[Review Buku] : KOMET MINOR Karya Tere Liye

Sinopsis:     

Pertarungan melawan si Tanpa Mahkota akan berakhir di sini.  Siapa pun yang menang, semua berakhir di sini, di Klan Komet Minor, tempat aliansi Para Pemburu pernah dibentuk, dan pusaka hebat pernah diciptakan.

Dalam saga terakhir melawan si Tanpa Mahkota, aku, Seli dan Ali menemukan teman seperjalanan yang hebat.  Bersama-sama kami melewati berbagai rintangan, memahami banyak hal, berlatih tehnik baru, dan bertarung bersama-sama.

Inilah kisah kami.  Tentang persahabatan sejati.  Tentang pengorbanan.  Tentang ambisi. Tentang memaafkan. Namaku Raib, dan aku bisa menghilang.

Komet Minor merupakan buku keenam dari serial Bumi.  Buku yang sangat saya tunggu dan nantikan di tahun 2019 ini, akhirnya terbit juga pada tanggal 11 Maret 2019. Kali ini saya pun ikut pre-order lewat Mizanestrore .  Kalau baca sinposisnya sekilas, di awal kalimat dikatakan bahwa “Pertarungan melawan si Tanpa Mahkota akan berakhir di sini.  Dalam saga terakhir melawan si Tanpa Mahkota, aku, Seli dan Ali menemukan seperjalanan yang hebat.” Apakah ini menandakan bahwa serial bumi akan berakhir di buku keenam?  Mungkin kamu dan saya, pas baca kalimat tersebut, rasanya ingin bilang “Oh tidaaaaaaak!”  karena tak ingin kisah serial bumi berakhir.  Sekarang, setelah baca bukunya, saya sudah tahu jawaban atas pertanyaan tersebut.  KOMET MINOR (Petualangan Ali, Seli, Raib VS si Tanpa Mahkota berakhir di buku ini – The End). Mari baca artikel ini hingga selesai, agar kamu tahu akan ada kejutan apa 😀

Baca juga buku sebelumnya:  Buku Kelima Serial Bumi berjudul KOMET

Menurut info dalam goodreads buku komet minor ini adalah buku unedited version, naskah original sebelum di edit dan direvisi oleh Redaksi Penerbit.  Selama saya baca, tak sedikit pun merasa terganggu dengan typo. Untuk unedited version, ini sih sudah mantul, mantap betul 👍 

Bab pertama buku ini merupakan kelanjutan kisah dari buku sebelumnya yaitu Komet, dimana ending-nya saat itu berupa penghiatan oleh Max alias Si Tanpa Mahkota yang mengkhianati kebaikan tiga remaja petarung yang berasal dari klan berbeda: Raib (Klan Bumi), Seli (Klan Matahari, dan Ali (Klan Bumi).  Dalam buku Komet Minor, saat tak ada lagi harapan bagi Ra, Seli dan Ali ketika di perahu mereka diikat dengan jaring perak.  Ali si genius, dengan caranya yang mengagumkan, berhasil menjatuhkan sebuah cermin kecil yang terbuat dari berlian. Berkat alat itu, ada yang melakukan teleportasi lewat portal cermin. Maka munculah “BATOZAR – sang pengintai.”

Baca juga : Review Romance is a Bonus Book 📚

Pertemuan di perahu tersebut hanya sebentar, kemudian mereka berempat mendarat di Pulau Hari Minggu, dan HAP!  Ikan raksasa menelan mereka bersama Si Tanpa Mahkota.  Ikan tersebut merupakan portal untuk membuka mereka menuju Klan Komet Minor.

Itu barulah awal, maka bab-bab berikutnya menyajikan keseruan, kekocakan, ketegangan, bahkan kesedihan, hingga kebahagiaan.  Menurut saya, di buku ini banyak hal yang membuat saya tertawa dengan kehadiran Batozar yang meramaikan kisah dalam petualangan Raib, Seli, dan Ali.  Sang pengintai nomor satu di Klan Bulan ini punya selera humor yang menyenangkan, sehingga ketegangan demi ketegangan yang harus mereka lewati, membuat mereka bisa terus bertahan lama, meski pun kekalahan demi kekalahan datang silih berganti, tak sedikit pun membuat petualangan terasa membosankan, justru sebaliknya.  Kalau biasanya di setiap petualangan dalam beberapa buku sebelumnya, kekompakan Raib, Seli dan Ra-lah yang membuat mereka mampu menyelesaikan setiap rintangan yang harus mereka hadapi.  Di Komet Minor justru berbeda, kehadiran Batozar membuat ketiga remaja tersebut semakin kuat dan tangguh karena mereka seakan punya kawan sekaligus guru yang bisa melatih kemampuan mereka hingga berkembang dengan pesat.  Selama ini mereka bertiga hanya belajar otodidak, kali ini mereka memiliki teman perjalanan sang pengintai hebat yang akan menemani mereka hingga pertarungan dengan Si Tanpa Mahkota usai. Di Komet Minor, Raib, Seli dan Ali memiliki teman seperjalanan yang sangat tangguh, yaitu Batozar. “Biasanya, dalam petualangan kami bertiga, akulah yang menjadi pemimpin.  Tapi, dengan kehadiran Batozar, jelas dia yang akan mengambil keputusan apa pun.” (halaman 28)

Baca juga: Resensi buku Komet Minor, Komet, serta Ceros dan Batozar karya Tere Liye

Untuk urusan Ali, Seli dan Raib, seperti biasa dalam perjalanan mereka selalu saja bertengkar.  😂 Namun itulah unikknya mereka selalu kompak, saling melindungi, saling menyayangi, saling peduli.  👍 Kalau kamu, dari ketiga karakter berikut ini, pilih mana:

RAIB: berasal dari Klan Bulan., mempunyai teknik menghilang, pukulan berdentum, dan teknik pengobatan ajaib.

ALI: berasal dari Klan Bumi, si genius yang banyak membaca buku, tak jarang suka membuat onar, tapi tetap setia kawan.

SELI: berasal dari Klan Matahari, memiliki teknik kinetik, pukulan petir, ia juga petarung tahan banting.

Kalau saya, sejujurnya sangat suka ketiga karakter remaja tersebut, tidak bisa memilih salah satu karena mereka saling melengkapi satu sama lain. 🥰🥰

Ada karakter baru dalam buku ini, yaitu: Tuan Entre, Arci, Lady Oopraah alias Kulture, dan ada Finale.  Kemudian ada intermazo karakter untuk serial berbeda namanya ST4R dan SP4RKS. Selebihnya karakter dari Buku Pertama sampai buku ini yaitu Raib, Seli dan Ali juga si Tanpa Mahkota.  Karakter Batozar dan Ceros dari buku Ceros dan Batozar. Terus ada Paman Kay dan Bibi Nay yang ada di dalam buku Komet.  Tidak banyak karakter tapi seru banget, karena masing-masing karakter mempunyai keunikan serta kehebatan masing-masing dalam bertarung, dan yang paling kuat tentu saja si Tanpa Mahkota, yang hanya bisa sekalahkan dengan senjata pusaka milik Klan Komet Minor.

