[Review Buku] Terapi Berpikir Positif Karya Dr. Ibrahim Elfiky

Sinopsis:     

Apa yang Anda alami hari ini adalah dampak dari pikiran Anda kemarin.  Apa yang akan Anda alami esok hari adalah dampak dari pikiran Anda hari ini. Pikiran yang sedang Anda bayangkan saat ini sedang meciptakan kehidupan masa depan Anda.

Tak akan ada yang dapat menghentikan orang yang bermental positif untuk mencapai tujuannya.  Sebaliknya, tak ada sesuatu pun di dunia ini yang dapat membantu seseorang yang sudah bermental negatif.  Semua yang mempunyai potensi kekuatan pikiran.  Tapi tak semua tahu dan mampu mengkatifkannya untuk mendapatkan manfaat yang luar biasa.  Dr. Elfiky—motivator muslim dunia—tergerak untuk membantu Anda mengenal kekuatan pikiran, cara kerjanya, dan cara mengaktifkannya dengan mudah, murah, dan efektif.  Kekuatan pikiran Anda lebih dahsyat dari yang Anda bayangkan.  Di buku powerful ini, Anda menemukan rahasia:

  • Bagaimana kekuatan pikiran akan mengubah hidup Anda sehingga Anda termotivasi kuat untuk meningkatkan kualitas berpikir Anda.
  • Bagaimana dengan mudah mendiagnosis penyakit-penyakit pikiran Anda dan mengobatinya.
  • Bagaimana membangun keyakinan dengan alami, dan Anda akan yakin menatap masa depan hidup Anda.
  • Bagaimana merumuskan visi agar Anda lebih optimal, hidup lebih terarah, lebih efektif, dan—yang terpenting—lebih ANTUSIAS.
  • Bagaimana “menginstall’suatu pikiran indah dan bahagia dalam pikiran Anda sehingga hidup Anda pun lebih indah dan bahagia.
  • Bagaimana Anda akan mampu berpikir, bertindak, dan berkata dengan lebih bijak.
  • Bagaimana Anda meraih kesehatan, kekayaan, kepercayaan diri, dan kreativitas.
  • Bagaimana Anda meraih hubungan positif. dan lebih banyak lagi ….

Siapa pun Anda—pelajar, pengajar, dan pekerja—bacalah buku ini agar potensi Anda terbebas dari belenggu pikiran negatif.  Dengan penuh semangat, percaya diri, dan optimisme, Anda pun bisa memfokuskan diri untuk membangun masa depan yang lebih cerah, kian sukses, kian bahagia.

Sepuluh tahun yang lalu, saya membaca buku ini.  Dan di tahun 2019, saya kembali mengulang untuk membacanya lagi karena buku ini salah satu buku yang berkesan.  Salah satu buku yang akan saya rekomendasikan untuk kamu, yang membaca blog saya.  Saya sangat suka dengan buku kategori psikologi, dan dari bebarapa buku psikologi yang saya baca, buku ini terasa sangat spesial.  Sepuluh tahun terakhir ini, mungkin ini salah satu buku yang berpengaruh dalam perjalanan hidup saya, selain tentunya juga buku-buku traveling.  Point utama yang saya ambil dari buku ini, tentang bagaimana saya memutuskan untuk bersikap positive thinking dalam menjalani hidup.  Buku terjemahan ini sangat enak untuk dibaca, walaupun pun buku psikologi, bahasanya sangat sederhana, kemudian disajikan banyak contoh kasus yang dihadapi dan ditangani oleh penulis yang merupakan trainer andal di bidang pengembangan Sumber Daya Manusia, sehingga memudahkan saya sebagai pembaca dalam memahami isi bukunya.  Kemudian terdapat ayat-ayat Al-Quran yang relevan dengan pembahasan  yang disajikan oleh penulis yang merupakan seorang Muslim asal Mesir, dan menetap bersama keluarganya di Kanada.  Banyak juga bertebaran Hadis dari Rasulullah, quote-quote dari para tokoh terkenal seperti Muhammad Ali, Michael Jordan, Einstein, Elanor Roosevelt, maupun para filsuf, seperti Plato, Socrates, Voltaire, dan banyak lagi,  hingga pepatah dari berbagai negara, sangat memperkaya bahasan yang disajikan dalam buku ini, dihubungkan pula dengan berbagai contoh kasus yang ditangani oleh Dr. Ibrahim Elfiky.

