[Review Buku]: Hafalan Shalat Delisa Karya Tere Liye

Salah satu buku dengan rating tertinggi di http://www.goodreads.com 4 dari 5 bintang. 

Novel tentang bacaan shalat anak 6 tahun denga latar bencana Tsunami ini sangat mengharukan.  Nilai keikhlasan dengan halus di jalin pengarangnya ke dalam plot cerita dunia kanak-kanak ini.  Saya membacanya dengan rasa sentimental, karena selepas tsunami saya pernah bolak balik ke Lhok Nga itu.”  —Taufik Ismail, Penyair 

“Buku yang indah dan ditulis dalam kesadaran ibadah.  Buku ini mengajak kita mencintai kehidupan, juga kematian, mencintai anugerah juga musibah, dan mencintai indhanya hidayah.” —Habiburrahman El Shirazy.  Novelis/Penulis best seller ayat-ayat cinta

Novel ini disajikan dengan gaya sederhana,namun sangat menyentuh.  Penulis berhasil menghadirkan tokoh-tokoh dan suasana dengan begitu hidup, Islami dan Luar biasa.  Pantas dibaca oleh siapa  saja yang ingin mendapatkan pencerahan rohani.” —Ahmadun Yosi Herfanda.  Sastrawan dan Redaktur  Sastra Republika 

Dramatis tanpa perlu hiperbolic. Menyentuh tanpa perlu mengaharu-biru. Kecerdasan dalam kepolosan.  Terkadang malu sendiri ketika menyimak si mungil Delisa.  Seolah menonton film dokumenter ketika membacanya lembar demi lembar. Two thumbs up!” —Azzar Kuntoazi. Fotogafer, Pembaca pertama novel ini; penikmat sastra.

Hafalan Salat Delisa, adalah buku pertama yang saya baca dari karya-karyanya Tere Liye dengan cover buku yang awal, pinjaman dari seorang sahabat.  Sehingga awalnya saya kira Tere Liye itu penulis religi.  Saya mulai baca buku Tere Liye tahun 2010 *duh ketinggalan, padahal bukunya sudah terbit tahun 2005* 😂 Terima kasih untuk sahabat saya, yang sudah memperkenalkan saya dengan karya Tere Liye. 

Baca juga: Resensi buku Komet Minor, Komet, serta Ceros dan Batozar karya Tere Liye

Dari buku ini kemudian buku-buku berikutnya yang berbeda, pada akhirnya kini saya tahu bahwa tulisan Tere Liye itu tidak melulu tentang religi, banyak mengangkat tema tentang hal umum, tapi hebatnya Tere Liye itu buku-bukunya gak berat.  Sederhana, namun selalu memberikan nasihat dan pesan-pesan yang bagus.  Dan terkadang, bagi saya pribadi, hal sederhana itu bisa terasa istimewa.  Terbukti sudah puluhan karya yang dihasilkan oleh Tere Liye, tapi saya belum bosen malah selalu menunggu karya-karya berikutnya 😁 Bahkan, sambil menunggu karya berikutnya, terkadang saya juga baca lagi buku yang sudah saya baca.  Berhubung belum review buku ini, saya pun akan menuliskan reviewnya.  Btw, saya lebih suka cover yang tahun 2018 ini 😊

Delisa anak perempuan yang bermata hijau, bening dan umurnya baru mencecah lima tahun. Dia hidup dalam keluarganya yang sebegitu, dia cuba menghafal bacaan dalam solat dengan bantuan ibu dan kakaknya.o

Namun Tuhan lebih tahu apa yang lebih baik untuk hamba-Nya. Tsunami datang melumatkan senyuman pada wajah Delisa. Tsunami mengambil segala-galanya, keluarga juga kaki kecilnya. Yang tersisa, hanya dia dan ayahnya, dan dalam keadaan sebegitu apakah Delisa mampu tetap tersenyum seperti dahulu dan menyudahkan hafalannya?

