[Review Buku Sejarah] : Muhammad Al-Fatih 1435

Sinopsis:

Ini adalah kisah ketika dunia hanya mengenal dua wilayah, Barat dan Timur. Ini adalah persaingan antara dua negara; Imperium Romawi dan Khilafah Islam. Ini adalah cerita saat dunia terpolarisasi menjadi dua bagian; Kristen dan Islam. Ini adalah epik antara dua kekuasaan; Byzantium dan Utsmani.

Pada suatu masa ketika dunia hanya terbagi menjadi dua bagian, sudah menjadi kewajaran bagi Barat untuk menaklukkan Timur. Namun ada satu pemuda yang membalik semuanya dan menaklukkan sebagian besar Barat. Pemuda yang mengukir namanya dalam sejarah emas dunia,dengan prestasi dan pencapaian yang tidak pernah ada pada masanya ataupun sebelumnya, prestasi yang jauh melebihi masanya.

Ini adalah salah satu pertempuran paling penting dalam sejarah Islam dan sejarah dunia. Pertempuran yang sangat berpengaruh pada relasi Kristen dan Islam. Serta panglima terbaik yang telah diramalkan oleh Rasulullah saw.

“Sungguh, Konstantinopel akan ditaklukan oleh kalian.  Maka sebaik-baiknya pemimpin adalah pemimpinnya dan sebaik-baik pasukannya adalah pasukan yang menaklukkannya.” (HR. Ahmad)

Saya baca buku ini justru setelah dari Turki akhir tahun 2015.  Kalau saja saya baca buku ini sebelum Turki, pasti perjalanan saya kesana salah satunya bisa sekalian napak tilas sejarah Muhammad Al-Fatih.  Waktu itu padahal saya pun melewati Rumeli Hisari, tapi tidak tahu sejarahnya 😂 ternyata bangunan tersebut hanya di bangun dalam waktu 4 bulan dibawah kepemimpinan Sultan Mehmed II.  Wow 😲 amazing! 

Bagi yang suka buku tentang sejarah, buku ini recommended banget.  Di tengah membaca buku ini, saya dikasih tahu adik sepupu yang lihat saya baca buku ini.  Dia bilang “Teh, suka sejarah Muhammad Al-Fatih?”  Saya bilang “suka”.  “Aku udah nonton filmnya Teh, bagus banget, nanti aku kasih link-nya, aku wa ke Teteh.”  Tak lama kemudian adik Sepupu saya mengirimkan link tersebut. Maka, belum tuntas baca bukunya saya nonton filmnya di youtube, dan filmnya keren banget, buat yang suka sejarah, film ini recommended bagus.  Saya sampai nonton 2 kali, pertama sebelum selesai baca buku, kedua setelah selesai baca buku ditemani adik sepupu yang ngajak nonton lagi.”  Filmnya ada di YouTube.

Saya kira, setelah membaca buku ini, buat yang belum berkunjung, pasti ada keinginan untuk bisa berkunjung ke Turki, dan kini saya berdoa semoga kelak bisa datang lagi ke Turki, setelah baca buku novel sejarah tentang Ibnu Sina dan kini selesai baca Buku Muhammad Al-Fatih 1453, selain impian bisa menikmati sunrise di Cappadocia dengan hot air ballon, dua buku sejarah tersebut membuat saya bermimpi bisa explore Turkey, menjelajahi setiap sudutnya, dan belajar sejarah dari sang penakluk kota konstantinopel. Kota yang awalnya bernama Byzantium, kemudian berubah menjadi kota Konstantinopel, yang kini lebih dikenal dengan nama kota Istanbul, satu-satunya kota di dunia yang terletak diantara dua benua: Asia dan Eropa.  Ini buku tentang sejarah islam. 