Baca juga: Reclaim your heart karya Yasmin M.

Buku yang sangat bergizi, yang mungkin bisa mengubah cara berpikir kamu menjadi seseorang yang lebih dewasa dan bersikap positif dalam menjalani kehidupan di dunia fana ini.  Menurut saya, siapa pun bisa menikmati buku ini.

Baca juga: beberapa buku yang sudah saya review

Judul Buku       :  Terapi Berpikir Positif
Penulis              : Dr. Ibrahim Elfiky
Tahun Terbit     : Cetakan pertama, 2009.  Cetakan XIV, 2014
Jumlah halaman: 347 halaman. Penerjemah: Khalifaturrahman Fath & M. Taufik Damas
Penerbit             : Penerbit Zaman

Berikut  kalimat-kalimat favorit saya dalam buku ini:

  1. “Hari ini Anda tergantung pada pikiran yang datang saat ini. Besok Anda ditentukan oleh ke mana pikiran membawa Anda.”  Begitulah kenyataannya.  (halaman 3)
  2. Pada 1986, penelitian Fakultas Kedokteran di San Fransisco menyebutkan bahwa lebih dari 80% pikiran manusia bersifat negatif. Hasil penelitian ini memperkuat pernyataan bahwa nafsu cenderung menyuruh pada keburukan (ammarah bi al-su).  Dengan hitung-hitungan sederhana, 80% dari 60.000 pikiran, berarti setiap hari kita memiliki 48.000 pikiran negatif.  Semua itu turut mempengaruhi perasaan, perilaku, serta penyakit yang mendera jiwa dan raga.  Jika demikian, kita harus ekstra hati-hati dalam memilih pikiran di benak kita.  (halaman 4)
  3. Berpikir tidak memiliki batas—lintas waktu, jarak, dan ruang. Pikiran memiliki kekuatan yang bisa muncul pada pagi, siang, dan sore dalam kondisi apa pun.  Pikiran adalah sumber pendorong perilaku, sikap, dan hasil yang kita dapatkan.  Pikiran dapat menjadikan Anda sebagai seseorang yang berjiwa sehat atau sakit.  Pikiran dapat membuat Anda mampu membangun tata kehidupan yang sehat atau sebaliknya.  (halaman 10)
  4. Jadi, sekali lagi, agar perubahan yang diinginkan terjadi secara sempurna, mulailah dari dalam. Sekuat apa pun bantuan dari luar tidak akan efektif kecuali jika Anda menolong diri sendiri dengan kembali kepada Allah.  Setelah itu mengubah arti persepsi dalam file bawah sadar.  Dengan begitu, perubahan akan sempurna.  Ketika Anda mengubah persepsi, segala sesuatu pun ikut berubah.  File di alam bawah sadar Anda akan berubah dan akan mengubah hidup seperti yang Anda idamkan.  (halaman 16-17)
  5. Akal seseorang bekerja sesuai arahan. Pikiran apa pun yang sedang dipikirkan seseorang akan diterima oleh akal dan ia bekerja ke arah pikiran itu.  Ia akan mencari di ruang memori setiap file data yang dapat membantu dan mendukung Anda ke arah itu dan membuat Anda berhasil mewujudkannya, baik positif atau negatif.  (halaman 22)
  6. Dalam kehidupan spiritual, jika yang muncul di pikiran adalah bangun malam untuk shalat tahajud atau shalat subuh pada waktunya, maka akal akan berkonsentrasi pada hal tersebut. Akal akan mencari data pendukung untuk mewujudkan keinginan Anda. (halaman 25)
  7. Dalam bidang kesehatan, jika yang terus dipikirkan adalah kesehatan yang membaik dan berat badan ideal yang dihubungkan dengan kebahagiaan, maka akal akan fokus untuk mewujudkn itu. Dengan usaha dan kesabaran, seseorang bisa mewujudkan mimpi-mimpinya.  (halaman 25)
  8. “Akal dan tubuh saling mempengaruhi.” Apa yang Anda pikirkan dan katakan pada diri Anda diambil oleh otak.  Selanjutnya ia membuka data-data yang sesuai dengan apa yang Anda pikirkan.  Ketika itulah pikiran Anda mempengaruhi gerakan tubuh dan ekspresi wajah.  Jadi, seseorang bisa merasakan bahwa tubuhnya dipengaruhi oleh pikirannya.  (halaman 27)
  9. Di rumah sakit pusat San Fransisco, Amerika Serikat, para pasien diterapi dengan tawa dan kabar positif.  Hasilnya, terapi seperti ini meningkatkan kesembuhan sampai 35%.  Ketika orang yakit berpikir positif, tersenyum, optimis, tertawa, kadar endofrin dalam tubuhnya meningkat.  Endofrin membantunya untuk sembuh,  Di sini juga terdapat bukti kuat bahwa pikiran dan tubuh saling memengaruhi.  (halaman 29)
  10. … Seperti biasanya saya mengambil secarik kertas dan pena, kemudian menulis tentang kekuatan pikiran. Saya tuliskan bahwa pikiran memengaruhi perasaan dan bahwa pikiran adalah ciptaan manusia.  Dunia luar tidak bisa memengaruhi kecuali atas izin dirinya.  Sayalah yang memutuskan merasa seperti ini.  Karena itu, saya pula yang harus menguasai perasaan ini, bukan dunia luar.  Perasaan tidak akan berubah begitu saja.  Untuk bisa berubah, saya harus mengubah pikiran dan konsentrasi.  Saya pun benar-benar mencoba dan ternyata perasaan saya mengikuti pikiran saya,  Saya bersyukur kepada Allah yang telah memberi informasi ini.  (halaman 32)