Alisa Delisa adalah seorang gadis kecil yang ingin menghafal hafalan shalat untuk ujian praktek yang akan dilakukannya didepan kelas. Awalnya dia sangat bersemangat menghafal karena Ummi Salamah membeli kalung emas serta sepedah dari Abi sebagai jaminan kelulusan ujian praktek Delisa. Tapi malangnya bencana tsunami melanda ketika dia menghafal didepan kelas, hal itu membuat Delisa harus kehilangan keluarganya, kehilangan satu kakinya. Namun dia tetap tegar menerimanaya, ia besyukur masih memiliki Abi Usman, cobaan ini membuat Delisa belajar memahami arti keikhlasan, ikhlas menghafal bacaan shalat hanya karena Allah Swt semata,bukan untuk mendapat hadiah dari Ummi dan Abi.

Baca : review Anak Rantau karya A. Fuadi

Moral of the story, pesan dalam novel ini:  Setiap permasalahan pasti ada jalannya.  Jangan menyerah dengan keadaan, tetap bertahan, berjuang, dan tegar untuk menghadapi segala ujian.  Bersyukur dan tetap ikhlas atas segala pemberian ALLAH SWT.  Novel Tere Liye ini benar-benar mengharukan 😂 Novel ini sangat bagus untuk dibaca semua kalangan, baik anak-anak maupun remaja bahkan orang tua sekalipun. Pesan yang tersirat memberikan banyak inspirasi bagi para pembacanya. Isinya penuh dengan perenungan bagi siapa saja yang khusyu’ mengkhayati alur cerita ini, isi cerita dibalut dengan suasana tegang, haru, serta menonjolkan keharmonisan keluarga berbalut islami ditengah pulau Lhok Ngah,Aceh yang menjadi setting tempat untuk novel ini. 

Bahasa yang digunakan sederhana sehingga mudah dipahami, penulis menyajikan imajinasi untuk para pembaca mengenai alur dan setting cerita tersebut mengenai tsunami di Aceh tanggal 26 Desember tahun 2004 dan kehidupan usai dilanda bencana menggetarkan dunia tersebut. 

 Novel Hafalan shalat Delisa ini, sudah difilmkan pada tanggal 22 Desember 2011.  Dan ini novel pertama Tere Liye yang diangkat ke layar lebar.  Meskipun filmnya sudah sering diputar di TV, tapi saya malah belum pernah  nonton filmnya sampai habis 😁

Baca : review Sunset bersama Rosie karya Tere Liye

Saya sangat berterimakasih sekali kepada sahabat saya, dan saya akan selalu ingat perkenalan pertama saya dengan karya Tere Liye, yaitu lewat buku ini.  Buku ini telah memikat hati saya dalam arti untuk terus mengikuti dan membaca karya-karya penulisnya.  Buku ini recommended banget!  Rating saya 5/5. Saya pernah menulis email ke Tere Liye, alhamdulillah dibalas oleh beliau.  Salah satu yang beliau sampikan ke saya “Pinjamkan koleksimu ke teman-temanmu.” Nah berhubung gak semua teman saya suka baca, atau bahkan selera bacanya berbeda dengan saya, maka cara saya meminjamkan koleksi saya yaitu dengan mereview buku 😊 

Suka covernya yang ini ❤️❤️

Judul Buku         : HAFALAN SHALAT DELISA
Penulis               : Tere Liye
Penerbit             :  Republika Penerbit
Tahun Terbit       :  Cetakan I, November 2005.  Cetakan XXXI, Maret 2018
Jumlah Halaman: 266 Halaman

Kalimat-kalimat favorit saya dalam buku Hafalan Solat Delisa:

