[Review Buku]: Sirkus Pohon Karya Andrea Hirata

“Fiksi, cara terbaik menceritakan fakta.” -Andrea Hirata

Sinopsis:

Baiklah, Kawan, kuceritakan padamu soal pertempuranku melawan pohon delima di pekarangan rumahku dan bagaimana akhirnya pohon itu membuatku kena sel,lalu wajib lapor setiap Hari Senin, di Polsek Belantik.

Benci nian aku pada delima itu, lihatlah pohon kampungan itu, ia macam kena kutuk. Pokoknya berbongkol-bongkol, dahan-dahannya murung, ranting-rantingnya canggung, kulit kayunya keriput, daun-daunnya kusut. Malam Jumat burung kekelong berkaok-kaokdi puncaknya, memanggil-manggil malaikat maut. Tak berani aku dekat-dekat delima itu, karena aku tahu pohon itu didiami hantu.

Dalam novel ini Andrea akan membuat kita terbahak-bahak mengikuti kisah orang-orang Melayu di pedalaman Belitong yang lugu, tersedu-sedu oleh kisah cinta yang masygul, atau geleng-geleng kepala oleh intrik-intrik mereka yang luar biasa. Kita akan menemukan manusia-manusia yang tak sempurna, tapi sekaligus menemukan kebijaksanaan dalam diri mereka.

 Novel ini merupakan buku ke sepuluh karya Andrea Hirata.  Menurut saya bukunya cukup seru dan mengajak untuk berfikir menyelami setiap karakter.  Menceritakan kehidupan penduduk pulau yang mungkin terlupakan dari obrolan-obrolan di kedai kopi kota-kota mega politan. Kesederhanaan penduduk di gugusan terpencil memiliki konflik yang belum bisa terselesaikan sampai sekarang. 

Silahkan baca juga review dari penerbit yang sama yaitu buku Bait-Bait Multazam

Sobri, pemuda kampung yang tidak mempunyai pekerjaan tetap berusaha untuk mendapatkan pekerjaan yang tetap. Ketika seluruh saudaranya sudah mapan, berkeluarga, dan bekerja layaknya orang kantoran. Dia masih terjebak dikondisi yang tidak jelas.

Seperti tidak ada kebahagiaan dari hidup Sobri. Sampai ketika dia berkenalan dengan Dinda, sosok perempuan yang membuatnya bersemangat mencari pekerjaan tetap; pekerjaan yang berangkat pagi, pulang sore, memakai seragam, dan tiap bulan digaji.

Kemudian Sobri ini lebih ngetop dengan nama Hob. ……….. sejak itulah namaku berubah jadi Hobri, Hob lebih topnya. (halaman 236)

Ada banyak sosok-sosok yang diceritakan secara detail oleh penulis di sini. Sosok begundal Taripol, penguasa kampung Gastori, dan sosok-sosok lainnya. Setiap sosok di novel ini mempunyai cerita yang berbeda-beda.

Selain Sobri, tokoh lain yang ditonjolkan pada cerita kali ini adalah Tegar dan Tara. Muda-mudi yang bertemu tidak sengaja di taman. Andrea Hirata menyisipkan sebuah cerita asmara yang berbeda pada kedua.  Penulis menceritakan sebuah perjuangan tentang cinta pertama seorang muda-mudi sejak bertemu pertama. Cinta yang harus diperjuangkan walau terlihat samar, cinta yang tetap dikejar walau sia-sia. Sejatinya, tidak ada yang sia-sia walau kenyataannya tak berarti.

Baca: review buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata

Membaca novel Sirkus Pohon membuat saya semakin paham bahwa sebenarnya tidak ada perjuangan yang sia-sia. Setiap pekerjaan itu dapat dibanggakan, walau hanya sebagai buruh, tukang parkir, atau apa pun.  Dari novel ini pun saya bisa belajar untuk menghargai dan menghormati profesi yang digeluti setiap orang, apa pun bentuk profesinya.

Novel ini ceritanya sangat kental dengan Melayu. Dibumbui pantun-pantun khas melayu dalam menghibur hati yang jenuh, dan cerita-cerita jenaka ala anak kampung.

