[Review Buku]: Merindu Baginda Nabi Karya Habiburrahman El Shirazy

Judul Buku         : MERINDU BAGINDA NABI
Penulis               : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit             : Republika Penerbit
Tahun Terbit       : April 2018
Jumlah Halaman: 176 halaman

Sinopsis:

Awan putih yang bergerombol itu seumpama kumpulan jutaan malaikat yang sedang berzikir dalam diam. Gadis berjilbab merah marun itu menyeka air matanya sambil memandang ke luar jendela pesawat yang dinaikinya. Ada kerinduan yang menggelegak dan membara dalam dadanya. Kerinduan kepada Baginda Nabi, menyatu dengan kerinduan kepada abah dan umminya, serta teman-temannya, anak-anak yatim di Darus Sakinah sana.

Diam-diam ia merasa iri dengan abahnya. Bagaimana abahnya bisa memiliki rasa rindu sedemikian dalam kepada Baginda Nabi Saw.. Ia berharap suatu saat juga memiliki rasa rindu seperti itu. Rasa rindu nan dahsyat yang hanya dikaruniakan oleh Allah kepada hamba-hamba terpilih.

Pertama lihat cover novel ini, langsung teringat Masjid Nabawi.  Tepat di bawah kubah hijau ini ada makam Rasulullah.  Plus novel ini penulisnya Habiburrahman El Shirazy, atau Kang Abik, novelist No. 1 Indonenesia.  Seorang satrawan dan cendikiawan Indonesia yang memiliki reputasi international.  Beliau adalah sastrawan Asia Tenggara pertama yang mendapatkan penghargaan dari Istanbul Foundation for Science and Culture, Turki.  Jadilah buku ini tak ingin saya lewatkan untuk dibaca.  Saya belum baca semua karya-karya Kang Abik.  Tapi, dari beberapa karyanya yang sudah saya baca, buku ini paling tipis diantara yang lain.  Namun isinya menarik, mengharukan, dan bagi pribadi jadi merasakan Rindu pada Rasulullah.  Saya suka dan senang bisa membaca buku ini ❤️

Baca juga: Resensi buku Komet Minor, Komet, serta Ceros dan Batozar karya Tere Liye

Namanya Syarifatul Bariyah. Biasa dipanggil Rifa. Sejak kecil hingga umurnya yang remaja tidak pernah tahu siapa kedua orang tua kandungnya. Saat ia masih merah, ia telah dibuang oleh orang tuanya ke tempat sampah. Kemudian ditemukan oleh seorang nenek renta bernama Mbah Tentrem dan diadopsi sebagai anaknya. Karena usianya yang sudah lanjut, ajal telah menjemputnya sebelum ia bisa melihat Rifa tumbuh. Lalu Rifa diasuh oleh sepasang suami istri yang sudah delapan tahun belum dikaruniai anak oleh Allah. Mereka adalah Pak Nur dan Bu Salamah. Inilah titik perubahan hidup bagi Rifa. Pak Nur dan Bu Sal adalah dua sosok orang tua yang sangat sayang kepada Rifa dan telah mendidiknya dengan sangat baik. Bagi Rifa, Pak Nur dan Bu Sal adalah dua sosok yang sangat luar biasa dalam hidupnya.

Baca juga : Review Api Tauhid karya Kang Abik

Puncak kesuksesannya adalah ketika ia lolos dalam program pertukaran pelajar dari Youth for World Peace ke San Jose, Amerika. Di tambah lagi di sana ia menjadi pemenang dalam olimpiade matematika antar sekolah di San Jose. Menjadikan namanya terus melejit. Selama di San Jose, Rifa tinggal bersama dengan keluarga Bill Edwards. Tuan Bill tinggal bersama Nyonya Barbara, istrinya, dan putri bungsunya Fiona.

Novel ini begitu relevan dengan keadaan saat ini. Saat dimana kehidupan remaja sudah memprihatinkan. Narkoba merajalela, pornografi, serta kenakalan remaja semakin menggila. Novel ini diharapkan menjadi cahaya bagi remaja. Bahwa hanya mereka yang selalu berserah diri kepada Allah lah yang akan menuai kesuksesan. Sedangkan mereka yang menyia-nyiakan waktu bahkan sampai terjerumus kepada perbuatan-perbuatan tercela akan menyesali semua perbuatannya di kemudian hari. 