  1. Memuji itu mudah sekali dilakukan, dan orang yang menerimanya akan riang. Jadi kenapa orang-orang tidak saling memuji dengan tulus saja? (halaman 57).
  2. Raut dan bentuk kesedihan sama di seluruh dunia. Universal! Kesedihan tidak memerlukan perantara bahasa. (halaman 105)
  3. Jangan pernah lihat hadiah dari bentuknya. Lihatlah dari niatnya. InsyaAllah hadiahnya terasa lebih indah (hal. 216)
  4. Orang-orang yang kesulitan melakukan kebaikan itu, mungkin karena hatinya. Hatinya tidak ikhlas, hatinya jauh dari ketulusan (hal. 245)
  5. Cukuplah percaya dengan satu janji-Mu. Maka kehidupan di dunia ini akan terasa jauh lebih indah. Semuanya akan terasa jauh kebih indah. Yakinlah! (hal. 262)
  6. “Marah dan menangis itu satu jenis. Kalian akan menangis jika saking marahnya. Menangis itu juga satu jenis dengan senang. Kalian akan menangis jika saking senangnya. Dan tentu saja menangis itu benar-benar satu jenis dengan sedih.”
  7. Kita belajar shalat itu hadiahnya ngga sebanding dengan kalung, hadiahnya sebanding dengan surga.”
  8. “Muslim yang baik selalu bisa menghargai waktu.”
  9. Sungguh saudara-saudara kita akan menjadi tameng api neraka, maka berbuat baiklah kepada mereka. Sungguh adik-kakak kita akan menjadi perisai cambuk malaikat, maka berbuat baiklah kepada mereka. Sungguh saudara-saudara kita akan menjadi penghalang siksa dan azab himpitan liang kubur, maka berbuat baiklah kepada mereka.”

Hal yang membuat saya selalu tertarik dengan buku-buku karya Tere Liye, salah satunya Tere Liye menyajikan buku dengan berbagai genre, dari puluhan buku yang sudah ditulisanya, berikut ini genre-genrenya:

  1. Genre Novel anak – anak dan keluarga : Hafalan Solat Delisa, Moga Bunda Disayang AllahBidadari-Bidadari Surga (recover jadi Dia adalah Kakakku), kemudian ada serial Anak-Anak Mamak  ada : ElianaBurlianPukat dan Amelia,
  2. Genre romance : Berjuta Rasanya, Sepotong Hati Yang BaruDaun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin,  sunset dan rosie,  aku kau dan sepucuk angpau merah,
  3. Genre fantasy : Ayahku Bukan PembohongHarga Sebuah PercayaSERIAL BUMI (Bumi, Bulan, Matahari, BintangCeros & Batozar serta buku kelima Komet).
  4. Genre ekonomi dan politiknegeri para bedebahnegeri di ujung tanduk.
  5. Genre action : pulang , pergi
  6. Genre sejarah : Rindu,
  7. Genre science and fiction bercampur romance, lingkungan hidup: Hujan 
  8. Kumpulan Quote : #About friends dan #About Love
  9. Kumpulan puisidikatakan atau tidak dikatakan, itu tetap cinta
  10. Genre Biografi tapi tidak pure lebih banyak unsur refleksi: Rembulan Tenggelam di Wajahmu
  11. Eksperimen berikutnya genre biografi (menceritakan kehidupan seseorang dari lahir sampai dengan meninggal): TENTANG KAMU 

Happy reading! 📚 📖😊

With Love, ❤️💙

Advertisements

14 thoughts on “[Review Buku]: Hafalan Shalat Delisa Karya Tere Liye

    1. Ayo kak, coba baca buku-buku karya beliau, seru loh! 😊
      Saya rekomendasikan buku serial bumi (kalau suka genre fantasy). Menurut saya buku-buku beliau banyak yang bagus, tapi itu tergantung selera juga heheh
      Selamat membaca buku kak 😊

      Liked by 1 person

      1. Berkat direkomenin kak Wi, saya cari-cari kali aja ada gitu di internet, tapi belum nemu 😂😂😂
        Cuma dapet yg the making-nya aja 30 menit, itu aja udah keren, jadi pengen Nonton, nampaknya harus lihat di tv 😂

        Liked by 1 person

Leave a Reply to febridwicahya Cancel reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s