[Review Buku Sejarah]: Riwayat Rasulullah SAW

Ada banyak buku-buku tentang Nabi Muhammad, baik yang ditulis oleh penulis barat, maupun penulis Muslim. Namun, buku karya Hadhrat Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad ini akan selalu jadi buku favorit saya tentang biografi perjalanan hidup Rasulullah SAW.  Ketika tiba pada bagian haji terakhir di halaman 210, kemudian hari-hari terakhir kehidupan Rasulullah SAW dihalaman 219, Rasulullah wafat di halaman 221, selalu sukses membuat saya nangis sesegukkan, seakan menyaksikkan moment tersebut, MasyaAllah

Judul Buku          : RIWAYAT RASULULLAH SAW
Judul Asli            : LIFE OF MUHAMMAD
Penulis                :  Hadhrat Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad
Penterjemah       :  Mian Abdul Hayye HP, Sukri Barmawi, Syafi’i R. Batuah, R. Ahmad Anwar
Tahun Terbit       :  Cetakan I, UK, 1990. Cetakan 6 : UK, Maret 2013
Jumlah Halaman: 285 Halaman
Penerbit             : Neratja Press

Buku ini Riwayat Rasulullah SAW  berisi tentang :

  • Arabia saat Rasulullah SAW lahir
  • Pernikahan Rasulullah SAW dengan Siti Khadijah
  • Rasulullah SAW menerima Wahyu pertama
  • Pengikut pertama
  • Kaum Mukmin dianiaya
  • Tabligh Islam
  • Hijrah ke Abessinia
  • Umar ra masuk islam
  • Aniaya bertambah besar
  • Rasulullah SAW ke Ta’if
  • Islam menyebar di Medinah
  • Sumpah pertama di Aqaba
  • Hijrah
  • Suraqa memburu Rasulullah SAW
  • Rasulullah SAW tiba di Medinah
  • Abu Ayub Ansari tuan rumah bagi Rasulullah SAW
  • Kehidupan tidak aman di Medinah
  • Perjanjian diantara berbagai suku di Medinah
  • Pertempuran Badar
  • Kabar gaib agung yang sempurna
  • Pertempuran Uhud
  • Kemenangan berubah jadi kekalahan
  • Isyu wafat Rasulullah SAW sampai ke Medinah
  • Pertempuran dengan Banu Mustaliq
  • Pertempuran Khandak (Parit)
  • Melawan kekuatan yang sangat besar
  • Pengkhianatan Banu Quraiza
  • Laskar persekutuan melarikan diri
  • Banu Quraiza dihukum
  • Keputusan Sa’d selaras dengan Bible
  • Adakah Rasulullah SAW berupaya meneruskan perang?
  • Ajaran Yudaisme dan Kristen mengenai perang
  • Alquran tentang perang dan damai
  • Peraturan Rasulullah SAW tentang peperangan
  • Serangan sporadis kaum Kufar
  • Rasulullah SAW berangkat ke Mekkah dengan seribu lim ratus sahabat
  • Perjanjian Hudaibiya
  • Surat-surat Rasulullah SAW kepada raja-raja
  • Surat kepada raja Persia
  • Surat kepada raja Negus
  • Surat kepada Penguasa Mesir
  • Surat kepada Pemimpin Bahrain
  • Khaibat jatuh
  • Kasyaf Rasulullah SAW menjadi sempurna
  • Pertempuran Mauta
  • Derap langkah Rasulullah SAW bersama sepuluh ribu sahabat menuju Mekkah
  • Mekkah jatuh
  • Rasulullah SAW masuk Mekkah
  • Ka’bah dibersihkan dari berhala
  • Rasulullah SAW mengampuni para musuh
  • Ikrima menjadi Muslim
  • Pertemupuran Hunain
  • Rasulullah SAW memanggilmu
  • Musuh kental menjadi pengikut yang mukhlis
  • Rasulullah SAW membagikan rampasan perang
  • Tipu muslihan Abu Amir
  • Gerakan militer ke Tabuk
  • Haji Terakhir
  • Rasulullah SAW memberikan isyarat kewafatannya
  • Hari-hari terakhir Rasulullah SAW
  • Rasulullah SAW wafat
  • Kepribadian dan watak Rasulullah SAW
  • Kesucian pikiran dan kebersihan badan Rasulullah SAW
  • Hidup sederhana Rasulullah SAW
  • Hubungan dengan Tuhan
  • Tidak setuju menghukum diri untuk menebus dosa
  • Sikap terhadap istri-istri
  • Ketinggian akhlak
  • Penguasaan diri
  • Keadilan dan perlakuan adil
  • Perhatian terhadap orang miskin
  • Menjaga kepentingan kaum miskin
  • Perlakuan terhadap wanita
  • Sikap terhadap orang yang meninggal
  • Perlakuan terhadap tetangga
  • Perlakuan terhadap sanak-saudara
  • Pergaulan baik
  • Menjadi Kepercayaan orang
  • Menutupi kesalahan orang lain
  • Kesabaran dalam kesusahan
  • Bekerjasama
  • Kejujuran
  • Ingin tahu tidak papa tempatnya
  • Jual-beli secara terus terang
  • Pesimis
  • Kekejaman terhadap hewan
  • Toleransi agama
  • Keberanian
  • Tenggang rasa terhadap orang yang kurang sopan
  • Menyempurnakan perjanjian
  • Penghargaan terhadap abdi kemanusiaan
  • Riwayat Rasulullah SAW bagai kitab terbuka.