Baca juga : SI ANAK CAHAYA karya Tere Liye

Kemudian, kalau dalam dunia advertising ada istilah bulit in, maka di Komet Minor pun katakanlah demikian.  Saat Raib, Seli, Ali dan Batozar berada di sebuah kota mereka bertemu dengan dua orang baru yang berbaik hati pada mereka, Kakak beradik bernama ST4R, dan SP4RK (ini memang tulisannya demikian dalam bukunya, silahkan nanti baca penjelasan lebih lanjut saat kamu baca bukunya), yang sedang mencari Ratu Calista di Komet Minor, berasal dari dunia pararel dan ternyata oh ternyata itu akan diceritakan dalam serial terpisah dunia pararel yang bertajuk PROXIMA CENTAURI.  Asli, bisa bener nih Bang Tere.  Baiklah, kita nantikan saja.  Ada yang kocak yang terjadi pada diri Ali saat bertemu dengan ST4R yang seusia dengan Ra, Seli dan Ali.  Si 🤪biang kerok ini mendadak pendiam!!!! 😝😝🤣🤣  Hahaha, baru kali ini Ali berubah pendiam, bukan main!😎

Selain hal-hal seru dan kocak, ada momen yang sangat menyedihkan, saat Seli terkena racun cacing pasak yang efeknya sangat mematikan.  Ketika Seli berjuang hidup dan mati, Raib selalu menemani disampingnya, memberikan pertolongan dengan teknik penyembuh yang sayangnya tak banyak membantu, Ra terus menangis dan berjaga sepanjang malam.  😱😭Sementara Ali yang sangat perasa, memilih pergi keluar untuk berjalan-jalan, dan ternyata dia justru belanja.  😢 Eh tapi, bukan Ali namanya kalau pun dia belanja yang mahal-mahal, pada akhirnya barang tersebut justru akan berguna bagi mereka bertiga saat melakukan petualangan.  Di buku ini, Ali cukup sering mengeluarkan kata-kata “super badas” (seingat saya, lebih dari lima kali) saat dia melihat sesuatu yang keren menurutnya, dan satu kali mengeluarkan kata “super super badas” itu saat Ali melihat Finale mengeluarkan kekuatannya ketika melawan si Tanpa Mahkota.

Baca juga: urutan novel serial Bumi

Ada yang lebih spesial lagi di buku ini.  Ehem!  Ali bersedia tampil di acara talkshow yang dipandu oleh Lady Oopraah, sebagai syarat untuk melewati rintangan agar bisa meraih potongan tongkat kedua dari ketiga potongan pedang yang sedang dikumpulkan timnya Ra. Ali berbicara tentang keluarga, sesuai syarat yang diajukan oleh Kulture alias Lady Oopraah.  Bagian ini menurut saya mengharukan. Aha!  Dan Tuan Muda Ali saat tampil di acara tersebut sangat tampak sekali.  Hal itu diakui Ra, dalam hati.  Uhuk! Makin seru kan?  Lebih seru lagi kalau baca bukunya. 😍😍😁

Yang paling berbeda dari buku sebelumnya, ada karakter yang memiliki kemampuan hebat yang cukup bisa menandingi kehebatan si Tanpa Mahkota, pemilik potongan ketiga pedang pusaka, sekaligus pembuat dan pencetus ide padang sakti tersebut.  Namanya Finale.  Di usianya yang sudah tua, dia ternyata pikun.  Jadilah pas lagi pertandingan seru-serunya antara hidup dan mati melawan si Tanpa Mahkota, penyakit pikunnya kambuh.  Ampun banget, pas saya lagi baca terus ngebayangin pertandingan, eh Finale malah kumat pikunnya, jadilah begini “…… entah apa yang dipikirkan oleh Finale, dia melangkah santai menuju tengah ruangan.  Lagi-lagi dia lupa dengan pertarungan, membiarkan kami menyerang si Tanpa Mahkota bertubi-tubi.  Aku lupa belum minum kopi pagi ini Kulture. Aku hendak menyeduh kopi.  Lady Oopraah menepuk dahi. Tidak ada kopi, Finale, rumahmu bahkan sudah hancur.  Lho?  Finale termangu menatap lubang menganga.  Di mana rumahku?  Astaga!  Aku benar-benar sudah pikun, Kulture. Aku bahkan lupa meletakkan rumahku di mana. Sumpah, tadi masih ada di sini.” (halaman 346). — asli kocak banget 😂🤣

ILY si cerewet juga muncul di akhir-akhr cerita Kamu masih ingat dengan Ceros, badak bercula empat, atau Ngglanggeran dan Ngglanggeram?  Mereka juga ada dalam buku Komet Minor.  Jadi, buat penggemar serial bumi, maka dengan membaca buku spinoff, buku kelima, dan buku keenam, karakter-karakternya ada keterkaitan.  Berbeda dengan buku Bumi, Bulan, Matahari, dan Bintang mereka berdiri sendiri tak ada keterkaitan dengan tokoh utama tetap Raib, Seli, dan Ali. Karena KOMET MINOR merupakan akhir pertarungan Si Tanpa Mahkota, setalah kamu baca buku pertama biar tuntas mesti baca buku ini.  Walaupun kemunculan si Tanpa Mahkota yang benar-benar serius dan tampak baru di buku Komet dan Komet Minor, buku-buku sebelumnya hanya menyebutkan saja, dan di Komet Minor inilah kita akan benar-benar tahu kekuatan si Tanpa Mahkota yang sesungguhnya. 🤫

Baca juga: Hal-hal menarik dari serial “BUMI”

Pesan moral dalam yang saya dapatkan dalam buku ini, bahwa sehebat apa pun kekuatan kejahatan hingga tak ada yang menandinginya, selalu saja bisa dikalahkan dengan kebaikan.  Lihat saja, meskipun si Tanpa Mahkota telah berlatih dua ribu tahun, tak ada lawan yang bisa menandinginya, pada akhirnya ia kalah, karena kebodohannya sendiri yang awalnya dia pikir hebat dan pintar.  Sebesar apa pun ambisi jahat, pada akhirnya tetap saja akan kalah.  Buku ini pun mengingatkan saya bahwa persahabatan itu selalu indah dan menyenangkan.  Lihat saja tiga sekawan: Raib, Seli, dan Ali, rintangan apa pun yang mereka hadapi, selalu bisa mereka hadapi dan selesaikan, kekompakan mereka dalam menjaga persahabatan, meskipun mereka sering bertengkar, namun saat harus menyelesaikan satu demi satu pertarungan, mereka selalu kompak.  Salut banget dengan persahabatan sejati yang mereka jalin.  Selain itu juga tentang pengorbanan para petarung dalam melawan  kejahatan si Tanpa Mahkota, dan yang lebih penting lagi adalah kisah di buku ini adalah tentang memaafkan.  Kejahatan sebesar apa pun yang telah dilakukan oleh penjahat, hanya dengan memaafkanlah maka kisah si Tanpa Mahkota akan berakhir dengan elegan, dan tak perlu mengulangi sejarah yang sama para pendahulunya.