  11. Perasaan tak ubahnya bahan bakar bagi manusia. Perasaan adalah reaksi alamiah dari pikiran dalam diri kita.  Adalah karunia Allah, Dia jadikan kita mengetahui makna setiap perasaan, baik yang positif seperti cinta, kasih sayang, kebahagiaan, kedamaian, ketenangan, kelapangan, dan sebagainya, atau yang bersifat negatif seperti marah, benci, dendam, dan sebagainya.  Selain itu, Allah memberi kita kemampuan menguasai pikiran.  Dia berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (Al—Ra’du: 11).  (halaman 34)
  12. Karena itu jika Anda benar-benar ingin mengubah kehidupan menjadi lebih baik maka mulailah hari ini.  Perhatikan pikiran Anda dan kuasai.  Anda akan menyaksikan perbedaan besar dalam diri dan perubahan positif yang terjadi dalam kehidupan Anda.  (halaman 35)
  13. Peribahasa Cina mengatakan, “Jika Anda melakukan sesuatu yang sama, Anda akan mendapatkan hasil yang sama.” Aksi melahirkan reaksi sejenis.  Filsuf Yunani, Socrates menyebutnya hukum sebab-akibat.  Benih yang Anda semai akan memberikan hasil yang sejenis dengannya.  Jika Anda menyemai pikiran negatif, hasil yang Anda peroleh adalah hasil yang negatif.  Jika Anda tanam benih-benih cinta dan toleransi maka hasil yang Anda dapat sama dengan benih yang Anda tanam.  (halaman 43)
  14. Kebijaksanaan Afrika mengatakan, “Jika musuh internal tidak ada makan musuh eksternal tidak dapat menyakiti Anda.”  Musuh besar manusia adalah dirinya sendiri.  Aristoteles berkata, persoalan saya menghadapi diri sendiri melebihi beratnya persoalan saya menghadapi makhluk apa pun.”  Semua itu disebabkan oleh pikiran yang kemudian mempengaruhi citra diri.  (halaman 48)
  15. Pikiran positif membantu membangun percaya diri. Dampaknya adalah perbuatan positif yang membantu seseorang menghadapi tantangan hidup.  Muhammad Ali, petinju terkenal, selalu berkata dalam hati, “Aku petinju yang hebat. Apa pun yang terjadi, aku tetap petinju yang hebat.  Akulah petinju terbaik di dunia ini.”  Dalam sebuah wawancara di televisi, ia ditanya mengapa Anda selalu berkata demikian?”  Muhammad Ali menjawab, “Karena kalimat itu memberiku rasa percaya diri, menguatkan keinginanku, dan membuatku konsentrasi pada target yang ingin aku capai.  Jika akhirnya gagal, aku akan belajar dari kegagalan, kemudian berlatih lebih baik lagi hingga berhasil. Lebih lanjut ia berkata, “Pikiran bisa menjadi penyebab kegagalan dan bisa pula menjadi pendukung keberhasilan.  Pikiran adalah sumber percaya diri.”  (halaman 56)
  16. … jika Anda benar-benar ingin meningkatkan dan memperkuat rasa percaya diri, tanamkanlah pikiran positif. Jadikanlah konsentrasi pada hal-hal positif hingga menumbuhkan rasa percaya diri, apa pun yang terjadi.  Otak akan membukakan file-file percaya diri yang lebih kuat dan mendalam di ruang memori akal bawah sadar Anda.  Demikian itu sangat berpengaruh pada perilaku dan hasil yang Anda raih.  (halaman 58)
  17. Jika Anda kaji penyebab semua kondisi kejiwaan ini, baik stress, cemas, takut, gelisah, frustasi, dan sebagainya, Anda akan tahu bahwa akar semua itu adalah pikiran. Semua perguruan tinggi di dunia memastikan bahwa lebih dari 75% penyakit kejiwaan disebabkan oleh pikiran.  (halaman 63)
  18. Pada 1986, salah satu Fakultas Kedokteran di San Fransisco menambahkan dalam sebuah penelitian tentang dialog dengan jiwa. Menurut hasil penelitian itu, lebih dari 75% penyakit tubuh berasal dari dialog negatif dengan jiwa.  Itulah yang oleh ahli jiwa disebut “sandiwara internal.”  Inilah cara orang menggambarkan kehidupan dalam benaknya, termasuk pikiran-pikiran dan susunannya dalam mental.  Yang demikian ini menyebabkan banyak penyakit, antara lain serangan jantung, pusing, tekanan darah, melemahkan sistem saraf, dan menurunkan kekebalan tubuh.  Bahkan dapat menyebabkan kanker.  Ahli pengobatan dengan energi yang lain, Mantak Chia, menulis dalam buku Inner Smile bahwa pikiran mempengaruhi seluruh anggota tubuh bagian dalam.  Hal ini menyebabkan hilangnya keseimbangan energi seseorang dan mengakibatkan munculnya berbagai penyakit.  Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda, “Jangan kalian berpura-pura sakit sehingga benar-benar jatuh sakit.”  Hadis ini menegaskan bahwa pikiran bisa menimbulkan penyakit.  Jika seseorang selalu berpura-pura sakit, lambat laun akan menjadi kenyataan.  (halaman 69)