Silahkan baca juga review dari penerbit yang sama yaitu Muhammad Lelaki Penggenggam Hujan

Koleksi Pribadi

Judul Buku          : Sirkus Pohon
Penulis                 : Andrea Hirata
Penerbit               : Bentang Pustaka
Tahun Terbit       : Cetakan Pertama, Agustus 2017.  Cetakan ketiga, January 2018
Jumlah Halaman: 384 Halaman

Beberapa kalimat favorit dari buku Sirkus Pohon:

  1. Tuhan menciptakan tangan seperti tangan adanya, kaki seperti kaki adanya untuk memudahkan manusia bekerja -Halaman 34
  2. “Orang-orang yang berkata tentang diri mereka sendiri, melebih-lebihkan, orang-orang yang berkata tentnag orang lain, mengurang-ngurangi.”
  3. Tara percaya akan pertemuan. Bahwa orang-orang saling bertemu karena suatu alasan. Bahwa pertemuanlah yang membentuk lingkaran-lingkaran nasib manusia.
  4. Boi, samudra dapat kau samarkan, gunung dapat kau kaburkan, apa pun dapat kau sembunyikan di dunia kecuali cinta.”Ibu hafal itu berdasarkan pengalaman pribadiku (halaman 82)
  5. Terciptalah nuansa ajaib sirkus, di mana fiksi menjadi kenyataan dan fantasi menjadi tontonan; magis, misterius, artistik, penuh rasa sukacita yang ganjil.  (Halaman 98)
  6. Sikap Optimis akan membuka pintu-pintu yang tertutup.  (halaman 156)
  7. Di mana ada kemauan di situ ada jalan, demikian pepatah lama, ditambahi Tara: di mana ada niat, di situ ada semangat.  (Halaman 164)
  8. Con Te Partino, saatnya mengucapkan selamat tinggal. Inikah saatnya mengucapkan selamat tinggal pada kenangan samar cinta pertama? (halaman 175)
  9. Benar kalimah kuno orang Melayu: pohon tumbuh senapas.  Tahu-tahu dari setinggi pinggang ia mencuat jadi setinggi dada. (halaman 180)

TENTANG PENULIS:

Dari buku Sikrus Pohon:

“From Indonesian, an inspiring, record-breaking best-seller and modern fairy tale.” __Amazon.com

ANDREA HIRATA adalah pemenang pertama New York Book Festival 2013, untuk The Rainbow Troops, Laskar Pelangi edisi Amerika, penerbit Farrar, Straus & Giroux, New York, kategori general fiction, dan pemenang pertama Buchawards 2013, Jerman untuk Die Ragenbogen Truppe, Laskar Pelangi edisi Jerman, penerbit Hanser Berlin.  Dia juga pemenang seleksi short story majalah sastra terkemuka di Amerika, Washington Square  Review, New York University, edisi winter/spring 2011 untuk short story pertamanya Dry Season.  Bersama nobelis sastra Orhan Pamuk dan Nadine Gordimer, Andrea Hirata terpilih dalam proyek Windows on The World, 50 Writers 50 Views, Matteo Pericoli, Penguin New York.  Andrea lulus dari program (Master M.Sc.) bidang teori ekonomi, Sheffield Hallam University, United Kingdom, dengan beasiswa.  Dia juga penerima beasiswa creative writing di IWP (International Writing Program) di University of Lowa, 2010.  Pada 2015 dia di anugerahi gelar Doktor Hanoris Causa di bidang sastra dari University of  Warwick, United Kingdom.  Tahun 2017, Andrea menerima penghargaan budaya dari pemerintah Prancis untuk karyanya Les Guerriers de L’arc-en-ciel (Laskar Pelangi edisi Perancis, penerbit Mercure de France).

Laskar Pelangi telah menjadi International best seller, di terjemahkan ke dalam 40 bahasa (telah terbit dalam 23 versi bahasa asing) dan diedarkan di lebih dari 130 negara.  Novel ini menjadi referensi di berbagai sekolah dan lembaga di luar negeri untuk studi tentang pendidikan dan budaya Indonesia.  The Rainbows Troops telah diadaptasikan dalam bentuk film, audio book, dan kareografi oleh Washington CityDance Company, USA.  Karya Andrea Hirata dalam bahasa Indonesia:  Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, Maryamah Karpov, Padang Bulan, Cinta di Dalam Gelas, Sebelas Patriot, Laskar Pelangi Song Book, Ayah, dan Trilogi Sirkus Pohon.  Karya dalam bahasa asing: The Rainbows Troops, Der Traumer, Dry Season.