Jadi gimana nih ending Komet Minor?  Happy ending kok, tapi lebih baik baca sendiri biar puas ☺️ Pokoknya Komet Minor ini keren banget! ❤️❤️

Baca juga : beberapa buku yang sudah saya review

Kali ini, karena cukup banyak hal seru dan percakapan kocak, maka saya akan menuliskan Quote Komet Minor secara terpisah dengan hal-hal menarik atau beberapa hal yang akan membuat saya tetap tertawa sekali pun sangat tegang dengan pertempuran yang mereka hadapi.

Buku keenam serial Bumi 💕💕💕💕💕💕

Judul Buku          : KOMET MINOR
Penulis                 : Tere Liye.
Co-Author           : Diena Yashinta
Penerbit               : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit        : Cetakan pertama, 11 Maret 2019

Jumlah Halaman  : 376 Halaman

QUOTE KOMET MINOR Favorit saya:

  1. “Kita akan bergerak lagi sebelum dia datang. Jangan cemaskan soal itu.  Aku tahu dia petarung hebat, keturunan murni Klan Bulan, tapi dia bukan pengintai.  Mencari orang bukan keahliannya.  Lagi pula dia punya urusan yang lebih penting.  Menggenapkan kekuatannya.  Itulah gunanya di mencari Klan Komet Minor.”  (halaman 23)
  2. “Tugas Paman Kay dan Bibi Nay adalah menjaga portal menuju Klan Komet Minor. Bukan mengalahkan siapa pun, Seli.  Bahwa mereka terlalu bijak karena melakukan hal-hal yang kita sangkakan, itu adalah keputusan terbaik.  Bagi mereka, hal buruk yang terjadi boleh jadi adalah hal terbaik bagi dunia pararel.  Dan sebaliknya, hal yang kita sangka baik, ternyata bagi mereka akan buruk sekali dampaknya bagi keseimbangan dunia pararel.”  (halaman 28)
  3. “Jangan ada sampah, jangan meninggalkan jejak sedikit pun.” Batozar memberi contoh. Dia terlatih bepergian tanpa jejak.  (halaman 42)
  4. Perfettu adalah keheningan. Perfettu adalah harmoni dengan alam sekitar.  Perfettu adalah jalan kehidupan.  Ketahuilah, dunia dipenuhi oleh siklus terus menerus.  Perfettu adalah kedamaian.”  (halaman 52)
  5. “Kalian bisa meniru gerakan Perfettu-ku, tapi perfettu bukan hanya tentang gerakan. Siapa pun bisa menirunya.  Yang bisa memahami hakikat sejati perfettu-lah yang mencapai level tertinggi.  Dan itu butuh latihan panjang.” (halaman 54)
  6. “Ini menarik. Kalian bertarung dengan kompak.  Saling mengisi, saling melindugi, saling menyerang bersama-sama, bertahan bersama-sama.  Tapi itu tidak cukup.  Untuk bisa memenangkan pertarungan, kalian harus lebih kuat, lebih cepat. Mari kita naikkan level latihan ini.” (halaman 59)
  7. “Kita tidak akan bertahan lama jika hanya menyerang tanpa rencana.” (halaman 61)
  8. “Aku tahu kalian tidak memiliki guru yang bisa mendidik kalian. Tapi itu bukan alasan.  Kalian bisa melatih diri kalian sendiri.  Sudah setahun lebih sejak kalian tahu memiliki kekuatan tersebut, tapi lihatlah, kalian tidak pernah maju.  Pembaca mulai bosan melihat kekuatan kalian yang itu-itu saja.  Tidak pernah bertambah, tidak berkembang.  Akan tiba masanya kalian benar-benar menghadapi pertarungan hidup-mati, dan Tidak ada lagi yang bisa menyelamatkan kalian kecuali diri sendiri.  (halaman 63-64) 
  9. “Aku petarung Klan Matahari, Ra. Kekuatan fisik adalah adalah salah satu kehebatan kami.  Jika kamu dan Ali bisa berdiri tegak. Aku juga akan berdiri tegak.  Aku pergi ke mana pun kalian pergi. (halaman 79)
  10. Tapi nalurinya tidak akan keliru karena dia pengintai nomor satu di Klan Bulan. Dengan insting terlatih, dia bisa merasakan sesuatu yang tidak kami ketahui. (halaman 82)
  11. Aku akhirnya mengerti kenapa Batozar melepas taring cacing-cacing tadi. Dia selalu memikirkan segala sesuatu dua-tiga langkah ke depan.  (halaman 87)
  12. “Untuk seseorang yang sudah bertualang ke banyak klan, kelakuanmu justru norak, Ali. Apa pun makanan yang tersedia, kamu makan saja bukan mengomentarinya.  Apalagi kamu sibuk sampai foto-foto, itu norak sekali.  Seperti penduduk klan kalian yang suka pamer sedang makan apa.” (halaman 92)
  13. “Kami bertamu, jadi harus sesopan mungkin.” (halaman 122)
  14. Siapa pula yang akan lapar melihat teman terbaik sedang berjuang habis-habisan antara hidup dan mati. (halaman 137)
  15. “Kamu pasti sudah tahu bahwa hampir setiap klan memiliki cerita, legenda, buku, film, atau apalah penduduk klan tersebut menyebutnya terkait soal ini. Mereka menyukai kisah-kisah tentang seseorang yang terpilih, seseorang yang dilahirkan hebat, dan sebagainya, dan sebagainya.”   ….  “Di Klan Bulan, istilah seseorang yang terpilih itu lebih dikenal dengan Keturunan Murni.  Itu sebenarnya bukan kisah legenda, juga tidak dibuat-buat agar terdengar keren.  Bukan pula soal seseorang yang terlahir dari raja-raja.  Penjelasannya justru sangat ilmiah.  Kamu pasti telah mendengan tentang DNA?  Itu istilah di Klan Bumi.”  (halaman 138-139)
  16. “Itu tidak pernah menjadi sebuah beban, Putri Raib. Tidak pernah.  Itu adalah kehormatan.  Kamu tidak perlu mencemaskan banyak hal, cukup lakukan yang terbaik.  Dan sebagai awal, sungguh beruntunglah dirimu.  Maksudku bukan beruntung memiliki kode genetik hebat tersebut melainkan beruntung memiliki teman-teman terbaik sejak usia masih sangat muda.  Kita tidak bisa memilih akan terlahir seperti apa, tapi kita bisa memilih mau menjadi teman-teman terbaik atau tidak.” (halaman 141)
  17. Ini sungguh sangat mengejutkan. Saat aku benar-benar bersiap melepas kepergian teman terbaikku, ternyata dia kembali.  (halaman 144)
  18. “……….. Tapi ada yang lebih menyakitkan lagi dibanding itu semua.” “Saat aku terbaring kaku, aku masih mendengar sekitarku.  Aku masih mendengar Raib yang berseru-seru memanggilku, tapi aku tidak bisa menjawabnya, tidak bisaa bilang bahwa aku tidak pernah menyerah.  Mendengar Raib yang berseru cemas …. Mendengar Raib yang menangis, dan aku tidak bisa melakukan apa pun, hanya terbaring kaku, tidak bisa menghibur …. Itu sangat menyiksaku.”  Seli menatapku lamat-lamat.  “Terima kasih banyak, Ra.  Terima kasih banyak telah mengkhawatirkanku begitu dalam.” (halaman 151) 😂😂
