[Review Buku] : SI ANAK CAHAYA Karya Tere Liye

Si Anak Cahaya karya Tere Liye
In love with Switzerland 🇨🇭

Buku-Buku yang kita baca, orang-orang yang kita dengarkan, perkumpulan yang kita ikuti, akan membentuk perangai kita hingga tega melakukan apa pun. (Halaman 117)

Judul Buku          :  Si Anak Cahaya
Penulis                 : Tere Liye
Co-Author           : Sarippudin
Penerbit               : Republika Penerbit
Tahun Terbit        : Cetakan I, Desember 2018

Jumlah Halaman : 417 halaman    

Sinopsis

“Nama kau Nurmas, itu nama yang indah sekali. Nur itu cahaya, mas atau emas itu logam mulia yang berharga. Aku harap, suatu saat cahaya dan kemuliaan kau akan menyatu, berkilauan.”  Buku ini tentang Nurmas, si anak cahaya yang memiliki petualangan masa kecil yang penuh keceriaan dan menakjubkan. Apa yang sebenarnya dilakukan oleh Nurmas hingga penduduk seluruh kampung selalu mengingat kejadian yang membuatnya resmi dipanggil si anak cahaya?  Dari puluhan buku Tere Liye, serial buku ini adalah mahkotan

Buku ini merupakan buku kelima dari serial anak nusantara dan merupakan salah satu buku yang saya tunggu di tahun 2018.  Info yang saya dapatkan, buku ini akan terbit di bulan Oktober, ternyata baru bisa terbit di bulan Desember.  Saya pun ikut pre-order, dan alhamdulillah sampai ke tangan saya, tepatnya tanggal 18 Desember 2018, dua hari menjelang keberangkatan traveling ke tiga negara di benua Eropa.  Maka saya memutuskan buku ini untuk menemani perjalanan saya, mewakili koleksi buku-buku saya. Mungkin ini buku koleksi saya yang paling beruntung dibawa traveling, saya tidak ambil foto di setiap sudut destinasi wisata yang saya kunjungi, karena takut akan mengundang perhatian para turis, eh kok si bookworm bukannya baca buku, malah traveling? 😪😪 Biar makin spesial, maka saya memilih foto buku ini dengan background puncak Jungfrau di Swiss.  Sebuah negara yang telah saya impikan sejak SD, dan alhamdulillah akhirnya terwujud, beruntungnya saya pun bisa mengunjungi salah satu masterpiece dari destinasi wisata yang rekomended banget! Buku ini pun selalu saya bawa ke mana pun, karena setia berada di tas, sepertinya enggan  pergi atau membuat pemiliknya lupa untuk menyimpannya di hotel saat traveling! 😀

Baca juga: Resensi buku Komet Minor, Komet, serta Ceros dan Batozar karya Tere Liye

Sebagai penggemar serial Anak-Anak Mamak, saya sangat mengharapkan buku yang ceritanya khusus membahas tentang Mamak.  Alhamdulillah Bang Tere mengeluarkan karya ini, Si Anak Cahaya.  Buku ini seperti menjawab rasa penasaran saya tentang sosok Mamak.  Bagaimana tidak penasaran, kalau Mamak bisa mendidik anak-anaknya : Eliana, Burlian, Pukat dan Amelia menjadi pribadi yang berakhlak indah juga bisa mewujudkan impian-impian mereka tanpa dibelenggu oleh keterbatasan.  Ternyata memang Mamak ini, dari kecil memiliki pribadi yang indah, pantas saja Mamak yang bernama Nurmas atau biasa dipanggil Nung, bisa mendidik keempat anaknya dengan hebat.  Bagi saya pribadi, buku ini seolah pembelajaran, dan pengingat bahwa ketika saya nanti punya anak dan ingin mendidik anak-anak saya, maka terlebih dahulu saya pun harus memiliki pribadi yang baik, sehingga saya bisa menghasilkan pribadi dan karakter anak yang baik pula dan  akan menjadi penerang bagi orang-orang di sekelilingnya.  Buku ini juga sangat cocok dibaca oleh orang tua, anak-anak, remaja, dewasa, dan siapa pun, cocok untuk semua umur.  Lewat buku ini kita akan menyelami kehidupan di masa lalu yang penuh keceriaan meski dalam keterbatasan, dan belum ada pengaruh gadget.  Bagi saya pribadi, dengan membaca Si Anak Cahaya akan mengingatkan saya pada kenangan masa kecil, saat saya tumbuh dan tinggal di desa.

