Jalan-Jalan di Italia (Part 4) City Tour Roma:  dari Wisata Sejarah ke Colosseum Roma hingga Wisata Belanja dan Wisata Kuliner

When in Rome, visit Colosseum

Masih ingatkah daftar tujuh keajaiban dunia terbaru?  Diantaranya ada Christ The Redeemer di Rio de Janeiro, Brasil.  The Great Wall di Cina, Machu Picchu di Peru, Petra di Yordania, Pyramid at Chichen   Itza di Meksiko, Roman Collosseum di Italia, serta Taj Mahal di India.  Belum satu pun dari ketujuh keajaiban dunia tersebut, saya kunjungi.  Hingga akhirnya kesempatan itu datang ketika Euro Trip 2018, saat berkunjung ke Roma, maka jangan sampai melewatkan kunjungan ke salah satu dari tujuh keajaiban dunia terbaru.

Jumat, 28 Desember 2019

Setelah impian untuk melihat Continue reading

Advertisements

Mengunjungi Vatican, Negara Terkecil di Dunia!

Sedang antri menuju pintu masuk.

Sabtu, 29 Desember 2018:  Basillica St. Peter

Selesai sarapan pagi, pukul 09.00 kami sudah keluar dari hotel N.H. Collection.  Jarak dari hotel ke Vatican, hanya sepelemparan batu, cukup berjalan kaki sekitar kurang lebih sepuluh menit!  Voila, kami sudah berada di negara berbeda.  Tanpa perlu mengecek paspor atau pun mengurus proses imigrasi, ternyata mudah saja untuk sampai di negara berbeda, hanya jalan kaki.   Tibalah di tempat tujuan.

Negara Italia ini memang sangat unik.  Di dalam negara terdapat dua negara yang berbeda, yaitu Vatican yang berlokasi di Kota Roma, dan satu lagi negara San Marino.  Pada kunjungan pertama ke Italia ini, saya sempatkan untuk mengunjungi Vatican.

Vatican merupakan Continue reading

Jalan-Jalan di Italia (Part 3) : Menikmati Cantiknya Kota Florence di Malam Hari dari Piazzale Michelangelo

Jumat, 28 Desember 2018: Piazzale Michelangelo – FLORENCE

Rencana awal, dari Kota Pisa kami akan lanjut ke kota Roma,  Namun Om mengusulkan kalau bisa, selagi ke Italia mampir sebentar ke Kota Firenze atau Florence.  Beliau sebelumnya sudah pernah ke Florence, dan ingin mengajak kami untuk mampir sebentar sebab kotanya sangat cantik, kapan lagi coba.  Mumpung lagi Italia dan sekalian saja mampir, meski sebentar.  Setelah berdiskusi dengan Mr Reno, dan disepakatinya usulan Om, akhirnya kami akan mampir ke Kota Florence.

Dengan waktu kunjungan singkat karena perjalanan akan berlanjut ke Kota Roma, maka guide kami menyarankan untuk mengunjungi salah spot terbaiknya, yaitu sebuah bukit tempat berdirinya patung Michelangelo, seorang seniman terkenal dari Florence, yang salah satu karya masterpiece-nya terdapat di Basilica Santro Petrus, Vatican City.

Pukul 18.00, gelap sempurna membungkus kota, kami berhenti di kota Florence atau Firenze, tepatnya di Piazzale Michelangelo. Jika berkunjung ke kota Florence, memang sangat disarankan untuk mengunjungi tempat ini menjelang sunset, agar bisa menikmati cantiknya kota Florence di malam hari.  Bagi penduduk setempat, salah satu tempat tertinggi di kota Florence ini memang dikenal memiliki sudut pandang terbaik untuk melihat keseluruhan kota terutama pada saat menjelang malam hari, demi menikmati suasana Continue reading