Sejak 2011, secara mandiri Andrea mempromosikan minat baca, minat menulis, mendirikan sekolah gratis dan museum sastra pertaman dan satu-satunya di Indonesia.  Museum Kata Andrea Hirata di Belitong.  http://www.andrea-hirata.com

Happy reading! 📖😊

With Love, 💗

Advertisements

16 thoughts on “[Review Buku]: Sirkus Pohon Karya Andrea Hirata

  1. deadyrizky

    1st time coming here
    terus terang saya kurang suka dengan sirkus pohon
    kayak karya terburuknya andrea hirata
    padahal dulu saya salah satu fansnya
    gimana ya, gak menikmati aja gitu, kayak beda
    ceritanya pendek”
    masalah selera lah ya

    Liked by 1 person

    1. Terima kasih sudah berkunjung
      Aha, iya agak gimana gitu….
      saya juga kurang puas dengan karya yang ini, akhirnya demi mengenang bahwa saya dulu memang mengagumi karyanya, setelah sirkus pohon, saya baca lagi Laskar Pelangi
      Betul, masalah selera….
      Sebagai pembaca, harapannya setiap karya yang muncul lebih baik dari sebelumnya, atau minimal sama…

      Favorit saya dari karya Andrea Hirata: Laskar Pelangi, Sang Pemimpi sama Sebelas Patriot

      Liked by 1 person

      1. Sebelas Patriot adalah kisah yang menggetarkan dan sangat inspiratif tentang cinta seorang anak, pengorbanan seorang Ayah.
        Orang seperti ayah bukanlah orang yang hidup dengan sebuah kemewahan harapan yang sering disebut cita-cita. Jika ayah memang pernah bercita-cita, cita-citanya pasti ingin menjadi pemain sepakbola untuk membela bangsanya.

        Like

  2. Mba ai udah baca Ayah? Kalau membaca review mba ai ini kayaknya ayah ga jauh2 ceritanya sama sirkus pohon, tentang orang-orang Melayu Belitong, juga tentang cinta yang menurut saya agak konyol meski tetap ada makna yang diambil dari cerita tsb.

    Ritme tulisan andrea bergelombang. Saya memiliki penilaian sama seperti mba ai, sebagai pembaca, harapannya setiap karya yg muncul lebih baik dari sblmnya, atau minimal sama. Tapi yg saya temukan tdk demikian. Ya sudah lah. 😂 Pas lagi bosan novel2 hirata mampu menghibur. Tertawa dengan cara yg teramat sederhana. 👍

    Liked by 1 person

    1. Sudah Kak. Tapi saya gak review. Ini memang Ayah sama Sirkus Pohon ga jauh berbeda. Ini saya review juga karena belum ada satu pun karya beliau yg saya review 😂
      Habis ini saya pengen review Laskar Pelangi (lagi baca ulang), karena menurut saya ini karya masterpiece dari Andrea Hirata.
      Sampai bisa diterjemahkan ke puluhan bahasa.

      Memang ada makna dari setiap cerita Andrea Hirata ini, sayangnya gak se”wow” buku pertama 😂

      Iya Kak.
      Minimal cukup menghibur, tapi hiburannya gak sewaw Laskar Pelangi #ngotot 😅

      Sebenernya sih buku Ayah dan Sirkus Pohon bagus. Mungkin karena sudah pernah membaca Laskar Pelangi, jadi tetap saja “feel”nya berbeda dg novel tersebut.
      Jujur, dua novel ini adalah novel terlama yg saya baca dari kesepuluh karya Andrea hingga saat ini.
      Katanya….Sirkus Pohon ini mau dibikin trilogi kak 😂 saya agak ragù nanti mau baca apa enggak, beda dg tetralogi Laskar Pelangi saya baca hingga usai …

      Like

      1. Jadi ini review pertama untuk andrea hirata. 😂
        Laskar pelangi itu memang super keren. Filmnya juga. Sayangnya di film Edensor saya seperti nonton ftv. Ceritanya beda sama novel. Beliau beralasan karena tdk ingin ceritanya sama persis seperti di novel. Saya sebagai penikmat karyanya agak kecewa. 😢

        Hahaha ngotot ya mba ai. Ga apa mba ai. Saya pun akan ngotot juga.

        Nah, ini juga saya setuju karena yang pertama karyanya begitu menohok, membaca karya selanjutnya yang temanya sederhana ini membuat feel pembaca berbeda. 😑

        Hahahah. Ragu ya mba ai. Karena membaca yang pertama kesannya biasa, cerita slnjutnya agak di ragukan.