Baca: resensi buku Si Anak Badai karya Tere Liye

Kalau kamu baru pertama kali baca serial Anak-Anak Mamak, ini merupakan buku kelimanya.  Kalau sebelumnya serial anak-Anak Mamak, maka sekarang menjadi serial Anak Nusantara.

Dari beberapa buku yang saya baca di tahun 2018. Kalau harus memilih 1 buku saja, maka buku Si Anak Cahaya ini merupakan buku terfavorit saya 💙💙💙💙💙 With Love from Jungfraujoch, top of Europe. ❤️ ….betapa pun dalam dan terjal keterbatasan yang harus diatasi, pastikan yang ketujuh adalah dengan keceriaan. (Halaman 1) <~ buku dengan tema sederhana, namun sangat menarik, dan menginspirasi 💚📚

Nurmas, merupakan anak pertama pasangan Yadi dan Qaf.  Cerita ini ber-setting tahun 1950.  Mereka hidup di sebuah desa.  Memiliki 3 sahabat yang menyenangkan dan kadang menyebalkan karena suka menjodoh-jodohkannya dengan Badrun S.  yaitu:  Jamilah, Siti dan Rukayah.  Nama belakang Badrun tidak satu pun ada yang tahu kepanjangan dari apa.  Badrun kelas 6, Nurmas kelas 5.  Badrun dimata Nung, sangat menyebalkan sebab selalu memanggilnya si anak sok, sok pintar!  Sementara Nung dan teman-temannya mempelesatkan haruf S menjadi Si Susah atau Si Sulit.  Mereka memiliki Guru SD satu-satunya yang mengajar sekolah, namanya Pak Ahmad Zen, atau biasa dipanggil Pak Zen.  Guru mengajinya Kakek Berahim. 

Baca juga : review buku Si Anak Spesial – Burlian

Nung memiliki petualangan-petualangan seru baik sendiri atau pun bersama teman-temannya.  Yang paling menyentuh saat Nung seorang diri berangkat ke kota kabupaten untuk menemui dokter Van Arken dan akan membeli obat untuk Bapaknya yang sedang sakit dengan menumpang gerobak milik Bang Topa.  Petualangan yang menegangkan saat Nung ditemani ketiga sahabatnya menunggu ladang dan bertemu babi hutan liar juga harimau.  Salah satu cerita yang kocak dan mengocok perut saya, ketika Nung dan ketiga sahabatnya menjadi murid Nek Beriah, dukun anak di kampungnya.  Saat Jamilah disuruh mempraktekan jadi Ibu hamil yang sedang melahirkan anak (baca sendiri ya, asli kocaaaak! 😝😝😝).  Kemudian Nung mencoba peruntungan berjualan di statiun kereta api bersama ketiga sahabatnya juga, meskipun pada akhirnya layu sebelum berkembang, akibat krisis ekonomi terpaksa statiun di kampungnya di tutup dan harus berpisah dengan Pak De yang sudah bekerja dan berada di kampungnya selama dua puluh tahun. 

Serial Bumi sudah ada edisi bahasa Inggris-nya, judul buku pertamanya EARTH Karya Tere Liye

Puncak yang paling seru dan menegangkan saat kembalinya Dulikas ke kampungnya, dan mencari Bapak-nya Nung, untuk balas dendam.  Satu per satu rumah di kampungnya dibakar.  Berkat bantuan Kibo, kerbau milik Bang Topa, yang mengamuk karena  anak buah Dulikas menyalakan lampu dari truk-truk yang mereka bawa, Nung bisa kabur dengan menggendong adiknya, Unus.  Ia berjalan menuju kabupaten sejauh 15 pal. Meskipun bertemu dengan banyak rintangan, seperti dihadang di Puyang (harimau) yang akhirnya memangsa dukun sakti di kampungnya, bertemu babi, hingga empat anjing liar yang hampir saja memangsa Nung dan Unus, sebelum ajal menjemput, maka datanglah pertolongan dari dua tentara yang berasal dari kampungnya, orang yang Nung cari.  Malam itu juga Nung beserta puluhan tentara mendatangi kampungnya, hingga akhirnya menangkap Dulikas.  Apa yang telah dilakukan oleh Nung, akan selamanya diingat oleh warga di kampungnya. 

