[Review Buku]: Autumn In Paris Karya Ilana Tan

Sinopsis:

Tara Dupont menyukai Paris dan musim gugur. Ia mengira sudah memiliki segalanya dalam hidup sampai ia bertemu Tatsuya Fujisawa yang susah ditebak dan selalu membangkitkan rasa penasarannya sejak awal.

Tatsuya Fujisawa benci Paris dan musim gugur. Ia datang ke Paris untuk mencari orang yang menghancurkan hidupnya. Namun ia tidak menduga akan terpesona pada Tara Dupont, gadis yang cerewet tapi bisa menenangkan jiwa dan pikirannya, juga mengubah dunianya.Tara maupun Tatsuya sama sekali tidak menyadari benang yang menghubungkan mereka dengan masa lalu, adanya rahasia yang menghancurkan segala harapan, perasaan, dan keyakinan. Ketika kebenaran terungkap, tersingkap pula arti putus asa, arti tak berdaya. Kenyataan juga begitu menyakitkan hingga mendorong salah satu dari mereka ingin mengakhiri hidup.

Inginnya, setiap cerita itu berakhir bahagia.  Tapi tidak dengan Autumn in Paris.  Saya sampai dua kali baca buku ini, rasanya tetap sama, sedih! Saya juga tidak berharap akan happy ending, karena dua karakter utamanya memang tidak mungkin bisa bersatu, meski rasa cinta di antara keduanya sangat besar.  Karena apa? Tentu saja bukan karena beda keyakinan, beda status sosial, beda umur, beda budaya, tidak direstui orang tua. Bukan, bukan itu tema yang diangkat di novel ini. Tapi…. sudahlah, kamu baca sendiri, dan siapin tissue 😭  Walaupun sad ending, saya tetap menikmati buku ini.  Menurut saya yang unik dari cerita ini, mengingatkan saya akan acara di radio 📻 yang khusus temanya misal tentang membaca surat curhat dari pendengar radio.  Seperti Tara Dupont yang berprofesi sebagai penyair radio, dan Tatsuya menulis  surat lewat email dan dikirim ke radio tempat Tara bekerja, dimana kisah cintanya Tatsuya dibacakan oleh rekan kerja Tara, yaitu Elise. Bagian ini, manis banget!  Namun juga akan ada bagian yang emosional dan menyentuh 😂😂 Elise Lavoie lebih senior dari Tara dan siaran utama yang ditanganinya adalah Je me Souviens (Aku mengenang…) yaitu acara yang membacakan surat-surat dari para pendengar, sementara Tara membawakan program lagu-lagi poluler dan tangga lagu mingguan.  Ok saya tidak mau spoiler!  Silahkan baca bukunya 😊

Baca juga : Pengalaman LOST IN PARIS

BUKU KEDUA: AUTUMN 🍂 IN PARIS

Judul Buku          : Autumn 🍂 In Paris
Penulis                 : Ilana Tan
Penerbit               : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit       : 2007.  Cetakan ke-31, November 2017
Jumlah Halaman : 264 Halaman

Berikut ini beberapa kalimat favorit saya dalam buku Autumn 🍁🍁🍁in Paris : 🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍁🍁🍁🍁🍁