  19. … Sebagaimana Anda saksikan, pikiran memiliki kekuatan luar biasa yang bisa menciptakan kebahagiaan jika digunakan secara positif, tapi bisa pula menyebabkan kesengsaraan jika digunakan secara negatif. Pikiran mampu melampui batas waktu.  (halaman 75)
  20. Penggunaan waktu psikologis bisa bermanfaat bagi kita. Sebagai contoh, setiap hari sebelum tidur, tulislah lima hal positif yang Anda lakukan pada hari itu.  Mulai dari hal sederhana, seperti tersenyum kepada istri, anak, teman, orang lain yang bekerja denganmu, bahkan orang dipinggir jalan.  Bisa juga mendengarkan keluh kesah orang lain yang tertimpa masalah , lalu Anda membantunya untuk bebas dari perasaan tak nyaman.  Bisa juga mengunjungi orang sakit atau menelepon dan menanyakan perkembangan kesehatannya.  Atau, hal positif lainnya yang Anda lakukan hari ini.  Selain pengalaman tersebut, tulis juga waktu terjadinya.  Setelah itu, pergunakanlah waktu psikologis Anda.  Layangkan pikiran Anda ke waktu itu dan rasakan peristiwa itu terjadi lagi.  Rasakan perasaan positif yang serupa, pasang senyum manis di bibir, dan ucapkan alhamdulillah.  Setelah itu, tidurlah.  (halaman 83)
  21. Sistem kerja akal bawah sadar ini selalu berjalan mulus. Ketika Anda memikirkan sesuatu yang negatif maka ia akan membantu Anda mewujudkan pikiran negatif itu.  Sebaliknya, jika Anda memikirkan sesuatu yang positif, ia pun membantu Anda mewujudkannya.  Ia ada untuk melayani Anda, mengikuti pikiran Anda, dan membuatnya menyebar luas.  Jadi, sistem kerja akal bawah sadar bisa menyebabkan Anda sengsara dan gagal atau bahagia dan berhasil.  Ia selalu berhasil mendukung Anda sesuai dengan jalan pikiran Anda.  (halaman 97)
  22. Jika Anda memikirkan kecemasan, ia akan menyebar. Kemudian ia akan membuka pintu bagi hukum berikutnya.  Akibatnya, kadangkala Anda frustasi, kadangkala Anda sedih, dan kadangkala Anda gemetar.  Jika seseorang takut naik pesawat karena alasan tertentu dan membiarkan ketakutan itu tidak diatasi, maka penyakit ini akan menyebar luas dan semakin kuat.  Jika terus demikian ia tidak akan menyebar luas dan semakin kuat.  Jika terus demikian ia tidak akan bisa bepergian dengan pesawat, dalam kondisi apa pun.  Hukum berpikir pararel pun akan berlaku: ia akan takut ketinggian karena pesawat pasti terbang tinggi. … Begitulah hukum pararel beraksi dengan sangat teliti agar seseorang dapat sukses dalam mewujudkan apa yang ia pikirkan.  (halaman 99-100)
  23. Alam batin Anda terdiri dari persepsi, pengertian segala sesuatu, prinsip, keyakinan, dan cara pandang terhadap segala sesuatu, termasuk manusia. Karena itu, apa pun yang Anda pikirkan akan memengaruhi apa yang Anda lihat di alam luar. (halaman 105)
  24. “Setiap orang bertanggung jawab atas akalnya dan setiap orang bertanggung jawab atas hasil kerjanya.”—Dr. Milton Ericson (halaman 106)
  25. Jika Anda benar-benar menginginka perubahan, ubahlah file batin Anda terlebih dahulu. Jika sudah Anda lakukan, perubahan akan terlihat di alam luar Anda secara otomatis.  Pepatah India mengatakan, “Jika tidak ada musuh di dalam batin maka musuh dari luar tidak akan dapat menyakiti Anda.”  (halaman 107)
  26. Penelitian membuktikan bahwa orang-orang yang berusaha menurunkan berat badan dengan obat adan operasi pasti kembali pada kondisi semula, bahkan bisa jadi lebih gemuk lagi. Mengapa demikian? mereka hanya menempuh jalan termudah dan tidak melakukan sesuatu dari diri mereka sendiri.  Untuk mencapai tujuan tersebut mereka harus melalui empat tahapan, yaitu pikiran, makanan, jiwa, dan fisik.  Pada setiap tahapan, mereka harus sungguh-sungguh dan membuat perubahan yang wajar di dalam dirinya.  Dengan demikian, hasilnya baru terlihat nyata.  (halaman 108)
  27. “Hidup adalah pantulan pikiran dan keyakinan Anda. Untuk mengubah hidup, yang pertama kali harus Anda lakukan adalah mengubah pikiran dan keyakinan Anda.”  (halaman 111)
  28. Gandhi pernah berkata, “Buatlah perubahan dalam hidup Anda. Ketika Anda mengubah yang ada dalam diri, dunia akan mengikuti apa yang Anda inginkan.”  (halaman 112)
  29. Rasulullah Saw bersabda, “Bersikap optimislah terhadap kebaikan, niscaya kalian mendapatkannya.” Kalimat ini mengandung hukum proyeksi dan gravitasi.  Karena itu, Rasulullah berpesan bahwa jika kita menginginkan kebaikan maka kita harus memproyeksikannya.  Selain itu Rasulullah saw bersabda, “Berdoalah kepada Allah dengan keyakinan.  Ketahuilah bahwa Allah tidak menerima doa dari hati yang lalai dan bermain-main.”  Ini pernyataan lain dari Rasulullah yang menegaskan kekuatan hukum proyeksi dan gravitasi.  Kekuatan pikiran lebih jauh dari yang dibayangkan manusia.  Ia bisa membawa Anda pada kebahagiaan atau kesengsaraan.  (halaman 116)