Baca juga: review buku Si Anak Pintar – Pukat

Menurut saya, ceritanya menarik dan seru sekali, khas anak-anak desa dengan setting saat Indonesia baru merdeka.   Jalan cerita susah ditebak, dan happy ending! 😊 

Baca juga: Si Anak Pemberani – Eliana

Tidak sangka, dibagian epilog seperti menuntaskan keisengan sahabat-sahabat Nung, dan membuat keisengan itu menjadi nyata.  Atau di keempat buku sebelumnya, kita akan mengenal sosok Bapak yang bernama Syahdan tidak lain dan tidak bukan adalah Badrun.  Badrun Syahdan, begitulah nama panjangnya.  Suka banget sama buku ini 💚💚💚💚💚 Totally recommended!  Bacaan yang bergizi sekaligus menghibur, banyak pelajaran hidup yang bisa diambil. Kalau keempat anaknya Mamak di buku sebelumnya berjudul Eliana, maka sekarang di recover dengan judul buku Si Anak Pemberani, Anak keduanya Pukat, bukunya di recover jadi Si Anak Pintar, Anak ketiganya Burlian, bukunya di recover jadi Si Anak Spesial dan si bungsu Amelia, bukunya di recover jadi Si Anak Kuat.  Ayo dibaca buku-buku sebelumnya!   Ceritanya tak kalah seru dengan buku ini 😎👍

Baca juga: review buku Serial Bumi Karya Tere Liye dan hal-hal menarik dari buku serial bumi

Kalau postingan sebelumnya saya memasukkan 10 fiksi favorit tahun 2018.  Maka kalau harus memilih satu buku terfavorit tahun 2018, maka pilihan saya buku Si Anak Cahaya 💚

Berikut ini kalimat-kalimat favorit saya dalam buku Si Anak Cahaya 📚:

