Liburan yang Menyenangkan di Yogyakarta

Living in the library ๐Ÿ“š๐Ÿ’š๐Ÿ“šย (lokasi:ย Dโ€™Walk Illution Room Museum)

Datang ke Jogja untuk liburan di akhir pekan tanggal 30 Maret – 1 April 2018, rasanya seperti dapat surprise. Saya kangen sekali dengan kota ini. Sudah delapan tahun berlalu, alhamdulillah bisa kesana lagi.
Kota ini, meskipun telah banyak berubah (wow banyak mall besar, hotel besar). Namun entah kenapa selalu menyenangkan untuk bisa kembali merasakan suasanannya. Kalau liburan sebelumnya ternyata lebih banyak wisata kuliner, tapi kunjungan kali ini ditambah dengan wisata alam, wisata sejarah.

Meskipun perjalanan selama tiga hari dua malam disana tanpa itenerary, memutuskan ke tujuan wisata pas di mobil saja, sebut saja destination nowhere, tapi sesungguhnya moment yang tercipta terasa istimewa.
Saya bersama keluarga sampai di Yogyakarta sekitar pukul 09.15 wib, kami di jemput oleh pak Heri yang asli Jogja. Pak Heri yang antar jemput kami selama di Jogja.

Hari pertama, Jumat 30 Maret 2018
Tujuan pertama, pergi ke Dโ€™Walk Illution Room Museum. Setelah membeli tiket, maka meluncurlah menuju lokasi yang beralamat di Kompleks XT Square, tepatnya di Jalan Veteran 150-151 Umbulharjo Yogyakarta. Dโ€™Walk Illusion Room Museum, merupakan wahana wisata yang menampilkan 27 ruangan tematik dan unik. Semua perabotan yang ada di ruangan tersebut penataannya disusun secara terbalik. Di sini pengunjung dapat berpose dengan gaya unik dan out of the box. Salah satu ruangan favorit saya ruangan yang banyak bukunya, sampai niat banget manjat biar dapat foto kece ๐Ÿ˜†. Kalau bingung mau pose apa, di setiap ruangan ada contoh foto-foto, atau bisa tanya ke staff yang ada disana, mereka siap membantu bahkan menawarkan untuk ambil foto atau nyaranin gaya apa. Menurut saya sih keren idenya, tempatnya juga asik, kalau sudah cape muter-muter dan cape difoto, kalau lapar disana juga menjual snack, es krimnya juga enak.
Yogyakarta memang tak habisnya menawarkan destinasi untuk spot foto yang unik dan instagramable.

Puas berfoto disana, lanjut mampir solat di Masjid Fadhli Umar.
Selesai solat, kemudian cari tempat makan. Wiskul pertama pilihan jatuh di tempat makan Tambak Segaran yang berlokasi di jalan Brigjen Katamso No.192, Keparakan, Mergangsan, Kota Yogyakarta. Menu favorite disana salah satunya sate buntel, enaaak banget, tongseng-nya juga enak ayam gorengnya juga enak. Sebelumnya saya juga pernah makan disini pada saat makan malam (waktu liburan), pas kesana lagi untuk makan siang, karena cuacanya panas, saya lebih suka suasana makan malam.

Selesai makan siang, menuju ke hotel untuk check in. Selama dia malam menginap di Hotel Tentrem. Tempatnya bagus sekali, dan nyaman. Pemilik hotel ini yang punya Sido Muncul.