  30. Meskipun Anda mengahadapi berbagai rintangan, yakinlah bahwa semua itu adalah anugerah dari Allah SWT. Seiring perjalanan waktu, Anda akan sadar bahwa semua yang terjadi adalah untuk kebaikan Anda.  Yang harus Anda lakukan pertama kali adalah mengubah pikiran, menerima dan mensyukuri anugerah Allah.  Kemudian berbuatlah.  Dengan demikian Anda akan menyadari bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.  (halaman 120-121)
  31. Pepatah Cina mengatakan “Jika Anda melakukan sesuatu yang sama maka hasilnya tetap sama. Perubahan tidak akan terjadi sampai Anda mengubah penyebabnya.”  (halaman 122)
  32. Allah jadikan segala sesuatu memiliki sebab supaya manusia bisa memahami makna segala sesuatu. Dengan demikian, ia bisa belajar bagaimana tumbuh dan maju dalam kehidupan.  (halaman 124)
  33. Dalam aspek spiritual, Anda bisa bangun pagi untuk shalat subuh dalam kondisi yang segar melalui kekuatan pikiran dan hukum akumulasi.  Anda bisa memperbaiki perilaku dan akhlak melalui penyesuaian pikiran dengan kebaikan yang Anda inginkan.  Lakukan hal itu berkali-kali agar terjadi akumulasi hingga membentuk kebiasaan baru.  (halaman 127)
  34. Barangsiapa memperbaiki hubungannya dengan Allah, niscaya Dia memperbaiki hubungannya dengan orang lain. Barangsiapa memerhatikan urusan akhiratnya, Allah akan memerhatikan urusan dunianya.  Barangsiapa menjadi penasihat bagi dirinya sendiri, Allah akan menjadi penjaganya.—Ali Bin bin Thalib.  (halaman 129)
  35. Akal membangun pikiran di atas pengalaman dan kenyataan terakhir.  Perhatikan hal ini dan fokuskanlah akal Anda pada kenyataan yang positif.  (halaman 139)
  36. Pikiran memengaruhi akal, tubuh, perasaan dan perilaku hingga mendatangkan hasil yang sejenis. Selain itu, pikiran memengaruhi cara diri Anda, penghargaan terhadap diri sendiri, dan rasa percaya diri.  Pikiran juga memengaruhi kondisi jiwa dan kesehatan Anda.  Pikiran melampui batas waktu dan jarak.  Ia dapat meningkatkan atau menurunkan energi Anda.  Pikiran melahirkan kebiasaan sejenis, menjadikan hukum akal bawah sadar berpihak kepada Anda atau memusuhi Anda.  Pikiran menciptakan mata rantai persepsi positif atau negatif.  (halaman 143)
  37. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya ilmu hanya bisa di dapat dengan belajar.” Ibuku sellau berdoa, “Anakku, semoga Allah menjadikan wajahmu bagai berlian dan lidahmu bagai madu.”  Doa ini membuat saya memusatkan pikiran untuk selalu tersenyum dan berpikir sebelum berbicara.  (halaman 144)
  38. … Jika benar-benar ingin menjadi orang bijaksana, engkau harus menyadari betul bahwa di dalam dirimu ada musuh besar, yaitu pikiranmu yang negatif.  Ketika engkau tahu cara menguasainya, ia akan berpihak kepadamu.  Sama seperti kuda yang lepas kendali: bisa membunuhmu dengan satu tendangan.  Tetapi, jika engkau mengajarinya, ia akan menjadi sahabat yang bermanfaat.  Ingat, pikiranmu itu adalah perbuatanmu sendiri.  Tak seorang pun di muka bumi ini dapat mengubahnya untukmu.  Jadi, engkaulah satu-satunya orang yang bisa mengubah dan menjadikannya berpihak kepadamu serta membantumu agar tetap stabil dalam meraih kebahagiaan.”  (halaman 149)
  39. Yang paling penting untuk Anda ketahui adalah tujuh tahun pertama dari kehidupan Anda membentuk lebih dari 90% nilai yang kita yakini.  Nilai-nilai itu kita dapatkan dari orangtua, kerabat, masyarakat, sekolah, teman, dan lain-lain.  Jika program yang kita terima pada usia tujuh tahun pertama ini negatif maka akan memengaruhi seluruh dimensi kehidupan kita.  (halaman 156)
  40. Tantangan terbesar dalam hidup manusia adalah dirinya sendiri. Tantangan ini tidak datang dari luar, tapi bersumber dari dalam diri. Tantangan yang paling berbahaya adalah kemampuan menerima diri sendiri apa adanya.  Inilah faktor utama yang menyebabkan penderitaan yang dirasakan manusia. (halaman 162)
  41. Pikiran negatif menjadikan bahasa seseorang menjadi negatif dan yang terdengar hanya keluhan. Hal itu membuat orang-orang yang berpikir positif tidak tertarik untuk berinteraksi dengannya.  Sebab, orang-orang yang berpikir positif memiliki pola pikir berorientasi solusi, maju dan berkembang.  Sementara orang-orang yang berpikir negatif hanya berkutat pada problem, menular pada orang lain.  (halaman 174-175)