Baca juga:  [Novel Sejarah] : Review dan Sinopsis Api Tauhid karya Habiburrahman El Shirazy

Menurut penulisnya, sejarah memberikan kepada seseorang lebih dari sekedar informasi, ia menyusun cara berfikir seseorang saat ini dan menentukan langkah apa yang akan diambil pada masa yang akan datang.  “History is a people’s memory, and without a memory, man is demoted to the lower animals” begitu Malcolm-X.  Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani dalam At-Takfir bahkan menyampaikan kepada kita bahwa “berfikir tidak akan bisa terwujud kecuali dengan adanya informasi terdahulu” dan ini adalah sejarah.  Lebih daripada itu, sejarah adalah informarsi, ia akan mempengaruhi siapapun yang membacanya dan membentuknya persis seperti tokoh yang menjadi sentral dalam sejarah (hlm. ix).  Ada cara yang menyenangkan untuk mengubah kepribadian Anda agar menjadi selevel para ksatria Islam yang terpisah zaman dan waktu, bacalah sejarah. (hlm. x)

Mehmed II Bin Murad II diberi gelar al-Fatih.  Itulah sebuah kisah sejarah yang sungguh Indah dalam  ketakwaan kepada Allah SWT.   Mehmed II, begitulah Muhammad Al-Fatih kerap disebut dalam buku ini. Usianya baru 21 tahun lewat 2 bulan ketika itu, namun bisyarah Rasulullah keluar dari lisannya yang mulia berhasil direalisasikan.  Fatih Sultan Mehmed, begitulah lidah orang Turki menyebutnya, The Grand Turk Mehmet, begitu gelar yang diberikan Eropa kepadanya, namun ia lebih dikenal di dunia Islam sebagai Muhammad Al-Fatih.   Namun, ummatnya mempunyai panggilan sayang kepadanya atas prestasi yang kelak akan dia persembahkan kepada kemanusiaan dan peradaban, Abu Al-Khair, bapak kebaikan, begitulah panggilannya (hlm. 256)

Baca juga : review buku Best Of Turki, Serba – serbi Turki, dan Wisata hemat Istanbul dan Cappadocia 

juga Journey to the greatest Ottoman

Diawali dengan  mengenai usaha penaklukkan Konstantinopel sebelum masa Mehmed II.  Kemudian cerita tentang keluarga Muhammad Al-Fatih, chapter selanjutnya cukup mudah dicerna. Penulis bisa meyakinkan ke pembaca bahwa apa yang ia sampaikan melalui buku ini adalah hal penting yang perlu diketahui pembacanya. Dalam buku ini juga dibahas pada suatu masa dimana dunia itu “terbelah dua”, muslim dan kristen (Kristen ortodoks dan Kristen Roma), kemudian antara barat dan timur. Setelah Rasulullah saw. wafat, ada umat muslim setangguh ini, sepatuh ini, sepintar ini, dan seberani ini, dan  ada seorang muslim yang sangat ditakuti oleh lawannya, sampai ketika ia wafat, lawannya berteriak bahagia, “elang perkasa itu telah tiada”, beliaulah Sultan Mehmed II 

Sebaik-baik Pemimpin: Mehmed II bukanlah putra pertama, tubuhnya kecil, tidak terpikir bahwa ialah yang dapat membuktikan kebenaran Hadits Rasulullah saw tentang takluknya Konstantinopel. Semua itu bermula dari terbunuhnya kakaknya, lantas dimulailah semuanya. Ia didik untuk kelak menjadi pemimpin tangguh kesultanan Utsmani. Kemampuan berperang, ibadah yang sangat kuat, kemampuan di banyak bahasa, dan banyak kehebatan lain, akhirnya membawanya sebagai sosok yang ditakuti seluruh pihak yang tidak menginginkan Islam memimpin dunia saat itu.

Konstantinopel, suatu kota yang berusaha ditaklukkan selama 11 abad. Bukan suatu hal yang mudah ataupun biasa saja untuk dapat menemubus benteng kokohnya, bahkan untuk sebaik-baik pemimpin ini. Mehmed II harus menempuh jalan panjang untuk akhirnya mengibarkan bendera Islam di kota indah yang saat itu menjadi sorotan seluruh dunia. Permasalahan dimulai dari internal, pada awalnya, beberapa tokoh di kesultanan Utsmani tidak menginginkan usaha penaklukan konstantinopel, tapi ada satu hal hebat yang memang seharusnya menjadi ciri muslim, patuh pada pemimpinnya selama perintahnya haqq. Pihak-pihak yang tidak menginginkan penaklukan ini tetap tunduk pada pemimpinnya dan berangkat berperang.