  19. Inilah teknologi. Hanya karena kita tidak bisa memahami-nya bukan berarti itu tidak masuk akal, atau sihir.  Kita saja yang tidak paham.”  (halaman 153)
  20. Tidak ada teknologi pemindai modern yang bisa mencarinya. Kita harus melakukannya secara manual.  (halaman 173)
  21. Dia pengintai sejati, lebih memilih memanfaatkan apa pun yang ada di alam liar dibanding benda-benda berteknologi tinggi. (halaman 192)
  22. Sungguh etos kerja yang menakjubkan, saat seseorang melatih dirinya sendiri untuk melampaui pencapaiannya selama ini. (halaman 196)
  23. …… “Tapi Kay menemuiku, berkata bahwa sesungguhnya pemburu yang baik tidak harus bisa melihat. Pemburu yang baik adalah yang bisa mengetahui kelemahan dan kelebihannya.  Aku bisa menjadi penembak jitu.  Kay mengirimku berlatih bersama kadal-kadal itu, melatih pendengaranku.  Kay selalu tahu cara membesarkan hati orang lain.” (halaman 204)
  24. “Bawalah.  Aku mempercayakan benda ini pada kalian.  Semoga instingku tidak keliru.  Kalian masih remaja.  Tapi kalian petualang antarklan yang tangguh.  Dan semoga hati kalian senantiasa baik.” (halaman 208)
  25. “Ini bukan salahmu. Pangeran galau itu memang hebat.  Dia bukan tandingan kita.  Tapi kita telah bertahan dengan sangat baik.  Dalam pertarungan ini, itulah kata kuncinya, bertahan selama mungkin. Tidak masalah kita kalah satu-dua pertandingan, atau malah kalah berkali-kali, tapi pastikan kitalah yang tetap berdiri tegak di akhir semua kisah.”  (halaman 230)
  26. “Jangan cemaskan banyak hal, Ali.” (halaman 230)
  27. “Ingatlah selalu, akan ada selalu kabar baik setelah kabar buruk.” (halaman 231)
  28. “Semakin maju teknologi sebuah klan, penduduknya cenderung semakin simpel.” (halaman 236)
  29. “Aku tahu kenapa anak-anak ini sangat mempercayaimu. Kamu memiliki hati yang hangat.” (halaman 272)
  30. “Yang berbeda adalah, zaman sudah berubah, orang-orang sibuk dengan layar hologram, sibuk dengan dunianya sendiri. Aku memutuskan mencemplungkan diri ke dalam kehidupan mereka.  Menjadi selebritas, artis, media daring, apa pun istilahnya.  Tidak mudah lagi mengerjakan budaya luhur di zaman yang berbeda.  Generasi sekarang semu serba instan.  Apalagi sejarah, mereka tidak peduli.  Tapi itu tantangan tersendiri.  Aku harus menyesuaikan banyak hal.”  (halaman 274-275)
  31. “Di seluruh peradaban mana pun, keluarga adalah kuncinya.  Lewati ujian ini, maka aku bisa mempercayai kalian.”  (halaman 274)
  32. “Tapi teman-teman baikku bilang kepadaku bahwa mereka adalah rombongan yang baik hati dan menginspirasi.” (halaman 280)
  33. “Yang sibuk dengan kehidupan keseharian. Sibuk berkomentar banyak hal, sibuk membicarakan banyak hal, bahkan sibuk mengurusi kehidupan keluarga artis, para pesohor, sibuk sekali menyimak berita-berita gosip seolah mereka keluarga kalian, padahal bukan. Bisa aku tanyakan kepada kalian apa definisi keluarga?  Mana keluarga sejati kalian?” ……………………………………………………………….. “Apa itu definisi keluarga?  Aku tidak tahu.  Aku lebih memilih menjalaninya.  Mengusir rasa takut kehilangan. Mengusir rasa takut pulang, takut menyingkap semua masa lalu.  Atau mengusir rasa takut jika esok lusa kekecewaan akan datang.  Mengusir semuanya, lantas memeluknya dengan erat.  Maka hari ini, inilah keluargaku.  Aku menjalaninya, tidak akan pernah pusing apa definisinya.  Itulah keluarga menurutku.  Terima kasih.”  (halaman 283) 😂🥰
  34. “Aku berterima kasih bukan untuk potongan tombak itu, juga bukan untuk informasi tentang Finale, melainkan sungguh berterima kasih karena Anda telah mempercayai kami. Itu jauh lebih berharga dibanding apa pun.”  (halaman 286)B
  35. “Hanya karena kita tidak suka dengan hasilnya, bukan berarti kita tidak bisa respek atas sebuah pertarungan, Seli. Kita selalu bisa menghormati musuh-musuh kita.  Pangeran galau itu sangat kuat.  Formasi Makhluk Cahaya yang kita buat tidak terlalu tangguh menghadapinya.”  (halaman 312)
  36. “Kamu sudah bertahan dengan sangat baik, Ali.” (halaman 313)
  37. “Kita harus mengatur strategi, Seli. Tidak masalah mundur satu-dua langkah demi bisa maju ribuan langkah,” jawan Batozar menyemangati.  (halaman 316)
  38. “Aku tidak bisa membaca alam sekitar seperti Putri Raib. Tapi pengintai dilatih untuk membaca jejak, sekecil apa pun jejak itu.”  (halaman 321)
  39. “Jika kita membunuhnya, apa bedanya kita dengan dia, Ali? Jangan bunuh dia.  Aku punya rencana yang lebih baik.” ….. “Aku mohon Ali.  Karena kita, rombongan kita, tidak akan pernah sama dengan dia.”  (halaman 358)r
  40. Kamu memang tidak pernah memberitahuku. Tapi aku bisa menebaknya.  Dia menyuruh kita jadi orang baik bukan?  Saling mendengarkan (halaman 359)
  41. “Ali, selalu dengarkan Seli dan Raib. Jadilah petualang antarklan yang baik.  Selau percaya pada teman-temanmu,” (halaman 359).
  42. “Itu hebat sekali anak-anak.” “Kalian jauh lebih baik.” Ribuan tahun lalu setelah bertanding tujuh hari tujuh malam tanpa henti bersama Nay dan pemburu-pemburu lain, akhirnya aku berhasil merebut tombak pusaka itu, lantas tanpa ampun aku membunuh putra sulungku yang telah membut kerusakan dimana-mana.  Tetapi kalian tidak. Kalian memilih memaafkan,” (halaman 363).
  43. “Tapi dibalik wajahmu yang menyeramkan, selalu ada seorang pengintai dengan hati hangat. Kamu telah menjaga, mendidik, dan menemani anak-anak ini dengan baik.  Semoga itu menebus kesalahan-kesalahan yang pernah kamu buat,”  (halaman 364)
  44. “Kita tidak pernah tahu akibat yang telah kita perbuat Entre. Apa dampaknya ke kehidupan berikutnya dan berikutnya lagi.  Hanya karena sesuatu itu terlihat buruk, tidak otomatis jadi buruk betulan.  Pun sebaliknya, hanya karena sesuatu terlihat baik, tidak otomatis memang baik sesungguhnya.  Mungkin saja ada hikmah yang tersembunyi, yang tidak kita pahami.  Biarlah dunia pararel menjaga keseimbangannya.  Aku akan menghabiskan masa tuaku bersama Nay di Klan Komet,” (halaman 366).