  42. “SELALU BERPIKIR POSITIF.” Inilah jenis berpikir positif yang paling baik dan paling kuat karena tidak terpengaruh oleh ruang, waktu, dan pengaruh lainnya.  Ia telah menjadi kebiasaan.  Ada masalah atau tidak, ia selalu bersyukur pada Allah.  Selanjutnya, ia berpikir mencari solusi dari segala kemungkinan hingga pikiran itu menjadi kebiasaan hidupnya.  Orang yang memiliki kepribadian semacam ini akan menjalani hidup dengan damai, tenang dan bahagia.  Tahun 1953 Sir Edmund Hillary mencoba mendaki gunung tertinggi di dunia, ketinggiannya mencapai 29.000 kaki, yaitu Gunung Everest.  Dialah orang pertama di dunia yang mencoba mendaki gunung tertinggi ini. … Ia berkata “Jika tak ada orang yang pernah mendaki gunung ini, aku akan menjadi orang pertama.  Jika sudah ada orang yang pernah mendakinya, aku akan menjadi yang terbaik.”  Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya ia berhasil mewujudkan impiaannya.  Dalam sebuah wawancara dengan media ia berkata, “Aku berhasil mengatasi rasa takutku.  Aku berhasil mengontrol diriku dari pikiran negatif yang membuat kita frustasi dan merasa gagal.  Dengan begitu aku berhasil menaklukan gunung Everest.”  (halaman 216-217)
  43. Karena itu, jika Anda benar-benar ingin menciptakan perubahan positif dalam hidup, mulailah mengubah bagian dalam diri Anda. (halaman 256)
  44. Saya katakan, “Sementara Allah memberi Anda potensi diam dan mendengarkan. Kekuatan yang Anda miliki ini tidak banyak dimiliki orang lain.  Di antara sikap seorang pelatih profesional adalah diam dan mendengarkan.  Dengan demikian, ia dapat memahami dan mempertimbangkan sebelum bicara.  Diam adalah salah satu prinsip kekuatan diri, sedangkan mendengarkan termasuk salah satu prinsip berinteraksi dengan orang lain.  Setiap orang suka bila didengarkan.  Ia merasa nyaman bersama orang yang mendengarkannya.  Maka, ia akan membuka hati pada orang yang mau mendengarkan.”  Pemuda itu memandang saya dan berkata, “Aku baru menyadari bahwa apa yang ada padaku bukan kelemahan, melainkan kekuatan.”  Saya tambahkan, “Justru kekuatan yang diimpikan banyak orang.  Sebab, masalah kerap kali timbul karena orang tergesa-gesa untuk bicara.”  Sambil tersenyum ia berkata pada saya, “Kalau begitu, sudah aku  putuskan  untuk menjadi lebih baik dari Anda, Dr. Ibrahim.”  (halaman 286)
  45. Tiga pembunuh yang saya berbahaya: mencela, mengkritik, dan membanding-bandingkan. Saya sengaja memakai istilah “tiga pembunuh.” karena ketiganya mengandung racun seperti bisa ular yang masuk dalam aliran darah kemudian mematikan.  Ketika seseorang menggunakan ketiga hal tersebut, maka yang akan kembali kepadanya lebih buruk dari yang menimpa orang lain. (halaman 184)
  46. Anda mungkin tidak dapat mengendalikan keadaan, tapi Anda dapat mengendalikan pikiran Anda. Pikiran positif menghasilkan perbuatan dan hasil yang positif.—Dr. Ibrahim Elfiky  (halaman 205)
  47. Berpikir positif adalah sumber kekuatan dan sumber kebebasan. Disebut sumber kekuatan karena ia membantu Anda memikirkan solusi sampai mendapatkannya.  Dengan begitu, Anda bertambah mahir, percaya, dan kuat.  Disebut sumber kebebasan karena dengannya Anda akan terbebas dari penderitaan dan kungkungan pikiran negatif serta pengaruhnya pada fisik—Dr. Ibrahim Elfiky.  (halaman 207)
  48. Aku bertanggung jawab atas pikiranku, maka aku harus bertanggung jawab atas semua perbuatanku.—Dr Ibrahim Elfiky (halaman 234)
  49. Masa lalu adalah mimpi, masa depan adalah proyeksi. Hidupmu saat ini yang diwarnai cinta mendalam pada Allah membuat masa lalu menjadi mimpi yang indah dan masa depan penuh harapan.—Dr. Ibrahim Elfiky  (halaman 247)
  50. Dalam kondisi normal, orang sangat mungkin berpikir positif. Namun, kekuatan yang sebenarnya adalah kemampuan berpikir positif ketika menghadapi masalah dalam kehidupan.—Dr. Ibrahim Elfiky  (halaman 265)
  51. Masa lalu adalah gudang yang berisi keahlian, keterampilan, dan kebijaksanaan. Tanpa masa lalu, manusia akan terperosok pada kegelapan.—Dr. Ibrahim Elfiky (halaman 271)
  52. Keputusan yang kuat tidak membuka celah bagi keraguan. Ia memberi kekuatan luar biasa pada seseorang untuk mewujudkan impian hidupnya.—Dr. Ibrahim Elfiky  (halaman 308)
  53. Hadiah terkecil yang dapat diberikan oleh seseorang untuk dirinya sendiri adalah menjadi sebaik-baiknya.—Dr. Ibrahim Elfiky (halaman 330)

