Mengenal Lebih Dekat Coldplay Lewat #AHFOD Film

Tanggal 14 November 2018, saya nonton AHFOD Film, tayang di GVC Teras Kota.  Bagi penggemar Coldplay, mungkin tak ingin melewatkan kesempatan ini.  A Head Full of Dreams film ini adalah film dokumenter yang menyajikan 20 tahun perjalanan Chris Martin, Guy Berryman, Jonny Buckland, dan Will Champion dari band yang awalnya hanya rekaman demo di kamar asrama mahasiswa menjadi Coldplay, band rock yang mengisi penuh stadion tiap kali mereka konser. Yang menarik dari AHFOD, merupakan hasil dari “syuting” selama dua dekade.  Berisi footage yang belum pernah dirilis sebelumnya. Dan tentu saja kisah perjalanan mereka dari awal hingga bisa sesukses sekarang.

Sebelumnya, saya hanya mengenal mereka lewat lagu-lagunya.  Awal saya tahu Coldplay sejak munculnya lagu perdana berjudul Shiver (2000), menyusul lagu berikutnya yaitu Yellow (2000).  Sejak Yellow, saya mulai tertarik dengan lagu-lagunya.    Dari ketujuh album yang sudah dikeluarkannya, selalu ada lagu yang menjadi favorit saya, paling sering saya dengar.  Meskipun saya suka dengan band ini, saya tidak terlalu banyak tahu tentang kehidupan setiap personal-nya, hanya tahu tentang sang vokalisnya saja, dan ikut sedih saat harus pisah dengan Gwyneth, intinya saya hanya mengenal dan menikmati lagu-lagu mereka.  Lirik-liriknya banyak yang bagus. 

Sampai akhirnya saya menonton AHFOD film, barulah saya serasa mengenal Coldplay lebih dekat.  Dalam film  tersebut, terlihat sekali kedekatan diantara para personalnya, mereka lebih dari sahabat, melihatnya sudah seperti keluarga saja.  Saya jadi tersadar, band ini pun sudah lebih dari 20 tahun menjadi bagian dari perjalanan hidup saya.  Jarang-jarang saya mendengarkan musik sebuah band hingga selama ini.  Rata-rata biasanya saya suka beberapa tahun, habis itu tidak mengukuti perkembangan lagu-lagu mereka.  Coldplay ini di setiap albumnya selalu menyajikan hal  berbeda yang mungkin karena hal itulah, para penggemarnya masih tetap setia mendengarkan musik mereka dan menantikan karya mereka berikutnya.  

Setiap cuplikan dalam film AHFOD ini kadang bikin saya tertawa melihat tingkah laku mereka, bahkan kadang terharu melihat kedekatan persahabatan mereka.  Kagum pula dengan kekompakan mereka dalam menciptakan lagu-lagu hits.  Dan saya baru tahu, lewat film dokumenter tersebut bagaimana perjuangan mereka hingga bisa menjadi band besar seperti sekarang.  Saya juga baru tahu ternyata setiap mereka tampil di panggung, mereka selalu mempersiapkan diri dan latihan, seakan mereka baru akan tampil.

Kesan yang saya dapatkan dari AHFOD film, salah satunya saya merasa takjub kepada arsip video Matt Whitecross. Sutradara sekaligus teman bagi anggota Coldplay ini sudah hadir sejak band asal Inggris itu masih bernama Starfish.

Ketekunannya mengabadikan momen-momen spesial Coldplay–latihan dan gigs pertama, ganti nama, tekan kontrak rekaman dan ribuan konser–baru berbuah manis dua dekade kemudian saat A Head Full of Dreams, ternyata tanpa disangka menjadi dokumenter yang tak hanya menghibur namun juga terasa sangat dekat dan hangat dengan para personalnya. 