Malamnya kami pergi makan malam di Bakmi Jowo Mbah Gito yang beralamat di Jalan Nyi Ageng Nis No. 9, Rejowinangun, Kotagede.
Salah satu menu enak yang dapat dicoba saat berkunjung ke Jogja adalah Bakmi Jowo Mbah Gito. Di warung ini dapat merasakan nikmatnya bakmi godhok buatan keluarga Mbah Gito. Campuran mie kuning dan bihun dengan taburan ayam serta bawang goreng di atasnya makin menggugah selera. Soal rasa, dijamin mantap dan tak kalah dengan yang lain! Saat saya kesana pengunjungnya super padaaat sekali, nunggunya 90 menit, makannya hanya 10 menit saking laparnya ๐Ÿ˜†๐Ÿคฃ
Tidak hanya menawarkan makanan enak, tempat ini juga berbeda dan menarik, saya terkesima saat sampai di warung ini. Tempatnya bukan berupa kedai sederhana atau rumah makan mewah, tapi warung Bakmi Jawa Mbah Gito ini memiliki desain interior yang unik dan keren. Hampir seluruh sudut dari bangunan dua lantai ini menggunakan kayu dengan hiasan tradisional. Dan tidak ada AC, tapi sensasi wisata kuliner disini unforgettable moment, jadi harus dicoba kalau datang ke Jogja ๐Ÿ˜Š Oh iya, kalau berkunjung kesana, silahkan perhatikan design interiornya, di lantai satu, ada ukiran-ukiran kayu dengan ukiran wajah presiden-presiden RI dari yang pertama sampai yang menjabat saat ini, Pak Jokowi. Pokoknya keren ๐Ÿ‘
Perut sudah kenyang, hati senang, kami pun pulang ke hotel.

Hari kedua, sabtu 31 Maret 2018

Selesai breakfast, sekitar jam 10.00 wib, kami keluar hotel. Mengenai breakfast, saya suka dan happy banget karena di hotel ini menarik sekali, tidak hanya western food, tapi ada banyak makanan tradisional, cinta banget deh! Saya sudah menyiapkan perut kosong untuk mengisi dengan makanan tradisional ๐Ÿ˜„ Bayangkan saja ada getuk, duh saya gak hafal nama-namanya (silahkan bisa lihat di video tentang hotel Tentrem), saking fokus bagaimana agar perut saya cukup memuat makanan-makanan tradisional. Saya selalu semangat banget kalau sudah bertemu makanan tradisional. Tapi tenang saja western food-nya juga enak-enak, jadi intinya karena saya suka makan, selama halal baik western food, Indonesian food, apalagi tradisional food, saya siap makan, Alhamdulillah ๐Ÿ˜
Sekitar jam 10.00 wib, keluar hotel. Hari itu akan wisata sejarah dan budaya ke Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Setelah membeli tiket, kami pun mengelilingi tempat tersebut dan ditemani guide seorang Bapak yang saya lupa namanya, untuk menjelaskan setiap sudut Keraton dan sejarah-nya. Saat memasuki area karaton kebetukan sedang dilangsungkan pertunjukan wayang, namun saya tidak lama disana. Suasana nya sangat ramai sekali, bertepatan dengan long weekend, ada banyak sekali pengunjung, juga anak-anak sekolah memadati tempat tersebut.

Keraton ini kini juga merupakan salah satu objek wisata di Kota Yogyakarta. Sebagian kompleks keraton merupakan museum yang menyimpan berbagai koleksi milik kesultanan, termasuk berbagai pemberian dari raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, dan gamelan. Dari segi bangunannya, keraton ini merupakan salah satu contoh arsitektur istana Jawa yang terbaik, memiliki balairung-balairung mewah dan lapangan serta paviliun yang luas.
Setelah mengitari komplek, terakhir berkunjung ke Gedhong Kaca, Museum Hamengku Buwono IX. Senang sekali, akhirnya setelah beberapa kali ke Jogja, kesampain juga datang kesana.

Berikutnya, setelah puas maka kami terlebih dahulu, makan siang di Ayam Goreng Jawa Mbah Cemplung. Berlokasi di Bangunjiwo-Kasihan Kabupaten Bantul. Tempatnya cukup jauh dari pusat kota. Umumnya kalau tempat wisata kuliner yang populer terletak di tengah kota, tapi tidak dengan tempat ini. Meskipun demikian, ternyata pengunjungnya penuh. Ayam Gorengnya enak, apalagi ditambah sayur daun pepaya, tahu, tempe, lalapan, sambal, plus es teh manis, mengenyangkan sekali apalagi porsi ayam gorengnya 1 potong saja besar banget ๐Ÿ˜