Jalan-Jalan di Italia (Part 2): Mengunjungi Menara Miring Pisa

Leaning tower of Pisa - Italy

Ciao, Field of Miracles! 🙂

Saat SD, saya mengenal Menara Pisa dalam sebuah mata pelajaran, sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia.  Maka, entah kenapa sejak kecil saya bermimpi bisa mengunjungi tempat tersebut.  Dalam daftar tujuh keajaiban dunia lama, seingat saya diantaranya ada Candi Borobudur di Indonesia, Ka’bah di Mekah, Tembok Raksasa di Cina, Menara Eiffel di Prancis, Colosseum di Italia, Menara Pisa di Italia, Taj Mahal di India.  Sebelumnya, alhamdulillah saya sudah pernah ke Candi Borobudur tiga kali, mengunjungi Ka’bah dan melihat Menara Eiffel, dan di tahun 2018 saya berkesempatan menambah dua tempat lagi dalam daftar tersebut.  Kalau dipikir-pikir, dulu Continue reading

Jalan-Jalan di Italia (Part 1):  Mengunjungi Milan, salah satu kota mode di Dunia

Hello World! 🙂

Tahukah kamu, jika kamu perhatikan dengan teliti peta negara Italia, maka dalam peta negara tersebut mirip dengan bentuk sepatu boots  (saya tahu hal ini, berkat nonton program anak, berjudul Go Jetters yang tayang di TV Cabel).  Negara yang terkenal dengan makanan khasnya yang sudah mendunia seperti Pizza, Pasta dan Gelato. Atau brand-brand-nya yang mendunia, sebut saja Prada, Gucci,  Georgio Armani, Dolce and Gabbana, dan lain-lain.  Dari semua nama yang saya sebutkan.  Lalu, adakah yang saya banget?  Tentu saja ada, yaitu Pizza.  😀 Ok, saya suka Pizza, jadi suatu saat saya bermimpi bisa mengunjungi negaranya, dan alhamdulillah kesampaian.  Saya bersyukur, meski bukan pengguna barang branded yang fasionable (oh karena memang tak sanggup beli, haha), tapi di negara tersebut saya bisa menikmati gelato terlezat di dunia (boleh kan saya bilang begitu?  sebab saat itu saya mencicipinya di negara asal gelato, yang kini lagi-lagi sudah mendunia), bisa datang ke tempat-tempat bersejarah, mengunjungi salah satu kota mode yang menjadi kiblat dunia mode yaitu kota Milan, mengunjungi markas Inter Milan dan AC Milan di San Siro, mengunjungi Menara Pisa, mampir ke Piazzale Michel Angelo di Florence.  Hingga mengekspor kota Roma, Ibukota negara Italia.

Awalnya, yang saya tahu ketika mendengar negara Italia adalah pizza, pasta, gelato dan kopinya yang sangat terkenal.  Namun, setelah road trip dan mengeksplornya selama 5 hari  di beberapa kota, sungguh Italia punya banyak kejutan. Berikut ini Continue reading

[Resensi Buku] KOMET MINOR, KOMET, serta CEROS dan BATOZAR Karya Tere Liye

Buat penggemar serial Bumi, kalau baca bukunya dari pertama sampai buku keempat (Bumi, Bulan, Matahari, Bintang), kita akan tahu bahwa buku tersebut berdiri sendiri, mau baca tak berurut pun tak masalah.  Lain halnya dengan buku keenam, Komet Minor. Maka alangkah lebih asik bila kita sudah membaca buku sebelumnya yaitu Ceros dan Batozar, serta Komet. Sebab, beberapa karakter di kedua buku tersebut akan muncul di Komet Minor.  Kalau kamu mau baca Komet Minor, pastikan kamu sudah baca buku Komet juga Ceros dan Batozar.   Berikut ini, saya akan menyajikan resensi ketiga buku Serial BUMI, karya Tere Liye.  Selamat menikmati. 🙂


