[Review Buku] Happy Lucky Traveler Karya Tatty Elmir

Sinopsis:

‘KEHIDUPAN ADALAH PERJALANAN”

Sesungguhnya, dengan mengarungi kehidupan dan lika-likunya, seseorang sudah menjadi petualang.  Kadang, melancong menjenguk sisi yang berlainan, memetik pelajaran, meraup hikmah, dan ada saatnya pulang untuk merenung dan meresapi yang disaksikan.  Karena sesungguhnya manusia berubah.  Berubah sebagai pertanda tumbuh.

Di buku ini, penulis memaparkan aneka cerita yang tidak melulu menyoal pelesir fisik.  Ada potret yang menggugah batin, ada yang dipilah-pilah baik dan buruknya, penggalan masa muda, dan dialog dengan keluarga.  Seperti judulnya, kehidupan adalah perjalanan yang mengingatkan kita untuk bersyukur.

Buku ini adalah kumpulan catatan perjalanan yang menghangatkan perasaan, mengingatkan kita tentang tata cara menjadi manusia dengan mendahulukan hati dalam bergaul dengan sesama makhluk Tuhan.  Tak peduli sukunya, budayanya, bahkan agamanya.  Ya, bergaul dengan manusia semata-mata karena mereka adalah manusia.  Tak lebih dan tak kurang.  Buku yang pas untuk menemani perjalanan Anda.

Buku ini, isinya bukan tentang traveling yang membahas berbagai tujuan wisata.  Penulisnya yang sudah melanglang buana melakukan perjalanan baik di Indonesia maupun menjelajah dunia, memaknai perjalanannya dengan cara yang berbeda.  Membaca buku ini, seakan membuka mata dan pikiran saya, bahwa traveling bukan sekedar kita menjelajah berbagai tujuan wisata saja.  Namun juga membuka mata hati kita untuk lebih bersyukur, juga bisa lebih peduli lagi dengan sesama.  Beberapa pokok bahasan dalam buku ini membahas Tentang Mata Air Peradaban kita, Dari Keluarga Semua Bermula, Perjalanan Tak Kenal Batas, Gelisah Jiwa, dan Romasa.  Buku yang sangat menyenangkan untuk dibaca.  Lewat buku ini, penulisnya ingin membagikan catatan perjalanan dan menyadarkan pembacanya bahwa hidup itu indah, mengasyikan, dan penuh makna.

Baca juga: beberapa buku yang saya review

Judul Buku         : Happy Lucky Traveler
Penulis                : Tatty Elmir
Penerbit              : Penerbit Qanita
Tahun Terbit      : Cetakan I, Maret 2016
Jumlah Halaman : 240 halaman

Beberapa kutipan yang saya suka di dalam buku Happy Lucky Traveler:

  1. Untuk mengejar ketertinggalan sekaligus mengalihkan paparan era layar, bangsa ini harus kembali mengedapankan budaya literasi. Pemerintah dan masyarakat harus bahu membahu memperbanyak perpustakaan dan taman-taman baca di berbagai daerah, terutama dikalangan marjinal yang tak mempu mengadirkan mimpi itu sendiri.  (halaman 41)
  2. Jika preman saja tak sudi dikejar-kejar, apalagi laki-laki saleh, pinter, baik hati, setia, dan calon ayah teladan sedunia. Menginginkan kelak mendapat suami saleh?  Maka jadilah wanita yang shalehah yang punya harga diri, berkualitas dunia akhirat, tahu bagaimana menjaga kehormatan dan kemulian diri.  (halaman 63)
  3. Jika dia tahu perasaanmu dan engkau terus terang menelanjangi hatinya, maka laki-laki baik tak kan pernah percaya, hal serupa pun akan kau lakukan. Jadi, sembunyikanlah…rahasia hatimu, maka cinta sejati akan mencarimu dengan iman.  (halaman 63)
  4. Laki-laki tangguh hanya bisa diuji lewat seberapa hebat daya tahannya menanti hatimu luluh. Kesatria sejati tak akan mati dalam sekali tikam, maka puteri sejati juga tak akan goyah dengan sekali rayuan.  Jadi, jangan ragu tunjukkan “kelas’-mu. (halaman 63)
  5. Wanita terhormat dan pandai menjaga kemuliaan dirinya, Insha Allah kelak, akan melahirkan bangsa yang dihormati dan dimuliakan dunia. (halaman 64)
  6. Sejarah mencatat, ternyata sebagian besar (jika tidak dapat dikatakan semua) pejuang kemerdekaan dan negarawan negeri ini, ternyata adalah pemuda-pemuda “perantau” yang mengasah kepekaan nasionalisme serta segenap intelektualitasnya di negeri orang.  (halaman 98-99)
  7. Orang merantau akan banyak menghadapi tantangan dan kegetiran hidup. Tak ada yang membantu.  Dia harus berjuang mengokohkan “kaki” sendiri.  Karena itu para perantau , gigih, ulet, dan pekerja keras.  Semakin ketat persaingan, akan semakin kuat daya saing.  Semakin keras tantangan, kian kuatlah daya tahan.  Di berbagai negara, penggerak perekonomian yang sukses didominasi kaum perantau (halaman 99-100)
  8. Perjalanan berlimpah kemewahan alam, lebih penting dirayakan dengan berpenggal-penggal doa dan syukur. Dengan berbagai cara, dengan beragam krama.  (halaman 143)
  9. Saya benar-benar menikmati keseriusan pemerintah NZ (New Zealand) dalam mencanangkan diri sebagai negara tujuan wisata pilihan berbasis alam paling utama di dunia.  (halaman 152)
  10. Di dunia ini, tidak ada manusia yang tidak mengenal rasa takut. Karena, rasa takut, sebagaimana juga cinta, rindu, benci, sebal, kesal, senang, malu, dan sebagainya adalah anugerah-Nya yang tak bisa diminta atau pun dielakkan.  (halaman 185)
  11. Setiap perjuangan, apa pun bentuknya, adalah perjalanan panjang penuh liku yang sarat ujian, membuat kita menderita, dan butuh pengorbanan, dalam meniti langkah, demi langkah laksana menyusun bata untuk suatu bangunan yang kukuh … yang tak mudah goyah … tak bisa roboh.  Karena itu, ia mensyaratkan daya tahan … daya tahan … dan DAYA TAHAN!  Agar langkah itu TAK RAPUH.  Suatu yang diperjuangkan dengan susah payah, maka kita akan menghargainya, tak rela mengabaikan apalagi melepaskan!  (halaman 219)

Buku ini juga dilengkapi dengan foto-foto koleksi penulisnya, sayangnya foto-foto dalam buku ini tidak berwarna, alias hitam putih.  Buat siapa pun penikmat buku, juga para traveler, buku ini juga recommended!

Happy reading!

-With Love-

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s