Berikutnya, akan mengunjungi Wisata Pantai Parangtritis. Ini kunjungan pertama saya ke Jogja main ke pantai. Biasanya liburannya di pusat kota saja, paling ke Candi Prambanan dan Candi Borobudur. Di liburan kali ini, saya sangat senang sekali bisa main ke pantai Parangtritis yang ada di provinsi Daeras Istimewa Yogyakarta.
Parangtritis adalah desa di kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia.
Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup terkenal di Yogyakarta. Pantai ini mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya gunung-gunung pasir di sekitar pantai, yang biasa disebut gumuk. Objek wisata ini sudah dikelola oleh pihak Pemkab Bantul dengan cukup baik, mulai dari fasilitas penginapan maupun pasar yang menjajakan souvenir khas Parangtritis.
Di Parangtritis ada juga kereta kuda & kuda yang dapat disewa untuk menyusuri pantai dari timur ke barat. Saat tiba disana, alhamdulillah cuacanya sedang cerah, sehingga panas-panasan main pasir tapi seru. Saya senang sekali melihat pemandangan alam, perbukitan hijau yang mempercantik pantai tersebut. Oh iya, disana tidak boleh berenang. Cukup dengan menikmati keindahan alam dan pantainya. Saya juga berkesempatan naik kereta kuda, meskipun panas, senang sekali bisa menikmati pantai tersebut sambil baik kereta kuda, habis itu minum air kelapa, segar!

Hari sudah mulai sore, kami melanjutkan perjalanan menuju Candi Perambanan dengan harapan bisa menikmati sunset disana. Jarak dari Parangtritis ke Candi Prambanan sekitar 1,5 jam. Sepanjang perjalanan saya senang sekali bisa menikmati hijaunya pesawahan dan pemandangan alam yang disajikan sepanjang perjalanan. Sekitar pukul 17.30 kami sudah sampai tempat tujuan. Kemudian membeli tiket. Saya cukup kaget dengan perubahan disana, terakhir kesana beberapa tahun yang lalu. Sekarang tempat beli tiketnya tambah bagus, dan nyaman.
Ini merupakan kunjungan ketiga saya ke Candi Prambanan. ย Candi Prambanan termasuk salah satu situs warisan dunia, UNESCO yang ditetapkanย  sejak tahun 1991, candi ini adalah kompleksย  Candi Hinduย terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 Masehi.

Yang berbeda kali ini, kalau dulu menyaksikan kemegahan Candi Prambanan pada siang hari yang terlihat spektakuler. Kali ini mendatanginya menjelang sunset, meskipun saat itu bukan golden sunset, tapi setidaknya dapat pengalaman berbeda dan suasana berbeda ketika melihat Candi Prambanan after sunset terkesan magical sekali. Senengnya, saat maghrib tiba Suara Adzan pun terdengar. Karena sudah sepi kami pun menuju mobil. Kami melanjutkan perjalanan menuju hotel. Karena sudah cape, saat itu malam minggu, long weekend pula, Jogja pun macet, makan malam pun room service saja.

Minggu, 1 April 2018
Setelah breakfast, kemudian leyeh-leyeh di hotel, setelah solat Dzuhur maka check out dari hotel. Pesawat ke Jakarta sekitar pukul 20.00, maka berikutnya kami akan menikmati wisata alam dengan berkunjung untuk pertama kali ke Gunung Merapi, untuk ikut lava tour Merapi.
Sebelumnya, datang ke tempat beli oleh-oleh Khas Yogyakarta, yaitu Bakpia Kurnia Sari. Tentu saja masterpiece-nya bakpia, tapi banyak juga dijual cemilan-cemilan yang akan menggoda iman dari dunia perdietan ๐Ÿ˜‚ bikin ngiler cemilannya haha, apalagi ada lanting, duh langsung itu mah beli. Biasanya kalau makan bakpia yang sudah dingin, kalau beli di tempat nya ternyata pas sudah bayar kemudian nyoba makan, masih hangat dan ternyata kalau dimakan selagi hangat, enak banget!