Setting dalam novel ini di kota Malang, kota kecil San Jose sebuah kota kecil di sebelah selatan kota San Fransisco, Amerika. London, Frankfurt, Muenchen, dan tentu saja Madinah ❤️

Penasaran?  Ikutin kelanjutan kisah Rifa bersama sahabat-sahabatnya, Abah dan Umminya, dalam bukunya 😊

Baca juga: Review Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata 

Kalimat-kalimat favorit saya dalam buku merindu baginda Nabi: 

  1. Alam semesta yang luas ini juga kecil dibandingkan kekuasaan Allah yang tiada terbatas besarnya.  Kalau Allah berkehendak, maka  terjadi begitu saja, tak ada yang bisa menghalanginya.  (halaman 7)
  2. Abahnya sangat disiplin menjaga ibadahnya, ibadahnya, juga semangat belajarnya.  (halaman 11)
  3. “Nduk, bertakwalah kepada Allah l, di mana saja kamu berada.  Dan ingat, jangan sampai kau membuat malu Baginda Nabi!  Ingat, jangan sampai kau membuat malu Baginda Nabi!” (halaman 11)
  4. Setiap keluarga punya cerita.  Setiap keluarga punya cita-cita, harapan, dan kebanggaan.  Setiap keluarga punya cara berpikir dan jalan hidupnya masing-masing.  (halaman 20)
  5. Orang-orang baik bisa di temukan di mana saja di atas muka bumi ini.  Kasih sayang dan kebaikan itu universal, secara harfiah semua manusia memilikinya. Adapun hidayah, Allah letakkan di hati siapa saja yang dikehendaki-Nya.  (halaman 22)
  6. Dan memberi oleh-oleh serta jadiah, meski sederhana itu salah satu sunnah Baginda Nabi.  Niatkan mengikuti sunnah beliau biar dapat pahala. (halaman 27)
  7. Memiliki impian besar itu penting.  Dan terkadang untuk bisa bermimpi, seseorang perlu dipancihg, dibantu atau didorong.  Tidak semua orang bisa bermimpi besar.  Atau tidak semua orang berani bermimpi besar.  (halaman 29)
  8. Al-Fatihah itu sangat mustajab jika dibaca dengan penuh kekhusyukan.  Dan Al Fatihah dan tergantung untuk apa dibaca.  Mari kita baca Al-Fatihah semoga cita-cita mulai inidiridhai dan diijabah oleh Allah.  (halaman 30)
  9. Mereka menang baca.  Kalau kita sama kuatnya dalam membaca dengan mereka, ya kita akan sama majunya.  Intinya, menurut pendapatku pribadi, mereka saat ini lebih menghargai ilmu dan ilmuwan dibanding kita.  (halaman 33).
  10. Ketika kita bisa mengatur waktu dengan baik, memanfaatkan waktu kita sama baiknya dengan mereka, disiplin tidak kalah, membaca sama kuat, kita bisa menang. (halaman 33)
  11. “Jujur dalam kekagetan itu ada perasaan bahagia luar biasa.  Ibu merasa bisa membuktikan tanpa pacaran ibu bisa dapat suami, yang Insha Allah hebat.  Sebab saat kuliah ibu pernah dicibir teman-teman sebagai perempuan kampungan, perempuan ora ayu, perempuan nggak laku, karena ibu tidak mau pacaran.  (halaman 38)
  12. “Dengar ya, Nak, jadilah seorang petarung sejati yang berjiwa besar.” (halaman 39)
  13. Nak, jika ingin jadi yang terbaik itu bagus, tapi bisa ksatria dan sportif itu jauh lebih bagus dan mulia.  (halaman 39)
  14. Satu hal yang perlu kalian catat, tidak ada prestasi yang diraih dengan bermalas-malasan.  (halaman 41)
  15. “Tidak ada kebaikan yang sia-sia (halaman 48)
  16. “Nur, hidup ini untuk berjuang.  Berjuang supaya dekat dengan Allah.  Jalan dekat dengan Allah itu bermacam-macam.  Yang bermacam-macam itu muaranya akan satu, yaitu ridha Allah, selama ikut cara Kanjeng Nabi.  Semua cara yang tidak ikut cata Kanjeng Nabi, tidak akan sampai kepada ridha Allah.  (halaman 58)
  17. Jika sudah ikhtiar maksimal harinya merasa tenang dan tinggal pasrah saja kepada Allah SWT. (Halaman 77)
  18. Dan ia tidak mau membalas kebencian dengan kebencian.  (halaman 85)
  19. Dunia ini isinya tidak hanya orang baik, ya ada orang jahat (buruk).  Jadi orang baik dan orang jahat itu pilihan.  Jadilah orang baik.  Kalau kami dinakali orang ya biarkan saja, nggak usah dibalas.  Yang penting kamu tidak nakal dan tidak berbuat nakal pada orang lain.  Kalau kamu dijahati orang ya biarkan saja, nggak usah dibalas.  Yang penting kami tidak jahat dan tidak menjahati orang lain.  Kalau kamu difitnah orang ya biarkan saja, nggak usah dibalas.  Yang penting kamu tidak memfitnah orang lain.  Kalau kami berbuat kebajikan tetapi tidak dianggap oleh orang lain ya biarkan saja, tidak usah dipikir, sebab Gusti Allah itu Maha Adil.  (halaman 86)
  20. “Kalau Allah bersamamu, apalagi yang kamu khawatirkan?” (halaman 86)
  21. “Kecanduan pornografi dan narkoba itu sama merusaknya.  Tetapi kecanduan pornografi dua kali bahkan tiga kali lebih merusak.  Jika narkoba itu merusak tiga bagian otak, pornografi lebih dahsyat, yaitu merusak lima bagian otak.  Kerusakan otak akibat pornografi sudah dibuktikan secara ilmiah dan bisa dilihat secara fisik,” jelas guru besar Kong’s College London meyakinkan.  (halaman 102)
  22. Rasa cinta Baginda Nabi kepada umatnya sangatlah besar, melebihi rasa cinta seorang ibu kepada bayi uang dilahirkannya.  Menjelang sakaratul maut uang diingat Baginda Nabi adalah umatnya.  (halaman 151)
  23. “Beruntunglah orang yang pernah melihatku kemudian beriman kepadaku dan beruntunglah orang-orang yang beriman kepadaku padahal ia tidak pernah melihatku.”  (halaman 151)
  24. “Perbanyak zikir, menyebut nama Allah,dan perbanyak shalawat selama dalam perjalanan,” pesan Pak Nur (halaman 153)