Baca juga: beberapa buku yang sudah saya baca

Cuplikan-cuplikan seru, kocak, dan mengharukan  dalam buku Komet Minor ❤️:

  1. “Wahai, siapa kamu? seru si Tanpa Mahkota, menghentikan pertengkaranku dengan Ali. Dia menatap Batozar separuh heran separuh jengkel.  “Aku bukan siapa-siapa.  Tidak penting.”  (halaman 10)
  2. “Aku sih ingin pergi dari sini, Nir.” Batozar masih santai. “Aku tidak pernah menyukai ikan.  Aku lebih suka sayur-sayuran  Tapi aku yakin sekali anak-anak inilah yang menemukan Pulau Hari Minggu.  Portal itu terbuka untuk mereka, bukan untuk pangeran yang galau, baperan sekali ribuan tahun.”  Galau? Baperan?  Tinggal beberapa hari di Klan Bumi sepertinya membuat Batozar menyerap kosakata baru yang sedang tren. (halaman 12)
  3. Batozar melambaikan tangan. “Aku bukan siapa-siapa. Berapa kali harus kubilang, Nir.  Dan itu hanya satu-dua trik biasa, tidak ada spesialnya.  Mungkin kamu terlalu lama di dalam penjara, jadi kudet perkembangan di Klan Bulan.”  “Kudet?” “Ya, kurang update.  Aku belajar gaya bicara anak muda di Klan Bumi.  Kamu tidak tertarik belajar bahasa__”  (halaman 17)
  4. “Aku tahu kamu pemalas sekali, Ali. Tapi di petualangan ini, kamu ikut peraturanku.” Batozar menatapnya galak. “Peraturan pertama, semua orang bangun saat aku bangunkan.” (halaman 50)
  5. Ini seru. Sejak kami tahu tentang dunia pararel, bertualang kemana-mana, kami bertiga tidak pernah punya guru. Kami belajar otodidak menguasai teknik-teknik tersebut.  Tapi pagi ini, di klan antah-berantah, Batozar mengajari kami.  (halaman 51)
  6. “Raib!” Ali berseru mengaduh. Dia terjerembab ke tanah dan aku persis menduduki punggungnya.  Bahkan aku tidak sengaja menjambak rambut berantakannya untuk menahan laju terpelantingku. Raib, berapa kali kamu menjambak rambutku, heh? Maaf, aku nyengir lebar.”  (halaman 61)
  7. “Aku menatapnya tak berkedip. Aku tidak tahu Seli bisa melakukan teknik baru ini.  Ali juga berdiri, menonton.  Kami lupa, seharusnya kami bertiga bahu membahu menyerang Batozar.  (halaman 68) – saat sedang latihan.
  8. “….Aku menghembuskan nafas lega, berhenti sejenak, teknik penyembuhan ini menguras energiku. Ali sejak tadi menonton di sebelahku – dia ternyata bisa cemas juga.  Batozar berdiri diam memperhatikan.  (halaman 87)
  9. Jika situasinya normal, Ali mungkin akan nyeletuk bahwa nama dua orang asing di depan kami ini lebih mirip tulisan alay di klan kami. Tapi entah kenapa Ali mendadak banyak diam.  Mungkin sedang ada yang korslet di kepalanya.  (halaman 96)
  10. “Dia bisa melakukan semuanya.” Aku yang menjawab sambil menyikut lengan Ali.  Kenapa pula sejak tadi dia jadi aneh begini?  (halaman 100)
  11. “Anak gadis tadi memiliki banyak kekuatan,” Batozar menjawab. “Salah satunya, menurut tebakanku, dia bisa memikat orang lain, membuatnya  terpesona menatap wajah cantiknya.  Mungkin itu tidak disengaja, keluar begitu saja teknik pasif.  Tapi saat keluar, bekerja efektif sekali. Itulah kenapa Ali mendadak salah tingkah, seperti sedang terhipnotis, seperti dimabuk cinta.  Tidak terbayangkan bukan, seseorang yang bisa berubah menjadi beruang ganas, mendadak lunglai tak berdaya di depan seorang gadis?  Norak dan kampungan sekali.”  (halaman 114) 😝😝😝
  12. “Tapi kita tidak sopan berkali-kali menyebut kata kampungan.” Batozar bicara seolah serius.  “Meskipun itu hanya gaya bahasa, hanya istilah, orang-orang kampung belum tentu mau disebut-sebut dengan istilah buruk itu, ‘kampungan.’  Lagi pula jelas mereka belum tentu ‘kampungan’ seperti Ali tadi.”  Batozar tertawa.  (halaman 114-115)
  13. Ali pergi sejak pukul sembilan. Dia bilang hendak melihat-lihat kota.   Lebih tepatnya, aku dia sangat perasa.  Dia tidak kuat lagi menyaksikan Seli yang terbaring lemah berjuang sendirian.  Berdiam diri berjm-jam, tanpa bisa melakukan apa-apa, Ali menyerah.  ““Aku akan mengumpulkan informasi, menambah perbekalan, apa pun itu ang mungkin bermanfaat (halaman 136)
  14. “Karena kamu membuat kita libur senam pagi hari ini,  Tidak ada bangun pagi-pagi langsung senam di lapangan,”  Ali nyengir lebar.  (halaman 149) 🤭😁
  15. “Lama-lama cerita kita ini jadi novel drama, Seli. Ini seharusnya kisah fantasi, petualangan, bukan drama apalagi serial percintaan favoritmu.”  Ali nyeletuk di depan, menepuk-nepuk panel-panel benda terbang.  (halaman 151-152) 😅
  16. Ali sering membuat masalah. Kalaupun dia sedang lurus, tidak membuat masalah, maka masalah-masalah itu yang justru mendekat padanya.  Dia punya magnet tersendiri.  (halaman 154)
  17. Ternyata dia menghilangkan kecemasan soal kondisi Seli tadi malam dengan berbelanja.  “Kamu menghabiskan berapa pax, Ali? tanya Seli.  “Eh?  Wajah riang Ali sedikit terlipat,’  “Agak mahal, Sel.  Benda-benda ini penemuan mutakhir.  Penjaga toko juga tidak mau ditawar. “Berapa pax?”  “Tiga puluh dua ribu pax.”  “HAH?  Tiga puluh dua ribu pax?”  Aku dan Seli berseru kaget bersamaan.” …….. “Tidak ada teknologi mutakhir yang murah, Seli.” Ali berusaha membela diri.  “Atau sebagai gantinya, biar adil, kalian juga membeli baju-baju di klan ini, gelang, anting, ikat rambut__” 😆
  18. “Super badas!” Ali mengepalkan tangan. Batozar ternyata menggunakan teknik itu, membelah diri. (halaman 188)
  19. Seli mengangguk__tidak keliru juga Ali membelanjakan uang kami untuk alat-alat ini. Ternyata si genius itu membeli tenda portabel yang bisa diciutkan. (halaman 192)
  20. “Tapi aku tidak akan mengecewakan pemburu di Menara Kelabu. Ini pertarungan penuh kehormatan. Jika aku gugur di klan ini, aku akan bangga. Aku gugur setelah melawan seorang pemburu.  Seorang gunslinger.”  (halaman 197)