Baca juga: petualangan spektakuler di Turki

Usaha untuk menguasai Konstantinopel menjadi satu hal yang sudah direncanakan Mehmed II jauh-jauh hari sebelum berperang. Di kala malam, matanya tak terpejam, membuka peta untuk merancang strategi. Sejumlah persenjataan disiapkan. Dengan bantuan seorang ahli senjata, pada peperangan ini, kaum muslim mengagetkan lawannya dengan membawa senjata yang dapat melemparkan pelurunya seberat ratusan kilogram, untuk menghancurkan tembok kokoh Konstantinopel. Selain mengguncangkan lawan dengan senjata menakjubkannya, ada satu hal menarik yang dilakukan Mehmed II, yang membuat lawannya bertanya-tanya. Mehmed II bersama pasukannya, dapat memindahkan 72 kapal melintasi gunung dalam semalam, karena jalan laut tertutup rantai besar Konstantinopel. Dari selat Bosphorus ke selat Tanduk. Bayangkan saja, bagaimana kapal-kapal itu dapat berjalan bukan di atas air dan seluruhnya berpindah dalam semalam.

Tidak hanya perkara strategi berperang, Mehmed II harus memikirkan bagaimana memenuhi kebutuhan hidup ratusan ribu muslim yang berangkat berperang berpuluh-puluh hari dimana setiap orang setiap hari membutuhkan makan, minum, dan buang air. Beban yang sangat besar memang ditempuhnya, sang Al-Fatih.

Itulah sedikit cerita mengenai bagaimana perjalanan sang Al-Fatih sebelum Konstantinopel takluk. Tapi ada satu hal lagi, yang ingin disampaikan penulis tentang Mehmed II. Mehmed II adalah seorang muslim yang sangat taat. Ia bukan hanya seorang yang tak pernah sekalipun meninggalkan shalat wajib. Ia tidak pernah masbuq sekalipun, ia tak pernah meninggalkan shalat rawatib sekalipun, ia tak pernah meninggalkan tahajud sekalipun, ya semua itu ia lakukan semenjak baligh.

Semenjak 29 Mei 1453, hari penaklukan Konstantinopel, ia menjadi sosok pemimpin yang membuat banyak penduduk Konstantinopel akhirnya takjub pada Islam. Ternyata di bawah pimpinannya, rakyat tetap damai, tak ada paksaan untuk memegang Islam, namun banyak pihak memilih masuk Islam karena ternyata Islam dapat memimpin dengan baik dan damai disana, bahkan bagi rakyat nonmuslim, mereka tetap hidup damai, hanya membayar jizyah.

Di belahan lain, ia terus menjadi sosok yang ditakuti siapapun yang tidak rela menyerahkan kepemimpinan wilayahnya pada Islam. Ia selalu menaklukkan tujuan tujuan selanjutnya. Sampai pada suatu hari, ketika ia sudah menyiapkan segalanya untuk menaklukkan Roma, Allah swt. memanggilnya. Mungkin Allah ingin membaginya pada seorang lain, untuk nanti menaklukkan Roma.  Muhammad Al-Fatih menutup usianya dalam kondisi bersiap untuk membuka Roma pada 3 Mei 1481 dalam usia 49 tahun.

Sebaik -baik Pasukan. Inilah sebaik-baik pasukan yang disiapkan Allah swt. untuk menaklukkan kota yang sudah berusaha ditaklukkan berbagai pihak 11 abad sebelumnya. Mereka adalah ratusan ribu muslim yang tunduk pada Muhammad Al-Fatih, sebaik-baik pemimpin yang memandu mereka. Mereka berdiri tangguh namun tetap patuh pada pemimpinnya, namun tetap tunduk pada penciptanya.

Ada satu hal menarik tentang pasukan ini yang diceritakan pada bagian akhir buku. Shalat Jum’at pertama setelah takluknya Konstntinopel, semuanya menanyakan tentang siapa imam shalat Jum’at-nya. Sang pemimpin menyuruh semua jama’ah berdiri. Ia memerintahkan, barangsiapa yang pernah meninggalkan shalat wajib setelah baligh, silahkan duduk. Tidak satupun dari mereka duduk. Ya, inilah sebaik-baiknya pasukan. Lalu dilanjutkan, barangsiapa yang pernah meninggalkan shalat sunnah rawatib silahkan duduk. Hanya sebagian yang duduk. Ya, inilah sebaik-baiknya pasukan.