Berikutnya mampir makan siang di restaurant yang menurut saya namanya sangat unik, bernama
KOPI bukan LUWAK, terletak diJalan Kaliurang KM. 16, Pakembinangun, Pakem, Sleman
Yogyakarta. Tempatnya tradisional, autentic sekali, saya suka ๐Ÿ’š
Dinamakan kopi bukan luwak, menurut keterangan Mbak yang kami tanyai saat mengantarkan pesanan minuman kami, dinamakan demikian karena mereka menjual kopi bukan dari kopi luwak, nah kalau Anda pecinta kopi, wajib dicoba, kopinya enaaaak banget!ย  Menu specialnya ada brongkos, mangut lele nya enak apalagi bagi kalian pecinta makanan pedas, telor kriuk, yang suka pedas ada sambel dadak. Untuk cemilan, mereka punya tape goreng, dan tahu goreng susu. Oh iya, kalau kesini disarakan bawa uang cash untuk pembarannya. Tempat pembarannya juga masih tradisional. Makan disini itu semacam prasmanan. Untuk harga jangan kaget, untuk ukuran orang Jakarta, menurut saya makan disana tidak mahal dengan sajian makanan yang super enak menurut selera saya. Terus terang dari tempat wisata kuliner yang dikunjungi selama disana, favorit saya tempat ini. Kami makan bertujuh termasuk pak Heri totally sekitar Rp 180.000 wow kaget dong, tapi seneng ๐Ÿ˜„ Kalau saja restaurant nya ada di Jakarta dengan konsep tradisional, seperti ini biasanya mahal. Benar-benar penutup wiskul yang tak terlupakan.

Perjalanan berikutnya menuju ke basecamp Pujangga Adventure untuk sewa jeep, dan akan menikmati lava tour gunung merapi.Driver-nya bernama pak Karno, saat tiba disana hujan belum berhenti. Kami tetap naik jeep, dan memulia perjalanan off-road. Wohoooo seru sekali. Jangan khawatir mereka yang membawa Jeep sudah terlatih, mereka juga merangkap sebagai guide yang akan menjelaskan sejarah di setiap spot wisata. Saat itu, kami tiba disana pukul 15.45, sehingga tour yang kami ambil hanya berdurasi 1,5 jam. Idealnya kalau mau puas ambil yang durasi 3 jam.
Mengenai driver yang membawa jeep, mereka juga telah terlatih dan profesional dalam melayani tamu. Selain itu Driver juga menjadi pemandu dalam melakukan kegiatan lava tour merapi. Tamu akan senantiasa dipandu dan dijelaskan mengenai obyek obyek yang akan dikunjungi sehingga akan mengerti dan merasakan dahsyatnya erupsi merapi tahun 2010. Tak hanya itu, Pak Karno juga menjadi juru foto saat kami ingin foto bersama.
Lava Tour Merapi berada di kabupaten Sleman, merupakan wisata merapi kaliurang, yang menjadi satu dengan kawasan wisata kaliurang. Ketika berwisata ke kaliurang, tidak hanya disuguhkan dengan panorama Gunung Merapi tapi juga dapat merasakan serunya melewati medan off-road dengan Jeep Lava Tour Merapi. Senang sekali bisa merasakan rekreasi seru dengan menggunakan Jeep untuk berkeliling dan menikmati panorama Gunung Merapi.

Saat itu cuacanya hujan, kemudian setelah berkunjung di spot Omahku Museum Merapi, lanjut ke wisata batu alien, Alhamdulillah hujan mulai berhenti, menurut info dari Pak Karno, sebelum erupsi Merapi, dulunya batu tersebut tidak ada, pasca erupsi batu tersebut menjadi spot yang dikunjungi para wisatawan saat berkunjung kesana. Lava tour ini salah satu pengalaman seru dan menyenangkan saat berlibur di Jogja. Tour selesai setelah itu kami kembali ke basecamp. Untuk info lebih detail paket lava tour merapi silahkan klik iniย 
Dari sana pukul 17.45 menuju bandara, kami pulang dengan pesawat, kalau schedule harusnya pukul 20.RE00, sayangnya delay dan baru sekitar pukul 21.30 wib berangkat nya. Suasana Bandar saat itu penuh dan padaaaat sekali ๐Ÿ˜‚ bahkan di lounge Garuda juga penuh.

Jogja, semoga saya bisa kembali lagi, karena kota ini salah satu kota favorit saya. Selalu ada kata rindu untuk kembali, ketika mendengar atau membaca kata Yogyakarta โค

Happy traveling! ๐Ÿ˜Š
With Love ๐Ÿ’š

Note: ke Yogyakarta kali ini, pulang pergi dengan pesawat Garuda, dan untuk kali ini alhamdulillah naik yang business class (pulang pergi) ๐Ÿ™‚

Advertisements

7 thoughts on “Liburan yang Menyenangkan di Yogyakarta

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s