Tulisan ini di edit pada tanggal 14 Juni 2019.  Alhamdulillah, sama sekali tidak menyangka, saya menjadi salah satu pemenang favorit dalam #LombaResensiTereLiye (periode 15 Maret – 30 April 2019).  Teringat selasa pagi tanggal 4 Juni, saat saya sedang dalam perjalanan mudik menuju kampung halaman, saya buka Instagram, dan ketika melihat postingan ini masyaallah senang sekali.  Rasanya tak percaya, namun setelah malamnya sekitar pukul 20.30 saya mendapat email dari redaksi Gramedia Pustaka Utama barulah saya semakin percaya, alhamdulillah ada nama saya.  Terima kasih kepada redaksi GPU, juga Bang Tere Liye. Ini adalah sebuah kebahagiaan dan juga salah satu kado terindah bulan ramadhan 2019.

View this post on Instagram

Sebelum hari ini berakhir, Mimin mau membagikan berita bahagia. Berikut pengumuman pemenang #LombaResensiTereLiye . Pemenang Utama diraih oleh AGI EKA, mendapatkan hadiah paket liburan gratis ke Jepang untuk 2 orang (wah asyiknya bisa ajak satu orang saudara/teman) . Pemenang Favorit diraih oleh Ai Latifah Kusmawati, Aprillia Fatmawati, Zahrotun Nisa, Nafa Ulmaushofia, dan Indah Nurbaeti. Masing-masing akan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp1.000.000 . Informasi lebih lanjut mengenai mekanisme klaim hadiah akan diinformasikan via e-mail. . Terima kasih banyak untuk teman-teman yang telah berpartisipasi dalam lomba ini. Buat yang belum jadi pemenang, tetap ikuti socmed GPU karena ada banyak lomba/kuis/sayembara/giveaway lainnya yang hadiahnya tak kalah menarik. . Sekali lagi, selamat ya semua! ✨✨✨ . #bukugpu #fiksigpu #TereLiye #SeriBumi

A post shared by Gramedia Pustaka Utama (@bukugpu) on



Judul Buku            : KOMET MINOR
Penulis                  : TERE LIYE, Co-Author : Dienna Yashinta
Tahun Terbit          : 11 Maret 2019 diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman    : 376 halaman, 20 cm
ISBN                       : 9786020623399
Rating                    : 5/5


SINOPSIS:     

Pertarungan melawan si Tanpa Mahkota akan berakhir di sini.  Siapa pun yang menang, semua berakhir di sini, di Klan Komet Minor, tempat aliansi Para Pemburu pernah dibentuk, dan pusaka hebat pernah diciptakan.

Dalam saga terakhir melawan si Tanpa Mahkota, aku, Seli dan Ali menemukan teman seperjalanan yang hebat.  Bersama-sama kami melewati berbagai rintangan, memahami banyak hal, berlatih teknik baru, dan bertarung bersama-sama.

Inilah kisah kami.  Tentang persahabatan sejati.  Tentang pengorbanan.  Tentang ambisi. Tentang memaafkan. Namaku Raib, dan aku bisa menghilang.

Komet Minor merupakan buku keenam dari Serial BUMI.  Buku yang paling saya tunggu di tahun 2019 ini, akhirnya terbit juga pada tanggal 11 Maret 2019.  Bab pertama buku ini merupakan kelanjutan kisah dari buku sebelumnya yaitu Komet, dimana ending-nya saat itu berupa penghianatan oleh Max kepada tiga remaja petarung yang berasal dari klan berbeda: Raib (Klan Bulan), Seli (Klan Matahari, dan Ali (Klan Bumi).  Dalam buku Komet Minor, saat tak ada lagi harapan bagi Ra, Seli dan Ali ketika di perahu mereka diikat dengan jaring perak.  Ali si genius, dengan caranya yang mengagumkan, berhasil menjatuhkan sesuatu dari sakunya, berupa sebuah cermin kecil yang terbuat dari berlian. Berkat alat itu, ada yang melakukan teleportasi lewat portal cermin. Maka munculah “BATOZAR – si pengintai.”   Pertemuan di perahu tersebut hanya sebentar, karena mereka tidak boleh terlambat, kemudian mereka berempat mendarat di Pulau Hari Minggu, dan HAP!  Ikan raksasa menelan mereka bersama Si Tanpa Mahkota.  Ikan tersebut merupakan portal untuk membuka mereka menuju Klan Komet Minor.