Berikut ini saya kutip tentang bab Haji Terakhir (halaman 210 – 215).  Pada tahun ke sembilan Hijrah, Rasulullah SAW berangkat ke Mekkah untuk naik haji.  Pada saat itu beliau menerima wahyu yang mashur, berbunyi:

Hari ini telah Ku-sempurnakan agamamu bagimu, dan telah Kulengkapkan nikmat-Ku atasmu, dan telah Kusukai bagimu Islam sebagai agama (5:4).

Baca: Krisis Dunia dan jalan menuju perdamaian karya Hazrat Mirza Masroor Ahmad

Ayat ini menjelaskan bahwa amanat yang diemban Rasulullah SAW dari Tuhan yang telah dijalankan sepanjang tahun, dengan kata dan perbuatan beliau, telah lengkap.  Tiap bagian amat ini adalah rahmat.  Amanat yang disempurnakan sekarang mengandung rahmat paling  luhur yang disimpulkan dalam nama “Al-Islam,” yang berarti “penyerahan diri.”  Penyerahan diri seyogyanyan menjadi agama kaum Muslimin. Agama seluruh umat manusia.  Rasulullah SAW membacakan ayat ini di lembah Muzdalifa, saat para peziarah berkumpul.  Kembali dari Muzdalifa, Rasulullah SAW berhenti di Mina.  Hari itu adalah har kesebalas bulan Dzul-Hijah.  Rasulullah SAW berdiri di hadapan khalayak ramai kaum Muslim dan mengucapkan khutbah yang termasyhur dalam sejarah  sebagai Khutbatul-Wida.  Dalam Khutbah itu beliau bersabda:

Wahai sekalian manusia, dengarkanlah baik-baik.  Sebab aku tidak tahu apa aku akan berdiri lagi di hadapan kalian di lembah ini dan mengucapkan khutbah seperti aku berkhotbah sekarang atau tidak.  Jiwamu dan harta milikmu telah dikebalkan oleh Tuhan dari serangan-serangan oleh satu sama lain sampai Hari Pembalasan.

Tuhan telah menetapkan untuk tiap orang bagian dalam harta warisan.  Sekarang tidak diizinkan pembagian warisan yang merugikan kepentingan ahli waris yang sah.  Seorang anak yang dilahirkan si suatu rumah mana pun akan dipandang anak ayah dalam rumah itu.  Siapa membantah kebapakan anak itu, bertanggung jawab dan dapat dijatuhi hukuman menurut hukum Islam.  Barangsiapa menghubungkan kelahirannya dengan ayah orang lain, atau mengakui dengan palsu seseorang sebagai tuannya, atau mengakui dengan palsu seseorang sebagai tuannya, Tuhan, Malaikat-Malaikat-Nya dan seluruh umat manusia akan mengutuknya.