  21. “Tapi jika kami selalu mendengarkan dia, kami hanya terkurung di kelas. ‘Ali, kamu tidak boleh ini, tidak boleh itu.  Jangan lakukan ini, jangan lakukan itu.”  Ali sengaja meniru cara Miss Selena bicara.  (halaman 213) 😅
  22. “Dia pengintai yang baik. Dia yang mengumpulkan kalian menjadi satu tim, bersekolah di sekolah yang sama, kelas yang sama. Apa pun rencananya, kenpa dia melakukannya, dia jelas mengenali bakat-bakat terbaik di sekitarnya.  Kamu seharusnya tidak memanggilnya Miss Keriting, itu tidak sopan.” ……….. “Panggilan kesayangan?  Aku tidak mengerti.  Kamu sedang mengolok-olok rambutnya, Seli.  Di aman letak sayangnya”  Seli salah tingkah ikut diomeli.  (halaman 213-214).  😂
  23. “Nir-Mahkota, harus berapa kali kukatakan, kamu tidak mengenal tabiat anak-anak ini meskipun pernah satu kapal dengan mereka. Anak-anak ini keras kepala. Sekali menetapkan tekad, jangankan menyerahkan potongan tombak pusaka, bahkan disuruh makan tepat waktu atau tidur lebih awal saja mereka susah.  Namanya juga remaja.  Susah diatur, masa-masa pencarian jati diri.”  (halaman 218) 😜
  24. “Kamu percaya diri sekali bicara seperti itu kepadaku, wahai si Bukan Siapa-Siapa. Atau kamu masih punya trik yang tersisa, hah?”  (halaman 219)
  25. Aku teringat saran Faar, kami bisa menyalurkan energi bantuan ke petarung lain. Tanganku memegang pundak Seli.  Dua lawan satu.  Tubuh si Tanpa Mahkota yang hampir terlepas kembali terkunci.  Ali juga lompat mendekat, ikut menyentuh pundak Seli, mengirim tenaga tambahan. (halaman 225)
  26. “Terima kasih banyak,” ucapku. “Terima kasih apanya?”  “Telah membeli benda-benda kecil dengan teknologi itu.  Benda itu menyelamatkan kita tadi.”  Ali tersenyum lebar sekali.  “Sekarang kalian tahu kenapa benda-benda itu harganya mahal sekali.  Teknologi, Ra.  Tidak ada teknologi yang murah.”  Ali sudah menghilang lagi.  (halaman 232) 😍😍
  27. “….. Mudah saja memahaminya.” Ali berkata santai.  “Di dunia kita ada spesies semut yang menarik.  Namanya semut drakula, Mystrium camillae.  Semut kecil ini adalah hewan tercepat.  Dia bisa menggerakkan rahangnya 5.000 kali lebih cepat dibanding kedipan mata manusia.  Lihat, saat kita mengedip, cepat sekali, bukan?  Nah, semut ini bisa menggerakkan  rahangnya ribuan kali lebih cepat.  Dia hanya membutuhkan  0,000015 detik .  Semut ini menggunakan kecepatan rahangnya untuk menghantam antropoda lain, berburu mangsa.”….. “Maka seperti itulah si Tanpa Mahkota.  Kita memang sudah bergerak lebih cepat, tapi dia lebih cepat lagi.  Kita memang sudah memukul lebih kuat, tapi dia lebih kuat lagi.  Bayangkan saja semut itu tadi.  Betapa cepat rahangnya bergerak jika dibandingkan dengan kedipan mata kita.  Tidak susah membayangkannya, kan?  Anak SD saja bisa, kamu seharusnya juga bisa.”  Ali panjang lebar menjelaskan pada Seli. …… “Kamu penduduk dunia pararel yang paling pintar yang pernah kulihat, Ali.’  Batozar ikut bicara. …. “Tapi juga paling menyebalkan.” ….. “Caramu menjelaskan kepada Seli persis seperti mencerahami anak-anak SD.  Itu tidak sopan.” ….. “Tidak bisakah kamu menjelaskan dengan cara lebih baik?  Seli tidak sebodoh itu.  Dia hanya belum tahu.  Lagi pula, Seli sahabatmu.  Dia mendengarkan penjelasanmu penuh respek.  Lihat wajahnya, dia bahkan percaya seratus persen semua penjelasanmu.”  “Maaf Master B.  Tidak akan kuulangi.” Ali menjawab dengan wajah penuh penyesalan.  (halaman 238-239) 😂🤭😆
  28. “Jika dilihat dari gayanya, mungkin kita akan disuruh menjadi bintang tamu acaranya, Seli,” Ali menjawab santai.  “Kita akan viral di klan ini.”  ((halaman 270-271) 😁
  29. Hei? Aku menelan ludah.  Lihatlah, Ali berbeda sekali.  Entah apa yang dilakukan oleh kru televisi, Ali terlihat meyakinkan di atas panggung.  Rambut berantakannya telah dirapikan, terlihat gagah.  Pakaiannya juga disesuaikan, tak kalah elegan dengan pesohor Klan Komet Minor lainnya.  Wajahnya tampak bersih, bola mata hitamnya terlihat menawan__  “Aku tidak tahu Ali bisa setampan itu,”  aku bergumam, kelepasan bicara. Batozar di sebelahku tertawa kecil.  Untungnya, Seli yang sedang cemas tidak terlalu memperhatikan kalimatku.  Kalau tidak, pasti dia mengolok-olokku habis-habisan.  (halaman 280-281) 😍😍🥰🥰🤭
  30. Batozar ikut tertawa menepuk-nepuk pundah Ali. Aku menatap rambut Ali yang rapi, ekspresi wajahnya yang riang, matanya yang menawan.  Ali tampak berbeda sekali.  “Ra__” Seli menyikutku, “Kamu melihat apa sih?”  Aku jadi salah tingkah.  “Lupakan, Seli,” Aku jadi melotot pada sahabatku itu.  (halaman 284) 😅
  31. “Itu penutup yang luar biasa. Jika kamu tertarik, aku punya lowongan untuk pembawa acara televisi khusus penonton remaja.  Kamu bisa menjadi media daring berikutnya.”  Kata Lady Oopraah pada Ali.  (halaman 284)
  32. “Yeah, kabar baiknya, Ra, kita sedang berada di tabung terbang. Jadi tidak akan ada yang menyuruh kita bangun lantas senam pagi-pagi,” Ali berseru dari kursi depan.  Seli tertawa.  “Baiklah.  Besok kamu akan berlatih tiga kali lipat, Ali.  Menebus latihan dua hari terakhir.”  Batozar berseru serak.  “Itu tidak keren, Master B.”  Ali keberatan.  (halaman 294) 🤪🤣
  33. “Super badas!” Ali berbisik. “Paman Kay ternyata bisa membuat sendiri portal AKAK.”  “Apa itu AKAK?” tanya Seli.  “Antar Klan Antar Konstelasi  Mirip dengan di dunia kita, bus AKAP, bus Antar Kota Antar Provinsi.”  Ali santai mengangkat bahu.  Aku dan Seli tertawa.  (halaman 368).