View this post on Instagram

Goodnight #ColdplayBrussels ! R42

A post shared by Coldplay🌙☀️ (@coldplay) on

Kekuatan utama A Head Full of Dreams adalah usaha Coldplay untuk menyatakan bahwa kesuksesan mereka hadir berkat keragaman watak yang ada di dalam band, manajemen dan kru. Meski berbeda pandangan, mereka selalu satu. Seperti keluarga.

Bahkan, tidak jarang Coldplay menyebut diri mereka “kami berlima” untuk menggambarkan bahwa Phil Harvey–teman semasa kuliah yang sempat menjadi manager Coldplay– juga bagian dari “keluarga” tersebut.

Baca: Sejak kapan suka The Script

Dan sang vokalis, Chris Martin dalam film ini menempatkannya sebagai suara utama dari Coldplay. Walaupun sebagai penyanyi, dia memang terlihat memiliki kemampuan komunikasi yang sedikit lebih baik daripada rekan seband lainnya. Dia bisa bercanda, serius, jujur, bahkan agak puitis dalam menyampaikan pandangannya. Tapi, film ini bukan soal si vokalis saja. Penyampaian cerita justru makin hidup saat anggota lain yaitu Berryman, Buckland, dan Champion ikut mengisahkan perjalanan mereka dari sudut pandang masing-masing.  Kesimpulannya, saya suka banget dengan AHFOD film, dan makin menyadarkan saya, bahwa ternyata sudah lama loh, saya menggemari musik mereka. 

Baca: review film First Man

Setelah nonton film ini, saya lagi sering mendengarkan lagi lagu-lagu favorit dari Coldplay.  Berikut ini lagu-lagu kesukaan saya:

  1. Yellow  (2000, album Parachutes)
  2. In My Place (2002, album A Rush Of Blood To The Head)
  3. The Scientists (2002, album A Rush Of Blood To The Head)
  4. Clocks (2003, album A Rush Of Blood To The Head)
  5. Speed of sound (2005, album X & Y)
  6. Fix You (2005, album X & Y)
  7. The Hardest Part (2005, album X & Y)
  8. Viva La Vida  (2008, album Viva La Vida or Death All His Friends)
  9. Every Teardrop is  a waterfall (2011, album Mylo Xyloto)
  10. Paradise (2011, album Mylo Xyloto)
  11. Charlie Brown (2012, album Mylo Xyloto)
  12. Prince of China (2012, album Mylo Xyloto)
  13. Magic (2014, Album Ghost Stories)
  14. A Sky Full Of Stars (2014, Album Ghost Stories)
  15. Adventure of A Lifetime (2015, A Head Full Of Dreams)
  16. Hym for the weekend  (2016, A Head Full Of Dreams)
  17. Up & Up end  (2016, A Head Full Of Dreams)
  18. A Head Full Of Dreams  end  (2016, A Head Full Of Dreams)
  19. Everglow end  (2016, A Head Full Of Dreams)
  20. Something Just Like This (2017, singles from Kaleidoscope)
  21. Miracles (someone special), (2017, singles from Kaleidoscope)

Dari ketujuh album Coldplay, paling favorit A Head Full Of Dreams.  Dan saya suka banget sama lagu Everglow.  Liriknya indah ❤️

Sumber Video: YouTube 

Sumber gambar: Instagram Coldplay 

8 thoughts on “Mengenal Lebih Dekat Coldplay Lewat #AHFOD Film

  1. Terima kasih infonya. Baru ngeh ada film [wajib] ini, nanti saya cari. 🙂 Klip mereka juga bagus2 ya, berkelas gitu (paling favorit dengan klip ‘Yellow’, yang sangat bersahaja dan kental ‘ketidaksengajaan’ itu) 🍸

    Liked by 1 person

    1. Sama-sama Kak 😊
      Wajib Kak, saya saja pengen Nonton lagi, penggemar Coldplay harus nonton, hehehe.
      Iya, klipnya bagus-bagus.
      Sama, saya juga suka banget klip Yellow, terfavorit 😀
      Klip Yellow memang keren, sederhana tapi unforgettable.

      Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s