  1. Ia agak menyesali sikap gegabahnya.  Marah-marah sendiri sebelum tahu apa yang terjadi sebenarnya. (Halaman 18)
  2. Seandainya ada harapan sekecil apa pun untuk mengubah keadaan, ia bersedia menggantungkan hidupnya pada harapan itu.
  3. “Bukankah itu salah satu alasanmu membeli telepon? Untuk menelopon? —Tara Dupont kepada Sebastien Girandeau (Halaman 15)
  4. Ia tidak boleh penasaran karena rasa penasaran itu akan terus menggerogotinya seperti lubang di gigi yang membuat seluruh badan ikut sakit. (Halaman 23)
  5. “Aku bersedia mencoba makanan apa pun.  Aku bukan orang yang pemilih soal makanan.” —Tatsuya kepada Sebastian (Halaman 23)
  6. “Gadis itu…. posisi duduknya … kaca jendela besar …. sinar matahari menyinarinya…. Aku terpesona melihat kombinasi semua itu.  Dengan sinar matahari dari luar, gadis itu menajdi agak kabur, gelap, dan memberikan kesan misterius.  ___Tatsuya Fujisawa di acara “Je me souviens” (Halaman 28)
  7. “Kupikir aku tidak akan bertemu gadis itu lagi, tapi aku mulai menyadari bahwa hidup penuh kejutan.” ___Tatsuya Fujisawa di acara “Je me souviens” (Halaman 28)
  8. “Terima kasih, tapi tidak perlu. Aku bisa sendiri.” —Tara kepada Hugo (Halaman 31)
  9. Tapi harus kuakui, ada sesuatu dari gadis itu yang membuatku tertarik.  Halaman 31
  10. Banyak orang lebih suka melihat kota Paris dari puncak Eiffel, tapi menurutku pemandangan dari puncak Arc de Triomphe adalah yang terbaik.” —Tara Dupont kepada Tatsuya Fujisawa (Halaman 54)
  11. “Aku paling suka merasakan angin musim gugur di wajahku.  Membuat ujung hidung dan kedua pipiku terasa dingin.” —Tara Dupont kepada Tatsuya Fujisawa (Halaman 58)
  12. Ia tidak mau disuruh menebak isi pikiran wanita.  Terlalu rumit dan ia tahu takkan berhasil menebak dengan benar. (Halaman 69)
  13. Ia tidak suka terang-tentangan terhadap pria.  Selama ini ia sudah berusaha menunjukkan perasaannya.  (Halaman 70)
  14. Keberadaan gadis itu membuatnya santai, seperti sekarang.  Juga membuat perasaannya senang. Gadis itu seperti obat penenang. (Halaman 81)
  15. Senjata utama untuk menghadapi orang-orang adalah senyum yang manis dan sopan. (Halaman 37)
  16. Mengobrol dengannya serasa mengobrol dengan teman lama.  Mereka tidak pernah kehabisan bahan obrolan.  (Halaman 41)
  17. “Kalau boleh jujur, dulunya aku sama sekali tidak suka Paris.  Aku juga benci musim gugur.  Tetapi akhir-akhir ini aku merasakan sesuatu yang aneh sedang terjadi. Paris berubah menjadi kota yang indah tepat di depan mataku dan musim gugur juga mulai terasa menyenangkan.  —Tatsuya Fujisawa di acara “Je me souviens” (Halaman 83)
  18. “Aku tidak mengeluh.  Setidaknya sedikit pengorbananku itu membuatnya senang.” (Halaman 86)
  19. Tentu saja aku tahu.  Karena aku sering memperhatikannya.  Tanpa sadar aku jadi mengenal semua kebiasaannya. —Tatsuya Fujisawa di acara “Je me souviens” (Halaman 86)
  20. Karena itulah sekarang aku memelukmu.  Mengisi ulang tenagaku.  —Tatsuya Fujisawa kepada Tara Dupont (Halaman 144
  21. Aneh sekali… Kenapa hanya dengan melihat gadis itu saja bisa merasa gembira? (halaman 146)
  22. “Aku memberimu jam saku itu supaya kau lebih memperhatikan waktu.  Jangan kerja terus-terusan.  Kau harus ingat ada waktunya untuk istirahat.” Tara kepada Tatsuya (Halaman 166)
  23. “Aku sangat senang bisa mengenalmu.” “Terima kasih” Tatsuya kepada Tara (Halaman 228)
  24. “Aku tidak pernah menyesal mengenalmu.  Percayalah padaku.  —Tatsuya Fujisawa kepada Tara Dupont (Halaman 229)
  25. Saat ia meninggalkan Paris, hatinya tidak akan sakit.  Ia yakin itu.  Karena pada saat itu, hatinya juga akan mati.  Tidak akan merasakan apa-apa lagi. (Halaman 231)
  26. “Apakah ada yang tahu bagaimana rasanya mencintai seseorang yang tidak boleh dicintai?” Aku tahu. ___Tatsuya Fujisawa di acara “Je me souviens” (Halaman 233)
  27. Aku dan segala yang kuinginkan dalam hidup.  Tatsuya Fujisawa (Halaman 253)
  28. Selama dia bahagia, aku juga akan bahagia.  Sesederhana itu.  Tatsuya Fujisawa kepada Sebastian.  (Halaman 264)

Baca juga : Buku Serial bumiSerial Anak Nusantara dan Serial Anak-Anak Mamak

Recommended book 📚

Happy reading! 📚📖😊

With Love, ❤️

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s