YANG MENARIK DI BUKU KOMET MINOR:  Ali sering disuruh-suruh Batozar (meskipun bersungut-sungut, tapi tidak berani membantah dengan Master B, idola barunya).  Raib dan Seli sering dibela Batozar saat Ali iseng atau menyepelekan.  Awalnya Ali seperti tampak bodoh menurut si Tanpa Mahkota, padahal nyatanya justru sebaliknya.  Ali mendadak pendiam saat bertemu ST4R. Ali belanja. Mereka berempat: Raib, Seli, Ali dan Batozar sering melakukan teleportasi.  Batozar melatih teknik Perfettu-nya dan menuruh Ra, Seli dan Ali untuk belajar. Si Tanpa Mahktota akhirnya memberitahu satu diantara mereka bertiga (Raib, Sei, dan Ali) merupakan keturunan darah murninya (siapakah dia?  baca saja bukunya).  Batozar ikut shoting dan berperan sebagai monster dalam film berjudul “Pengabdi Monster” 😆😂 bermaian dengan Lady Oopraah. Di Klan Komet Minor ini ada yang namanya HTS (Hologram Tanda Penduduk).  Nama-nama tempat di Komet Minor juga unik, seperti Menara Kelabu (tempat berdiamnya Arci).  Dan tentu saja jalan cerita yang tidak gampang ditebak, namun Bang Tere memang ciamik, menyajikan ending yang mengejutkan, namun dari sanalah saya ternyata bisa memetik pelajaran.

Ini dia kabar gembiranya:  Petualangan Raib, Seli dan Ali melawan si Tanpa Mahkota berakhir di sini.  Tetapi nantikan buku-buku berikutnya:

  • NEBULA, kisah tentang orang tua Raib.
  • Kisah tentang Ratu Calista akan diceritakan dalam serial terpisah petualangan dunia pararel, dalam buku-buku dengan tajuk PROXIMA CENTAURI. ST4R dan SP4RK akan menjadi tokoh utama dalam kisah ini.
  • Dan jangan lupakan di PUTIH, kucing itu akan memiliki kisah tersendiri.

Nah, kalau pertanyaannya “Apakah petualangan tiga remaja petarung hebat melawan si Tanpa Mahkota sudah berakhir si Komet Minor?”  Jawabannya “IYA.”  Tapi ternyata petualangan RAIB, SELI, & ALI dalam SERIAL BUMI masih akan berlanjut.  Horeeeeee! 🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳

Hal yang membuat saya selalu tertarik dengan buku-buku karya Tere Liye, salah satunya Tere Liye menyajikan buku dengan berbagai genre, dari puluhan buku yang sudah ditulisanya, berikut ini genre-genrenya:

  1. Genre Novel anak – anak dan keluarga : Hafalan Solat Delisa, Moga Bunda Disayang AllahBidadari-Bidadari Surga (recover jadi Dia adalah Kakakku), kemudian ada serial Anak-Anak Mamak  ada : ElianaBurlianPukat dan Amelia,
  2. Genre romance : Berjuta Rasanya, Sepotong Hati Yang BaruDaun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin,  sunset dan rosie,  aku kau dan sepucuk angpau merah,
  3. Genre fantasy : Ayahku Bukan PembohongHarga Sebuah PercayaSERIAL BUMI (Bumi, Bulan, Matahari, BintangCeros & Batozar serta buku kelima Komet).
  4. Genre ekonomi dan politiknegeri para bedebahnegeri di ujung tanduk.
  5. Genre action : pulang , pergi
  6. Genre sejarah : Rindu,
  7. Genre science and fiction bercampur romance, lingkungan hidup: Hujan 
  8. Kumpulan Quote : #About friends dan #About Love
  9. Kumpulan puisidikatakan atau tidak dikatakan, itu tetap cinta
  10. Genre Biografi tapi tidak pure lebih banyak unsur refleksi: Rembulan Tenggelam di Wajahmu
  11. Eksperimen berikutnya genre biografi (menceritakan kehidupan seseorang dari lahir sampai dengan meninggal): TENTANG KAMU 

Happy reading! 📚 📖😊

With Love, ❤️💙

Advertisements

44 thoughts on “[Review Buku] : KOMET MINOR Karya Tere Liye

    1. Sempat gak terbit, Kak. Namun setelah peraturan pajak untuk penulis direvisi (waktu itu pajak utk penulis 30% lebih besar dari pada pajak artis 😂), Tere Liye sudah come back dan karya-karyanya sudah diterbitin lagi per Maret 2018, Kak 😊

      Liked by 1 person

      1. Huhuhu, ayo di update lagi Kak 😁
        Tahun 2018, Tere Liye menerbitkan 4 buku baru (Pulang, Ceros dan Batozar, Komet, dan Si Anak Cahaya).