  1. Bagi negeri yang baru lahir, setelah sekian ratus tahun dijajah, keterbatasan adalah keniscayaan.  Beragam bentuk keterbatasan itu ada yang seperti aliran sungai yang deras dan dalam, ada yang seperti gunung yang tunggi dan terjal.  Tentu saja, apa pun bentuknya, keterbatasan itu harus diatasi agar tidak menjadi penghambat bagi semua cita-cita anak negeri.  (Halaman 1)
  2. Cerita tentang mengarungi dan mendaki keterbatasan.  Satu dua dengan semangat dan ketekunan.  Tiga empat dengan kegigihan dan kejujuran.  Lima enam dengan keberanian dan ketulusan.  Pada akhirnya, yang ingin kusampaikan pada kalian, berapa pun dalam dan terjal keterbatasan yang harus diatasi, pastikan yang ketujuh adalah dengan keceriaan.  (Halaman 1)
  3. Di rumah kami, seperti telah menjadi peraturan tidak tertulis, jika namaku disebut lengkap, itu berarti serius (Halaman 3) 
  4. Zaman itu hanya ada dia cara bagi penduduk kampung pergi ke kota kabupaten.  Yang pertama menumpang kereta api, dengan jadwal setiap Senin dan Kamis, yang kedua naik gerobak uang ditarik kerbau.  Naik kereta tidaklah murah, maka aku memilih menumpang gerobak Bang Topa.  (Halaman 21)
  5. “Tuhan tempat meminta.  Tuhan yang Satu.  Bukan pada pohon, bukan pada gunung, apalagi pada segala macam tempat larangan.  (Halaman 62)
  6. Cukup dengan percaya bahwa membantu orang lain sejatinya adalah membantu diri sendiri, maka itu alasan kuat untuk tidak membiarkan kau tergeletak menghadapi pilihan, tewas kehabisan darah atau ditangkap serdadu Belanda. (Halaman 116)
  7. “Begitu juga kalau kau jahat pada orang lain, itu sama saja jahat pada diri sendiri.  Lihatlah kau sekarang.  Beberapa jam lalu gagah sekali kau mendobrak pintu, sekarang mengangkat kaki pun kau tidak bisa.” (Halaman 116)
  8. Gadis ini, tidak ada basa basi dari cara bicaranya.  Tegas.  Tapi jelas dia cerdas dan baik.  Dia bersedia menolong orang yang justeru hendak mencelakakanya.  (Halaman 117)
  9. “Ampunan Tuhan seluas langit dan bumi ini, Nak.  Selalu ada ampunan bagi orang-orang yang kembali.” ….”Maka mudah bagi Tuhan untuk meluaskan ampunannya, melebihi luasnya langit dan bumi.” (Halaman 123)
  10. Buku-Buku yang kita baca, orang-orang yang kita dengarkan, perkumpulan yang kita ikuti, akan membentuk perangai kita hingga tega melakukan apa pun. (Halaman 117)
  11. “Jimat Mamak adalah rasa cintanya.”  Bapak melanjutkan penjelasannya.  “Kau tahu, rasa cinta itu adalah perisai yang kuat.” (Halaman 159)
  12. Yang aku tahu persis, bila dua teman sedang marahan, salah paham, jika besok lusa mereka berbaikan, mereka akan menjadi dekat dan saling memahami.  Itu selalu spesial.  Selalu menyenangkan melihat persahabatan sejati.  (Halaman 184)
  13. “Sungguh, untuk membesarkan satu anak, dibutuhkan seluruh penduduk.  Oi, nasihat lama itu benar sekali.” (Halaman 202)
  14. Terbang elang menjelang petang.  Munuju langit tinggi menjulang.  Mohon bersabar Adinda sayang.  Lebaran nanti Kakanda pulang.  (Halaman 211)
  15. Di ladang benih padi ditebar.  Tunggul pengganggu ditebas parang.  Adinda janji akan bersabar.  Asal kakanda buat Dinda seorang.  (Halaman 212)
  16. “Kau selalu Anak spesial di rumah ini, Nung. Tidak pernah tergantikan.”  Mamak membalasku penuh kasih sayang.  “Ini ada hadiah untukmu, karena telah membantu Mamak mengurus Unus.  Telah menjadi Kakak yang baik untuk Unus.  (Halaman 233)
  17. “Sedangkan aku hanya punya Ilmu membantu orang bersalin, itu pun kalau dianggap Ilmu.  Aku mau mengajarkannya kepada orang-orang, agar menjadi amal jariah buatku, menjadi tabunganku nantinya.  (Halaman 238)
  18. “Silahkan diminum, silahkan dimakan.  Jangan kaget, aku sudah bertanya pada Zen tentang Ilmu mengajar yang baik.  Kata guru kalian itu, pastikan murid-murid dalam keadaan menyenangkan.  Buat murid-murid menyenangi gurunya, temannya, pelajarannya, juga tempat belajarnya.  Nah, aku harap kalian senang berada di rumahku sekarang ini.”  (Halaman 240)
  19. “Tidak ada yang bisa memastikannya.  Hanya Tuhan dan kalian sendiri yang tahu persis kalian patuh atau tidak.  Tapi inilah gunanya kita bertemu, lantas mengambil keputusan bersama-sama.  Kita harus bersatu.  Hanya dengan itu kita bisa melewati musim paceklik.  (Halaman 276)
  20. “Selalu ada jalan keluar, Nung, sepanjang kita terus tekun berusaha.  Dan lihatlah, kita berkumpul bersama, memutuskan banyak hal, itu karena ada yang telah tekun berusaha lebih dulu.” “Siapa, Pak?” “Kau, Nung.  Kau yang memulainya, dengan berkeliling kampung bersama teman-teman terbaik, menghitung jumlah persediaan beras penduduk.  Bapak bangga sekali.” (Halaman 281)
  21. “Rezeki datang bukan hanya dari keuntungan berjualan, Nung.  Masih banyak pintu rezeki lain,” jawab Mamak tiap kali aku memprotes kebaikan hatinya saat berjualan.   (Halaman 286)
  22. Jangan keliru melihatnya.  Sungguh kotoran kerbau,  itulah bukti betapa besar kasih sayangnya pada kau. …… Sore itu, aku tahu persis betapa besar kasih sayang Mamak dan Bapak kepadaku.  (Halaman 299)
  23. “Berdagang bisa jadi salah satu caranya, Nung.  Seperti saudagar, mereka membawa kerajinan tangan, permadani.  Menjualnya di tempat lain, kemudian pulang membawa rempah-rempah, minyak wangi.  Berdagang adalah cara cepat mendapatkan uang.” (Halaman 302)
  24. “Kalau semua orang berusaha langsung sukses, berhasil, maka semua manusia di dunia ini akan jadi pengusaha,” tambah Bapak.  (Halaman 309)
  25. “Sepanjang kita terus tekun berusaha, kita bisa melewati paceklik, Nung.  Lagi pula, boleh jadi ada kejutan.”  (Halaman 325)
  26. Sungguh tidak kusangka, saat aku benar-benar nyaris putus asa, perjalanan ini telah tiba di ujungnya.  (Halaman 402)
  27. Oi, adikku masih terlalu kecil.  Dia tidak tahu kami baru saja menaklukan perjalanan yang akan dikenang seluruh penduduk kampung.  (Halaman 404)
  28. “Kau akan kalah.  Dulu, sekarang, hingga kapan pun, kau akan kalah.  Akan selalu ada pertolongan bagi orang-orang yang dianiaya.” (Halaman 407).
  29. “Kau hebat sekali, Nak.  Bapak meraihku, memeluk erat-erat.  Aku menangis seketika.  Mamak juga memelukku erat-erat.  “Lihatlah, malam ini kau datang bermandikan Cahaya, Nak.  Hebat sekali.  Sejatinya itulah arti namamu.  Nurmas, Si Anak Cahaya.  Malam ini kau telah menyelamatkan seluruh kampung.” (Halaman 409).

