[Review Buku]: Winter In Tokyo Karya Ilana Tan

Sinopsis: 

Tetangga baruku, Nishimura Kazuto, datang ke Tokyo untuk mencari suasana baru. Itulah katanya, tapi menurutku alasannya lebih dari itu. Dia orang yang baik, menyenangkan dan bisa diandalkan. Perlahan-lahan—mungkin sejak Malam Natal itu—aku mulai memandangnya dengan cara yang berbeda.Dan sejak itu pula rasanya sulit membayangkan hidup tanpa dia. —Keiko tentang Kazuto

Sejak awal aku sudah merasa ada sesuatu yang menarik dari Ishida Keiko. Segalanya terasa menyenangkan bila dia ada.  Segalanya terasa baik bila dia ada. Saat ini di dalam hatinya masih ada seseorang yang ditunggunya. Cinta pertamanya. Kuharap diabisa berhenti memikirkan orang itu dan mulai melihatku. Karena hidup tanpa dirinya sama sekali bukan hidup. —Kazuto tentang Keiko

Mereka pertama kali bertemu di awal musim dingin di Tokyo.  Selama sebulan bersama, perasaan baru pun mulai terbentuk. Lalu segalanya berubah ketika suatu hari salah seorang dari mereka terbangun dan sama sekali tidak mengingat semua yang terjadi selama sebulan terakhir, termasuk orang yang tadinya sudah menjadi bagian penting dalam hidupnya….

Baca juga : Menikmati Musim Gugur di Jepang

Seru sekali baca novel ini.  Saya juga sudah nonton filmnya di tahun 2017 (cuma waktu itu belum tertarik baca novelnya 😂), tapi suka banget sama filmnya, romantis bahkan sampai nonton dua kali 😄 buku  ini merupakan buku paling tebal diantara keempat buku yang lainnya.  Dan ceritanya tentang Keiko sama Kazuto ini, mmmm menyenangkan, dan buku ini jadi terfavorit saya dari tetralogi novel empat musim.  Berikut ini trailer film-nya, sumber:YouTube

Baca juga : Menikmati Musim Dingin yang Terasa hangat di Kota Barcelona

BUKU KETIGA:  WINTER ❄️ IN TOKYO

Judul Buku          : Winter in Tokyo
Penulis                 : Ilana Tan
Penerbit               : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit       : 2008.  Cetakan ke-32, Juli 2018
Jumlah Halaman : 320 Halaman

Berikut ini beberapa kalimat favorit saya dari buku winter in Tokyo:

  1. Sejak kecil ia memang gemar membaca buku dan impiannya adalah bekerja di perpustakaan, tempat ia bisa membaca buku sepuas hatinya, tanpa gangguan, dan tanpa perlu mengeluarkan uang.  (Halaman 10).
  2. Sejak kecil daya imajinasinya memang hebat karena terlalu banyak membaca buku.  Mungkin seharusnya ia menjadi penulis buku fantasi.  (halaman 14)
  3. Tiba-tiba saja ia sadar ia takkan bisa mendapat ketenangan yang diinginkannya.  Tetapi entah kenapa ia merasa hidupnya takkan pernah sama lagi.  (Halaman 21)
  4. Pernah mendengar istilah steet photography? Itu keahlianku.  (Halaman 44)
  5. “Orang yang membutuhkan perubahan suasana biasanya ingin melupakan sesuatu.  Bukankah begitu?” Keiko pada Kazuto (halaman 63)
  6. Kenapa harus takut gelap kalau ada banyak hal indah yang hanya bisa dilihat sewaktu gelap?  Kazuto pada Keiko (Halaman 68)
  7. Keiko sangat suka suasana sepi perpustakaan.  Begitu damai.  (halaman 94)
  8. Untuk orang yang berkata ada banyak hal indah akan terlihat sewaktu gelap.  Dari tetangga yang paling manis sedunia.  (Halaman 117)
  9. Ibunya memang serbatahu, selalu begitu.  Ia tidak pernah bisa menyembunyikan apa pun dari mata ibunya yang tajam.  (Halaman 148)
  10. Kalau begitu aku tidak akan mencampuri urusan pribadinya.  Bagaimana pun juga dia mempunyai kehidupan sendiri.  Dia berhak ke mana saja sesuka hatinya.  Mau pulang atau tidak, aku tidak mungkin ikut campur.  (Halaman 165)
  11. Ia tahu Kazuto hanya akan memotret sesuatu yang membangkitkan minatnya.  Kazuto fotografer yang teliti, sedikit eksentrik, ia tidak akan mau membuang-buang waktu untuk memotret sesuatu yang masih dirasanya meragukan.  Karena itulah semua hasil jepretannya menakjubkan.  (Halaman 190)
  12. Aneh sekali ia mendapati dirinya tidak ingin membuat gadis itu kecewa.
  13. Senyum gadis itu memiliki pengaruh terhadap dirinya.  Membuat perasaannya membaik.  Membuatnya merasa gembira.  Membuatnya merasa seolah-olah bisa menghadapi dunia. 
  14. “Aku tidak tahu kenapa dan bagaimana,tapi aku yakin dengan yang aku rasakan.  Sejak bertemu denganmu di acara reuni itu, aku merasa kau adalah seseorang yang penting dalam hidupku. Kazuto pada Keiko
  15. Seharusnya ia tahu. Seharusnya ia sadar.  Mimpi tidak akan bertahan lama.  Ia boleh saja hidup dalam mimpi tetapi cepat atau lambat kenyataan akan mendesak masuk. Dan ketika kenyataan mendesak masuk dan berhadapan denganmu, kau hanya bisa menerima.
  16. “Kau tidak akan memotret seperti itu kalau kau tidak menyukainya.” Yuri kepada Kazuto
  17. Aku akan tetap di sini bersamamu. Apakah kau mau menerimaku?  Kazuto kepada Keiko
  18. “Saat itu aku ada dibelakangmu.  Aku bisa melihatmu. Aku selalu melihatmu.” Kazuto kepada Keiko
  19. “Apa yang harus kulakukan supaya kau bisa melihatku?” Kazuto kepada Keiko
  20. “Zaman sekarang ini semuanya harus serba langsung.  To the point. “—Sato Tomoyuki kepada Nishimura Kazuto
  21. “Aku menyukaimu, Ishida Keiko. Tidak.  Kurasa yang benar adalah aku mencintaimu.” Kazuto kepada Keiko
  22. “Kau tidak pernah memamerkan diri,”…. Malah kau salah satu orang paling rendah hati yang pernah kukenal.”  Keiko kepada Kazuto (Halaman 306)
  23. “Terima kasih karena sudah memberiku kesempatan.  Terima kasih karena sudah ada di sini bersamaku.” Kazuto kepada Keiko (Halaman 306)

Baca juga : Buku Serial bumiSerial Anak Nusantara dan Serial Anak-Anak Mamak

Recommended book 📚

Happy reading! 📚📖😊

With Love, ❤️

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s