        Iya, Kak. Beruntung banget. 😊 Dulu pas berhenti terbitin buku saya sempet sedih 😂

        Like

      1. Ya ampun 🤣🤣🤣🤣
        Udah kece-kece kenapa ujung2nya makanan. Batagor emang enak sih, Kak! Salah satu jajanan favorit.

        Tuan Muda Ali plus Batozar edisi konyol = ngocok perut 🤣🤣

        Ditambah lagi Finale edisi pikunnya kumat. Makin kocak 🤣

        Like

      2. Boleh jadi begitu, Kak!
        Jangan-jangan pas lagi nulis kelanjutan Serial Bumi, Bang Tere lagi ngemil batagor, terus bikin karakter yang lebih kece jadi Batozar. 😂

        Saya juga curiganya gitu, gak usah ribet bikin nama buat karakter baru, tinggal plesetin aja udah jadi. Finale ini karakter baru yg terakhir muncul pas pertarungan final 😄

        Bisa jadi gitu kak. Bener ILY ternyata I Love You 💕

        Pantesan Tuan Muda Ali semangat banget bikin teknologi bernama ILY terus pake ada “SuperRaib segala” kenapa gak super Ali aja ya? 🙈🙈🙈

        Like

      3. Kita ngarang aja, bang tere ngemil batagor. 😂 ntar bang tere tau kita kenak omel. *eh
        Satu keunikan dari Bang tere nama karakter dalam ceritanya sangat sederhana bahkan tak terbayangkan. Seperti karakter serial bumi. 😁
        SuperRaib, kalau superali kurang keren kedengarannya x ya 😂

        Liked by 1 person

      4. Duh 🙄 ngeri kali Kak, 😂
        Jangan ngomel ya Bang, damai aja kita ✌️😀

        Setuju banget Kak, Bang Tere ini penulis sederhana, bahkan tulisannya juga sederhana, mudah dimengerti tapi terasa spesial, sespesial Serial Bumi yang telah ditulisnya. Bahkan dalam hal menciptakan karakter juga sederhana, tak terbayangkan tapi ya gitu bikin gak bisa move on dari serial Bumi 😁

        Iya juga, lebih keren SuperRaib dari pada Superali atau pun superseli. SuperRaib mengandung kesan kekuatan super yang bisa menghilang terdengar wow
        Eh kok jadi nganalisis ya, padahal kan suka-suka Bang Tere aja mau nulis apa, kita mah menikmati bacaannya saja 😅

        Like

      5. Siap, Kak Ra 😎
        Bersyukur ada Tuan Muda Ali yang akan urus 😂
        Kalau Tuan Muda Ali tak membantu, nanti kita jangan pinjemin buku Serial Bumi buat Raib dan Seli 😂

        Liked by 1 person

      6. Aamiin Aamiin. Insha Allah bakal banyak yang suka baca. Yaaaa meskipun target pembaca Serial Bumi untuk remaja. Mari kita nikmati saja, dan sambil mengenang masa remaja 😂

        Like

    1. Iya, Saya juga mengira Raib, ternyata Ali 😂

      Sama, saya juga sangat penasaran dengan Ali dan keluarganya, Kak! *toss* 😁
      Mari kita nantikan buku berikutnya…

      Like

  1. Aku belom sempet baca… Jadi cuma sebagian aku baca review ini takut spoiler. Btw, antara senang dan sedih udah berakhir. Terlepas dari itu semua, sesuatu yang memang udah berakhir layaknya memang harus segera diakhiri. Jika tidak akan berlarut seberti serial tukang bubur ke luar negri.

    Liked by 1 person

  2. Yusriadi Tauhid

    Ada sedikit kekecewaan sih di komet minor, kekuatan Raib tidak terlalu bekembang, beda dg seli yg Krn racun cacing jadi bisa tmbh kuat kekuatan kinetik nya, si Ali yg memakai tombaknya, tapi si raib malah gak ambil peran banyak. Tapi super badass sih emang buku komet minor ini

    Liked by 1 person

    1. Mungkin yg ingin ditonjolkan di Komet Minor, perkembangan kekuatan Seli dan Ali.
      Setuju Kak, Komet Minor memang super badas! 😎👍

      Like

  3. Untuk penulis Indonesia yang menulis sci-fi, menurut saya ini emang sangat bagus, dan banyak masuk pengetahuan-pengetahuan berharga. Tapi dari segi keseluruhan, aku kok kayak kurang puas gitu ya sama endingnya, dan sama keseluruhan ceritanya. Ditambah lagi, ada spinoff yang kurasa emang nggak penting-penting amat untuk di buat, seperti ratu calista, dan si putih. Mengapa baru di sebut sekarang coba? Kan manjang-manjangin, hadeuh.

    Liked by 1 person

    1. Biar panjang Kak! Saya sih sejauh ini sangat menikmati Serial Bumi, dan belum mau berakhir karena masih seru 😁

      Ratu Calista ini dipersiapkan untuk Serial baru dari Tere Liye, genrenya tentang detektif. Jadi akan sangat berbeda dari Serial Bumi, di Komet Minor hanya dikenalkan sedikit saja, biar pembaca aware kalau nantinya akan ada buku baru dengan genre berbeda 🙂

      Si Putih itu sangat spesial untuk Raib. Jadi kalau pun dibuatkan buku pun, mungkin biar Serial Bumi semakin panjang! 😄
      Dan saya tetap suka, sekaligus menanti kelanjutannya hehe

      Like

      1. Hehe iya, Kak.
        Menurut saya, beliau Penulis multitalenta, dan menulis banyak genre. Jadi, sebagai pembaca
        buku karya Tere Liye, saya tidak bosan.

        Like

      2. Di akun ig @tereliyewriter

        Kisah tentang Ratu Calista akan diceritakan dalam serial terpisah petualangan dunia pararel, dalam buku-buku dengan tajuk PROXIMA CENTAURI. ST4R dan SP4RK akan menjadi tokoh utama dalam kisah ini. (Ini sudah diberi tahu dalam buku Komet Minor). Setau saya bukan Serial Ratu Calista. Sebab Ratu Calista merupakan salah satu tokoh antagonisnya yg akan diceritakan dalam Serial terbaru. Demikian sedikit info yg saya tau Kak 😊

        Like

Leave a Reply to Ai Cancel reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s