….. Oi, kalian tentu sudah mengenal dia bukan?  Di empat buku yang menulis kisah tentang anak-anakku, namanya sudah berkali-kali disebut.  Syahdan.  Ya, kami memiliki empat anak.  Dan belajar dari pengalaman kami, anak-anak kami didik dengan sugesti hebat itu.  Si Anak Pemberani, itu Si Sulung kami.  Si Anak Pintar, itu yang nomor dua.  Si Anak Spesial, itu yang nomor tiga.  Si Anak Kuat, itu bungsu kami.

Kalian bisa membaca kisah-kisahnya di buku mereka.  Pun Jangan lupakan, masih banyak kisah-kisah dari seluruh negeri yang akan diceritakan.  Bukan hanya keluarga kami yang memilikinya, tapi juga ribuan kisah lain yang menginspirasi.  Kita membutuhkan kisah-kisah ini untuk mendidik anak-anak kita menjadi Anak yang jujur, berani, kuat, dan memiliki seluruh tabiat baik lainnya.  

Nantikan buku-buku berikutnya, dengan kisah anak-anak dari keluarga lain. Satu-dua boleh jadi adalah kisah yang tidak jauh dari tempat kalian tinggal.  (417)


Hal yang membuat saya selalu tertarik dengan buku-buku karya Tere Liye, salah satunya Tere Liye menyajikan buku dengan berbagai genre. Dari puluhan buku yang sudah ditulisanya, berikut ini buku-buku Tere Liye yang sudah saya baca dengan beragam genre yang telah dihasilkannya:

NOVEL GENRE ANAK-ANAK & KELUARGA :

1. Hafalan Solat Delisa,

2. Moga Bunda Disayang Allah,

3. Bidadari-Bidadari Surga (recover jadi Dia adalah Kakakku),

4. Eliana, recover dan retitle menjadi Si Anak Pemberani,

5. Burlian, recover dan retitle menjadi Si Anak Spesial,

6. Pukat,   recover dan retitle menjadi Si Anak Pintar,

8. Amelia, recover dan retitle menjadi Si Anak Kuat,

9. Si Anak Cahaya

10. Si Anak Badai,

GENRE ROMANCE : 

11. Berjuta Rasanya,

12.  Sepotong Hati Yang Baru

13. Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, 

14. Sunset dan Rosie,

15. Aku Kau dan Sepucuk Angpau Merah,

GENRE FANTASY:

16. Ayahku Bukan Pembohong,

17. Sang Pengintai, recover menjadi Harga Sebuah Percaya,

18. Bumi,

19. Bulan,

20. Matahari,

21. Bintang,

22. Ceros & Batozar

23. Komet

24. Komet Minor

25. Selena (unedited version),

GENRE POLITIK & EKONOMI:

26. Negeri Para Bedebah,

27. Negeri di Ujung Tanduk.

GENRE ACTION:

28. Pulang

29. Pergi

Genre science and fiction bercampur romance, lingkungan hidup:

30. Hujan 

Genre Biografi tapi tidak pure lebih banyak unsur refleksi: 

31. Rembulan Tenggelam di Wajahmu

KUMPULAN PUISI:

32. Dikatakan atau Tidak Dikatakan Itu Tetap Cinta

KUMPULAN QUOTE:

33.  #About friends

34. #About Love,   

35. About Life

GENRE SEJARAH:

36. RINDU

GENRE BIOGRAFI

37.  TENTANG KAMU 

BUKU TERE LIYE Yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris

Happy reading! 📚 📖😊

With Love, ❤️💙

 

37 thoughts on “[Review Buku] : SI ANAK CAHAYA Karya Tere Liye

      1. Iya ya 😂😂
        Kecuali kalau punya teknik bisa mengecil biar bisa masuk tas, pasti udah saya ajak kemana-mana 😁
        Atau mungkin pakai teknik menghilang kayak Ra, tidak terdeteksi oleh alat apa pun, rasa-rasanya kak Wi pun bisa ikut traveling bareng saya 😎