        Kalau tetralogi LP saya bela2in telat makan mba ai. Ibu saya pun ga berani ganggu saya saking seriusnya. 😂 terpacu semangat kita bacanya kan mab ai. 😁

        Panjang kali kita bahasa andrea hirata. Bisa bedah buku ini. 😂

        Liked by 1 person

      2. Iya kak dudududu 😂
        Setuju, buat saya Laskar Pelangi itu buku sepanjang masa, bacanya aja mulai dari sedih, ketawa,terhibur, terharu, benar-benar inspiratif
        Walah saya malah gak tau Edensor difilmkan😂 cuma Nonton LP sama Sang Pemimpi saja ❤️
        Kalau cerita novel Edensor saya lumayan suka, Maryamah Karpov gak begitu…
        Kalau kak Wi kecewa, berarti saya gak harus nonton 😅

        Tetralogi LP itu memang keren, karena masterpiece ditaruh di awal, pasti penikmat karya Andrea tetap akan setia membacanya, seperti kita 😁
        Buku yang memompa semangat untuk bermimpi, habis baca tetralogi LP, baca trilogi Negeri Lima Menara, ah mantaaaap! (Sayangnya waktu itu saya gak review bukunya, mesti baca ulang lagi haha)

        Iya, ragù kak, karena buku pertamanya gak greget 🙄

        Iya nih, kalau bahas Andrea Hirata bisa bedah buku 😅 (tenang kak, akan saya review Laskar Pelangi, kita bisa bernostalgia di sana).
        Satu hal, saya juga bersyukur baca buku Sirkus Pohon, di sana ada lembaran khusus yg membahas tentang endorsement The Rainbow 🌈 Troops, sehingga saya pun semangat utk membaca ulang novel LP….

        Unik juga sih, bukunya Sirkus Pohon, tapi menyertakan endorsement Laskar Pelangi 😂

        Like

      3. Iya mba ai ga harus nonton edensor. Flatnya pake super. 😁 tapi kalau novelnya memang wajib baca.

        Ide bagus, setelah baca tetralogi LP lanjut trilogi Negeri 5 Menara, dijamin semangatnya naik drastis. 😁

        Siiip. Di tunggu review nya. Ntar saya banjirin dengan komentar. 😎

        Liked by 1 person

    2. Oh Iya Kak, baru kali ini saya merasa kurang puas dari karya salah satu penulis favorit…
      Setuju Kak, kita memiliki penilaian dan harapan yg sama terhadap penulis. Meskipun di buku ini dan sebelumnya tidak menemukan, ya sudah lah…😂
      yang pasti Museum Kata Andrea Hirata di Belitong, masuk dalam salah satu tempat impian yg ingin saya kunjungi #ehsalfok 😝

      Like

      1. Saya belum baca yang ini. Sirkus pohon. 😁 tapi saya yakin perasaan sya setelah membacanya akan sama seperti mba ai..heheheh
        Meski karyanya sekarang kurang menarik minat kita, tak lantas kita jadi malas untuk mengetahui hal2 postif lain dari beliau. Saya pun pengen ke sana mba ai. Apalagi pantainya itu. 😍 semoga tahun dpn mba ai bisa ke sana. Aamiin.

        Liked by 1 person

      2. Silahkan kalau kak Wi mau baca, jangan terpengaruh sama saya 😂
        Ini hanya masalah selera saja kak, banyak juga yg bilang buku ini bagus, terutama para penikmat karya beliau.
        Meskipun saya tidak termasuk di dalamnya utk karya yg ini.
        Tapi tetap kok, saya mau memperhatikan karya-karya Andrea Hirata 😊
        *Tosssss* yeay! Kita punya impian yang sama.
        Banyak hal-hal positif yang dilakukan Andrea Hirata, yang bisa menjadi inspirasi bagi para penulis dan penikmat buku.
        Mungkin karena Laskar Pelangi sudah mendunia, sehingga ekspektasi saya sebagai pembaca mengharapkan karya yg spektakuler lagi 😊

        Like

      3. Hehehe. Iya mba ai saya akan baca tapi mungkin berada di antrean. Yang namanya penikmat buku apa pun ceritany tetap kita baca kan mba ai. Karena dari situ lah kita tahu plus minus karya seorang penulis. Ga ada yang slh dengan tulisan mereka, hanya saja mungkin kurang sedikit polesan menurut kita sebagai pembaca.

        Semoga tahun depan andrea menulis sespektakuler LP biar semangat kita mencuat lagi. Heheheh. 😁

        Liked by 1 person

      4. Good Kak 👍
        Setuju Kak, yang namanya penikmat buku, apa pun jenis ceritanya dibaca, biar bisa sekalian memperluas pengetahuan juga.
        Betul kak, tidak ada yg salah dg tulisan, hanya soal polesan saja, maklum sebagai pembaca kadang kita berharap karya yg lebih baik dari para penulis, setidaknya mereka bisa stabil dalam menghasilkan karya…

        Aamiin Kak.
        Kita tunggu kejutan dari Andrea Hirata, dan kita doakan agar beliau bisa menghasilkan karya sespektakuler LP. Aamiin

        Liked by 1 person

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s