung habis, enak banget bacanya.  Bukunya dikemas dengan sangat menarik: full color, layout-nya beda-beda, bikin nggak bosan bacanya, walaupun beneran ada soal latihannya.  Tapi sebenarnya di balik soal tersebut, penulis memberikan filosofisnya, jadi nggak ada ruginya baca buku ini (sekali pun saya bukan remaja, menyenangkan sekali baca buku ini).

Tenang saja, ini bukan buku tentang soal matematika, sebab penulisnya memang jago Matematika, melainkan lika liku yang dihadapi Jerome dalam mendapatkan beasiswa di Jepang, serta cerita tentang bagaimana ia memulai YouTube di channel-nya “Nihongo Mantappu,” yang saat tulisan ini dibuat subscriber-nya sudah mencapai 1,8 juta.  Mengusung tema Jepang, pendidikan, dan tentu saja Matematika!  Jerome mengibaratkan hidupnya dipenuhi kalkulasi seperti Matematika.

Baca: review buku SERIAL BUMI

“…Saya baru pertama kali lihat orang kayak kamu.  Bahkan guru-guru bahasa Jepang di Indonesia sedikit sekali yang lolos N1.  Gimana caranya? Jawabku masih sama.  “Belajar. Yang gila belajarnya.” (halaman 153)

Ini bukan novel atau fiksi. Buku ini merupakan kuncer atau kumpulan cerita penulisnya yang saat ini masih menjalani study S1-nya  di Waseda University Japan jurusan Matematika Terapan.  Dia bisa sekolah di sana, berkat perjuangannya meraih beasiswa.  Dan…. beasiswa S1 luar negeri ini masih sangat jarang, kalau S2 luar negeri lebih banyak. Terus, dari ribuan peserta yang ikut mendaftar, hanya beberapa orang saja yang diterima dan lolos dapat beasiswa. Kebayang dong susahnya seperti apa.  Pasti susah banget.  Namun Jerome membuktikan, berkat perjuangan dan kerja kerasnya, dia bisa mewujudkan impiannya.  Jadi adik-adik sekalian yang sedang berburu beasiswa kuliah di luar negeri, bisa jadi butuh baca buku ini.   Jerome, akan berbagi cerita proses bagaimana perjuangannya mendapatkan beasiswa tersebut.  Selain itu, Jerome juga banyak menjuarai lomba-lomba, lomba OSN Matematika salah satunya.  Penasaran kan gimana ceritanya?  Silahkan baca bukunya.  Yang saya salut ternyata  Jerome ini selain pintar, sangat rajin sekali latihan, latihan, dan latihan.  Latihan di mana saja, kapan saja. Ini sih keren, latihannya Matematika pula, mantaaap.

Serial Bumi sudah ada edisi bahasa Inggris-nya, judul buku pertamanya EARTH Karya Tere Liye

Beberapa kalimat-kalimat favorit saya dalam Buku Latihan Soal MANTAPPU JIWA:

  1. Seperti ada banyak hitungan menuju angka 2, mereka bilang, ada banyak jalan menuju Roma.  (halaman 12)
  2. Rasa percaya diri terlalu tinggi yang sebenarnya beda tipis dengan kesombongan, tidak akan membawa kita ke mana-mana #rumusjerome (halaman 22)
  3. Aku tahu mimpiku layak dibayar sebegitu tinggi oleh keringat dan kerja keras.  Aku tahu mimpiku layak diperjuangkan.  Dan tidak ada yang bisa memperjuangkannya, selain oleh diriku sendiri #rumusjerome (halaman 26)
  4. Tapi, setiap selesai berdoa, selalu ada suara yang mengingatkanku [JANGAN BERHENTI DULU, JANGAN MENYERAH DULU] Aku berpikir apa mungkin usahaku yang masih kurang? Tapi, jika aku berhenti dan menyerah untuk ikut lomba, selamanya aku tidak akan punya kesempatan untuk menang.  (halaman 27)
  5. … Dari dulu saya ingin jadi berbeda dari orang lain.  Selain belajar di sekolah, saya berusaha menguasai banyak hal lain seperti alat musik, olahraga, nyanyi… Jadi, meskipun saya belajar matematika, saya yakin dapat bekerja di lapangan dan di balik meja sekaligus karena saya yakin dapat menjadi matematikawan yang berbeda dari matematikawan lain.”  (halaman 58-59)
  6. Memang yang namanya belajar SKS: Hafal sebentar terus lupa. Pengetahuannya nggak awet di kepala #rumusjerome (halaman 74)
  7. Aku belajar untuk jangan takut mencoba sesuatu yang baru, meski kelihatannya sulit sekalipun.  Karena kita sebagai manusia tidak ada yang tahu masa depan #rumusjerome (halaman 94)
  8. Pada awalnya, kita membuat mimpi.  Tapi setelah itu, mimpi yang akan “membuat” kita.  Mimpi tidak dapat diwujudkan dengan instan, melainkan dengan air mata, doa, keringat, konsistensi, determinasi, dan kerja keras.  (halaman 99)
  9. Ada hal yang tidak bisa kita kontrol karena kita adalah manusia yang terbatas.  Jadi tugas kita adalah melakukan yang terbaik lalu menyerahkan sisanya kepada Tuhan #rumusjerome (halaman 114)
  10. Aku sadar belajar nggak akan pernah ada ruginya.  Kalau pun kita tidak bisa menggunakan ilmunya saat ini, bukan mustahil kita akan membutuhkannya di masa yang akan datang #rumusjerome (halaman 127)
  11. Karena nyatanya menunggu dan mencoba mengerti  rencana Tuhan itu tidak pernah mudah #rumusjerome (halaman 134)
  12. Apa yang kelihatan mustahil jika kita coba kerjakan dengan tekun, bisa menjadi kenyataan #rumusjerome (halaman 154)
  13. Gimana cara Jeromi bagi waktunya? Jadi, di keluargaku, kami cuma boleh main game pada hari jumat, sabtu dan minggu.  Selebihnya,  dilarang.  Maksudnya game di sini adalah seperti permainan komputer, PS, atau Gameboy.  Nah, jadi untuk senin-kamis, kami fokus belajar mengembangkan skill… (halaman 163)
  14. Mungkin jalannya tidak semulus orang lain, atau mungkin hasilnya tidak sebaik orang lain, tetapi setidaknya kita bisa menghasilkan sesuatu. Dan sebagai awal, itu sudah cukup baik.  #rumusjerome (halaman 171)
  15. Ada banyak hal di dunia ini yang tidak dapat dilakukan sendiri.  Aku butuh orang untuk mengajari aku, aku butuh orang untuk mendukung aku.  Dan aku menyadari satu hal, yaitu bahwa seseorang bisa merasa senang jika mereka ikut dilibatkan dan usaha mereka dihargai dalam mencapai sesuatu.  #rumusjerome(halaman 186)

Happy reading! 📚 📖😊

With Love, ❤️💙

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s