        Like

      2. Oh iya, gak kepikiran 😂
        Coba naik ILY, pasti bisa nyusul saya. Atau pake uangnya sri, wah kita bisa keliling semua negara di Eropa 😆
        uangnya sri, jangan lupa pakai buat traveling Kak 🤔

        Like

      3. Hahaha, maklum bulan Desember banyak tobuk yang diskon gede-gedean. Apalagi pas harbolnas, pasti kalap beli buku (termasuk saya 😩)
        Saya mengerti Kak, kalau cuma mikir borong buku, daripada ikut jalan-jalan sama saya, pake uang Sri 😜
        Berkat baca tentang kamu, kayaknya kita kecipratan uangnya sri 😂

        Like

      4. Aku harus belajar mengerti dan memahamimu, Kak! *tsaaah! 😄

        Loh, belum transfer, pantesan pas saya jalan-jalan, kok kak Wi gak nyusul-nyusul? 😔 Gak taunya uang sri belum cair 😂
        Aha! Ini kita perlu bantuan teknologi Tuan Muda Ali agar uagnya sri bisa segera cair 😜

        *asli ngebayangin Bang Tere, ngetawain kelakuan kita yg kebawa sama karakter serial bumi sama tentang kamu* 😝😝

        Like

      5. Tu dia. Jadi ga bisa main salju. 😥 padahalkan di dunia kita ga ada empat musim yg bisa berganti dlm shri smalam seperti di dunia paralel. 😰

        Tuan muda ali katanya sibuk ngurus si tanpa mahkota. 😤

        Bang tere bakal senang x ya. 😂

        Liked by 1 person

      6. Sayang sekali Kak 😔
        Padahal seru loch main salju, apalagi kalau sekalian bawa marjan. Sayangnya waktu main salju, saya lupa bawa marjan, jadi gak bisa bikin es serut 😝
        Iya, cuma di dunia pararel bisa ada empat musim yg berganti sehari semalam, jadi penasaran pengen berpetualang ke dunia pararel 🤔🤔

        Oh pantesan, duh si tanpa mahkota udah berkeliaran, alamat akan menjadi tugas berat buat tuan muda ali, Ra sama Seli 😱😱

        Semoga, siapa tau suatu saat kita direkrut jadi Co-author *kalau ngimpi jangan nanggung* 😂😂

        Like

      7. Serasa bulan ramadhan bikin es serut pake marjan. 😜

        Kita yang ada dunia fantasi Disney land. 😤

        Entah kapan si tanpa mahbvkota ini benar-benar dipenjara. 😡 biar ga nyusahin.

        Hahahah. Mudah2an. Denger ni bang tere ada yg ingin jadi co-author. Mungkin di serial bumi. Biar kami tambah cerita komodo yang bisa terbang dan menghilang untuk memburu si tanpa mahkota. 😂
        *mimpinya tinggi aja sekalian. 😂

        Liked by 1 person

      8. Wah, syar’i banget sih kak, kalau udah ketemu marjan, ingetnta bulan Ramadhan 😁

        Ngomong-ngomong, seru kali ya Kak, kalau uang dari Sri kita gunakan buat bikin theme park macam Disneyland, tapi isinya bersetting serial bumi 🤔 dengan teknologinya seperti di klan Bintang

        Aamiin Ya Allah 😇
        Gak nolak loh, kalau dijadiin Co-Author buat serial bumi, biar makin seru. Hahaha boleh juga tuh masukin komodo yg bisa terbang dan menghilang buat memburu di tanpa mahkota, biar Tuan muda ali rambutnya gak makin berantakan, gara-gara memecahkan kasus si tanpa mahkota 😂

        Like

      9. Hahaha. Abisnya marjan muncul saat ramadhan.

        Seru banget. Kita bisa liburan bareng naik ily. Nanti saya muncul di jendela kamar mba ai, “halo mba ai”. Semoga urusan si sri cpt kelar uangnya cpt cair. Hahaha.
        Kalau settingnya seperti klan bintang itu seru tpi makannya jangan bubur lengket. Hahaha.