Sebetulnya masih banyak kutipan favorit yang sudah saya tandai. Hanya saja terlalu panjang untuk dituliskan dalam postingan kali ini.  Jadi, sebaiknya memang kamu membaca buku ini dari awal hingga akhir karena buku ini sangat bagus juga menyenangkan.  Saya juga sangat suka, dengan halaman terakhir dari buku ini: “Surat dari Sahabat.” Totally in love with this book.

Sebelum menutup postingan ini, izinkan saya berbagi pandangan hidup saya:  Dengan bersikap postif, apa pun situasi dan kondisi yang saya hadapi, saya meyakini bahwa selalu ada hikmah dibalik apa yang terjadi dalam hidup saya.  Pada kenyataannya, saya tidak sama dengan orang lain, saya tidak perlu membanding-bandingkan hidup saya dengan orang lain.  Sebab jalan hidup setiap orang juga berbeda.  Yang perlu saya lakukan adalah menerimanya, sebab hidup bagi saya adalah tentang menikmati perjalanan hingga tutup usia, serta mensyukuri setiap hal yang diberikan Allah.  Dan pastikan diri saya tidak merugikan orang lain, namun semoga Insha Allah menjadi berkah, atau paling tidak bisa memberikan energi positif bagi sekeling saya. Aamiin.