Itu barulah awal, maka bab-bab berikutnya menyajikan keseruan, kekocakan, ketegangan, bahkan kesedihan, hingga kebahagiaan.  Menurut saya, di buku ini banyak hal yang membuat saya tertawa dengan kehadiran Batozar yang meramaikan kisah dalam petualangan Raib, Seli, dan Ali.  Sang pengintai nomor satu di Klan Bulan ini punya selera humor yang baik, sehingga ketegangan demi ketegangan yang harus mereka lewati, membuat mereka bisa terus bertahan lama, meski pun kekalahan demi kekalahan datang silih berganti, tak sedikit pun membuat petualangan terasa membosankan, justru sebaliknya.

“Ini bukan salahmu.  Pangeran galau itu memang hebat.  Dia bukan tandingan kita.  Tapi kita telah bertahan dengan sangat baik.  Dalam pertarungan ini, itulah kata kuncinya, bertahan selama mungkin. Tidak masalah kita kalah satu-dua pertandingan, atau malah kalah berkali-kali, tapi pastikan kitalah yang tetap berdiri tegak di akhir semua kisah,”  (halaman 230).  “Jangan cemaskan banyak hal, Ali.” (halaman 230).  “Ingatlah selalu, akan ada selalu kabar baik setelah kabar buruk,” (halaman 231)

Kalau biasanya di setiap petualangan dalam beberapa buku sebelumnya, kekompakan Raib, Seli dan Ali-lah yang membuat mereka mampu menyelesaikan setiap rintangan yang harus mereka hadapi.  Di Komet Minor justru berbeda, kehadiran Continue reading

[Review Buku] : KOMET MINOR Karya Tere Liye

Buku keenam serial Bumi 💕💕💕💕💕💕

Judul Buku          :  KOMET MINOR
Penulis                 : Tere Liye.
Co-Author           : Diena Yashinta
Penerbit               : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit        : Cetakan pertama, 11 Maret 2019

Jumlah Halaman  : 376 Halaman

Sinopsis:     

Pertarungan melawan si Tanpa Mahkota akan berakhir di sini.  Siapa pun yang menang, semua berakhir di sini, di Klan Komet Minor, tempat aliansi Para Pemburu pernah dibentuk, dan pusaka hebat pernah diciptakan.

Dalam saga terakhir melawan si Tanpa Mahkota, aku, Seli dan Ali menemukan teman seperjalanan yang hebat.  Bersama-sama kami melewati berbagai rintangan, memahami banyak hal, berlatih tehnik baru, dan bertarung bersama-sama.

Inilah kisah kami.  Tentang persahabatan sejati.  Tentang pengorbanan.  Tentang ambisi. Tentang memaafkan. Namaku Raib, dan aku bisa menghilang.

Komet Minor merupakan buku keenam dari serial Bumi.  Buku yang sangat saya tunggu dan nantikan di tahun 2019 ini, akhirnya terbit juga pada tanggal 11 Maret 2019. Kali ini saya pun ikut pre-order lewat Mizanestrore .  Kalau baca sinposisnya sekilas, di awal kalimat dikatakan bahwa “Pertarungan melawan si Tanpa Mahkota akan berakhir di sini.  Dalam saga terakhir melawan si Tanpa Mahkota, aku, Seli dan Ali menemukan seperjalanan yang hebat.” Apakah ini menandakan bahwa serial bumi akan berakhir di buku keenam?  Mungkin kamu dan saya, pas baca kalimat tersebut, rasanya ingin bilang “Oh tidaaaaaaak!”  karena tak ingin kisah serial bumi berakhir.  Sekarang, setelah baca bukunya, saya sudah tahu jawaban atas Continue reading