10 Fiksi Favorit 2018

Kenapa buku-buku ini jadi favorit?  Selain ceritanya menarik, buku-buku tersebut membuat saya susah move on.  Artinya, ketika saya selesai membaca, kemudian lanjut dengan buku lain, saya masih teringat dengan buku-buku tersebut, entah itu karakter, setting dalam buku, maupun pesan yang saya dapat dari buku tersebut.

Baca juga: 10 tag dan kategori yang paling banyak dicari tahun 2018

Dari beberapa buku yang saya baca di tahun 2018, berikut ini fiksi favorit saya:

  1. Pergi
  2. Komet
  3. Ceros dan Batozar 
  4. Cinta Dalam 99 Nama-Mu 
  5. Bait-Bait Multazam
  6. Api Tauhid 
  7. Merindu Baginda Nabi 
  8. Muhammad Lelaki Penggenggam Hujan
  9. I Am Sarahza
  10. Surat Dari Kematian

Kalau kamu, apa fiksi favoritmu di tahun 2018?

Happy reading! 📚📖📚

With Love ❤️ 

Advertisements

16 thoughts on “10 Fiksi Favorit 2018

    1. Yuk, Hilya! 😄

      BBM rekomen Kak Wi ini, meski bacanya beberapa bulan yg lalu, saya masih ingat dua karakter utamanya, apalagi pas bikin teh susu hangat. Saya sampai googling cara bikinnya 🤣 setelah coba bikin, kok gak seenak yg dibayangkan? Gimana mau enak, kalau bikinnya sekali dua kali, dan akhirnya saya beli aja milk tea dalam bentuk sachets, biar praktis tinggal seduh air panas 😂

      Keinget juga pas ngangkat jemuran 🤣🙈

      Inget yang kocak-kocaknya 😄

      1. Belum bisa move on Kak 😌

        Nah, itu dia. Mungkin krn gak ada Bang Henry nya 🤣🤪

        Iya, Hilya. Terima kasih udah kasih tau Abang 😂

      2. Ok, Hilya.
        Pas ngejemur. “Lho, jadi Abang cuma nyuci baju atasan sama bawahan? Gak pake daleman?”

        “Lha, masa iya gak pake?”
        “Kok gak sekalian dijemur?” 😂😂

      3. 🤣🤣🤣

        “Maksudnya, Hilya?”

        “Ya, aku mandi di kamarku.”
        “Abang mandi di kamar Abang ?”

        “Ohhh, kirain…”

        “Hush, pikirannya jangan ngeres Bang! Mentang-mentang udah dibantuin jemurin pakaian.”

        Bang Henry garuk-garuk kepala. 😛

      4. *Halya tersipu* ☺️

        “Abang paling bisa cari kata-kata yang bisa melumerkan hatiku.”
        “Baiklah Bang. Aku tunggu. Terima kasih untuk perhatiannya.” ☺️

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s