[Review Buku] : SI ANAK CAHAYA Karya Tere Liye

Sinopsis

“Nama kau Nurmas, itu nama yang indah sekali. Nur itu cahaya, mas atau emas itu logam mulia yang berharga. Aku harap, suatu saat cahaya dan kemuliaan kau akan menyatu, berkilauan.”  Buku ini tentang Nurmas, si anak cahaya yang memiliki petualangan masa kecil yang penuh keceriaan dan menakjubkan. Apa yang sebenarnya dilakukan oleh Nurmas hingga penduduk seluruh kampung selalu mengingat kejadian yang membuatnya resmi dipanggil si anak cahaya?  Dari puluhan buku Tere Liye, serial buku ini adalah mahkotan

Buku ini merupakan buku kelima dari serial anak nusantara dan merupakan salah satu buku yang saya tunggu di tahun 2018.  Info yang saya dapatkan, buku ini akan terbit di bulan Oktober, ternyata baru bisa terbit di bulan Desember.  Saya pun ikut pre-order, dan alhamdulillah sampai ke tangan saya, tepatnya tanggal 18 Desember 2018, dua hari menjelang keberangkatan traveling ke tiga negara di benua Eropa.  Maka saya memutuskan buku ini untuk menemani perjalanan saya, mewakili koleksi buku-buku saya. Mungkin ini buku koleksi saya yang paling beruntung dibawa traveling, saya tidak ambil foto di setiap sudut destinasi wisata yang saya kunjungi, karena takut akan mengundang perhatian para turis, eh kok si bookworm bukannya baca buku, malah traveling? 😪😪 Biar makin spesial, maka saya memilih foto buku ini dengan background puncak Jungfrau di Swiss.  Sebuah negara yang telah saya impikan sejak SD, dan alhamdulillah akhirnya terwujud, beruntungnya saya pun bisa mengunjungi salah satu masterpiece dari destinasi wisata yang rekomended banget! Buku ini pun selalu saya bawa ke mana pun, karena setia berada di tas, sepertinya enggan  pergi atau membuat pemiliknya lupa untuk menyimpannya di hotel saat traveling! 😀

Baca juga: Resensi buku Komet Minor, Komet, serta Ceros dan Batozar karya Tere Liye

Sebagai penggemar serial Anak-Anak Mamak, saya sangat mengharapkan buku yang ceritanya khusus membahas tentang Mamak.  Alhamdulillah Bang Tere mengeluarkan karya ini, Si Anak Cahaya.  Buku ini seperti menjawab rasa penasaran saya tentang sosok Mamak.  Bagaiman Continue reading “[Review Buku] : SI ANAK CAHAYA Karya Tere Liye”

Advertisements

[Review Buku]:  The Naked Traveler 8 Karya Trinity 

Sinopsis: 

Dalam edisi terakhir dari seri The Naked Traveler ini, kita melihat perjalanan panjang Trinity menuliskan rekaman perjalanannya menggenapi kunjungan ke-88 negara di dunia.

Trinity menumpahkan hal-hal seru, yang bikin senang, kesal, geli, haru, sedih, dan bikin nagih – semua lagi-lagi menularkan virus untuk traveling. Dari perjalanan menyaksikan pesona Iceland yang overrated, menikmati megahnya alam Afganistan dari perbatasaan saat road trip di Asia Tengah, merasakan atmosfer Islam di Iran, menderitanya menjadi traveler difabel, hingga mencoba peruntungan kencan online di Eropa. 

Simak juga curhatan pembaca setia yang hidupnya berubah setelah membaca seri The Naked Traveler. Kali ini dua di antaranya turut berkontribusi menuliskan pengalaman mereka dalam bab #TNTEffect yang menambah keseruan buku ini.  The Naked Traveler is over, but its spirit is immortalized right here, in print, forever.

Saat tahu bahwa seri The Naked Traveler akan berakhir, rasanya kaget dan sedih! 😂 Maklumlah selama ini selalu ketinggalan pre-order buku-bukunya 🙄 Sehingga untuk buku terakhir ini saya tidak boleh ketinggalan update dan ikutan pre-order.  Akhirnya ada buku karya Mba Trinity yang dapat tanda tangannya.  Selain membubuhkan tanda tangan, Mba Trinity menuliskan ini:  Thank you for being part of my journey! saya”terharu 😂 Dibuka Continue reading “[Review Buku]:  The Naked Traveler 8 Karya Trinity “