Recommend book! 📚

Happy reading! 📖

With Love, ❤️

Advertisements

6 thoughts on “[Review Buku]: Merindu Baginda Nabi Karya Habiburrahman El Shirazy

    • Iya, beliau terbaik 👍
      Walaupun belum baca semua bukunya, tapi buku yang pernah saya baca, selalu saja main di dalam dan luar negeri. Adakah bukunya yang settingnya di dalam negeri saja kak?

      • Yang sy suka dri beliau, setting cerita bisa diceritakan dgn detail.

        Saya juga belum semua, termasuk api tauhid. Heheheh.

        Dalam negeri ya, seperti Takdir cinta zahrana, dalam mihrab cinta settingnya di indonesia mba ai.

      • Iya, betul kak 👍

        Api Tauhid, salah satu bukunya yang bagus, unsur sejarahnya diceritakan dg detail, jangan sampai kelewatan dibaca 😄

        Wah dua judul novel tersebut saya belum baca hehehe, terima kasih infonya Kak Wi 😊

  1. Siap Kak, gpp kak, ditulis aja judul bukunya biar gak kelewat baca 😁

    Siap kak, mesti order dulu ini. Sementara list bacaan yg belum dibaca masih banyak 😆😆😆
    Terima kasih buat rekomendasinya.

    Saya seharian ini baca Bait-Bait Multazam ❤️❤️
    Rekomen dari kak Wi, aaaaah sukkaaaaa, terima kasih ya kak ❤️
    Sebelum tidur mau tamatin dulu bacanya 😄😄

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s