        Biar si tanpa mahkota langsung di mkn sama komodo. 😂 jadi tuan muda ali bisa ke Barber shop. 😂😜

        Liked by 1 person

      10. Iya, memang marjan dan Ramadan itu tak terpisahkan, Ramadan tanpa marjan rasanya seperti ada yg kurang 😄

        Asik, saya di jemput Kak Wi. Ya ampun muncul di jendela, macam Tuan muda ali aja yg jemput Ra 😔
        Kenapa gak lewat pintu depan aja sih kak? *nawar, udah untung dijemput juga 😝* eh ini kak wi cuma mah bilang “halo mba ai” atau mau jemput saya? 🤔
        Iya, semoga cepet kelar, biar uangnya cepet cair. Moga Sri disana tenang ya, gak kepikiran urusan uang belum cair buat kita 😜
        Oh iya ya, urusan teknologi emang super seru, urusan makanan gak oke menurut selera kita. Ya udah kak, urusan makanan kita yg atur, kalau perlu sekalian aja ada menu bakso! 😁

        Hahaha, kayaknya si tanpa mahkota susah dikalahkan deh kak 😌 gimana kalau ntar dia nyamar jadi pawang komodo terus mereka temenan, ah berabe… 😂

        Like

      11. Sebentar lagi ramadhan. Dan akan berbuka dengan yang manis marjan. Hahahah.

        Kalau muncul di pintu nanti orang yang ada di rumah mba ai kaget. 😝 makanya langsung ke jendela kamar aja. Saya mau jemput mba ai untuk jalan-jalan mengintari kota saat malam hari. 😂

        Pas ni, kalau urusan makanan kita atur sendiri. Lagian ra, seli dan ali doyan bakso. Kita sediain menu bakso plus nasi goreng. Nasi liwet juga boleh. Kan mba ai suka. 😜

        Waduh, si tanpa mahkota bisa nyamar jadi pelaut jadi apa susahnya menyamar jadi komodo. 😡 lalu, apa dong solusinya. Kondisi anggota dewan kota mulai goyah. 😂😀

        Liked by 1 person

      12. Oh iya ya, gak berasa! Ramadan dan marjan sebentar lagi akan menyapa, dan menjadi pemanis saat buka puasa.

        Bener juga. Apalagi kalau bawa Ily, bisa berabe urusannya 😝
        Baiklah Kak, aku menunggu depan jendela, tiap malam, biar bisa dijemput kak Wi 😂 biar kita bisa jalan-jalan

        Beres, Kak! Urusan makanan serahkan pada kita. Kalau perlu kita bikin menu bakso cinta, *uhuk! Biar Ali, Ra, sama Seli makin betah! Alamak, nasi goreng sama nasi liwet, mantep bener! Kalau perlu nasi bakar, nasi uduk, nasi Padang kita sediain juga 👩‍🍳👩‍🍳

        Nah itu dia, si tanpa mahkota ini kelebihannya bisa nyamar 😱😱
        Spertinya tuan muda ali harus berusaha lebih keras lagi untuk menciptakan alat yang bisa mendeteksi “apakah orang-orang yang ditemuinya, asli apa palsu, nyamar apa enggak!” 🤔🤔
        Biasanya saat sedang terdesak, Tuan muda ali bisa lebih kreatif menciptakan alat 🤠

        Like

      13. Nanti kita naik ily sambil minum es pake marjan. 😂 biar jalan-jalannya seru.

        Waw, bakso cinta. Ntar si ra bisa beneran jatuh cinta sama tuan ali. 😀

        Banyak menunya y. Tapi ga apa, niar ra, seli, ali tau makanan enak selain bakso. 😄

        Tuan muda ali masih kalah sama teknologi deteksi uang. 😂 dilihat, diraba, ditrawang. 😝

        Liked by 1 person

      14. Sedaaap! Sip, Kak! Seger bener sambil minum es pake marjan 🍧 🍧

        Hahaha, itulah maksud dan tujuan dibuanya menu bakso cinta. Biar Seli ga usah ribet ledekin Ra sama tuan muda ali. 😄

        Iya, Kak. Jangan nanggung. Diprediksi bakalan makin banyak penggemar serial bumi, jadi kita mesti siap-siap kalau theme parknya bakalan ngehits 😝

        Hahaha 🤣
        Bener juga, jangan2 nanti tuan muda ali terinspirasi teknologi deteksi uang, diatangan tuan muda ali bukan 3D lagi, tapi cukup 1D, dilirik aja sudah kedeksi. 😝😂😂

        Like

      15. Kasian Ra kalau terus2an diledekin seli. 😅

        Ga kebayang kalau theme parknya seperti reknologi klan bintang. Aman damai sentosa. 😁