Wahai, sekalian manusia, kalian mempunyai beberapa hak atas isteri-isterimu, tetapi isteri-isterimu pun mempunyai beberapa hak atas kalian.  Hakmu atas mereka ialah, mereka harus hidup suci dan tidak menempuh jalan yang membawa kebinasaan kepada suaminya dalam pandangan kaumnya.  Jika isteri-isterimu, tidak hidup sesuai dengan ini, maka kalian berhak menghukum mereka.  Kalian dapat memberikan hukuman kepada mereka sesudah mengadakan penyelidikan yang tepat oleh suatu badan yang berwenang, dan setelah hakmu memberikan hukuman dalam perkara demikian hendaknya tidak berbuat hal demikian, dan tindak-tanduk mereka tidk akan menimbulkan kecemaran kepada suami mereka, maka kalian wajib menjamin makan, pakaian, dan perumahan, sesuai dengan tingkat kehidupanmu sendiri.  Ingatlah, kalian harus senantiasa memperlakukan isteri-isterimu dengan baik.  Tuhan telah membebani kalian dengan kewajiban memelihara mereka.  Wanita itu lemah dan tidak dapat menjaga hak-hk mereka sendiri.  Bila kalian nikah, Tuhan menunjuk kalian sebagai pengemban amanat hak-hak itu.  Kalian  telah membawa istri-istrimu ke rumahmu di bawah naungan Hukum Tuhan. Maka kalian hendaknya tidak melanggar amanat yang telah diletakkan Tuhan dalam tanganmu. Wahai, sekalian manusia, kalian masih mempunyai beberapa tawanan perang. Maka, aku menasihatkan kepadamu untuk memberi makan dan pakaian yang sama seperti yang kalian makan dan pakai sendiri. Jika mereka berbuat kesalahan yang kalian tidak dapat memaafkannya, berikanlah dia kepada orang lain. Mereka itu sebagian dari makhluk Tuhan juga. Menyakiti mereka atau menyusahkan mereka tidak dibenarkan. Wahai, sekalian manusia! Apa- apa yang kukatakan kepada kalian, harus kalian ikuti dan ingat-ingat. Semua Muslim itu saudara antara satu sama lain. Semua kalian sama. Semua orang, dari bangsa atau suku mana pun mereka datang, dan martabat hidup apa pun yang mereka pegang, adalah sama.
Sambil bersabda demikian Rasulullah mengangkat tangan beliau dan merapatkan jari-jari tangan yang satu dengan jari-jari tangan yang lain dan kemudian bersabda:
Seperti jari-jari kedua tangan ini sama, demikian pulalah manusia itu sama dengan manusia lain. Tak seorang pun mempunyai hak apa pun, kelebihan apa pun atas orang lain. Semua kalian adalah bersaudara.
Seterusnya Rasulullah s.a.w. bersabda :
Tahukah kalian bulan apa bulan ini? Daerah apakah ini? Hari apakah sekarang ini?
Kaum Muslimin menjawab bahwa mereka mengetahui bulan itu bulan suci, tanah itu tanah suci, dan hari itu hari Haji. Maka Rasulullah s.a.w. bersabda:
Seperti halnya bulan ini suci, tanah ini tanah suci dan hari ini hari suci, demikian pula halnya Tuhan telah menjadikan jiwa, harta-benda dan kehormatan tiap-tiap orang suci. Merampas jiwa seseorang atau harta-bendanya atau menyerang kehormatannya adalah tidak adil dan salah, sama halnya seperti menodai kesucian hari ini, bulan ini, dan daerah ini. Apa yang kuperintahkan pada hari ini dan di daerah ini berarti bukan hanya untuk hari ini. Perintah-perintah ini adalah untuk sepanjang masa. Kalian diharapkan mengingat dan bertindak sesuai dengannya sampai kalian meninggalkan alam dunia ini dan berangkat ke alam nanti untuk menghadap Khalik-mu.
Akhirnya beliau bersabda:
Apa-apa yang telah kukatakan kepada kalian, sampaikanlah ke pelosok-pelosok dunia. Mudah-mudahan mereka yang tidak mendengarku sekarang akan mendapatkan faedah lebih dari pada mereka yang telah mendengarnya (Sihah Sitta, Tabari, Hisyam dan Khamis).
Khutbah Rasulullah s.a.w. ini merupakan intisari seluruh ajaran dan jiwa Islam. Khutbah ini memperlihatkan betapa mendalamnya perhatian Rasulullah s.a.w. kepada kesejahteraan umat manusia dan keamanan serta perdamaian dunia; pula betapa mendalamnya perhatian beliau pada hak-hak wanita dan makhluk-makhluk lain yang lemah. Rasulullah s.a.w. mengetahui bahwa wafat beliau telah dekat. Beliau telah mendapat firasat dari Tuhan mengenai wafat beliau. Di antara perhatian dan keprihatinan beliau yang tercermin dalam ucapan adalah perhatian dan keprihatinan beliau tentang perlakuan terhadap wanita oleh kaum pria. Beliau berupaya bahwa beliau tidak meninggalkan alam dunia ini ke alam akhirat tanpa menjamin kedudukan kaum wanita sebagai hak mereka. Sejak manusia dilahirkan, wanita dipandang sebagai budak dan pelayan kaum pria. Itulah salah satu yang diperhatikan Rasulullah s.a.w.. Perhatian lain tertuju kepada tawanan-tawanan perang. Mereka dipandang dengan sikap salah dan diperlakukan sebagai budak dan menderita berbagai kekejaman dan pelampauan batas. Rasulullah s.a.w. merasa tidak boleh meninggalkan alam dunia ini tanpa menjamin tawanan-tawanan perang akan hak-hak yang merupakan milik mereka dalam pandangan Ilahi. Kesenjangan sosial antara manusia dengan manusia merupakan beban pikiran bagi Rasulullah s.a.w.. Kadang- kadang kesenjangan-kesenjangan sosial itu diperuncing sampai taraf yang tak terkendalikan. Beberapa orang dijunjung setinggi langit dan orang-orang yang lainnya dihinakan serendah-rendahnya. Keadaan yang menimbulkan kesenjangan-kesenjangan ini menjadi sebab timbulnya permusuhan dan peperangan antara bangsa dengan bangsa dan negara dengan negara. Rasulullah s.a.w. memperhatikan juga kesukaran- kesukaran ini. Jika jiwa kesenjangan tidak dibunuh dari keadaan-keadaan yang mendorong seseorang merampas hak-hak orang lain dan menyerang nyawa dan harta-benda mereka – jika keadaan-keadaan yang merajalela di masa keruntuhan akhlak itu tidak dihilangkan, perdamaian dan kemajuan dunia tidak terjamin. Beliau mengajarkan bahwa jiwa dan harta benda manusia mempunyai kesucian yang sama seperti yang terkandung di dalam hari-hari suci, bulan-bulan suci, dan tempat-tempat suci. Tidak ada orang yang mempunyai keprihatinan dan perhatian begitu besar seperti Rasulullah s.a.w. untuk kesejahteraan wanita, hak- hak si lemah dan untuk perdamaian antara bangsa-bangsa. Tidak ada seorang pun yang berbuat seperti Rasulullah s.a.w. untuk memperhatikan persamaan antara sesama umat manusia. Tidak ada orang yang begitu merana, demi kebaikan manusia, seperti beliau. Maka hal itu tidak mengherankan jika Islam senantiasa menjunjung hak-hak wanita untuk memiliki dan mendapatkan harta warisan. Bangsa-bangsa Eropa tidak memaklumi hak ini sebelum kira-kira seribu tiga ratus tahun sesudah Islam lahir. Tiap-tiap orang yang masuk Islam menjadi setara dengan lainnya sekalipun ia berasal dan kalangan masyarakat yang rendah. Kemerdekaan dan persamaan adalah sumbangan yang menjadi ciri khas Islam kepada peradaban dunia. Konsepsi agama-agama lain mengenai kemerdekaan dan persamaan adalah jauh tertinggal oleh konsepsi yang diajarkan dan diamalkan oleh Islam.
Di dalam mesjid, seorang raja, seorang pemimpin agama, dan seorang rakyat jelata mempunyai kedudukan yang sama; tidak ada perbedaan antara mereka. Di tempat-tempat peribadatan agama-agama dan bangsa-bangsa lain, perbedaan-perbedaan itu ada sampai hari ini walaupun agama-agama dan bangsa-bangsa itu menggemborkan telah berbuat lebih daripada Islam untuk kemerdekaan dan persamaan.