Baca juga : review Miracles of Haram, tentang perjalanan haji dan umrah para anak muda

Happy reading! 📚 📖😊

With Love, ❤️💙

Advertisements

10 thoughts on “[Review Buku] Terapi Berpikir Positif Karya Dr. Ibrahim Elfiky

  1. Wah, ini menarik dari zaman kuliah aku baca buku tipikal ini. FYI aku menemukan fakta lwt buku The Secret karya Rondha Byrne dan lanjut baca Quantum Ikhlas Erbe Sentanu. Dari semua buku ttg positif thinking akhirnya aku paham kalau yg perlu dicapai bukan sekedar positif thinking tapi positive feeling yang punya kekuatan 88%, dibanding positif thinking hany 12%.

    Next mungkin kamu juga mau baca kedua buku tadi utk menambah khazanah bacaan hehe 🙂✌🏻

    1. Wah. Sama Kak 😀
      Zaman Kuliah buku tipikal gini sama textbook yang berhubungan dengan kuliah jadi menu bacaan, dulu jarang baca fiksi.
      Saya baru baca The Secret, next pengen baca Quantum Ikhlas (Terima kasih rekomennya Kak) 😊

      Siap Kak 😎 Terima kasih rekomennya
      Pada akhirnya dengan positive thinking akan membantu kita untuk control our self agar bisa mengendalikan diri untuk positive feeling ☺️

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s