 

Judul buku:  Muhammad Al-Fatih 1454

Penulis : Felix Y. Siauw

Penerbit : Alfatih Press

Tahun Terbit : cetakan pertama, Maret 2013.  Cetakan kesebelas, Maret 2018

Jumlah halaman:  320 hlm + xxvi; 20,5 cm

Para pendidik yang berpengaruh dan jenis pendidikan yang didapatkan oleh Sultan Mehmed II semasa hidupnya berdasarkan sumber yang dapat diakses:

  1. Utsman Al-Ghazi dan Para Sultan Utsmani. 
  2. Murad II bin Beyazid. “Murad sering pula mengunjungi anak-anaknya untuk selalu mengerahkan daya dan upaya dalam pembentukan Konstantinopel.  Bahkan, Sultan Murad kerap mengunjungi Mehmed untuk menanyakan kepadanya apa yang telah diperbuat atau direncanakan oleh anaknya untuk menaklukan Konstantinopel. (hlm. 279)
  3. Para Ulama Utsmani.  “Murad mencari guru terbaik untuk mendidik Mehmed dan pilihannya jatuh kepada Syeikh Ahmad bin Ismail Al-Kurani.  Namun, ulama yang sangat berpengaruh kepada Mehmed adalah Syaikh Aaq Syamsudin.  
  4. Sejarah dan biografi Islam.  Dengan mendalami peristiwa sejarah, seseorang juga bisa ‘mengambil’ pengalaman dan pemikiran tokoh yang di bacanya tanpa harus hidup satu zaman dengannya.  Sejarah memungkinkan seseorang untuk tidak mulai kembali dari titik o,namun melanjutkan apa yang telah dibangun oleh orang-orang sebelumnya sehingga jalan menuju keberhasilan telah dekat.  Sejarah menghemat umur manusia karena seseorang yang berumur 21 tahun bisa jadi memiliki kearifan yang jauh diatas umurnya.  Dalam kasus Sultan Mehmed, sejarah tidak menjadi masa lalu berfungsi sebagai nostalgia dan romantisme tanpa arah, namun menjadi perhitungan dan perencanaan untuk menentukan keputusan di masa depan (hlm. 284)
  5. Bahasa dan Sastra.  Sesungguhnya bahasa adalah  induk seluruh disiplin ilmu karena tidak mungkin pengetahuan dan ilmu bisa eksis tanpa adanya bahasa.  Kita bisa melihat bahwa suatu peradaban.  Kita bisa melihat bahwa suatu peradaban dinilai dari bahasanya, semakin kompleks tingkat bahasanya maka semakin beradab manusianya.  (Halaman 286).  Sejak dini, Sultan Mehmed juga selalu dididik dengan beragam bahasa dan dia menunjukkan kecerdasan yang luar biasa dalam hal bahasa dan sastra yang juga menjadi kegemarannya.  Mehmed memahami secara mendalam tiga bahasa, yaitu Turki, dan Persia sebagai bahasa ibu serta bahasa Arab sebagai bahasa Islam.  Kecintaannya terhadap bahasa Arab inilah yang membuatnya mampu mengakses ilmu-ilmu Islam secara luas dalam waktu singkat.  Selain itu, Mehmed juga bisa berkomunikasi dalam bahasa Yunani, Latin, Serbia, Hebrew dan Prancis karena tujuannya sebagai penakluk terbaik mengharuskan dia untuk dapat berkomunikasi dengan berbagai bahasa. (Halaman 287).  Sultan Mehmed II, adalah contoh produk pendidikan rabbani.  Semua sifat-sifatnya didapat dari Al-Quran dan As-Sunnah, serta kepribadiaan para sahabat Rasulullah saw dan juga ksatria-ksatria Islam. (halaman 289.                                                       Buku ini sangat kaya ilmu, dalam buku ini juga terdapat daftar pustaka yang menyebutkan sumber referensi buku-buku yang menjadi rujukan  penulisnya.  Salut sama penulis, yang merupakan seorang mualaf, tapi pengetahuan Islamnya sudah sedalam ini.  Selain itu, kalau membaca buku sejarah atau buku traveling yang membahas atau menyebut nama sebuah tempat dan saya belum tahu, biasanya dulu saya akan cari lewat google image atau hastag di Istagram, tapi kalau sekarang biasanya saya akan langsung meluncur ke youtube, selain gambar lebih puas kalau lihat videonya hehe.  Salah satunya, saya menemukan video ini yang kebetulan pas banget sama penulisnya.  Selamat menikmati bukunya. 😊