Buku ini juga saya baca saat saya mempersiapkan diri untuk keberangkatan umroh saya tahun 2014, sebagai bagian dari perjalanan saya untuk menjalankan ibadah umrah.  Karena tahun 2018 belum bisa menjankan ibadah haji, saya teringat buku ini dan membacanya kembali, sebagai pengobat rinduku padamu Ya Rasulullah SAW.

 Happy reading! 🙂

With Love,

Advertisements

17 thoughts on “[Review Buku Sejarah]: Riwayat Rasulullah SAW

      1. Hahaha. Teliti si ngga. Mungkin karena di awal jadi keliatan.

        Sama2 mba ai. Saya juga sering keliru kalau nulis padahal udh baca berkali-kali.

      2. Hahahah. Ga apa-apa mba ai. Itu membuktikan kalau penulis itu orangnya sabar. 😂 kadang bisa sampai lebih tiga x baca tetap aja salahnya. 😁😁

      3. Hahaha Iya juga ya Kak 😂😂
        udah dibaca berulang-ulang, berasa ok, eh pas baca udah di publish masih ada aja yg kurang.
        Selama ini cuma jadi penikmat buku, ternyata kalau jadi penulis itu tidak mudah Kak 😂

      4. Betul banget kak Wi, jadi lebih menghargai karya orang lain. Karena nyatanya: Lebih mudah menjadi penikmat, ketimbang pelaku. Lebih mudah jadi pembaca, ketimbang jadi penulis.
        Dan kini, setelah mulai proses belajar menulis, saya pun jadi belajar memahami, bahwa menjadi penulis itu tidak mudah, butuh proses latihan yang sangat panjaaang untuk bisa menyajikan tulisan yang akan dinikmati pembacanya ❤️

      5. Penulis best seller udah tentu banyak jam terbangnya. Ayok kita perbanyak jam kita. Hehehe. Biar ga jadi penikmat aja tapi karya kita di nikmati. Aamiin ya Allah. 😄

      6. Iya kak, jam terbang berbicara 😄
        Mereka pasti melewati banyak proses yg melelahkan hingga bisa bisa melahirkan karya yg jadi best seller book 📚
        Ayo kak, kita pasti bisa.
        Aamiin Aamiin Aamiin Ya Allah

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s