        Waw, kalah teknologi deteksi uang kalau tuan muda ali punya teknologi 1d. Dilirik aja udah bisa kedeteksi. Saya mau pinjam lah kalau ada. Ngedeteksi apa aja biar tau asli atau palsu. 😂😂😂😂

        Liked by 1 person

      16. Iya, lama-lama Ra bisa senewen, atau bisa juga yg ngeledekin lama-lama jadi suka sama tuan muda ali. Semoga aja akan ada ily-ily yang lain biar Seli juga bisa diledekin Ra 😅

        Iya, Kak! Kalau kita udah mengelola theme park-nya, jangan lupa kita mesti sediain juga library masa kini. Biar kita gak lupa baca buku 😎 dan nularin virus baca buku 😂

        Boleh kak, ntar kalau teknologinya sudah ready, saya bilangin ke Tuan muda ali, kalau kak wi mau pinjem teknologi 1d *sok akrab 😝😝😝

        Like

      17. Kayaknya ily bakal sama seli. 😂

        Saya pikir ceritanya ily sama seli, jadi ra sama ali. ternyata ilynya tewas. 😰

        Bagus juga kalau ada library. Apalagi klw ada yang seperti tabung2 pemberian av. Pakai teknologi tinggi. Ebooknya jadi lebih keren. 😝

        Mau ga ya tuan muda ali kita akrabin? Secara diakan jutek. 😁

        Like

      18. Saya juga ngiranya begitu, bahkan awalnya berharap seli sama ily. Sayangnya saat pertandingan di klan matahari di depan rumahnya Hana, Ily tewas 😂 ini emang Bang Tere mesti nyiptain karakter baru buat ngecengin seli, kayak Ra sama Ali. 😂

        Yuhu, Kak! Library nya kita bikin super canggih. Kalau ada banyak tabung2 pemberian Av, Tuan muda ali bakalan makin betah nongkrong di library 😎

        Harus mau, Kak *maksa* 😝
        Ntar kita sediain bacaan yg menarik, Tuan muda ali kan belum pernah baca serial bumi (baru Ra sama seli aja kayaknya yg baca), terus nanti kita kasih buku traveling (biar kita diajak traveling naik Ily 😝🤣), kita kasih juga buku2 pengetahuan semacam ensiklopedia, buku sejarah, buku biografi, mestinya tuan muda ali seneng dapet temen macam kita, sapa tau kita direkrut jadi solver problem buat menangani kasus Si tanpa mahkota. 😂

        Liked by 1 person

    1. Kayaknya menulis itu bagian dari hobby beliau, Mas. Karena masih aktif juga kerja kantoran.
      Tapi kalau urusan menghasilkan karya, memang jempol banget Tere Liye ini, saya salut. Tahun 2018 saja Tere Liye mengeluarkan 4 buku baru (Pergi, Komet, Ceros & Batozar, sama Si Anak Cahaya), dan best seller. 👍

      Liked by 1 person

  1. Oh jadi yg paling baru dari serial anak-anak mamak itu (selain judul serialnya diganti) adalah buku ini ya? Khusus cerita ttg mamaknya?

    Wah padahal saya punya semua buku tere liye dan selalu masuk barisan pertama yg belanja sejak karya perdana dia tahun 2006 atau 2007 ttg tsunami aceh (delisa).

    Yg ini awalnya mengabaikan krn dikira cuma peremajaan serial anak-anak mamak aja tanpa ada tambahan novel baru. Ternyata ada ya. Total 5 buku ya berarti Mbak?

    Liked by 2 people

    1. Betul sekali Kak Sekar. Ini cerita tentang masa kecil Mamak, mamaknya dari Eliana, Burlian, Pukat dan Amelia.

      Mantaap Kak Sekar, punya koleksi buku Tere Liye lengkap 😍😍😍👍👍👍

      Jangan pernah mengabaikan buku ini Kak. Karena ini buku mahkotanya dari puluhan karya Tere Liye. Jadi mestilah dikoleksi dan dibaca 😎😁
      Betul Kak, sampai saat ini total ada 5 buku (hingga 2018). Dan akan ada buku kelanjutannya lagi, kabarnya akan keluar tahun 2019…

      Like

    1. Semoga ada waktu untuk membacanya, ya Kak
      Kasian bukunya udah dibeli, belum dibaca 😂
      Semoga setelah baca satu, dua buku Tere Liye, akan ketagihan baca 🤲😀

      Like

Leave a Reply to Ai Cancel reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s