Sumber Video: YouTube

Happy reading! 📖 📚😊

With Love ❤️ 

 

 

sumber video: youtube

Advertisements

14 thoughts on “[Review Buku Sejarah] : Muhammad Al-Fatih 1435

  1. Di usia muda mampu menaklukan kekaisaran yang besar. Itu lah sultan mehmed.
    Saya juga suka nonton filmnya. Entah udah berapa kali. 😁 terharu pas beliau hampir menyerah. Namun kembali bangkit. Trus terharu lagi, sebelum perang beliau dan pasukan shalat sunnah lbh dulu. 😄

    Hasan, yang berkali-kali kena panah akhirnya mampu mengibarkan bendera turki. 😇😇😇

    Liked by 1 person

    1. Ai

      Iya kak, luar biasa sekali karakter Sultan Mehmed ini.
      Wah alhamdulillah nonton filmnya juga *seneng ada temennya lagi* 😊😊
      Iya betul, difilmnya dua hari gak bertempur tapi setelah Syaikhnya datang, beliau jadi semangat lagi. Benar, terharu banget sebelum perang melaksanakan solat dulu, kalau dibukunya tanggal 28 mei 1453 beliau dan para tentaranya puasa sunat dulu, tidak ada aktifivitas kecuali mendekatkan diri kepada Allah, film tentang sejarah banyak dibikin terharunya 😂😂😭😭

      Iya, terharu dan bangga dengan perjuangan Hasan yg luar biasa,meskipun dihujani panah, akhirnya mampu mengibarkan bendera. 👍👍😇😇

      Liked by 1 person

    1. Iya Alhamdulillah, semoga akan dicetak ulang terus 😇
      Mba baca cetakan pertama?

      Setuju, biasanya baca buku sejarah kadang bikin ngantuk dan bosen, tapi buku ini asik untuk dibaca dan tetap istiqamah menikmati tulisannya mulai dari lembar pertama sampai lembar terakhir 😊

      Like

      1. iya dulu baca thn 2013 pinjem punya teman😅😅😅 eh mau beli buat koleksi gak jadi2, jadi pingin baca ulang lg hehe. Gara2 ini buku juga kayaknya banyak ortu indo bikin nama anaknya Muhammad Al-Fatih😂 Masya Allah.

        tapi ada lg kayak buku kelanjutannya. The Chronicles of Ghazi. ceritain tntg kesultanan ustmani dan Drakula. Saya belum baca sih, mau beli ketunda terus wkwk. Duhh kok jadi cerita pnjang disini hahaha😄

        Liked by 1 person

      2. Wah mantaaap, saya malah baru baca 😅 baca ulang juga tetap seru kalau buku bagus hehe
        Iya, kayaknya banyak orang jd terinspirasi dg sosok Muhammad Al-Fatih ini 😊

        Oh ada kelanjutannya, *mesti baca ini* 😂😂
        Terima kasih buat infonya mbak 😊
        Gak apa-apa Mbak, panjang-panjang juga boleh kok 😁

        Like

  2. wkakak seru bgt kalo bahas buku, gaada habis2 nya😅😅😅

    kapan ya ust. felix buat novel sejarah tokoh2 islam yg lain lg? hehehe kayak salahuddin al ayyubi salah satunyaaaa wkwkkw.

    Iya kita tahunya saya sendiri sih drakula itu cmn sosok fantasi, ternyata memang ada dulu aslinya wkwk

    Liked by 1 person

    1. Iya, duh kalau udah bahas buku itu, walaupun gak ada habisnya tapi menyenangkan! 😊

      Semoga beliau menulis sejarah tokoh-tokoh Islam yg lain, para sahabat Rasulullah saw. Iya, Salahudin Al Ayyubi ini juga kalau ada bukunya tersendiri juga pasti menarik, apalagi salah satu sahabat Rasulullah ini rumahnya dulu pernah disinggahi saat Rasulullah berhijrah ke Madinah.

      Oh ada 😱 *saya bukan penggemar bacaan horror jadi tidak begitu update dg yg namanya drakula* 😬
      Saya udah cek, ternyata The Cronicles of Ghazi ini buku seri dan udah banyak *alamat harus borong buku* 😅😅

      Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s